Rabu, 01 April 2026
Kapolres Lumajang Terima Kunjungan DPC PKDI, Perkuat Sinergi Keamanan Desa
kabupaten Lumajang polriLumajang, MCE – Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H menerima kunjungan jajaran Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Lumajang di Lobi Mapolres Lumajang, Senin (31/3/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara Polres Lumajang dengan para kepala desa yang tergabung dalam organisasi PKDI.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyambut baik kedatangan rombongan DPC PKDI. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah pedesaan.
“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi yang baik antara Polri dengan para kepala desa. Kami berharap ke depan sinergi ini semakin kuat, terutama dalam menjaga kondusifitas wilayah,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar.
Menurutnya, peran kepala desa sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah. Oleh karena itu, kolaborasi yang baik antara Polres dan pemerintah desa dinilai mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Dengan komunikasi yang intens, setiap potensi permasalahan di desa bisa segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKDI Kabupaten Lumajang, Suhanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan Kapolres Lumajang dalam menerima aspirasi para kepala desa. Menurutnya, silaturahmi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait berbagai isu terkini di desa.
"Kedatangan kami ke sini untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melaporkan kondisi di desa-desa. Kami, para kepala desa yang tergabung dalam PKDI, berkomitmen untuk mendukung penuh program kerja Polres Lumajang dalam menjaga keamanan wilayah," tegas Suhanto.
Ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen para kepala desa untuk terus menjalin hubungan harmonis dengan aparat kepolisian.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dengan Polres Lumajang. Kepala desa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing,” kata Suhanto.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program-program kepolisian, khususnya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan Polres Lumajang, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta membantu menjaga stabilitas kamtibmas di desa,” ujarnya.
Selain itu, Suhanto berharap komunikasi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan, sehingga setiap persoalan yang muncul di tingkat desa dapat ditangani secara cepat dan tepat. Kontributor: budi.
Gema Patriotisme dari Ujung Barat: Menjemput Putera-Puteri Terbaik Penjaga Pusaka
Kabupaten Tuban pendidikan
JATIROGO, MCE, 1 APRIL 2026 – Udara di SMAN Jatirogo pagi ini tak sekadar sejuk, ia bergetar oleh ambisi dan dedikasi. Di bawah panji Bakesbangpol Kabupaten Tuban, sebuah perhelatan sakral bertajuk Seleksi Paskibraka Kabupaten Tuban 2026 (Zona 2) resmi digulirkan.
Ini bukan sekadar baris-berbaris. Ini adalah penyaringan mentalitas baja dan pemurnian disiplin. Perwakilan terbaik dari enam kecamatan—Parengan, Singgahan, Senori, Bangilan, Kenduruan, hingga Jatirogo—berkumpul membawa satu misi: Menjadi bagian dari sejarah di bawah naungan Sang Merah Putih.
Menjadi Paskibraka adalah tentang melampaui batas diri. Di sini, di Zona 2, kita melihat wajah-wajah masa depan pemimpin bangsa. Mereka yang terpilih bukan hanya mereka yang tegap fisiknya, melainkan mereka yang memiliki keteguhan hati dan kecintaan tanpa syarat pada Bumi Wali.
Setiap tetes keringat di lapangan SMAN Jatirogo hari ini adalah saksi bisu perjuangan. Dari deru langkah yang serempak hingga sorot mata yang tajam menatap masa depan, para peserta membuktikan bahwa pemuda di wilayah barat Tuban memiliki potensi yang tak terbendung.
Sorotan Seleksi Zona 2:
- Wilayah: Parengan, Singgahan, Senori, Bangilan, Kenduruan, Jatirogo.
- Fokus: Ketangkasan fisik, wawasan kebangsaan, dan ketahanan mental.
- Misi: Menjaring kader pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
"Paskibraka bukan hanya tentang menaikkan bendera, tapi tentang bagaimana menaikkan harkat dan martabat diri serta daerah di mata dunia."
Siapakah yang akan lolos dan mengemban amanah di tingkat Kabupaten? Mari kita kawal proses transparan dan penuh integritas ini. Berikan dukungan terbaik kalian untuk kawan, saudara, dan siswa-siswi kebanggaan dari 6 kecamatan ini.
Satu barisan, satu tekat, untuk Tuban yang lebih hebat. (bp).
#PaskibrakaTuban2026 #BakesbangpolTuban #SMANJatirogo #PemudaTuban #SeleksiPaskibraka
Selasa, 31 Maret 2026
Melejit 100%! SMAN 1 Kenduruan Cetak Rekor, 10 Siswa Tembus PTN via Jalur SNBP 2026
Kabupaten Tuban pendidikan
KENDURUAN, MCE – Kabar membanggakan datang dari ujung barat Kabupaten Tuban. SMA Negeri 1 Kenduruan sukses mencatatkan lonjakan prestasi yang fenomenal pada seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, jumlah siswa yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) meningkat drastis hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rabu (1/4/2026).
Jika pada tahun lalu sekolah ini meloloskan 5 siswa, tahun ini sebanyak 10 siswa dipastikan mengamankan kursi di kampus impian tanpa tes. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di wilayah pinggiran mampu bersaing dan berbicara banyak di kancah nasional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin tim Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Kenduruan yang digawangi oleh Dwi Ika Safitri, S.Pd. dan Pengky Septema Eka Pambudi, S.Pd. Melalui pemetaan minat dan analisis peluang yang presisi, mereka berhasil mengawal langkah para siswa menuju gerbang PTN.
Menariknya, torehan prestasi tahun ini didominasi oleh deretan siswa dari kelas XII-3, yang menjadi penyumbang terbanyak dalam daftar kelulusan SNBP tersebut.
Kepala SMAN 1 Kenduruan menyatakan bahwa pencapaian ini adalah refleksi dari ekosistem pendidikan yang sehat di sekolah. Ia menekankan bahwa lolosnya siswa di jalur SNBP bukan sekadar angka, melainkan sebuah pengakuan atas kualitas sekolah.
"Diterimanya siswa di PTN lewat jalur prestasi menunjukkan bahwa kita mampu membina potensi akademik maupun non-akademik dengan sangat baik. Ini adalah hasil kerja keras kolektif; mulai dari siswa, guru, hingga seluruh tenaga kependidikan," ujarnya dengan nada bangga.
Lebih lanjut, beliau merinci lima poin krusial dibalik rasa bangga pihak sekolah:
1. Pengakuan Kualitas: Bukti nyata pembinaan prestasi yang sistematis.
2. Sinergi Bersama: Keberhasilan yang lahir dari dukungan lingkungan sekolah yang suportif.
3. Reputasi Sekolah: Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas SMAN 1 Kenduruan.
4. Inspirasi Adik Kelas: Menjadi bahan bakar motivasi bagi siswa kelas X dan XI untuk mengikuti jejak serupa.
5. Kebanggaan Emosional: Rasa haru melihat anak didik melenggang ke jenjang pendidikan tinggi tanpa hambatan tes tulis.
Peningkatan jumlah siswa yang lolos secara signifikan ini menjadi tamparan positif bagi pandangan sebelah mata terhadap sekolah di wilayah kecamatan. SMAN 1 Kenduruan membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat dari guru BK dan semangat juang siswa, keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menembus universitas bergengsi.
Kini, sepuluh nama tersebut resmi menjadi duta SMAN 1 Kenduruan di berbagai PTN, membawa harapan baru bagi kemajuan pendidikan di masa depan. (bp).
Editor: (BangunMCE).
Foto: Dokumen Sekolah SMAN 1 Kenduruan
Wagub Jatim Apresiasi Verval Data Kependudukan Pemkab Tuban, Perkuat Komitmen Pemerintahan Berbasis Data Terpadu
Kabupaten Tuban wagub jatimMusrenbang RKPD 2027, Wagub Jatim dan Bupati Tuban Tekankan Sinkronisasi dan Peningkatan Kualitas Pembangunan
Kabupaten Tuban wagub jatimESTETIKA SAMPAH: Hutan Ngimbang Berubah Jadi "Septic Tank" Raksasa, Bau Busuk Sambut Pengendara
kabupaten lamonganLAMONGAN, MCE – Apa jadinya jika alas hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia justru berubah menjadi jamban terbuka? Pemandangan memuakkan tersaji di jalur penghubung arah Sukorame, tepatnya di kawasan Dekat Mabang, Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang. Alih-alih menghirup oksigen segar, para pengendara yang melintas pada Rabu (1/4/2026) dipaksa "menikmati" aroma busuk yang menyengat hidung.
Tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga sisa makanan yang membusuk berjajar rapi di bahu jalan, seolah-olah menjadi "monumen" ketidaksadaran kolektif manusia.
Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika yang terganggu, tapi tamparan keras bagi wajah lingkungan Lamongan. Hutan yang asri kini ternoda oleh tumpukan kresek warna-warni yang butuh ratusan tahun untuk terurai. Bau yang menusuk bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menjadi bukti betapa rendahnya empati sebagian oknum terhadap alam.
"Melintas di sini bukan lagi cari angin segar, tapi cari penyakit. Baunya minta ampun, apalagi kalau habis hujan atau panas terik begini," keluh salah satu pengendara yang terpaksa menutup hidung rapat-rapat saat melintas.
Sampai kapan pemandangan menjijikkan ini dibiarkan? Apakah pihak terkait harus menunggu sampai tumpukan ini menutup badan jalan atau menimbulkan wabah penyakit baru bisa bergerak?
Hutan bukan tempat sampah raksasa. Menaruh sampah di sini bukan "membuang pada tempatnya", tapi sedang menanam bom waktu ekologi bagi anak cucu. Jika penegakan aturan dan penyediaan fasilitas pembuangan sampah masih sebatas wacana, jangan kaget jika julukan "Kota Indah" hanya akan tinggal kenangan, berganti menjadi "Kabupaten Tumpukan Sampah".
Netizen, menurut kalian: Ini salah masyarakat yang jorok, atau pemerintah yang abai? Tulis di kolom komentar. (bp).
#DinasLingkunganHidupLamongan #LamonganDaruratSampah #NgimbangBerdebu #SaveAlasNgimbang
Berita Terbaru
CABDINDIK WILAYAH BOJONEGORO (Kab. BOJONEGORO - TUBAN)
idulfitri2026
Pengikut
Populer Pekan Ini
-
JAKARTA, MCE - "Habis Manis, Anggaran Dibuang." Mungkin itu peribahasa paling pas buat menggambarkan nasib ribuan Pegawai Pemerint...
-
BOJONEGORO, MCE - Gerbong mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali bergerak. Kali ini, posisi strategis Kepala Cabang Dinas ...
-
Probolinggo, MCE - Wisatawan Air Terjun Madakaripura sepertinya harus belajar terbang atau minimal punya ilmu kanuragan. Pasalnya, Jembatan ...
-
KENDURUAN, MCE – Kabar membanggakan datang dari ujung barat Kabupaten Tuban. SMA Negeri 1 Kenduruan sukses mencatatkan lonjakan prestasi y...
-
LAMONGAN, MCE – Apa jadinya jika alas hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia justru berubah menjadi jamban terbuka? Pemandangan memua...






