GRESIK, MCE - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha berbasis kerakyatan karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kini telah menjadi tulang punggung perekonomian. Keberadaan UMKM telah memberikan manfaat langsung terhadap sekitar 200 juta lebih jiwa tenaga kerja Indonesia. Oleh karena itu wajar jika pelaku UMKM disebut sebagai penyelamat ekonomi bangsa. Tanpa keberadaan UMKM, entah bagaimana cara bangsa ini menyediakan pekerjaan bagi warga negaranya. Sabtu (5/3/2022).
Namun demikian, terlepas dari besarnya peran dan posisi strategis UMKM, sebagian besar UMKM menghadapi banyak masalah, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Masalah internal mencakup karakter dan kapasitas kewirausahaan. Masalah karakter terkait tujuan usaha yang masih cenderung survival daripada entrepreneurial. UMKM kita memang telah terbukti tahan krisis (resilient), namun juga cenderung stagnan skala usahanya. Sementara masalah kapasitas mencakup kapasitas dalam mengelola keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Sementara masalah eksternal khususnya yang bersifat ketersediaan akses yang mencakup akses informasi, modal, layanan perizinan yang baik, pameran, fasilitas pelatihan, pendampingan, sampai kondisi infrastruktur. Kondisi ini membuat daya saing UMKM nasional belakangan ini belum mengalami peningkatan yang menggembirakan. Padahal tanpa daya saing yang kuat, bagaimana kita akan dapat menjadi pemasar di negeri sendiri di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN nanti?
Melihat perkembangan kondisi di atas, dapat dilihat bahwa kebijakan dan program-program pemerintah untuk pengembangan UMKM belum berhasil menjawab permasalahan sehingga masih berjarak dengan kepentingan UMKM yang sesungguhnya. Pada tataran nasional, belum maksimal melaksanakan road map jangka panjang dalam upaya pengembangan UMKM (termasuk Koperasi yang skala usahanya masih di skala UMKM). Di sisi lain belum ada pihak atau lembaga yang berperan sebagai pengawas kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sehingga tidak ada yang memonitor kualitas pelaksanaan dari kebijakan atau program-program tersebut. Berangkat dari keprihatinan dan kepedulian itulah, Komisi Nasional Pendidikan Jawa Timur menyambut baik dan menginisiasi pembentukan Forum UMKM Bersatu oleh Bapak Kunjung Wahyudi (selaku Ketua Komisi Nasional Pendidikan Jawa Timur), bersama-sama dengan Bapak Agus Irian (Pembina UMKM), Bapak Agus Sapto (GM Hotel Tunjungan Surabaya), Ibu Dewi J Suryaputra (Koord UMKM Gresik) dan Bapak Priya Tri Adi Dharma (pengusaha).
Berawal dari pertemuan informal pada 27 November 2021 antara Bapak Kunjung Wahyudi dengan Ibu Dewi J. Suryaputra selaku Kepala UMKM Gresik, disepakati untuk diselenggarakan sebuah forum yang lebih resmi untuk mengukuhkan pembentukan Forum UMKM Bersatu, yaitu pada Selasa, 30 November 2021, pukul 10.30 s.d. 13.10 WIB bertempat di Café Hotel Tunjungan Surabaya. Adapun pertemuan pada hari itu dihadiri oleh tim UMKM Gresik, Komisi Nasional Pendidikan Jawa Timur, pendamping UMKM lainnya. Nama-nama peserta yang hadir pada forum tersebut antara lain: Kunjung Wahyudi, Dewi J. Suryaputra, Agus Irian, Agus Sapto, Sulistianah, dan Reny.
Pada hari itu disepakati secara resmi pembentukan Forum UMKM Bersatu, selain itu disepakati pula bahwa Forum UMKM Bersatu akan menjadi organisasi intellectual organic yang dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program untuk pengembangan UMKM di Jawa Timur.
Untuk mendukung efektifitas fungsi dan peran organisasi tersebut, disepakati bahwa UMKM Bersatu akan beranggotakan lembaga/organisasi yang memiliki kepedulian untuk menguatkan dan memberdayakan UMKM; dan setiap organisasi mengirimkan perwakilan untuk turut menjadi pengurus dan tim pelaksana program.
Adapun program kerja UMKM Bersatu yang disepakati mencakup penyusunan Road Map Kebijakan UMKM. Untuk program tahunan, disepakati untuk melaksanakan penyusunan outlook potensi, tantangan, dan rekomendasi kebijakan untuk pengembangan UMKM, penyusunan database UMKM, Koperasi, dan tenaga pendamping/konsultan, pemantauan pelaksanaan program pemerintah untuk pengembangan UMKM dan Koperasi. Sementara untuk program jangka pendek ini direncanakan untuk menyelenggarakan Festival Ekonomi Kreatif Gresik 2022 dalam rangka HUT Pemkab Gresik ke 48.
Dalam perjalanannya, UMKM Bersatu akan terus meningkatkan jumlah organisasi yang bergabung, khususnya dari kalangan media, sebagai penyambung aspirasi UMKM dan Koperasi yang telah dirangkum oleh UMKM Bersatu. Kegiatan Festival Ekonomi Kreatif selanjutnya adalah di Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten-Kota lain se Jawa Timur.
Bahwa kegiatan Festival Ekonomi Kreatif Gresik 2022 ini adalah merupakan kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkab. Gresik, Dinas Pariwisata & Kebudayan Kab. Gresik, Komnas Pendidikan Jawa Timur, Gress Mall Gresik dan UMKM Kab. Gresik.
Tujuan dari Kegiatan ini adalah:
1. Mengangkat kembali potensi daerah di Kabupaten Gresik khususnya bidang Pariwisata, Kebudayaan, Ekonomi Kreatif dan Pendidikan.
2. Mensinergikan dan mengkolaborasikan bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif dengan Pendidikan agar siswa-siswa khususnya SMA/SMK/MA bisa menjadi para Wirausaha mandiri ditengah-tengah pandemi covid 19, dan menjelang pelaksanaan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2030, serta mempersiapkan Indonesia Emas di tahun 2045
Semoga inisiasi ini dapat didukung oleh sebanyak-banyaknya pihak yang memiliki kepedulian dan keprihatinan yang sama. Semakin banyak pihak yang peduli dan mendukung inisiasi ini, tentu kita dapat mencapai cita-cita untuk memiliki UMKM yang kuat dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi raja di negeri sendiri. Dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, semoga alam semesta mendukung usaha bersama kita ini. Aamiin, tutur Kunjung Wahyudi kepada awak media dalam acara Festival Ekonomi Kreatif Gresik 2022 dalam rangka Hari Jadi Pemkab Gresik ke-48 di Atrium Gress Mall Gresik.
bp: Koord. IT & Media Komnasdik Jatim.