Selasa, 01 September 2026

"Double Winner!" Siswa SMK Negeri Widang Borong Emas di Kejurda Jatim



BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar dari wilayah Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro-Tuban. M. Nur Irfan, siswa kelas XII TPM 1 dari SMK Negeri Widang, berhasil memborong dua medali emas sekaligus dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Provinsi Jawa Timur yang baru saja usai.


​Dalam kompetisi bela diri bergengsi tersebut, Nur Irfan menunjukkan dominasi mutlak dengan menyabet predikat Juara 1 untuk dua kategori sekaligus, yaitu:

​• Juara 1 Fighting System U18 77Kg+

​• Juara 1 Newaza System U18 77Kg+


​Raihan prestasi ini tidak luput dari perhatian Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Bapak Maskun, S.Pd., M.M. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan semangat juang yang ditunjukkan oleh M. Nur Irfan.


​"Ini adalah pencapaian luar biasa yang patut menjadi teladan bagi seluruh siswa. Keberhasilan Nur Irfan membuktikan bahwa pelajar SMK mampu bersaing dan menjadi yang terbaik, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non-akademik," ujar Bapak Maskun.


​Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi M. Nur Irfan untuk terus mengasah kemampuan dan mencapai prestasi yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional. "Terus Berjuang! Menuju Prestasi yang Gemilang." (bp). 

Senin, 31 Agustus 2026

Tudingan Pungutan Ijazah Dipastikan Hoaks, Sekolah Patuhi Regulasi




​BOJONEGORO, MCE - Belakangan ini, jagat maya dihebohkan oleh pemberitaan tendensius dari sejumlah oknum media yang menuding SMAN 1 Baureno melakukan penarikan uang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 sebagai syarat pengambilan ijazah pada tahun 2026. Isu ini sontak memicu perbincangan hangat dan keresahan di tengah masyarakat.



​Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Telusur Pemerhati Pendidikan Indonesia langsung di lapangan, narasi tersebut dipastikan sepenuhnya hoaks dan tidak berdasar. Kamis (27/8/2026). 



​Pihak SMAN 1 Baureno menegaskan bahwa mereka senantiasa patuh pada regulasi dan perundang-undangan pendidikan yang berlaku. Secara hukum, pihak satuan pendidikan tidak diperkenankan menahan dokumen kelulusan atau ijazah siswa, sekalipun yang bersangkutan masih memiliki tanggungan administrasi. Penegasan ini mematahkan segala asumsi liar yang sengaja digiring oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencoreng reputasi lembaga pendidikan.



​Masyarakat, khususnya para wali murid dan alumni, diimbau agar lebih cerdas serta saring sebelum sharing dalam menerima informasi. Jangan biarkan disinformasi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan yang selama ini konsisten menjaga integritas dan mutu pelayanan. (Bangun Purnomo). 

Revolusi Sampah Jadi Listrik: Lamongan Si Pasok 92 Ton Sampah untuk Proyek Strategis Nasional PSEL



​LAMONGAN, MCE - Persoalan sampah perkotaan kini bukan lagi sekadar tantangan lingkungan, melainkan peluang besar menuju kemandirian energi. Kabupaten Lamongan mengambil langkah progresif dengan menyatakan kesiapannya mendukung penuh percepatan Implementasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri audiensi strategis bersama Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan, Managing Director Investment Danantara, serta PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Pertemuan penting ini berlangsung dalam agenda Kunjungan Kerja di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (31/8).


​Program PSEL dihadirkan sebagai solusi komprehensif dalam mengurai volume sampah hulu hingga hilir yang kian menumpuk. Melalui kolaborasi lintas daerah di Jawa Timur, proyek ambisius ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mengonversi limbah padat menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomis tinggi.


​Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Bupati Yes ini menyampaikan bahwa Lamongan telah menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan teknis, Lamongan kini mampu menyiapkan pasokan 92 ton sampah per hari dari target 100 ton yang ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun terus mengoptimalkan berbagai potensi agar target penuh dapat segera tercapai.


​Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Lamongan akan segera memperkuat sinergi melalui kerja sama strategis dengan pihak eksternal. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi sampah dari wilayah Lamongan menuju fasilitas PSEL dapat berjalan lancar, efisien, dan berkelanjutan.


​Transformasi hijau ini diyakini mampu memberikan dampak ganda: mewujudkan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghadirkan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. (s.genk). 

Malu Sampai ke Ubun-Ubun! Baru Juga Diresmikan Bupati, Jembatan Miliaran Malah "Sujud" Berjamaah




​Pangandaran, MCE - Baru saja, warga Pangandaran dibuat elus dada sekaligus ngelus kepala. Bukannya disambut dengan tepuk tangan meriah, peresmian infrastruktur anyar di Kabupaten Pangandaran justru berujung drama jembatan "sujud" massal pada Minggu sore (30/8).


​Bayangkan betapa canggungnya momen itu: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan dan rombongan masih gagah berdiri di atas Jembatan Gantung Pongpet Margajaya, eh, si jembatan malah mendadak anjlok dan melengkung drastis! The real definisi baru diresmikan, langsung uji nyali.


​Jembatan dengan panjang 60 meter yang membentang di atas Sungai Cijulang setinggi 40 meter ini digadang-gadang jadi urat nadi vital. Padahal, akses ini krusial banget buat menghubungkan Desa Margacinta, Cibanten, Cimindi, sampai jadi jalur utama pelancong ke Wisata Kampung Budaya Seni Badud.


​Untung saja struktur utamanya nggak putus total. Kepala Desa Margacinta, Enceng, berdalih kalau masalahnya cuma ada di dudukan seling besi sebelah kanan yang lepas dari patok. Alhamdulillah, nggak ada korban jiwa. Tapi, kalau boleh julid sedikit, ini "uji coba" macam apa kalau baru diinjak pejabat langsung mleot begitu?


​Netizen +62, ada yang mau pasang badan buat bela kontraktornya, atau mau ikutan antre nyengir sambil check-in di jembatan uji nyali ini?

Pertanyaan untuk Pembaca: Kira-kira, proyek infrastruktur model begini murni karena faktor teknis cuaca, atau pengawasannya yang terlalu santai sambil ngopi? Tulis pendapat pedasmu di kolom komentar! (bp). 

​ ​Bukan Sekadar Keahlian Vokasi, Siswa SMKN 1 Kota Kediri Ini Juara 1 Festival Band di Kediri Mall





​KEDIRI, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Kediri. Kali ini, talenta di bidang seni musik berhasil dibuktikan oleh perwakilan siswa yang tergabung dalam Arcanis Band, yang sukses menyabet Juara 1 Lomba Festival Band Se-Kota Kediri. Senin (31/8/2026). 


​Ajang bergengsi tingkat kota tersebut diselenggarakan di Kediri Mall pada 28 Agustus 2026. Keberhasilan ini diraih berkat penampilan memukau dari para personel, yaitu:

​• Fareel Andhika Pratama (Siswa kelas XI TKJ 2)

​• Restu Satria Putra Wardhana (Siswa kelas XII TKJ 2)


​Menanggapi prestasi gemilang ini, Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam. Beliau menilai bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa siswa SMK tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan atau vokasi saja, tetapi juga memiliki daya saing dan kreativitas tinggi di bidang seni serta non-akademik.


​"Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi anandaku Fareel dan Restu. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi serta inspirasi bagi seluruh siswa SMKN 1 Kota Kediri untuk terus mengembangkan bakat dan potensi positif di berbagai bidang," ujar Edy Suroto.


​Dengan diraihnya juara pertama ini, diharapkan Arcanis Band SMKN 1 Kota Kediri dapat terus berkarya dan mengharumkan nama sekolah dalam berbagai ajang kompetisi musik yang lebih luas di masa mendatang. (bp). 

​Memukau di Surabaya! Tim Passondan SMAN 1 Padangan Sabet Juara Umum 2 LKBB Raden Wijaya 2026 ​





​BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra-putri daerah asal Bojonegoro. Tim Passondan dari SMAN 1 Padangan berhasil menorehkan tinta emas dalam ajang bergengsi "Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Raden Wijaya 2026" yang diselenggarakan di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya. Minggu (30/8/2026). 


​Dalam kompetisi yang diikuti oleh sekolah-sekolah unggulan dari berbagai daerah ini, Tim Passondan menunjukkan performa luar biasa, disiplin tinggi, dan kekompakan yang solid. Keberhasilan ini dibuktikan dengan perolehan gelar Juara Umum 2, sebuah pencapaian yang luar biasa di tengah ketatnya persaingan.


​Tak hanya itu, tim yang merupakan binaan SMAN 1 Padangan ini juga memborong sejumlah penghargaan di berbagai kategori, di antaranya:

​• Juara 2 - Best Sosmed

​• Juara 2 - Best Kostum

​• Juara 2 - PBB

​• Juara 2 - Danton (Komandan Peleton)

​• Juara Utama 1 - Group B


​Capaian ini merupakan wujud nyata dari semangat "Kolaborasi - Inovasi - Prestasi" yang terus digaungkan oleh pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Padangan, Bapak Purnomo, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras seluruh anggota tim serta tim pelatih.


​"Prestasi ini tidak datang dengan sendirinya. Ini adalah hasil dari latihan panjang, disiplin yang ketat, dan doa dari seluruh keluarga besar SMAN 1 Padangan. Kami sangat bangga dengan perjuangan Tim Passondan yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat regional," ujar Bapak Purnomo.


​Keberhasilan Tim Passondan SMAN 1 Padangan di LKBB Raden Wijaya 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. (bp). 

Minggu, 30 Agustus 2026

Aksi Memukau Tim Drumband Gita Ikha Nada SMAN 1 Padangan Sukses Sabet Juara 2 di Karnaval Cepu 2026





​BOJONEGORO, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para pelajar SMAN 1 Padangan. Kali ini, Tim Drumband kebanggaan sekolah, Gita Ikha Nada, sukses meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Karnaval Kecamatan Cepu 2026. Minggu (30/8/2026). 

Penampilan energik serta kekompakan yang ditampilkan oleh para anggota tim di bawah binaan sekolah ini berhasil memukau para penonton dan dewan juri yang memadati rute karnaval. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras latihan, dedikasi tinggi, serta komitmen kuat seluruh anggota tim yang mengusung semangat "Kolaborasi, Inovasi, Prestasi".


​Kepala SMAN 1 Padangan, Purnomo, M.Pd., menyampaikan apresiasi serta rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini.


"Capaian Juara 2 di Karnaval Kecamatan Cepu 2026 ini adalah buah dari kedisiplinan dan kerja sama tim yang solid. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMAN 1 Padangan lainnya untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang," ujarnya.


​Keberhasilan Tim Drumband Gita Ikha Nada ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah di kancah regional, tetapi juga menjadi inspirasi positif bagi generasi muda khususnya di wilayah Padangan dan sekitarnya untuk terus berkarya secara aktif dan kreatif. (bp). 

Berita Terbaru