Senin, 25 Mei 2026

​Mengguncang SNBT 2026: Puluhan Siswa SMAN 1 Kalitidu Bojonegoro Lolos Massal ke PTN Favorit, Ini Rahasianya




​BOJONEGORO, MCE – Prestasi gemilang kembali diukir oleh dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kalitidu sukses mencatatkan capaian luar biasa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Puluhan siswa-siswi terbaiknya dinyatakan lolos massal dan berhasil menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia.


​Keberhasilan ini memicu gelombang apresiasi dari masyarakat luas, sekaligus membuktikan kualitas akademik SMAN 1 Kalitidu yang kian kompetitif dan diperhitungkan di tingkat regional maupun nasional. Para siswa berhasil tersebar di berbagai universitas favorit, mulai dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas Jember (Unej), UIN Sunan Ampel, hingga Politeknik Negeri Madura.


​Menanggapi torehan prestasi yang membanggakan ini, Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S. Pd., M. Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.


​Kepala SMAN 1 Kalitidu dalam pers rilisnya mengatakan:

​"Keberhasilan luar biasa yang diraih oleh siswa-siswi kita dalam SNBT 2026 ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang tinggi. Ini bukan sekadar angka atau daftar nama, melainkan bukti nyata dari komitmen SMAN 1 Kalitidu dalam mencetak generasi jawara yang siap bersaing di masa depan. Kami sangat bangga melihat anak-anak kami mampu menembus program studi impian mereka di berbagai PTN ternama."


​Lebih lanjut, Ninis Aris Wibawati, S. Pd., M. Pd. juga menekankan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara para guru yang tanpa lelah memberikan bimbingan intensif, serta dukungan penuh dari orang tua siswa. Pihak sekolah secara konsisten menerapkan strategi pembelajaran adaptif dan simulasi ujian yang matang untuk mempersiapkan mental serta kemampuan akademik siswa menghadapi ketatnya persaingan SNBT.


​Di akhir pesannya, Kepala Sekolah perempuan yang dikenal inovatif ini juga memberikan wejangan sarat motivasi bagi para alumni muda tersebut yang akan segera memulai babak baru di bangku perkuliahan.


​"Teruslah berprestasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkembang. Jaga nama baik almamater, teruslah berkarya, dan jadilah agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas," pungkas Ninis Aris Wibawati, S. Pd., M. Pd.


​Sebaran Prodi yang Bervariasi dan Kompetitif


​Berdasarkan data resmi yang dirilis pihak sekolah, jurusan yang berhasil ditembus oleh para siswa SMAN 1 Kalitidu pada SNBT 2026 ini sangat variatif dan memiliki keketatan tinggi. Beberapa di antaranya meliputi bidang sains dan teknologi seperti Sains Data, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Teknik Mesin Alat Berat. Sementara di bidang sosial dan humaniora serta kependidikan, para siswa sukses melenggang ke jurusan Sosiologi, Akuntansi, Sistem Informasi, Ekonomi Pembangunan, hingga program studi bahasa asing seperti Pendidikan Bahasa Jepang.


​Capaian ini mempertegas jargon yang selama ini diusung oleh SMAN 1 Kalitidu, yaitu "Selalu Berkarya Cetak Jawara". Dengan keberhasilan ini, SMAN 1 Kalitidu optimis akan terus meningkatkan mutu pendidikan demi mencetak lebih banyak lulusan unggul yang siap membangun bangsa. (bp). 

​Gerbang Prestasi Dibuka: SMAN 1 Kalitidu Bojonegoro Memulai Tahapan Pengambilan PIN SPMB 2026/2027



 
​BOJONEGORO, MCE – Gerbang menuju pendidikan tingkat menengah atas yang berkualitas kembali dibuka. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kalitidu Bojonegoro secara resmi mengumumkan dimulainya tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026–2027. Sebagai salah satu sekolah unggulan dan berprestasi di wilayah Bojonegoro, momentum ini menjadi peluang emas bagi para lulusan SMP/MTs sederajat untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Kalitidu. Senin (25/5/2026). 


​Tahapan krusial yang wajib diperhatikan oleh seluruh calon peserta didik adalah pengambilan Personal Identification Number (PIN). Proses pengambilan PIN ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 28 Mei hingga 9 Juni 2026 secara mandiri oleh calon siswa.


​Untuk memastikan proses berjalan lancar, panitia SPMB SMAN 1 Kalitidu telah menetapkan lokasi pelayanan terpusat di Gedung Graha Wanaha Krida (GWK) SMAN 1 Kalitidu, dengan rincian jam pelayanan sebagai berikut:


​• Senin – Kamis: Pukul 07.30 – 15.00 WIB

​• Jumat & Sabtu: Pukul 08.00 – 12.00 WIB


​Dokumen yang Wajib Disiapkan

Pihak sekolah mengimbau para calon siswa dan orang tua untuk mempersiapkan seluruh berkas administrasi secara lengkap guna menghindari kendala saat verifikasi. Adapun dokumen yang harus dibawa (baik berkas asli maupun fotokopi) meliputi:


​1. Fotokopi dan Asli Rapor SMP/MTs.

​2. Fotokopi dan Asli Kartu Keluarga (KK).

​3. Surat Keterangan Lulus (SKL).

​4. Surat Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP/MTs.

​5. Surat Pernyataan bermaterai resmi.


​Imbauan Penting Terkait Keamanan Data

Manajemen SMAN 1 Kalitidu juga memberikan catatan khusus dan tegas mengenai aspek kerahasiaan data. PIN yang diperoleh oleh calon siswa bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada pihak mana pun secara sembarangan. PIN tersebut merupakan kunci akses tunggal dan sah yang hanya digunakan untuk keperluan pendaftaran resmi SPMB.


​Kompetisi untuk meraih kursi di SMAN 1 Kalitidu diprediksi akan berlangsung kompetitif mengingat tingginya minat masyarakat terhadap rekam jejak prestasi sekolah ini. Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam memenuhi linimasa dan kelengkapan dokumen menjadi faktor penentu kelancaran proses pendaftaran bagi generasi hebat Bojonegoro berikutnya. (bp). 

Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Curanmor yang Beraksi di Puskesmas



LUMAJANG, MCE – Polres Lumajang Polda Jatim melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil meringkus Dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang nekat beraksi di teras ruang IGD Puskesmas Sumbersuko Kabupaten Lumajang. 


Aksi kedua pelaku tersebut sempat terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) puskesmas.


Polisi berhasil mengamankan tersangka utama berinisial E (36), warga Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. 


Sementara tersangka E dicegat petugas saat melintas di Jalan Raya Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (22/5/2026) sore.


Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan penangkapan tersebut. 


Ia menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus curanmor lain yang sebelumnya telah diungkap oleh pihak kepolisian.


"Awalnya tersangka mengendarai sepeda motor melintas di jalan Desa Jatimulyo. Anggota yang sudah mengantongi identitasnya kemudian menghentikan dan langsung mengamankan tersangka," ujar Ipda Suprapto, Senin (25/5/26).


Dari hasil interogasi petugas, tersangka E mengakui semua perbuatannya. 


Menariknya, sepeda motor Honda Scoopy warna biru-putih milik korban yang merupakan seorang perawat puskesmas tersebut, sempat dilarikan ke Jember dan disembunyikan dengan cara yang unik untuk mengelabuhi petugas.


"Barang bukti sepeda motor milik korban dijual kepada seorang penadah di Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember dan oleh penadah, motor tersebut disembunyikan di area perkebunan dengan cara ditutupi daun pisang," ungkap Ipda Suprapto.


Dalam menjalankan aksinya, tersangka E tidak bergerak sendiri. Ia berbagi tugas dengan rekannya berinisial AF, yang saat ini juga sudah diamankan di Mapolres Lumajang.


Ipda Suprapto membeberkan kronologi peristiwa yang terjadi pada 16 Maret 2025 lalu. Kejadian bermula saat korban memarkirkan kendaraannya sekitar pukul 13.00 WIB untuk berdinas. 


Namun, saat korban hendak pulang sekitar pukul 16.30 WIB, sepeda motornya sudah raib. Korban kemudian langsung memeriksa rekaman CCTV puskesmas.


Dari rekaman kamera pengawas, terlihat kedua pelaku beraksi pada pukul 16.03 WIB dengan berboncengan mengendarai Honda Vario.


"Tersangka E ini berperan sebagai joki yang memantau situasi di atas motor dengan posisi siap kabur menghadap ke selatan. Sedangkan tersangka AF bertindak sebagai eksekutor yang masuk ke teras IGD," jelas Ipda Suprapto.


Lebih lanjut, Ipda Suprapto menjelaskan modus operandi yang digunakan pelaku. Tersangka AF merusak rumah kunci kendaraan menggunakan kunci palsu.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Lumajang guna proses penyidikan lebih lanjut.


 "Kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional Tahun 2023 tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat)," pungkas Ipda Suprapto. Kontributor: budi. 

Minggu, 24 Mei 2026

​Dramatis! SMKN 1 Kediri Bungkam SMA Kemala Bhayangkari 2-1, Rebut Takhta Juara 1 Dandim Cup 2026





​KEDIRI, MCE – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kota Kediri di bidang olahraga. Tim Mini Soccer SMKN 1 Kota Kediri (SMEKSA) sukses mengukuhkan diri sebagai yang terbaik setelah berhasil merebut gelar Juara 1 dalam ajang bergengsi Dandim Cup Mini Soccer Tournament 2026.


​Kemenangan dramatis ini dipastikan setelah Tim SMEKSA menyudahi perlawanan sengit dari rival kuat mereka, SMA Kemala Bhayangkari, dengan skor tipis 2-1 pada laga final yang berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi.


​Pertandingan penentu yang digelar pada Minggu sore (24/5/2026) tersebut menyajikan tontonan yang luar biasa. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim saling jual beli serangan. Namun, kedisiplinan taktik serta mental baja yang ditunjukkan oleh anak-anak SMKN 1 Kota Kediri di bawah asuhan pembimbing Bapak Rudi Robiandi, S.Pd., berhasil meredam agresivitas lawan hingga berbuah kemenangan manis di peluit akhir full time.


​Keberhasilan besar ini disambut dengan rasa syukur dan penuh haru oleh seluruh keluarga besar sekolah. Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., dalam rilis pers resminya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh punggawa tim yang telah berjuang habis-habisan di lapangan hijau.


​"Kami atas nama sekolah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran TEAM SMEKSA Kota Kediri. Perjuangan keras, disiplin, dan doa kita bersama membuahkan hasil yang luar biasa sore ini. Minggu, 24 Mei 2026, menjadi saksi sejarah bahwa SMKN 1 Kota Kediri berhasil keluar sebagai Juara 1," ujar Edy Suroto dengan nada bangga.


​Beliau juga menambahkan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa siswa SMKN 1 Kota Kediri tidak hanya unggul di bidang akademik dan kejuruan, tetapi juga mampu berbicara banyak dan menorehkan tinta emas di bidang non-akademik seperti olahraga. Dukungan penuh dari pihak sekolah, guru pembimbing, serta suporter setia disebut menjadi kunci penting di balik solidnya penampilan tim sepanjang turnamen bergulir.


​Dengan trofi Dandim Cup 2026 yang kini resmi mendarat di bumi SMKN 1 Kota Kediri, tim diharapkan tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuan demi menghadapi ajang-ajang turnamen regional maupun nasional yang akan datang.


​Selamat kepada TEAM SMEKSA Kota Kediri, We Make You Shine. (bp). 



​#SmeksaKediri  #DandimCup2026 #MiniSoccerKediri #PrestasiSiswa #KediriHariIni 

Jumat, 22 Mei 2026

​Nyawa Melayang Cuma gara-gara Daun Nangka: Menakar Logika 'Carok' Lumajang yang Berujung Curang dan Maut




LUMAJANG, MCE – Publik kembali dihenyakkan oleh nalar sehat yang mendadak runtuh di ujung bilah celurit. Duel berdarah alias carok yang terjadi di sebuah kebun sengon, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, membuka tabir kelam tentang bagaimana dendam kesumat bisa tumbuh subur hanya dari perkara sekantung pakan ternak. Jumat (22/5/2026). 


​Hasil penyelidikan terbaru kepolisian mengonfirmasi bahwa duel maut antara Abdul Karim Marzuki (55) dan Wasil (44) bukanlah insiden spontan. Ini adalah ledakan dari bom waktu masa lalu yang dipelihara dengan ego. Tragisnya, pemicu awalnya hanyalah masalah sepele: selembar daun nangka.


​Dendam Karatan di Balik Pakan Ternak


​Menurut kesaksian Saniyeh, istri dari mendiang Abdul Karim, konflik ini adalah residu pertikaian lama. Di masa lalu, Saniyeh pernah mengambil daun nangka milik Wasil untuk pakan ternak. Tak terima, Wasil meradang hingga melabrak rumah korban.


​Siapa sangka, urusan daun nangka yang sudah lewat bertahun-tahun itu ternyata membekas menjadi dendam karatan. Gesekan kecil di jalan saat kendaraan mereka berserempetan menjadi pemantik sempurna. Ego yang tersenggol membuat kedua pria paruh baya ini memilih jalur primitif: menyelesaikan masalah dengan darah. Sebelum berangkat menjemput ajal, Abdul Karim bahkan sempat berpamitan dan meminta doa kepada istrinya—sebuah ritual pamungkas yang mengerikan seolah ia tahu salah satu dari mereka tidak akan pulang dalam keadaan bernyawa.


​"Urusan perut ternak yang dihargai dengan nyawa manusia. Di mana letak akal sehat ketika celurit sudah berbicara?"


​Dari Duel 'Ksatria' Menjadi Tindakan Pengecut


​Netizen sering kali mengaitkan carok dengan tradisi mempertahankan harga diri secara jantan. Namun, apa yang terjadi di kebun sengon Klakah ini justru mengubur narasi "kejantanan" tersebut dan menggantinya dengan aksi pengecut yang keji.


​Saat Saniyeh menyusul ke lokasi kejadian, ia mendapati pemandangan mengerikan: Abdul Karim dan Wasil sudah terduduk lemas, sama-sama sekarat memegang luka robek akibat sabetan senjata tajam. Wasil menderita luka parah di bagian perut, sementara Abdul Karim pun tak berdaya bersimbah darah.


​Di titik kritis inilah, hukum rimba yang curang bekerja.


​Bukannya melerai atau membawa kedua korban ke rumah sakit, adik Wasil diduga kuat datang ke lokasi membawa amarah buta. Melihat kakaknya terluka, ia langsung melayangkan bacokan brutal ke arah kepala Abdul Karim yang sudah tidak mampu membela diri. Abdul Karim pun tewas seketika di tempat akibat serangan pengecut tersebut.


​Ironi Akhir: Satu di Liang Lahat, Satu di Rumah Sakit, Satu Menuju Penjara


​Kini, drama berdarah gara-gara daun nangka ini menyisakan penyesalan yang terlambat.

​• Abdul Karim Marzuki (55) harus meregang nyawa dan kini telah terbujur kaku di dalam kubur.

​• Wasil (44) masih terkulai lemas, berjuang bertahan hidup dalam perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan perut robek.

• Adik Wasil kini menjadi buruan utama atas tindakan brutalnya yang mengubah duel menjadi pembunuhan berencana.


​Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dinamika sosial masyarakat. Ketika hukum adat atau ego personal diletakkan di atas hukum negara dan akal sehat, maka nyawa manusia tak ada harganya lagi—bahkan lebih murah dibanding seikat daun nangka. Polisi kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku tambahan untuk memastikan keadilan tegak di atas tanah Lumajang. (bp). 

Bawa Tema 'Ujian Kejujuran Medsos', Ketua Komnas Pendidikan Lamongan Pukau Jamaah Masjid Mujahidin




​LAMONGAN, MCE – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai pelaksanaan ibadah Sholat Jum’at di Masjid Mujahidin, Desa Gendong Kulon, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (22/5/2026). Ratusan jamaah dari berbagai lintas generasi tampak memadati ruang utama hingga selasar masjid demi menunaikan kewajiban ibadah mingguan tersebut.


​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang tinggi. Sejak pukul 11.30 WIB, arus jamaah mengalir dengan tertib. Kelancaran ini tidak lepas dari kesiapsiagaan para petugas marbot dan tim kebersihan masjid yang telah membuka gerbang lebih awal, menata shaf, serta memastikan seluruh fasilitas penunjang ibadah dalam kondisi prima dan bersih.


​Soroti Etika Bermedia Sosial


​Ada yang menarik dalam pelaksanaan Sholat Jum’at kali ini. Khutbah yang disampaikan oleh Ustadz M. Luthfillah, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Lamongan sekaligus Ketua Komnas Pendidikan Lamongan, berhasil menyedot perhatian penuh dari jamaah.


​Mengangkat tema krusial yang sangat relevan dengan generasi digital saat ini, yakni "Media Sosial dan Ujian Kejujuran", Ustadz M. Luthfillah mengingatkan pentingnya menjaga integritas moral di dunia maya. Beliau mengajak jamaah untuk tidak sekadar meningkatkan ketakwaan secara ritual, tetapi juga menjaga lisan dan jemari di media sosial, mempererat silaturahmi, serta mengedepankan empati terhadap sesama.

Penyampaian khutbah yang tenang, tertata, dan sistematis membuat suasana masjid hening seketika. Jamaah tampak menyimak setiap untaian nasihat dengan saksama hingga selesai.

"Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah hari ini berjalan sangat lancar. Jamaahnya tertib, lalu materi khutbahnya pun sangat kontekstual, mudah dipahami, dan benar-benar menyentuh realitas kehidupan kita hari ini," ungkap Supardi, salah satu jamaah lokal yang rutin beribadah di Masjid Mujahidin.


​Sinergi dan Ukhuwah yang Terjaga


​Tepat pukul 11.35 WIB, ibadah Sholat Jum’at didirikan dengan diimami langsung oleh Ustadz M. Luthfillah. Usai salam, momentum sakral tersebut ditutup dengan dzikir dan doa bersama. Tidak sedikit jamaah yang memanfaatkan momen setelahnya untuk saling bersalaman dan bertegur sapa, mencerminkan kuatnya ikatan ukhuwah islamiyah antarwarga.


​Merespons suksesnya kegiatan ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mujahidin Gendong Kulon Babat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas ketertiban yang ditunjukkan oleh seluruh jamaah. Pihak DKM juga terus mengimbau agar jamaah konsisten menjaga kebersihan, hadir lebih awal, dan senantiasa mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama di masa mendatang.


​Melalui pelaksanaan Sholat Jum’at yang tertib, khusyuk, dan sarat akan pesan edukatif ini, Masjid Mujahidin diharapkan dapat terus menjadi poros perekat kebersamaan dan benteng moral spiritual bagi masyarakat di Desa Gendong Kulon, Babat, Lamongan. (bp). 



​Dua Pesilat SMAN Jatirogo Guncang O2SN Tuban, Borong Piala dan Harumkan Nama Sekolah



TUBAN, MCE – Prestasi gemilang kembali diukir oleh generasi muda berbakat dari SMAN Jatirogo (SMAJA) di ajang bergengsi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Tuban. Bertempat di SMKN 1 Tuban, dua atlet pencak silat andalan SMAJA sukses naik podium setelah menumbangkan lawan-lawannya pada laga sengit yang digelar hari ini, Jumat (22/5/2026).


​Dominasi SMAN Jatirogo di gelanggang pencak silat kali ini dibuktikan melalui perolehan medali yang membanggakan. Di kategori putri, Alfira Putri Ramadhani, siswa kelas XI-2, tampil memukau dan berhasil mengamankan gelar Juara 1 Pencak Silat Putri. Sementara di kategori putra, Egi Artawan dari kelas X-2 menorehkan prestasi yang tak kalah mentereng dengan keluar sebagai Juara 2 Pencak Silat Putra.


​Buah Kerja Keras dan Kedisiplinan Tinggi


​Keberhasilan luar biasa ini tidak datang begitu saja. Di balik tendangan dan pukulan presisi yang diperagakan Alfira dan Egi di arena, ada tetesan keringat, latihan fisik yang keras, serta kedisiplinan tinggi yang konsisten dijalani selama berbulan-bulan.


​Keberhasilan mereka juga tidak lepas dari tangan dingin sang guru pendamping sekaligus guru olahraga SMAJA, Munawar. Dedikasi dalam memformulasikan strategi bertanding serta memberikan suntikan mental di tepi gelanggang terbukti ampuh mengantarkan anak didiknya menjadi jawara.


​"Ini adalah hasil dari kerja keras, fokus, dan mental juara yang tertanam kuat dalam diri anak-anak. Kami sangat bangga mereka bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah," ujar Munawar di sela-sela perayaan kemenangan.


​Apresiasi Penuh dari Pihak Sekolah


​Secara terpisah, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMAN Jatirogo, Untung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini dalam keterangan pers resminya.


​"Prestasi hari ini, Jumat 22 Mei 2026, di ajang O2SN yang dilaksanakan di SMKN 1 Tuban merupakan momentum yang sangat membanggakan bagi seluruh keluarga besar SMAN Jatirogo. Alfira Putri Ramadhani (XI-2) berhasil meraih Juara 1, dan Egi Artawan (X-2) meraih Juara 2," kata Untung.


​Beliau juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung penuh segala bentuk pengembangan bakat dan minat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni.


​Menuju Gerbang Prestasi yang Lebih Tinggi


​Dengan hasil ini, Alfira Putri Ramadhani dipastikan mengantongi tiket untuk melaju ke tingkat yang lebih tinggi guna mewakili Kabupaten Tuban. Netizen dan seluruh warga sekolah pun memberikan dukungan masif di media sosial, berharap tren positif ini terus berlanjut hingga tingkat provinsi bahkan nasional.


​Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa SMAN Jatirogo bukan hanya fokus pada nilai akademik di dalam kelas, melainkan juga sukses mencetak "pendekar-pendekar" muda yang siap bersaing dan berprestasi di kancah daerah.


​Selamat kepada Alfira, Egi, dan SMAN Jatirogo! Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi lainnya di Kabupaten Tuban untuk terus berkarya dan berprestasi. (bp). 


Berita Terbaru