Senin, 26 Oktober 2026

​Maksud Hati Awasi Bantuan Pendidikan, Plt Ketua Komnas Pendidikan Bojonegoro Malah Diusir Humas SMAN Dander! Komite Ikut Diseret ​




​BOJONEGORO — Niat hati menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi terkait transparansi bantuan pendidikan pemerintah, Pelaksana Harian (Plt) Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnas Pendidikan) Kabupaten Bojonegoro yang juga menjabat sebagai Pengurus Komisi Nasional Pendidikan Wilayah Jawa Timur, Bangun Purnomo, justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Ia diduga diusir oleh oknum Humas SMAN Dander, Kabupaten Bojonegoro, saat hendak menemui kepala sekolah pada Senin (26/10/2026).


​Insiden bermula ketika Bangun Purnomo mendatangi SMAN Dander untuk melakukan kunjungan kerja resmi. Setibanya di lokasi, ia mengikuti prosedur tamu dengan bertamu, melapor kepada bagian resepsionis, dan mengisi daftar tamu digital secara tertib.


​Tidak lama berselang, seorang staf yang memperkenalkan diri sebagai Humas SMAN Dander bernama Satriya menemui Bangun Purnomo guna menanyakan maksud dan tujuan kunjungannya.


​"Saya bilang mau ketemu kepala sekolah untuk koordinasi terkait bantuan pendidikan dari pemerintah, salah satunya seperti Program Indonesia Pintar (PIP). Bukannya dipertemukan dengan kepala sekolah, saya malah di-handle sendiri oleh yang bersangkutan," ungkap Bangun Purnomo kepada awak media, Senin (26/10/2026).


​Suasana kunjungan kerja yang semestinya berjalan kooperatif mendadak memanas. Menurut keterangan Bangun, oknum Humas tersebut menyatakan bahwa pengelolaan dana PIP di sekolah tersebut telah ditangani sepenuhnya oleh pihak sekolah bersama komite sekolah.


​Mendengar klaim tersebut, Bangun melontarkan pertanyaan kritis mengenai sejak kapan komite sekolah memiliki kewenangan penuh mengurus mekanisme teknis PIP. Namun, respons yang didapat justru di luar dugaan. Alih-alih mendapatkan penjelasan yang transparan, Bangun mengaku justru diusir dari lingkungan sekolah oleh sang humas.


​Ironisnya, oknum Humas tersebut juga sempat melontarkan kalimat bernada meremehkan dengan mempertanyakan kapasitas lembaga pengawas independen tersebut. "Apa hubungannya dengan sekolah?" cetus Satriya, seperti ditirukan oleh Bangun.


​Tindakan arogansi dan pengusiran ini dinilai telah melampaui batas etika pelayanan publik di instansi pendidikan. Terlebih, posisi Bangun Purnomo hadir membawa mandat resmi sebagai representasi lembaga pengawas independen di tingkat regional.


​"Hal ini tentu mencederai saya secara kelembagaan sebagai Pengurus Komisi Nasional Pendidikan wilayah Jawa Timur, sekaligus mencederai marwah dunia pendidikan di Bojonegoro yang seharusnya terbuka terhadap fungsi pengawasan publik," tegas Bangun dengan nada kecewa.


​Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN Dander maupun Kepala Sekolah bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pengusiran dan polemik pengelolaan bantuan PIP di sekolah tersebut. Publik kini menanti langkah tegas dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur atas dugaan pelecehan institusi pengawas pendidikan ini. (Bangun Purnomo : Koordinator IT & Media Komisi Nasional Jawa Timur). 

Minggu, 25 Oktober 2026

Ini Alasan Krusial TKA dan ANBK Jadi Penentu Utama Lolos PTN Favorit




​LAMONGAN, MCE - Di tengah dinamika sistem seleksi masuk perguruan tinggi yang kian kompetitif, masih banyak pihak yang memandang Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sekadar sebagai rutinitas administratif belaka. Padahal, di era transformasi pendidikan saat ini, kedua instrumen tersebut memegang peran krusial sebagai penentu utama keberhasilan siswa tingkat Menengah Atas (MA/SMA) menembus gerbang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Senin (26/10/2026). 


​Pandangan tersebut ditegaskan oleh M. Luthfillah, M.Ag., Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kemenag RI 2022 sekaligus Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan. Menurutnya, paradigma baru seleksi masuk PTN menuntut kesiapan komprehensif dari jejak akademik siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan.


​"TKA dan ANBK bukan sekadar formalitas evaluasi, melainkan 'ijazah tidak tertulis' yang dibaca secara objektif oleh sistem seleksi perguruan tinggi," ujar Luthfillah.
​TKA: Cermin Kesiapan Kognitif dan Prediktor SNBT


​Dalam analisisnya, TKA diposisikan sebagai cermin kemampuan akademik sejati bagi siswa. Ada tiga alasan utama mengapa TKA tidak boleh dianggap remeh:


​• Prediktor Utama SNBT: Format dan substansi soal TKA memiliki tingkat kemiripan hingga 90% dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT. Siswa yang serius mempersiapkan TKA sejak dini secara otomatis telah mencicil persiapan UTBK satu tahun lebih awal.


​• Validasi Objektif Rapor untuk SNBP: Dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), angka rapor tinggi tidak lagi menjadi jaminan mutlak jika tidak didukung validasi eksternal. Sebagai ilustrasi, siswa dengan rata-rata rapor 88 namun memiliki skor TKA 85 akan jauh lebih unggul dibandingkan siswa berapor 90 dengan skor TKA 40.


​• Pembangunan Mentalitas HOTS: TKA melatih daya tahan kognitif siswa dalam menghadapi soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut analitis tinggi, bukan sekadar hafalan.


​ANBK: Fondasi Reputasi dan "Tiket Masuk" Kolektif Sekolah


​Jika TKA membangun personal branding siswa, maka ANBK berfungsi membangun institutional branding madrasah atau sekolah. Dampak ANBK bersifat sistemik dan jangka panjang bagi institusi:


​• Penentu Indeks Reputasi Sekolah: Hasil ANBK terintegrasi langsung ke dalam Rapor Pendidikan. Capaian indikator yang baik (zona hijau) secara langsung berimplikasi pada perluasan kuota kelayakan sekolah di ajang SNBP.


​• Seleksi Karakter Holistik: PTN favorit saat ini tidak hanya mencari calon mahasiswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki profil karakter dan literasi-numerasi yang matang—di mana keduanya dipotret secara akurat melalui instrumen ANBK.


​• Investasi untuk Adik Kelas: ANBK yang dikerjakan secara asal-asalan oleh satu angkatan dapat menurunkan indeks mutu sekolah, yang pada akhirnya justru merugikan kesempatan adik kelas mereka dalam dua tahun ke depan.


​Kesimpulan dan Rekomendasi


​Melihat urgensi tersebut, transformasi pola pikir mutlak diperlukan oleh pihak sekolah, guru, orang tua, dan siswa itu sendiri. Persiapan menghadapi TKA dan ANBK harus sudah digalakkan secara terstruktur paling lambat sejak siswa menginjak Kelas 11.


​Dengan strategi yang matang, TKA dan ANBK tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, melainkan jembatan emas menuju kesuksesan akademik di PTN impian. (bp). 


​

Sabtu, 24 Oktober 2026

​Komitmen Tanpa Kompromi: Polda Jatim Gencarkan Razia Hiburan Malam Demi Jatim Bersih Narkoba





​SURABAYA, MCE - Komitmen Polda Jawa Timur dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di bumi pertiwi tak pernah surut. Langkah nyata kembali dibuktikan melalui operasi penindakan tegas yang digagas oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim di sejumlah titik hiburan malam wilayah Kota Surabaya, Rabu (21/10/2026) malam.


​Tidak main-main, razia berskala besar ini melibatkan 100 personel gabungan dari Ditresnarkoba, Kogartap, Bidpropam, Dit Samapta, hingga Biddokkes Polda Jatim. Operasi yang dibagi menjadi dua tim taktis ini dipimpin langsung oleh Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K., M.Si.
​

Langkah penegakan hukum ini menjadi sinyal kuat sekaligus peringatan keras bagi siapa saja yang mencoba bermain-main dengan barang haram di wilayah hukum Polda Jatim. Ruang gerak sindikat narkoba di tempat hiburan dipastikan semakin sempit demi menjamin keselamatan generasi bangsa dan menjaga ketertiban umum Kota Surabaya.


​Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah harga mati. Mari bersama-sama kita dukung langkah tegas aparat penegak hukum untuk mewujudkan Jawa Timur Bersih Narkoba (Bersinar). (bp). 


​
​#PoldaJatim #DitresnarkobaPoldaJatim #PerangLawanNarkoba #JatimBersinar 

​1,2 Ton Sabu Terbongkar di Aceh: Jangan Cuma Tangkap Koki Lapangan, Seret Pemodal Kakapnya Sampai ke Akar



​Aceh, MCE - Ada yang salah dengan cara kita menjaga gerbang negeri ini. Ketika sebuah wilayah yang dikenal dengan syariat dan nilai religiusitasnya yang kuat justru kecolongan oleh berdirinya sebuah clandestine laboratory alias laboratorium gelap narkotika terbesar di Indonesia, ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ini adalah tamparan keras bagi kedaulatan hukum dan sistem pengawasan kita. Jumat (23/10/2026). 
​

Tim gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai baru saja membongkar sindikat narkotika internasional lintas negara (China, Malaysia, Indonesia) di Mutiara Timur, Pidie, Aceh. Angkanya sama sekali bukan main-main: 1,2 ton sabu (gabungan cair dan kristal) dengan estimasi nilai ekonomis mencapai Rp 2,16 Triliun berhasil disita.
​

Yang bikin geleng-geleng kepala sekaligus mengelus dada, modus operandi para pelaku ini sudah seperti adegan film kriminal kelas teri yang naik level. Bagaimana bisa seorang ahli kimia impor leluasa masuk, survei lokasi, menyewa sebuah ruko di tengah permukiman warga, lalu meracik narkotika jenis Blue Ice kualitas wahid hanya dengan memanfaatkan peralatan rumah tangga biasa seperti mesin cuci dan freezer? Ke mana mata dan telinga kita selama ini?


​Dari Mesin Cuci Hingga Ancaman 6 Juta Anak Bangsa


​Mari kita hitung dengan logika dingin. Jika saja 1,2 ton sabu racikan komplotan lintas negara ini lolos dan sempat beredar di pasaran, 6 juta anak bangsa dipastikan terancam masa depannya. Belum lagi beban kerugian negara untuk pemulihan dan rehabilitasi korban yang diperkirakan bisa menyedot anggaran hingga Rp 10 Triliun.


​Pertanyaannya sekarang: seberapa longgar celah pengawasan di level tapak hingga sindikat asing berani menjadikan sudut-sudut wilayah kita sebagai tempat meracik racun kematian? Apakah karena sistem pengawasan lingkungan kita yang terlampau cuek, atau justru ada oknum-oknum "tikus berdasi" yang sengaja menutup mata demi gelimang rupiah instan?


​Publik tentu tidak boleh gampang puas. Penegakan hukum jangan sampai berhenti pada penangkapan para "koki" lapangan atau pesuruh lokal yang sekadar menjadi bemper pengaman. Aparat penegak hukum dituntut untuk membongkar tuntas akar hingga ke daunnya: siapa pemodal utamanya, siapa pelindung di balik layar, dan siapa aktor intelektual kelas kakap yang mendanai seluruh operasi busuk ini.


​Suara Netizen: Kawal Kasusnya, Jaga Jarinya


​Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman narkotika global sudah merangsek masuk hingga ke jantung daerah tanpa pandang bulu. Kini, saatnya publik mengambil peran sebagai pengawas sosial yang kritis. Jangan biarkan bandar besar tidur nyenyak sementara generasi muda menanggung akibatnya.


​Bagaimana menurut kalian, guys? Kenapa jaringan internasional ini bisa begitu berani dan nekat membangun pabrik haram di dalam negeri? Apakah karena masyarakat sekitar sudah terlalu apatis dengan dinamika lingkungan, atau memang ada celah sistemik yang sengaja dibiarkan. (bp). 

Jumat, 23 Oktober 2026

​Prestasi Membanggakan! Guru Fikih MAN 2 Lamongan Resmi Lulus Asesmen Sertifikasi Kepala Madrasah


 



​
​LAMONGAN, MCE - Dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan kembali menorehkan kabar membanggakan. M. Luthfillah, M.Ag., yang kesehariannya aktif sebagai Guru Fikih di MAN 2 Lamongan, sukses merampungkan dan lulus dari Asesmen Sertifikasi Profesi Kepala Madrasah. Jumat (23/10/2026). 

 
​Ujian sertifikasi bergengsi ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Pendidikan Islam Bandung pada tanggal 21-22 Agustus 2026. Keberhasilan ini sekaligus mendapat apresiasi penuh dari berbagai instansi, termasuk Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan. 

 
​Kelulusan ini menandai komitmen tinggi para pendidik madrasah dalam meningkatkan mutu kepemimpinan dan profesionalisme manajemen pendidikan Islam. Diharapkan, pencapaian yang diraih oleh M. Luthfillah, M.Ag., dapat menjadi motivasi serta inspirasi bagi tenaga pendidik lainnya untuk terus mengembangankan kompetensi demi kemajuan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. (bp). 

​KPK Panen Tangkapan! Proyek Jalan Belum Tentu Mulus, Tapi Aliran Dana "Setoran" ke Pejabat Sumut Lancar Jaya


​
​JAKARTA, MCE - Alih-alih fokus merawat aspal jalanan biar tidak mirip kubangan kerbau yang bikin punggung warga encok, para pejabat elit di BBPJN Sumut ini malah asyik memikirkan jalan tol rezeki pribadi. KPK resmi menetapkan 8 orang tersangka kasus korupsi proyek berkedok gratifikasi periode 2023–2025. Hebatnya lagi, pembagian jatahnya teratur, rapi, dan sistematis bak perusahaan MLM elite. Jumat (23/10/2026). 


​Dari data konstruksi perkara yang dibongkar KPK, modus operandi mereka ternyata memakai jurus ancaman klasik: "Tidak kasih fee? Siap-siap gigit jari tidak dapat proyek lagi!" Ancaman maut ini sukses membuat vendor keder dan akhirnya tunduk patuh menyetor upeti. 

 
​Hebatnya lagi, pembagian hasil haram ini diatur sangat rinci berdasarkan jenjang jabatan, mulai dari Kepala BBPJN Sumut yang dipatok jatah 4%, Kepala Satker 4%, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1% - 1,5%, hingga bendahara dan kelompok kerja yang kebagian cipratan 0,5%. Kompak sekali, kalau urusan bagi-bagi rezeki tidak halal begini, kerjasamanya patut diacungi jempol (atau diacungi jari tengah). 


​Total aliran dana panas yang diterima masing-masing tersangka pun tidak main-main, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah mendarat mulus ke kantong pribadi. Tapi hukum alam memang tidak pernah salah alamat; begitu diciduk KPK dan disuruh pamer fesyen memakai rompi oranye, gaya sok penguasa jalannya langsung mendadak amblas berganti wajah melas. 

 
​KPK mencatat, korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa ini menduduki juara bertahan nomor dua terbanyak dengan total 446 perkara. Bayangkan, uang negara digerogoti ramai-ramai, sementara rakyat di daerah tetap harus sabar menikmati jalanan rusak berlubang. (bp). 

Kamis, 22 Oktober 2026

​Semarak Hari Jadi ke-44, SMAN 2 Tuban Gelar Festival Sholawat Banjari Se-Kabupaten




TUBAN, MCE - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-44, SMA Negeri 2 (Smada) Tuban menggelar ajang bergengsi bertajuk Festival Sholawat Banjari (Fesbanara) se-Kabupaten Tuban. Kegiatan keagamaan dan seni ini dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Jumat, 23 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai bertempat di Panggung Pataka Sinara SMAN 2 Tuban. 


 

​Mengusung tema "Smada Berprestasi, BeSMART Menginspirasi", perayaan Hari Jadi tahun ini dikemas secara istimewa dengan memadukan kreativitas seni Islami melalui lantunan sholawat banjari. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan syiar Islam, tetapi juga wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar-pecinta seni sholawat di Kabupaten Tuban. 


 

​Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka dan diharapkan mampu menarik antusiasme tinggi dari para pelajar maupun masyarakat umum. Melalui lantunan sholawat yang bergema di lingkungan sekolah, SMAN 2 Tuban berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan prestasi, tetapi juga memiliki fondasi spiritual serta akhlak mulia yang kuat.



​Bagi masyarakat maupun pendukung peserta, mari saksikan dan ramaikan kemeriahan Festival Sholawat Banjari (Fesbanara) di SMAN 2 Tuban sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus wujud syukur atas usia ke-44 tahun SMAN 2 Tuban dalam menginspirasi negeri. (bp).

Berita Terbaru