Kamis, 05 Maret 2026

​Sentuhan Kasih di Bumi Wali: Mas Lindra Resmikan Gedung BAZNAS & Santuni 2.000 Anak Yatim





​TUBAN, MCE – Semangat kepedulian sosial di Kabupaten Tuban memasuki babak baru. Sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Tuban dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali membuahkan hasil nyata melalui peresmian Gedung Kantor BAZNAS Kabupaten Tuban sekaligus penyaluran santunan kepada 2.000 anak yatim dan dhuafa, Kamis (05/03/2026).


​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI, Setdaprov Jatim, Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan pimpinan perusahaan lintas sektor.


​Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung penguatan tata kelola zakat di Tuban. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah kunci utama.


​"Dukungan dari Pemprov Jatim hingga BAZNAS RI sangat berperan penting dalam meningkatkan profesionalitas dan transparansi. Hal inilah yang membangun kepercayaan masyarakat untuk menitipkan amanah zakatnya melalui BAZNAS Tuban," ujar Mas Lindra.


Menyoroti santunan bagi 2.000 anak yatim, Mas Lindra menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sebatas seremoni tahunan yang telah berjalan sejak 2021. Di balik angka tersebut, terdapat ribuan harapan dan masa depan generasi penerus yang harus dijaga bersama.


​"Bantuan ini adalah gambaran masa depan mereka. Kami berpesan kepada adik-adik semua, teruslah belajar dan gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Kalian tidak sendirian," ungkapnya menyemangati para penerima manfaat.


​Setiap anak menerima bantuan senilai Rp282.000 yang dialokasikan dalam bentuk uang tunai, tabungan, alat sekolah, hingga biaya transportasi. Tak hanya menyasar sektor pendidikan, BAZNAS Tuban juga memperluas cakupan manfaatnya, mulai dari bantuan kesehatan, modal usaha UMKM, hingga jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.120 imam musala dan takmir masjid se-Kabupaten Tuban.


Momen bersejarah juga ditandai dengan peresmian gedung baru BAZNAS Tuban berlantai tiga yang berasal dari hibah Pemkab Tuban. Ketua BAZNAS Tuban, Agus Suryanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh pemerintah daerah.


​"Kehadiran gedung ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja lembaga dalam mengelola dana umat secara profesional dan syar'i. Di tahun 2026 ini, kami juga menargetkan pembangunan 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta penguatan penghimpunan ZIS secara digital," jelas Agus.


​Melalui peresmian kantor baru dan program santunan masif ini, Kabupaten Tuban optimis dapat terus menekan angka kemiskinan dan memperluas akses kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. (bp). 


Pemkab Tuban Pastikan Komoditas Pangan di Tuban Aman, Tidak Perlu Panic Buying




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban memastikan ketersediaan komoditas bahan pokok dan bahan pangan lainnya dalam kondisi aman di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri 1447 H. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Tuban, Handrijanto saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar TPID Jatim di halaman Mal Pelayanan Publik Tuban, Rabu (04/03/2026).


Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Tuban, Handrijanto, menegaskan stok pangan di wilayah Kabupaten Tuban masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan distributor serta instansi terkait, komoditas bahan pokok maupun bahan pangan lainnya di Kabupaten Tuban dalam kondisi aman dan tersedia,” ujarnya.


Menyikapi kondisi tersebut, Handrijanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Menurutnya, perilaku panic buying justru dapat memicu ketidakseimbangan distribusi dan berpotensi memengaruhi stabilitas harga di pasaran.


“Tidak perlu panic buying karena stok pangan di Tuban aman. Belilah sesuai kebutuhan, agar distribusi tetap lancar dan harga tetap terkendali,” tegasnya.


Pemkab Tuban bersama TPID dan instansi terkait terus melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun modern. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah, khususnya pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat.


Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga, Pemkab Tuban juga menggelar Pasar Murah Ramadan di 20 kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.


Kabag Perekonomian dan SDA Tuban ini menjelaskan penyelenggaraan pasar murah tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat dan tidak mengalami penurunan signifikan di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan. 


“Kami ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Karena itu, intervensi pasar melalui pasar murah kami lakukan secara merata di 20 kecamatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” jelasnya.


Dengan sinergi dan kesadaran bersama, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Tuban tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman. (bp).

Rabu, 04 Maret 2026

Kolaborasi Pemprov Jatim dan Pemkab Tuban Sediakan Bahan Pokok Murah




TUBAN, MCE – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Timur menggelar Pasar Murah EPIK Mobile HBKN Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Tuban, Rabu (04/03/2026). Sejak dibuka pukul 09.00 WIB, masyarakat telah memadati lokasi supaya mendapat komoditas pangan murah.


Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi pada Bakorwil II Bojonegoro, Johan Fitriadi, S.STP., M.Si., mengungkapkan kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat pada Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Mengingat pada kedua momen identik dengan meningkatnya permintaan bahan pokok.


Lebih lanjut, Pasar Murah kali ini yang menghadirkan program EPIK Mobile (Etalase Pengendali Inflasi Kab/Kota) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Armada tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang dijual antara lain beras medium dan premium, minyak goreng, serta gula pasir.


“Melalui pasar murah ini, kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga, khususnya di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri,” ungkap Johan.


Ia menambahkan, EPIK ini program perwujudan integrasi pengendalian inflasi Jawa Timur dan bentuk implementasi dari strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K) TPID. Kehadiran EPIK Mobile merupakan bentuk intervensi nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok strategis. 


Penyelenggaraan pasar murah ini juga melibatkan Pemkab Tuban. Dukungan diberikan melalui penyediaan komoditas telur, bawang merah, dan bawang putih, serta partisipasi pelaku UMKM lokal yang membuka stan produk unggulan.


Menurut Johan, kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Tuban ini tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat. “Dengan adanya stan UMKM, roda perekonomian lokal ikut bergerak. Harga bahan pokok dapat ditekan, sementara pelaku UMKM memperoleh tambahan penghasilan,” jelasnya.


Ia pun menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Tuban yang memadati lokasi pasar murah sejak pagi hari. Harapannya, program ini memberikan manfaat nyata dan membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,


Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tuban, Handrijanto, S.E., menyampaikan terima kasih karena telah memilih kabupaten Tuban sebagai salah satu lokasi pasar murah dari TPID Jatim. Selain kegiatan Pasar Murah dari TPID Jatim, Pemkab Tuban juga telah menggelar Pasar Murah Ramadan di 20 kecamatan sejak awal puasa. “Sesuai dengan arahan Bupati Tuban, Mas Lindra, program pasar murah digelar untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan,” jelasnya. 


Handrijanto menambahkan melalui sinergi lintas sektor dan intervensi pasar yang tepat sasaran, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga serta kesejahteraan masyarakat Tuban semakin meningkat di momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. (bp).

Selasa, 03 Maret 2026

​Siswa MTsN 1 Bojonegoro Sabet Medali Perak Tingkat Provinsi, Kepala Madrasah: Prestasi yang Menginspirasi




​BOJONEGORO, MCE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa berbakat dari MTsN 1 Bojonegoro. Raya Rihana, siswa kelas 8A, berhasil meraih Medali Perak dalam ajang kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Dignitii (Pendidikan Generasi Berprestasi) tingkat Provinsi Jawa Timur.


​Kompetisi ini terlaksana berkat kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. Capaian luar biasa ini menempatkan Raya sebagai salah satu siswa terbaik di Jawa Timur dalam bidangnya, sekaligus mengharumkan nama madrasah di kancah regional.


​Menanggapi keberhasilan tersebut, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Beliau menyatakan bahwa keberhasilan Raya merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi.


​"Kami sangat mengapresiasi atas capaian prestasi ini. Selamat untuk Raya Rihana. Semoga keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi contoh dan pemantik semangat bagi seluruh siswa-siswi lainnya di MTsN 1 Bojonegoro untuk terus berprestasi," ujar M. Saifuddin Yulianto.


​Pihak sekolah berharap prestasi ini menjadi langkah awal bagi Raya untuk meraih mimpi-mimpi yang lebih besar di masa depan. Semangat kompetitif dan mental juara yang ditunjukkan diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya di lingkungan madrasah, untuk berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. (bp). 

Respon Cepat BPBD Tuban Tangani Banjir, Pastikan Keselamatan Warga




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Senin (02/03/2026) mulai pukul 15.00 WIB.


Banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik, antara lain Desa Sumurgung, Desa Genangharjo, dan Desa Sambongrejo Kecamatan Semanding; Desa Ngrayung Kecamatan Plumpang; Desa Kapu dan Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak; Desa Sumurgung Kecamatan Montong; serta Desa Prunggahankulon Kecamatan Semanding yang juga terdampak pohon tumbang menimpa rumah warga.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, menjelaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) segera diterjunkan setelah menerima laporan dari masyarakat. “Begitu laporan masuk, personel langsung kami kerahkan untuk melakukan kaji cepat di lokasi, membantu evakuasi warga terdampak, serta berkoordinasi dengan TNI/Polri, perangkat kecamatan, desa, dan relawan,” ujarnya.


Menurutnya, langkah darurat yang dilakukan meliputi asesmen rumah dan fasilitas umum terdampak, penyedotan air yang menggenangi permukiman, pembersihan lumpur sisa banjir. Selain itu, juga dilakukan normalisasi aliran sungai bersama warga dengan membersihkan material kayu dan sampah yang menyumbat pilar jembatan.


Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak dan membutuhkan pembersihan pascabanjir. Personel diterjunkan untuk membersihkan di MI Salafiyah, TK Salafiyah, SDN Sumurgung 1, SDN Ngrayung 1, serta SDN Genangharjo 2. Kalaksa BPBD Tuban memastikan proses pembersihan terus dilakukan agar aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.


Sudarmaji menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci percepatan pemulihan,” tegasnya.


Pemkab Tuban berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi potensi bencana, demi melindungi masyarakat serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (bp).

Upaya Nyata Pemkab Tuban, Air Bersih Mengalir untuk Kesejahteraan Warga




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban terus menunjukkan komitmen nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan terjangkau. Melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Pemkab Tuban berupaya memastikan setiap warga dapat menikmati air bersih sebagai penopang utama kesehatan dan kualitas hidup.


Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPRPRKP Kabupaten Tuban, Aizah Tis Inawati, ST., MT., menjelaskan komitmen tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum. Regulasi tersebut menegaskan kewajiban pemerintah dalam menjamin kuantitas, kualitas, kontinuitas, serta keterjangkauan air minum bagi masyarakat.


“Pemkab Tuban dibawah kepemimpinan Bupati Tuban, Mas Lindra, terus berupaya menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tuban melalui program SPAM. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar masyarakat mendapatkan hak dasarnya atas air bersih,” ungkapnya, Senin (03/03/2026)


Pada tahun 2025, Pemkab Tuban mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,1 miliar guna memperluas akses air minum bersih dan aman bagi warga. Hasilnya, persentase capaian pemenuhan air bersih di Kabupaten Tuban mencapai 92,46 persen. Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pelayanan dasar bagi masyarakat.


Program SPAM yang dijalankan Dinas PUPRPRKP Tuban mencakup pembangunan SPAM baru, peningkatan kapasitas dan pengeboran sumber air, hingga perluasan jaringan distribusi air minum. Sepanjang tahun 2025, program ini menyentuh 17 desa dengan total 1.514 sambungan rumah (SR) baru.


Aizah menuturkan sebelum tersedianya jaringan air bersih, sejumlah warga harus “ngangsu” atau mengambil air dari lokasi yang cukup jauh. Bahkan, ada yang terpaksa membeli air dengan harga relatif mahal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


“Sebelum rumahnya mendapat saluran air, sejumlah warga harus ‘ngangsu’ di tempat yang jauh. Ada juga yang harus membeli air dengan harga yang cukup mahal,” terangnya.


Lebih dari sekadar kemudahan akses, keberadaan air bersih juga membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan taraf hidup masyarakat. Ketersediaan air bersih membantu menekan risiko penyakit berbasis lingkungan serta meringankan beban pengeluaran keluarga, termasuk untuk kebutuhan ternak.


Kabid Cipta Karya menjelaskan program SPAM dijalankan melalui dua skema, yakni skema Rencana Kerja dan skema Hibah berdasarkan pengajuan masyarakat. Sebelum pelaksanaan, Pemkab Tuban melakukan verifikasi administrasi dan survei lapangan untuk memastikan program tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan warga.


Meski demikian, upaya pemenuhan air bersih tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti pertumbuhan penduduk, pemekaran wilayah permukiman, alih fungsi lahan, hingga faktor alam yang memengaruhi ketersediaan sumber air.


Untuk itu, Aizah mengajak seluruh masyarakat agar bijak dalam memanfaatkan air dan turut menjaga keberlanjutan sumber daya air, termasuk kawasan resapan seperti hutan. Ia juga berharap adanya sinergi berkelanjutan dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam melakukan pembaruan data wilayah serta pemetaan desa rawan kekeringan.


“Air adalah sumber kehidupan. Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, kebutuhan air bersih masyarakat Tuban dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (bp).

Terjaring OTT, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Diamankan KPK




JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap di wilayah Jawa Tengah. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Selasa (3/3/2026), tim penyidik berhasil mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.


​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kabar tersebut. Beliau menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan tertutup guna menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana korupsi.


​"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya adalah Bupati," ungkap Budi dalam keterangan resminya, Selasa sore.


​Hingga saat ini, Fadia beserta beberapa pihak terkait tengah dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Terkait detail perkara maupun barang bukti yang disita, lembaga antirasuah tersebut masih menutup rapat informasi demi kelancaran proses penyidikan awal. (bp). 

Berita Terbaru