Jumat, 03 Juli 2026

Tampil Memukau di Deli Serdang, Meylanie Nabillavaissa Sukses Raih Mahkota Duta Ekraf di POI 2026



DELI SERDANG, MCE – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh putra-putri terbaik Kabupaten Lamongan di panggung nasional. Meylanie Nabillavaissa sukses menyabet gelar bergengsi sebagai Duta Ekonomi Kreatif dalam malam puncak grand final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 yang digelar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis malam (2/7).


​Ajang bergengsi berskala nasional ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-80 Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.


​Keberhasilan Meylanie membawa pulang gelar tersebut mendapat apresiasi luar biasa dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bahkan hadir secara langsung di lokasi acara untuk memberikan suntikan motivasi dan dukungan moral kepada perwakilan daerahnya.


​Bupati yang akrab disapa Bupati Yes tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Meylanie. Ia berharap, amanah baru sebagai Duta Ekonomi Kreatif ini dapat menjadi motor penggerak bagi generasi muda di Lamongan untuk terus berinovasi dan menggali potensi diri.


​"Kami sangat bangga dengan capaian yang diraih Meylanie Nabillavaissa. Kehadiran kami di sini adalah wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendukung penuh putra-putri daerah yang berprestasi," ujar Bupati Yes di sela-sela acara.


​Lebih lanjut, Bupati Yes menegaskan bahwa gelar ini bukan sekadar piala, melainkan jembatan emas untuk membawa produk-produk kreatif lokal Lamongan ke pasar yang lebih luas.


​"Gelar Duta Ekonomi Kreatif ini adalah langkah awal untuk semakin memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Lamongan di kancah nasional. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa kualitas SDM Lamongan mampu bersaing ketat dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa," pungkasnya.


​Pencapaian Meylanie ini diharapkan mampu memicu semangat transformasi digital dan kreativitas di kalangan milenial serta Gen Z Lamongan, sekaligus memperkuat posisi kabupaten ini sebagai salah satu lumbung industri kreatif yang diperhitungkan di Indonesia. (s.genk). 

Bojonegoro Membara! 3.535 Atlet dari 28 Kecamatan Siap Tempur di PORKAB II 2026 ​



​Bojonegoro, MCE – Panggung pembuktian bagi ribuan talenta muda di Bumi Angling Dharma resmi ditabuh. Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bojonegoro 2026 dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, pada Jumat (3/7/2026). Atmosfer membara menyelimuti GOR Utama di Kecamatan Dander, tempat di mana 3.535 atlet terbaik dari 28 kecamatan bersiap mengukir sejarah.


​Mengusung tema besar "Melangkah Menuju Prestasi", seremoni pembukaan berlangsung khidmat sekaligus sarat energi. Prosesi diawali dengan pengucapan janji atlet dan wasit yang menggema di seluruh sudut stadion, menegaskan komitmen sportivitas tanpa kompromi. Ketegangan kompetisi kemudian mencair sejenak saat seluruh hadirin melebur dalam kemeriahan senam zumba bersama di akhir acara.


​Dalam pidato pembukaannya yang membakar semangat, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepanitiaan dan seluruh pemerintah kecamatan yang berhasil menggerakkan massa atlet dalam jumlah masif. Bagi orang nomor satu di Bojonegoro ini, PORKAB bukan sekadar panggung seremonial.


​"PORKAB bukan hanya ajang kompetisi untuk meraih kemenangan dan gengsi prestasi semata. Lebih dari itu, ini adalah sarana mempererat persatuan, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat patriotisme insan olahraga," tegas Setyo Wahono di hadapan ribuan pasang mata.


​Bupati juga menekankan bahwa esensi utama dari investasi besar di bidang olahraga ini adalah pembangunan karakter generasi muda Bojonegoro. Melalui kompetisi yang sehat, mentalitas petarung, disiplin, dan jiwa ksatria para atlet muda akan ditempa demi masa depan daerah yang lebih gemilang.


​Dengan dimulainya kick-off resmi hari ini, PORKAB II Bojonegoro 2026 dipastikan akan menjadi magnet perhatian publik. Puluhan cabang olahraga siap mempertontonkan rivalitas sengit berbalut sportivitas demi memperebutkan takhta juara umum antarkecamatan. (bp). 

Kamis, 02 Juli 2026

Polisi Bojonegoro Ungkap 34 Kasus Narkoba, 11 Tersangka Diamankan



BOJONEGORO, MCE - Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Bojonegoro terus ditabuh. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Satresnarkoba Polres Bojonegoro sukses menggulung sedikitnya 34 kasus narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya) yang selama ini meresahkan masyarakat.


​Keberhasilan korps bhayangkara ini dibeberkan secara transparan dalam rilis resmi yang digelar di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro pada Kamis pagi, 2 Juli 2026.


​Dari total 34 perkara yang berhasil dibongkar, polisi bergerak cepat dalam penyelesaian hukum. Sebanyak 16 kasus dinyatakan lengkap (P21) dan siap disidangkan. Sementara itu, 8 perkara diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif (Restorative Justice) sesuai regulasi yang berlaku, dan 10 kasus sisanya—terdiri dari 2 kasus sabu, 6 kasus okerbaya, dan 2 kasus ganja—kini tengah dikejar intensif dalam proses penyidikan.


​Dari rentetan pengungkapan ini, penyidik menetapkan 11 orang sebagai tersangka yang kini mendekam di sel tahanan. Peran mereka pun tidak main-main: 2 orang sebagai pemilik sabu, 2 pemilik ganja, dan 7 orang lainnya berperan sebagai pengedar okerbaya yang menyasar generasi muda.


​Tak hanya menjebloskan para pelaku ke balik jeruji besi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang menjadi daya rusak di masyarakat, antara lain:


​• Narkotika: 0,67 gram sabu dan 62,95 gram ganja.

​• Obat Terlarang: 614 butir pil dobel L (pil koplo).

​• Aset Operasional: 9 unit telepon genggam, 2 unit sepeda motor, serta 1 unit mobil yang digunakan melancarkan aksi haram tersebut.


​Langkah tegas Satresnarkoba Polres Bojonegoro ini menjadi sinyal keras bagi para bandar dan pengedar: tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan narkotika di Bumi Angling Dharma. Penyidikan masih terus dikembangkan guna memutus total mata rantai peredarannya hingga ke akar-akar. (bp). 

​Kejar Kemandirian Fiskal demi Lamongan, Bupati Yes ‘Berburu’ Strategi PAD di HUT APKASI ​





​Lamongan, MCE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah terus dipacu. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri langsung Dialog Otonomi Daerah yang mengupas tuntas strategi penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Puncak diskusi strategis ini berlangsung di Hall Institut Kesehatan Medistra, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7).


​Langkah diplomasi daerah ini tidak dilakoni sendirian. Pada saat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, turut ambil bagian dalam Women Program. Kehadiran pasangan pemimpin Lamongan ini menjadi bukti nyata partisipasi aktif Lamongan dalam merayakan HUT ke-26 APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) sekaligus menyemarakkan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Deli Serdang.


​Sebelumnya, atmosfer kebersamaan antar-kepala daerah telah terbangun hangat dalam sesi welcome dinner yang mempertemukan seluruh anggota APKASI dan Ketua TP PKK se-Indonesia.


​Kehadiran Lamongan di panggung nasional ini bukan sekadar seremonial. Di balik kemeriahan acara, agenda ini menjadi ruang diplomasi ekonomi yang krusial bagi masa depan fiskal Lamongan.


​Tidak berhenti di ruang dialog, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini dijadwalkan mengawal serangkaian agenda padat lainnya. Mulai dari Forum Bisnis Daerah yang menjanjikan peluang investasi, Malam Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2026, hingga ditutup dengan aksi kebugaran bersama dalam Fun Walk 2026 di Alun-alun Pemda Deli Serdang.


​Melalui momentum ini, Kabupaten Lamongan membidik peluang kolaborasi lintas daerah demi mempercepat akselerasi pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan. (s.genk). 

​Riau 'Pecah Rekor' Jilid 7: Kursi Jabatan Ditukar Land Cruiser, Bupati Kuansing Dicokok KPK




​JAKARTA, MCE – Provinsi Riau tampaknya belum bisa lepas dari kutukan lingkaran setan rasuah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar "hajatan" operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Tidak tanggung-tanggung, kali ini KPK resmi menetapkan dan menahan tiga orang tersangka sekaligus, termasuk sang nahkoda daerah—Bupati Kuansing periode 2025–2030 berinisial SA pada Rabu (1/7/2026). 


​Bukan rahasia lagi, kasus ini memperpanjang catatan kelam Bumi Lancang Kuning. Ini adalah kali ketujuh (ke-7) kalinya Riau mencetak "prestasi" korupsi di berbagai sektor, mulai dari pengadaan barang, kongkalikong alih fungsi hutan, pemotongan anggaran, hingga yang paling anyar dan memuakkan: jual beli kursi jabatan.


​Modus Berkelas: Suksesi Kursi Sekda Berhadiah Land Cruiser Rp2,05 Miliar


​Konstruksi perkara yang dibongkar KPK kali ini terbilang sangat "berkelas" namun bermental culas. Pada April 2025, Pemkab Kuansing membuka lelang jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Alih-alih mencari putra daerah terbaik yang kompeten dan bersih, Bupati SA justru memasang tarif tinggi.


​Jika ingin terpilih menjadi Sekda Kuansing, para calon wajib menyetor upeti berupa mobil mewah Toyota Land Cruiser senilai Rp2,05 Miliar.


​Tersangka ZKN, salah satu calon yang ngebet duduk di kursi empuk itu, langsung menyanggupi. Karena profil keuangannya tidak meyakinkan untuk mengajukan kredit mandiri, ZKN meminjam identitas ARD (Direktur Utama PT MIC/Swasta) untuk mencicil mobil mewah tersebut dengan biaya fantastis Rp46,5 juta per bulan selama 5 tahun. Sebuah angka cicilan yang tentu saja mustahil ditutupi hanya dengan mengandalkan gaji pokok seorang PNS biasa secara halal.


​Borok Lama: Dari Pajero Rp700 Juta Hingga Garong Duit Petani KUD


​KPK mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama ZKN membeli jabatan. Sebelumnya, demi bisa duduk sebagai Kepala Dinas PUPR Kuansing, ZKN juga diduga mengguyur Bupati SA dengan suap satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp700 juta, yang lagi-lagi difasilitasi oleh ARD.


​Sebagai imbalan atas kebaikan ARD yang menjadi "nomor rekening berjalan", ia diduga diganjar hadiah manis berupa 13 proyek di Dinas PUPR TA 2022 senilai Rp1,2 Miliar, ditambah rentetan proyek lain pada tahun 2025 dan 2026 yang totalnya mencapai lebih dari Rp966 juta. Sebuah simbiosis mutualisme yang merampok hak-hak pembangunan masyarakat Kuansing.


​Kelakuan lancung Bupati SA tak berhenti di sana. Bak tikus yang tak pernah kenyang, dalam masa jabatannya ia juga diduga menggarong dana dari Sisa Hasil Usaha (SHU) milik para petani kecil yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD), demi memuluskan izin pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).


​Komitmen KPK: Kapan Pemda Riau Mau Tobat?


​Melihat kenyataan bahwa daerah ini seperti tidak pernah kehabisan stok koruptor, KPK menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan ketat demi memperbaiki tata kelola pemerintahan di Provinsi Riau. Upaya ini dilakukan agar anggaran daerah benar-benar mengalir untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang adil, bukan habis ditelan untuk membiayai gaya hidup mewah para pejabatnya yang serakah.


​Netizen pun kini menunggu, setelah jilid ke-7 ini, apakah birokrasi di Riau akan benar-benar berbenah, atau justru sedang bersiap mengantre untuk jilid berikutnya. (bp). 

Rabu, 01 Juli 2026

​Pimpin Upacara HUT Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Polri: Lindungi yang Lemah, Jaga Stabilitas Nasional




​BOGOR, MCE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan teguran sekaligus arahan strategis yang mendalam saat memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Upacara besar tersebut digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7).


​Dalam amanatnya, Kepala Negara tidak hanya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas dedikasi tanpa henti jajaran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal agenda pembangunan nasional. Lebih dari itu, Presiden Prabowo memberikan pesan menohok mengenai hakikat sejati korps korps baju cokelat tersebut.


​Presiden menegaskan dengan garis keras bahwa kekuatan utama Polri sama sekali bukan pada senjata atau atribut yang mereka kenakan, melainkan pada komitmen dan kepercayaan masyarakat.


​“Kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” tegas Presiden Prabowo di hadapan ribuan personel.


​Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar setiap anggota Polri wajib hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Polri dituntut untuk berdiri paling depan dalam melindungi pihak yang lemah, menjadi solusi saat rakyat menghadapi kesulitan, dan yang paling krusial: tidak boleh sekalipun menyusahkan rakyat.


​Menutup pidatonya yang membakar semangat, Presiden Prabowo mengingatkan sebuah catatan sejarah penting. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mampu mencapai kesuksesan besar tanpa didukung oleh institusi kepolisian yang unggul, profesional, dan dicintai oleh rakyatnya.


​Usai upacara formal selesai, Presiden bersama para tamu undangan disuguhkan aksi memukau melalui demonstrasi kemampuan taktis serta defile pasukan yang ditampilkan oleh anggota dan mitra Polri.


​Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi dengan integritas tinggi untuk masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (bp). 

​Jatim Darurat Begal & Curanmor! Polda Gulung 222 Bandit Selama Juni, Ini 3 Daerah Paling Rawan



​SURABAYA, MCE – Genderang perang terhadap komplotan kriminal di Jawa Timur kian ditabuh kencang. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim sukses menggulung sedikitnya 222 tersangka kasus kejahatan jalanan atau 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) sepanjang bulan Juni 2026. Rabu (1/7/2026). 


​Aksi para bandit ini tidak lagi sekadar kenakalan jalanan biasa, melainkan pergerakan sindikat terorganisir yang menyasar berbagai daerah di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa (30/6/2026), tercatat ada 320 kasus tindak pidana 3C yang meresahkan warga selama Juni, di mana 195 kasus di antaranya berhasil dibongkar polisi.


​Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Umar, menegaskan bahwa pimpinan kepolisian memberikan atensi penuh terhadap evaluasi dan penindakan kasus ini. Dari total 38 kabupaten/kota di Jatim, ada tiga daerah dengan konstelasi kejahatan yang paling menonjol dan menjadi sorotan tajam:


​• Polrestabes Surabaya (Tragedi Maut ASN BPN): Kasus paling menyita perhatian publik terjadi di Jalan Kusuma Bangsa. Sepasang suami istri (pasutri) nekat membegal seorang perempuan ASN Badan Pertanahan Nasional (BPN). Korban terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.


​• Polres Blitar (Sindikat Minimarket): Tiga tersangka spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) lintas kota berhasil diringkus. Mereka mengobrak-abrik minimarket di tiga TKP wilayah Blitar dan empat TKP di Jombang.


​• Polres Nganjuk (Predator Mesin Tani): Dua tersangka curat diringkus setelah kedapatan menggasak mesin diesel (pompa air sawah) milik petani di sembilan TKP berbeda di Nganjuk.


​"Ungkap kasus terbanyak sepanjang Juni ini didominasi oleh Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polresta Banyuwangi, dan Polres Tulungagung," tegas AKBP Umar.


​Dari tangan para komplotan ini, polisi menyita tumpukan barang bukti fantastis: uang tunai Rp 28,1 juta, 8 unit mobil, 86 unit motor, 64 ponsel, 108,9 gram emas, 22 kunci T, 15 senjata tajam, hingga hewan ternak (sapi dan kambing).


​Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 476, 477, dan 479 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Guna memberangus habis sisa-sisa komplotan begal dan bandit jalanan, Polda Jatim kini resmi menerjunkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) di setiap Polres jajaran. Tidak ada ruang aman lagi bagi pelaku kriminal di Jawa Timur. (bp). 

Berita Terbaru