Minggu, 08 Februari 2026

​Anomali Keadilan: Mengenyangkan Perut, Melaparkan Martabat




​Jawa Timur, MCE - Di panggung besar menuju Indonesia Emas, sebuah kontradiksi kebijakan sedang dipentaskan secara telanjang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjelma menjadi "anak emas" regulasi, sementara jutaan guru honorer tetap menjadi "yatim piatu" di ruang-ruang kelas. Lewat Perpres Nomor 115 Tahun 2025, negara membangun jalan tol birokrasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sekitar 32.000 pegawai inti diproyeksikan meraih status PPPK dengan masa kerja minimalis dan seleksi yang sangat akseleratif. Minggu (8/2/2026). 


​Kontras ini menciptakan luka struktural yang mendalam. Di saat pegawai SPPG—yang masa kerjanya baru seumur jagung—menyongsong standar gaji PPPK yang stabil di kisaran Rp3 hingga Rp5 juta, sekitar 1,6 juta guru honorer masih terjebak dalam romantisme "pengabdian". Mereka yang telah mengabdi belasan tahun justru dipaksa menghadapi rintangan administratif yang berliku, hanya untuk mendapatkan upah yang sering kali lebih rendah dari biaya parkir bulanan seorang pejabat.


​Ironi ini melampaui sekadar angka; ini adalah persoalan prioritas nilai yang terdistorsi. Negara seolah mengirimkan pesan implisit bahwa membangun infrastruktur dapur jauh lebih mendesak daripada menjamin kesejahteraan pembangun akal budi. Terjadi ketimpangan nyata dalam landasan hukum: aspirasi guru honorer sering kali terbentur efisiensi anggaran dalam implementasi UU Guru dan Dosen, sementara ekosistem MBG dieksekusi secepat tangan ibu menyuapi anak kesayangannya melalui instrumen Perpres dan Keppres yang bersifat fast-track.


​Ketika anak-anak didik dipastikan kenyang secara fisik, para pendidiknya justru mengalami "lapar struktural" akibat pengabaian negara. Program sebesar apa pun akan kehilangan legitimasi moralnya jika dibangun di atas keringat mereka yang hak-haknya dipinggirkan. Guru bukan sekadar hiasan dalam naskah pidato, melainkan nadi peradaban yang seharusnya tidak dibiarkan mengemis keadilan di rumahnya sendiri.


​Menjamin gizi murid adalah investasi fisik yang krusial, namun mengabaikan martabat guru adalah kegagalan sistemik. Keadilan tidak boleh dipilah secara sektoral; jika negara mampu membentangkan karpet merah bagi pengelola gizi, sudah saatnya jalur yang sama dibuka bagi mereka yang bertugas memberi makan jiwa dan logika bangsa. (bp). 

Sabtu, 07 Februari 2026

Pentingnya Ilmu Komunikasi dan Digital dalam Dunia Dakwah_Gus Luthfi Ketua KMM Lamongan




Lamongan, MCE - Dakwah, sebagai salah satu aspek penting dalam agama Islam, memerlukan strategi dan pendekatan yang efektif untuk menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat. Dalam era digital seperti sekarang, ilmu komunikasi dan digital memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan dakwah.


*Mengapa Ilmu Komunikasi Penting?*


Ilmu komunikasi membantu para da'i (orang yang berdakwah) untuk menyampaikan pesan dengan jelas, efektif, dan persuasif. Dengan memahami prinsip-prinsip komunikasi, para da'i dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan partisipasi dan interaksi masyarakat.


*Mengapa Digital Penting?*


Teknologi digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat modern. Dengan menggunakan digital, para da'i dapat meningkatkan jangkauan dakwah ke seluruh dunia, menyampaikan pesan dengan lebih cepat dan efektif, serta meningkatkan interaksi dan partisipasi masyarakat.


*Contoh Penggunaan Ilmu Komunikasi dan Digital dalam Dakwah*


- Media sosial: menggunakan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram untuk menyampaikan pesan dakwah

- Podcast dan video: membuat konten audio dan video untuk menyampaikan pesan dakwah

- Blog dan website: membuat situs web dan blog untuk menyampaikan informasi dan pesan dakwah

- Aplikasi mobile: mengembangkan aplikasi mobile untuk memudahkan akses informasi dan pesan dakwah


*Tips untuk Meningkatkan Dakwah dengan Ilmu Komunikasi dan Digital*


- Pahami target audiens dan buat konten yang relevan

- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami

- Manfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan jangkauan dan interaksi

- Evaluasi dan perbaiki strategi dakwah secara terus-menerus


Dengan memahami ilmu komunikasi dan digital, para da'i dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan dakwah, serta menyampaikan pesan agama dengan lebih efektif dan efesien. 


*Semoga bermanfaat*

Polres Lumajang Amankan Kejuaraan Pencak Silat Arya Wiraraja Island Van Java 2026




Lumajang, MCE – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang melaksanakan pengamanan ketat pada kejuaraan Pencak Silat Arya Wiraraja Island Van Java 2026 yang digelar di GOR Wira Bhakti Lumajang, Sabtu (7/2/2026).


Kejuaraan pencak silat tersebut diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai daerah dengan kategori usia anak-anak, remaja, dewasa hingga umum. 


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar, yang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang olahraga bela diri tradisional tersebut.


Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edi Kuswanto, dengan melibatkan personel gabungan dari Sat Intelkam, Sat Samapta, Satlantas, Provost Polres Lumajang, serta personel Polsek Lumajang Kota.


Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edi Kuswanto mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh rangkaian kejuaraan berjalan aman, tertib, dan kondusif.


“Kami melaksanakan pengamanan secara maksimal mulai dari pintu masuk, area pertandingan, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar GOR Wira Bhakti. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet, official, maupun penonton,” ujar Iptu Edi Kuswanto.


Ia menjelaskan, selain pengamanan terbuka, pihak kepolisian juga menerjunkan personel intelijen untuk melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kejuaraan berlangsung.


“Kami juga mengedepankan langkah preventif dengan melakukan koordinasi bersama panitia, wasit, dan pihak terkait lainnya, sehingga apabila terjadi kendala dapat segera ditangani,” jelasnya.


Menurut Iptu Edi, kejuaraan pencak silat ini memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan pelestarian budaya bangsa.


“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Selain sebagai ajang prestasi, pencak silat juga merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga,” tambahnya.


Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan yang berarti, dan seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan lancar hingga selesai.


"Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kegiatan olahraga," pungkasnya. Kontributor: budi. 

​Mafia Peradilan di Jantung Kota Depok: Ketua dan Wakil Ketua PN Terjaring OTT KPK




​DEPOK, MCE – Hukum di Kota Depok mencapai titik nadir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik lancung yang melibatkan pemegang palu tertinggi di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Kamis (5/2/2026), Ketua dan Wakil Ketua PN Depok diringkus setelah diduga menjadikan putusan eksekusi lahan sebagai komoditas dagangan.


​Skandal ini bukan sekadar suap biasa, melainkan cermin rusaknya birokrasi peradilan. Bermula dari sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di Kecamatan Tapos, PT Karabha Digdaya—badan usaha di bawah naungan Kementerian Keuangan—sebenarnya telah memenangkan gugatan hingga tingkat kasasi sejak 2023.


​Namun, kemenangan di atas kertas itu tak kunjung menjadi nyata. Proses eksekusi pengosongan lahan sengaja dihambat dan dibiarkan menggantung. Di celah ketidakpastian itulah, pimpinan PN Depok diduga memasang tarif. Kepastian hukum yang seharusnya menjadi hak pemenang gugatan justru ditukar dengan permintaan fee ratusan juta rupiah.


​Pelarian para oknum ini terhenti saat tim penindak KPK melakukan penyergapan simultan di beberapa lokasi. Petugas berhasil menyita sebuah tas ransel hitam berisi uang tunai Rp850 juta yang diduga kuat sebagai uang pelicin untuk menerbitkan surat perintah eksekusi.


​Berdasarkan hasil gelar perkara, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka yang kini resmi mengenakan rompi oranye. Mereka adalah I Wayan Eka Mariarta (Ketua PN Depok), Bambang Setyawan (Wakil Ketua PN Depok), dan Yohansyah Maruanaya dari unsur pengadilan. Sementara dari pihak pemberi, KPK menjerat pucuk pimpinan korporasi, yakni Trisnadi Yulrisman (Direktur Utama PT Karabha Digdaya) dan Berliana Tri Kusuma.


​Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa para tersangka akan mendekam di Rutan Cabang Gedung Merah Putih untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan.


​"Penahanan dilakukan sejak 6 hingga 25 Februari 2026," tegas Asep. Para tersangka dijerat dengan Pasal 605 dan 606 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) serta UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahkan, Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan, terancam jeratan tambahan terkait gratifikasi atas dugaan penerimaan lain yang ditemukan penyidik.


​Runtuhnya integritas di PN Depok ini menjadi tamparan keras bagi Mahkamah Agung. Ketika keadilan bisa dibeli melalui tas ransel di lorong-lorong gelap, maka pengadilan bukan lagi tempat mencari kebenaran, melainkan pasar bagi para pemburu rente. (bp). 

Jumat, 06 Februari 2026

Sinergi Jaga Pesisir, Polres Lumajang Gelar Aksi Bersih Pantai Watu Pecak




LUMAJANG, MCE – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 mengenai Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah ) , Ratusan personel Polres Lumajang menggelar aksi kerja bakti atau korve massal di kawasan wisata Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, pada Jumat pagi (6/2/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran perwira Polres Lumajang dengan menyisir bibir pantai dari sampah plastik maupun limbah organik yang terbawa arus laut. Aksi ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga ekosistem alam sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah agar tetap asri dan nyaman bagi pengunjung.


Sinergi Lingkungan demi Etika Ekosistem, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi nyata dari kebijakan pusat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


"Hari ini kami turun penuh ke Pantai Watu Pecak. Selain menjalankan perintah Bapak Presiden dalam Rakornas 2026 terkait prioritas lingkungan hidup, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kolektif. Lingkungan yang bersih adalah cerminan etika bangsa yang maju," ujar Ipda Suprapto di sela-sela kegiatan.


Dukungan untuk Wisata Lokal Pantai Watu Pecak dipilih sebagai lokasi korve karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lumajang. Dengan kondisi pantai yang bersih, diharapkan tingkat kunjungan wisatawan meningkat sehingga roda ekonomi masyarakat sekitar Pasirian tetap berputar positif.


Selain membersihkan sampah, personel Polres Lumajang juga memberikan imbauan kepada para pedagang dan pengunjung di lokasi agar senantiasa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.


"Polri hadir, tidak hanya untuk urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam yang akan kita wariskan ke generasi mendatang," tutupnya.


Aksi bersih-bersih ini diakhiri dengan pengumpulan puluhan kantong sampah yang kemudian diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan armada Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Lumajang. Kontributor: budi. 

Mensos RI Kunjungi Tuban, Bahas Sekolah Rakyat, DTSEN, dan Pengentasan Kemiskinan




TUBAN, MCE - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jumat (06/02/2026). Lawatan Mensos RI, Saifullah Yusuf ke Bumi Ronggolawe dalam rangka Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

 

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., didampingi Wabup dan Forkopimda Tuban menyambut Mensos RI di Pendopo Krido Manunggal Tuban. Dalam lawatannya kali ini, Mensos RI, didampingi Sekretaris Jenderal, Robben Rico, dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Supomo.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Sosial di Kabupaten Tuban. Kesempatan menjadi motivasi dalam menjalankan tugas untuk memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. 


Mas Lindra sapaan Bupati Tuban menjelaskan dengan beroperasinya Sekolah Rakyat (SR) menjadi harapan bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan yang layak. Tidak terkecuali anak-anak kurang mampu secara ekonomi di Kabupaten Tuban. Selain itu, SR mendukung upaya Pemkab Tuban untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.


Saat ini tengah di bangun kawasan SR Tuban di kelurahan Mondokan. Nantinya bangunan yang berdiri di lahan seluas 5-6 hektar ini, akan mampu menampung 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. 


Menyoal penguatan base data, Pemkab Tuban telah mengembangkan Tuban Satu Data mengentaskan kemiskinan. Program Tuban Satu Data ini memuat data penerima bantuan secara detail. Mulai dari NIK, alamat penduduk, jenis bantuan yang diterima. Dengan demikian dapat diambil langkah intervensi spesifik kepada penerima. 


Bupati Tuban menyatakan Pemkab Tuban bersama pemerintah desa dan pilar sosial akan selalu bergerak bersama menetapkan kebijakan dan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Pemkab Tuban akan melakukan sinkronisasi data antara Tuban Satu Data dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat hanya ditujukan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk Desil 1 dan 2. Mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi memiliki hak yang sama dalam meraih cita-cita. 


Gus Ipul menyatakan SR tidak membuka pendaftaran. Pihak SR akan mendata dan menjangkau anak-anak di Desil 1 dan 2 agar kembali meraih mimpinya. "SR menjadi gagasan Presiden RI Prabowo untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa. Karena setiap anak punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa,” jelasnya. 


Lebih lanjut, terdapat 166 titik SR dengan 16.000 siswa dengan 2.000 guru. Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, program ini menjadi investasi peningkatan kualitas pendidikan yang berdampak pada pengentasan kemiskinan. Harapannya, mampu memutus kemiskinan dan membawa dampak positif pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Ditargetkan di tahun 2030 jumlah siswa SR mencapai 500 siswa. Mereka akan mendapat pendidikan formal, religi, dan kemampuan anak. 


Gus Ipul memberikan apresiasi atas perhatian Pemkab tuban dalam mengentaskan kemiskinan. Kepedulian pemkab tuban akan terus didukung pemerintah demi menyejahterakan masyarakat. Dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, republik Indonesia terus bertransformasi menuju kemajuan bangsa Indonesia. Langkah ini didukung dengan hadirnya DTSEN. “Data yang baik akan menuntun program tepat sasaran dan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” tuturnya.


Dalam proses updating data, operasional DTSEN hendaknya bisa didukung semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, desa, pilar sosial, dan masyarakat. Adanya DTSEN bisa dimanfaat stakeholder terkait guna menyusun program dan kebijakan. Masyarakat dapat ikut mengawal proses update data. Selain itu, dapat ikut mengusulkan melalui skema yg telah ditetapkan. Ini menjadi amanat konstitusi utk mewujudkan keadilan sosial. (bp).

Kamis, 05 Februari 2026

​Menembus Batas, Sinergi SMAN 4 Bojonegoro Cetak Generasi Emas Berkarakter Mulia




​BOJONEGORO, MCE – Suasana khidmat menyelimuti halaman SMAN 4 Bojonegoro pada Jumat pagi, 6 Februari 2026. Di bawah naungan tenda yang tertata rapi, ratusan pasang mata tertuju pada satu visi besar: membentuk karakter generasi masa depan yang tangguh dan beretika. Melalui kegiatan bertajuk "ESQ Character Building: Melesat Menembus Batas", sekolah ini menegaskan komitmennya dalam mencetak profil pelajar Pancasila yang unggul.


​Hadir sebagai pemateri utama adalah Alif Roban dari Metamor, yang dikenal piawai dalam membangkitkan motivasi dan kesadaran emosional serta spiritual. Dalam pemaparannya, Alif menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan zaman. Diperlukan fondasi karakter yang kuat agar para siswa mampu "melesat" tanpa kehilangan arah moral.


​Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan sebuah momentum penguatan sinergi antara tiga elemen krusial pendidikan:
​- Siswa: Sebagai subjek utama yang didorong untuk mengenali potensi diri dan melampaui keterbatasan.
​- Orang Tua: Sebagai pendamping setia yang memberikan dukungan emosional di rumah.
​- Guru: Sebagai fasilitator dan teladan dalam proses transformasi karakter di sekolah.


​Shofwan Hidayat, S.Pd., M.M., Kepala SMAN 4 Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret sekolah dalam mendukung visi Generasi Emas. Dengan kolaborasi yang apik antara pihak sekolah, orang tua, dan motivator profesional, diharapkan siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah (karakter mulia) yang menjadi bekal berharga di tengah masyarakat.


​Acara yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan sesi refleksi yang menyentuh hati, mengajak seluruh peserta untuk menanggalkan mentalitas penghambat dan mulai berani bermimpi besar demi masa depan bangsa. (erte). 

Berita Terbaru