Rabu, 11 Maret 2026

Kadisdik Aries Agung Paewai Pastikan Hasil Revitalisasi Sekolah di Madiun hingga Magetan Siap Pakai




​MADIUN, MCE – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang layak terus dikebut. Pada Rabu (11/3), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai (Aries AP), memimpin langsung rapat koordinasi krusial guna meninjau kesiapan sekolah-sekolah pasca-revitalisasi di wilayah Mataraman.


​Rapat yang berlangsung di Madiun ini fokus pada evaluasi mendalam terhadap hasil program revitalisasi dan rehabilitasi gedung sekolah yang berada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Madiun–Ngawi serta Ponorogo–Magetan.


​Dalam arahannya, Aries AP menegaskan bahwa peninjauan ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pembangunan sarana prasarana harus berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa dan kinerja tenaga pendidik.


​"Rapat koordinasi ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan benar-benar dirasakan optimal oleh seluruh warga sekolah. Kita ingin memastikan lingkungan belajar yang baru ini mampu memicu semangat baru dan meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur secara signifikan," ujar Aries AP.

​Fokus utama dalam peninjauan kali ini mencakup:
​- Infrastruktur Utama: Ketahanan bangunan dan estetika gedung pasca-rehabilitasi.
​- Sarana Pendukung: Ketersediaan fasilitas laboratorium, perpustakaan, dan ruang kelas yang representatif.
​- Lingkungan Belajar: Menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung digitalisasi pendidikan.


​Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Dindik Jatim untuk meminimalisir kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah. Dengan selesainya revitalisasi di wilayah Madiun, Ngawi, Ponorogo, hingga Magetan, diharapkan tidak ada lagi kendala teknis yang menghambat proses belajar mengajar.

​Melalui koordinasi yang matang ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur optimis bahwa sekolah-sekolah yang telah direnovasi akan menjadi pilot project bagi standar sarana prasarana pendidikan yang ideal. Aries AP juga berpesan kepada para kepala sekolah dan Cabang Dinas agar senantiasa menjaga dan merawat aset yang telah diperbaiki ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.


​Transformasi infrastruktur ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi siswa-siswi di wilayah Madiun raya dan sekitarnya untuk mencetak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. (bp). 

Dari Transformasi STEM hingga Misi Kemanusiaan Palestina, Prabowo Geber 5 Agenda Strategis



BOGOR, MCE – Kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, menjadi pusat komando penting pada Minggu (08/03/2026). Sejak siang hingga malam hari, Presiden menggelar lima rangkaian rapat maraton bersama jajaran menteri dan pejabat teras Kabinet Merah Putih untuk membahas isu-isu krusial, mulai dari revolusi pendidikan hingga stabilitas keamanan nasional menjelang Lebaran.


​Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia dan menjaga posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional.


​Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah akselerasi kualitas pendidikan tinggi. Presiden Prabowo meminta laporan mendalam mengenai pembangunan 10 kampus baru yang difokuskan pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta Kedokteran. Langkah ini dinilai sebagai tulang punggung visi Indonesia Emas 2045.


​Tak hanya soal infrastruktur, Presiden juga menekankan peningkatan daya saing Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar mampu menembus peringkat global dan memperluas kolaborasi dengan universitas elite dunia.


​Sisi humanis dan diplomatik Presiden Prabowo kembali terlihat saat ia meninjau perkembangan mahasiswa asal Palestina yang menempuh studi di Universitas Pertahanan (Unhan).


​"Program yang diinisiasi Presiden sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022 ini terus berkembang pesat. Dari semula hanya 20-40 anak, kini tercatat hampir 200 mahasiswa-mahasiswi Palestina yang diberikan akses pendidikan di Indonesia sebagai bentuk dukungan konkret terhadap perjuangan mereka," ujar salah satu sumber di lingkungan Istana.


​Selain itu, Presiden juga memberikan perhatian khusus pada eskalasi situasi di Timur Tengah untuk memastikan posisi diplomasi Indonesia tetap selaras dengan kepentingan perdamaian dunia.


​Menjelang H-10 Hari Raya Idulfitri, Presiden Prabowo memastikan negara hadir dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk mematangkan kesiapan keamanan dan kelancaran arus mudik agar tradisi tahunan ini berjalan tanpa kendala berarti.


Rapat intensif ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, di antaranya:
​- Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)
​- Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan)
​- Donny Ermawan (Wakil Menteri Pertahanan)
​- Rektor Universitas Pertahanan
​- Sigit Santosa (Direktur Utama PT Pindad)


​Pertemuan di "Bukit Hambalang" ini mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah tetap bekerja penuh waktu demi memastikan target-target strategis tercapai tepat waktu, meski di hari libur sekalipun. (bp). 

Selasa, 10 Maret 2026

Rumah Mewah di Bekasi Jadi Markas Pesta Sabu, Buronan Kakap Ikut Terciduk



BEKASI, MCE - Lagi-lagi Bekasi bikin heboh! Bukannya bikin konten produktif di rumah mewah, rombongan ini malah bikin "hajatan" haram. Lima abang-abang dan dua mbak-mbak ini nggak berkutik pas polisi datang "silaturahmi" ke lantai dua. Selasa (10/3/2026).


​Yang bikin geleng-geleng, ada buronan kelas kakap pemilik 2.000 butir ekstasi yang ikutan nyempil di sana. Mungkin dikira kalau pestanya di rumah mewah, polisinya bakal sungkan? Sayangnya, hukum nggak pandang bulu (apalagi pandang rumah). Sekarang, dari kasur empuk rumah mewah, pindah ke lantai dingin penjara. Self-reward yang sangat membagongkan ya, Bund. (bp). 


​Lupa Jam Pulang atau Lupa Status? Pasangan Bukan Suami-Istri di Bakalan Digerebek Saat 'Lembur' di Kos Putri





​JEPARA, MCE – Sepertinya kata "istirahat" punya makna yang sangat fleksibel bagi dua pasangan di Desa Bakalan, Kalinyamatan ini. Bukannya tidur cantik demi menyambut hari Selasa, mereka justru asyik membuat "proyek kolaborasi" di dalam kos-kosan khusus putri hingga larut malam. Sayangnya, warga setempat punya radar yang jauh lebih tajam daripada sinyal Wi-Fi.


​Senin malam (9/3/2026), suasana tenang di RT 1 RW 1 Desa Bakalan mendadak pecah. Warga yang gerah melihat ada "tamu tak diundang" berjenis kelamin laki-laki yang betah bertamu di kos putri sampai pukul 23.00 WIB, akhirnya memutuskan untuk melakukan sidak massal. Hasilnya? Terciduklah dua pasangan yang statusnya bukan suami-istri, tapi mesranya melebihi pasutri baru.


​Alih-alih mendapatkan klarifikasi yang damai, proses evakuasi ke Balai Desa Krapyak justru berubah jadi arena "smash" kursi. Warga yang sudah kepalang emosi tampaknya lupa kalau kursi itu alat duduk, bukan alat lempar. Dalam video yang viral, suasana mencekam terlihat saat pasangan ini harus melewati barisan warga yang sudah siap dengan "salam olahraga".


​Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, mengonfirmasi bahwa mereka adalah karyawan yang mencari nafkah di Jepara. Namun sayangnya, "lembur" yang mereka lakukan kali ini sama sekali tidak membuahkan bonus, melainkan berujung pada pengamanan di Mapolres Jepara sekitar pukul 02.00 WIB.


​"Mereka digerebek di kos khusus putri. Karena kondisi semakin tidak kondusif di balai desa, akhirnya kami bawa ke Polres untuk dimintai keterangan," ujar AKP Wildan, Selasa (10/3/2026).

Pelajaran bagi kita semua: Kalau mau bertamu ke kos putri sampai tengah malam, pastikan Anda adalah pemilik kos atau setidaknya sedang membawa surat tugas negara. Jika tidak, siap-siap saja wajah Anda jadi konten viral dan punggung Anda jadi sasaran empuk kursi plastik terbang. (bp). 


​Kreativitas Tanpa Batas: SMAN 1 Kenduruan Gelar Festival Ramadan, Bukti Nyata Sekolah Cetak Wirausaha Muda





​TUBAN, MCE – SMAN 1 Kenduruan kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil secara vokasional. Melalui program unggulan Double Track, sekolah ini sukses menyelenggarakan Festival Ramadan Double Track yang berlangsung pada 27 Februari serta 9–10 Maret 2026. Selasa (10/3/2026). 


​Bertempat di area depan sekolah, festival ini menjadi panggung nyata bagi siswa untuk memamerkan keahlian di bidang Tata Boga (Pastry & Bakery) dan Multimedia (Desain Grafis). Kegiatan ini dirancang sebagai implementasi kurikulum berbasis praktik yang fokus pada penumbuhan jiwa kemandirian dan kewirausahaan sejak dini.


​Pada hari pertama, antusiasme masyarakat dan warga sekolah memuncak saat stan Tata Boga menyajikan aneka menu takjil kekinian. Mulai dari wonton, mi dower, hingga berbagai es segar seperti es tela ungu dan es teller ludes diserbu pembeli. Tak berhenti di situ, pada hari kedua dan ketiga, fokus beralih pada produksi kue kering khas Idulfitri.


​Dibawah bimbingan trainer profesional, para siswa berhasil memproduksi nastar, kastengel, hingga snowball chelsea dengan standar kualitas yang tinggi. Menariknya, pada hari pemungkas, produk-produk tersebut dikemas dalam bentuk paket hampers Lebaran yang estetis, meningkatkan nilai jual sekaligus melatih sensitivitas siswa terhadap peluang pasar.


​Kesuksesan festival ini tidak lepas dari kolaborasi apik antar-jurusan. Siswa program Multimedia mengambil peran krusial dalam aspek branding. Mereka bertanggung jawab menciptakan desain poster, banner, hingga aset media sosial yang persuasif untuk mendukung pemasaran produk teman-teman mereka di bidang Tata Boga.


​Kepala SMAN 1 Kenduruan, Nur Ida Hasanatin, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium hidup bagi para siswa.


​"Melalui festival ini, siswa tidak sekadar belajar membuat produk, tetapi mereka menyelami ekosistem bisnis yang sesungguhnya—mulai dari produksi, kerja sama tim, hingga strategi pemasaran digital. Kami ingin keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka," ujar Nur Ida.


​Kegiatan ini berjalan sukses berkat bimbingan intensif dari para trainer, yakni Asriani, S.Pd. dan Setiyorini, S.Pd., serta pendampingan dari fasilitator Ika Dwi Safitri, S.Pd.. Dukungan penuh juga datang dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sudjarwo, S.E., yang terus memotivasi siswa untuk aktif berinovasi.


​Dengan terlaksananya Festival Ramadan Double Track ini, SMAN 1 Kenduruan semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus mampu mencetak generasi muda yang kreatif dan mandiri. (bp). 

​Menjaga Kesucian Ramadan: Satpol PP Bojonegoro Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam




​BOJONEGORO, MCE – Guna menghormati kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) resmi meningkatkan intensitas pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam di seluruh wilayah kabupaten. Selasa (10/3/2026). 


​Langkah preventif ini diwujudkan melalui operasi gabungan skala besar yang menyasar sejumlah titik strategis. Fokus utama petugas adalah memastikan para pengusaha tempat hiburan, khususnya karaoke dan kafe, mematuhi regulasi serta jam operasional yang telah ditetapkan selama bulan puasa.


​Kepala Satpol PP Bojonegoro menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kondusivitas dan ketertiban umum (Trantibum).


​"Kami ingin memastikan bahwa suasana di Bojonegoro tetap kondusif, aman, dan penuh rasa hormat selama Ramadan. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan yang dapat mengusik kenyamanan masyarakat dalam beribadah," tegasnya di sela-sela persiapan operasi.


​Dalam pelaksanaannya, personel Satpol PP bersama unsur TNI dan Polri melakukan penyisiran ke berbagai lokasi yang disinyalir masih beroperasi di luar ketentuan. Petugas tidak hanya melakukan pengecekan administratif, tetapi juga memberikan imbauan persuasif kepada para pengelola usaha.


​Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam pengawasan ini antara lain:
​- Kepatuhan Jam Operasional: Memastikan tempat hiburan tutup sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati yang berlaku.
​- Larangan Miras dan Prostitusi: Melakukan sidak intensif untuk mencegah peredaran minuman keras serta praktik asusila.
​- Pengawasan Kebisingan: Memastikan aktivitas usaha tidak mengganggu jalannya ibadah tarawih dan tadarus di lingkungan sekitar.


​Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas bagi pelaku usaha yang membandel. Sanksi mulai dari teguran tertulis, penyegelan sementara, hingga pencabutan izin usaha membayangi mereka yang terbukti melanggar aturan di bulan suci ini.


​Melalui langkah ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat tercipta dengan baik, sehingga Ramadan 1447 H di Bojonegoro dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan. (tyas). 

Senin, 09 Maret 2026

​Satu Tahun Sang Atlet dalam Bayang-Bayang Trauma: Polda Jatim Seret WPC ke Jeruji Besi




​SURABAYA, MCE – Komitmen Polda Jawa Timur dalam memberantas predator seksual kembali ditegaskan. Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim resmi menetapkan WPC (44), seorang pria asal Kota Madiun, sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menimpa seorang atlet perempuan.

Penetapan status tersangka ini diumumkan pada Senin (9/3/2026), setelah melalui serangkaian penyidikan panjang. Berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi polisi, aksi bejat tersangka diduga telah berlangsung selama hampir satu tahun, terhitung sejak September 2023 hingga Agustus 2024 di berbagai lokasi berbeda.


​Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., mengungkapkan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius lantaran adanya indikasi penyalahgunaan relasi kuasa yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban.

"Polda Jatim berkomitmen menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual, terlebih yang dilakukan dengan memanfaatkan posisi atau relasi kuasa untuk menindas korban," tegas Kombes Pol. Jules Abraham Abast.


​Pihak kepolisian tidak main-main dalam menerapkan sanksi. WPC kini dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 5 dan Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS.
​- Ancaman Pidana: Maksimal 12 tahun penjara.
​- Denda: Hingga Rp300 juta.

​Selain fokus pada penegakan hukum terhadap tersangka, Polda Jatim juga memastikan hak-hak korban terpenuhi. Saat ini, sang atlet tengah mendapatkan pendampingan psikologis dan perlindungan intensif guna memulihkan trauma selama proses hukum berjalan.


​Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi siapa pun bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan seksual di wilayah hukum Jawa Timur, terutama di lingkungan olahraga yang seharusnya menjadi tempat prestasi bertumbuh. (bp). 




J

Berita Terbaru