Minggu, 05 April 2026

Polsek Pronojiwo Amankan Misa Vigili Paskah di Gereja St. Yusuf, Ibadah Berlangsung Khidmat dan Aman




Lumajang, MCE – Anggota Polsek Pronojiwo melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah Misa Vigili Paskah di Gereja Katolik St. Yusuf, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/4/2026) malam.


Kegiatan pengamanan tersebut merupakan bagian dari Program Polisi Ketok yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas, khususnya ibadah keagamaan.


Pengamanan dimulai sejak pukul 18.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan personel Polsek Pronojiwo bersama anggota Koramil Pronojiwo. Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Briptu Kevin M. dan Serma Ikhwan.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pendampingan sekaligus pengamanan terhadap jalannya ibadah yang diikuti oleh jemaat Gereja Katolik St. Yusuf. Kehadiran aparat keamanan di lokasi bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan ibadah berlangsung dengan lancar.


Selain melakukan pengamanan di dalam area gereja, petugas juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna menjaga situasi tetap kondusif. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa rasa khawatir.


Kapolsek Pronojiwo, AKP Soegeng Susanto, menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan salah satu prioritas dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di wilayah hukum Polsek Pronojiwo.


“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah. Ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga toleransi dan memastikan setiap kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar AKP Soegeng Susanto.


Ia juga menambahkan bahwa sinergitas antara Polsek Pronojiwo dan Koramil setempat menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya pada momen perayaan hari besar keagamaan seperti Paskah.


Selama kegiatan Misa Vigili Paskah berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan khidmat.


Dengan adanya pengamanan yang dilakukan oleh aparat gabungan, diharapkan masyarakat semakin merasa terlindungi serta dapat terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang. Kontributor: budi. 

Polres Lumajang Amankan Apel Malam Haul ke-50 Habib Sholeh, Jaga Kondusivitas Wilayah Tempeh



Lumajang, MCE – Polres Lumajang melaksanakan pengamanan apel malam dalam rangka kegiatan yang digelar di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/4/2026) malam.


Pengamanan dilakukan secara intensif di sejumlah titik penting, khususnya di area depan rumah dan sumur milik yang berada di Dusun Krajan, Desa Tempeh Tengah. Lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan dan banyak didatangi para jamaah dari berbagai daerah.


Sejak sore hingga malam hari, ratusan hingga ribuan jamaah mulai memadati kawasan tersebut untuk mengikuti rangkaian kegiatan haul. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya bertujuan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.


Kapolsek Tempeh, , mengatakan bahwa pengamanan apel malam ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan berskala besar.


“Kami melaksanakan pengamanan secara maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan haul berjalan dengan aman dan lancar. Personel kami tempatkan di titik-titik strategis, termasuk di sekitar rumah dan sumur Habib Sholeh yang menjadi pusat kegiatan jamaah,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan haul ini memiliki nilai religius yang tinggi dan menjadi agenda rutin yang selalu dihadiri oleh banyak jamaah. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pengamanan yang matang guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun kepadatan pengunjung.


Selain melakukan penjagaan, petugas juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi guna menghindari kemacetan, mengingat banyaknya kendaraan jamaah yang datang. Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan.


“Kami juga mengimbau kepada para jamaah untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran kegiatan bersama,” tambahnya.


Dengan adanya pengamanan tersebut, diharapkan kegiatan Haul ke-50 Habib Sholeh dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. 


"Situasi di wilayah Kecamatan Tempeh pun terpantau aman dan kondusif selama pelaksanaan apel malam hingga rangkaian kegiatan berlangsung," pungkasnya. Kontributor: budi. 

Sabtu, 04 April 2026

​Skandal "Sidang Ghaib" PA Tuban: Bangun Purnomo Dikriminalisasi Sistem, Keadilan atau Arisan Kolusi?


Keterangan foto: Bangun Purnomo bersama Masmudah memesan graniete dan keramik di toko Jatirogo Tuban pada tahun 2017 untuk persiapan pembangunan rumah di Desa Dingil, Jatirogo, Tuban.


​TUBAN, MCE – Integritas Pengadilan Agama (PA) Tuban kini berada di titik nadir. Sebuah drama hukum yang lebih mirip "operasi senyap" terkuak setelah Bangun Purnomo, seorang tokoh publik yang dikenal vokal, mendapati dirinya menjadi korban sistem peradilan yang diduga kuat penuh manipulasi dan "mufakat jahat". Minggu (5/4/2026). 


​Sikap Ksatria Dibalas Pengkhianatan "Bawah Tanah"

​Di saat Bangun Purnomo menjunjung tinggi wibawa dan janji, ia justru ditikam dari belakang oleh sistem hukum yang korup. Pada tanggal 30 Maret, pemilik kos tempat ia tinggal bersama penggugat menyatakan bahwa hunian tersebut akan dialihkan khusus untuk putri. Sebagai pria yang memegang teguh integritas, Bangun berjanji akan pindah paling lambat tanggal 3 April.


​Demi menepati janji kepada ibu kos dan menjaga martabatnya, pada 3 April 2026 subuh-subuh sekali, Bangun angkat kaki dari kos tersebut. Namun, siapa sangka, di saat ia sibuk menjaga etika, sang istri, Masmudah, diduga sudah lebih dulu bermain "petak umpet" hukum dengan bantuan pengacara.


​Bak Disambar Petir: Sidang Digelar Tanpa Undangan

​Tragedi ini terungkap pada 2 April 2026. Bak petir di siang bolong, saat Bangun melakukan kroscek ke resepsionis PA Tuban, ditemukan fakta mengejutkan: Masmudah telah mendaftarkan gugatan cerai sejak 11 Maret 2026. Lebih gilanya lagi, sidang perdana sudah digelar pada 1 April 2026—tanpa ada satu pun surat panggilan (relaas) yang sampai ke tangan Bangun.


​"Saya ini publik figur, nomor HP tidak pernah ganti puluhan tahun, sangat aktif di media sosial. Bagaimana mungkin sidang digelar tanpa konfirmasi apa pun? Padahal sampai tanggal 3 April subuh saya masih di lokasi yang sama dengan penggugat. Apakah kurir PA Tuban sedang kursus ilmu menghilang, atau memang ada pesanan khusus dari pihak pengacara untuk mematikan hak hukum saya?" tegas Bangun dengan nada pedas.


​PA Tuban: Lembaga Peradilan atau Sarang "Tikus" Kolusi?

​Publik kini bertanya-tanya: Bagaimana mungkin seorang tergugat yang masih tinggal serumah/sekos bisa dinyatakan "absen" dalam sidang perdana? Ini bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan indikasi kuat adanya kriminalisasi hukum dan kolusi mufakat jahat.


​Jika figur seperti Bangun Purnomo saja bisa "dimanipulasi" oleh sistem yang rapuh dan syarat kolusi, bagaimana nasib warga Tuban lainnya yang awam hukum? Apakah meja hijau PA Tuban kini telah berubah menjadi pasar gelap untuk memuluskan nafsu pihak-pihak tertentu melalui jalur belakang?


​Tuntutan untuk Forkopimda dan Pemkab Tuban

​Kasus ini adalah potret busuknya pengawasan di internal PA Tuban. Bangun Purnomo mendesak agar Pemkab Tuban dan Forkopimda segera turun tangan melakukan audit investigatif. Jangan biarkan lembaga negara menjadi alat kriminalisasi.


​"Ini adalah pengkhianatan hukum yang nyata! PA Tuban sangat rapuh pengawasan dan sarat manipulasi. Saya tidak akan tinggal diam. Ini adalah pembelajaran pahit bagi wilayah Tuban agar tidak ada lagi warga yang dizolimi dengan cara-cara kotor seperti ini," tutup Bangun Purnomo.


​Dunia hukum Indonesia sedang menonton: Apakah PA Tuban akan membersihkan kotoran di rumahnya sendiri, atau justru membiarkan hukum menjadi lelucon murahan yang bisa dibeli dengan kolusi? (bp). 


​#KeadilanMatiDiTuban #SkandalPATuban #BangunPurnomoLawan #MahkamahAgung #PengadilanTinggiAgama

Rabu, 01 April 2026

Pecah Rekor! SMA Negeri Jatirogo "Borong" Kursi PTN 2026: Dari Jalur SNBP Hingga Golden Ticket Unair Dikantongi




​JATIROGO, MCE – Kabar membanggakan datang dari ujung barat Kabupaten Tuban. SMA Negeri Jatirogo baru saja mengukir prestasi gemilang dalam seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, puluhan siswa sekolah ini dipastikan mengamankan kursi di kampus-kampus elit Indonesia melalui berbagai jalur bergengsi. Kamis (2/4/2026). 


​Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di wilayah kecamatan tidak bisa dipandang sebelah mata dan mampu bersaing di level nasional.


​Berdasarkan data terbaru yang dirilis sekolah, tercatat sebanyak 25 siswa berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Nama-nama mereka kini menghiasi daftar mahasiswa baru di kampus ternama seperti IPB, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), hingga UPN Veteran Jawa Timur.


​Namun, yang paling mencuri perhatian netizen dan civitas akademika adalah keberhasilan Ellena Najwa Azizah dari kelas XII-2. Ia sukses meraih "Golden Ticket" di Universitas Airlangga untuk program studi S1 Gizi. Pencapaian ini tergolong langka dan hanya diberikan kepada siswa dengan rekam jejak prestasi yang luar biasa.


​Selain jalur umum, semangat juang siswa SMAN Jatirogo juga merambah ke sektor kesehatan. Sebanyak 6 siswa dinyatakan lolos melalui jalur PMDP (Penelusuran Minat dan Kemampuan) di Poltekkes Kemenkes. Mereka tersebar di berbagai spesialisasi mulai dari Keperawatan, Gizi, hingga Sanitasi di kampus Surabaya, Tuban, dan Surakarta.


​M. Saiful Wajdi, S.Pd., M.Pd, selaku Kepala SMA Negeri Jatirogo, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas dedikasi para siswa dan tenaga pendidik.


​"Keberhasilan ini adalah buah manis dari doa, kerja keras, dan dukungan seluruh pihak. Semoga pencapaian ini menjadi awal yang baik untuk masa depan yang gemilang bagi anak-anak kami," ujarnya dalam keterangan resmi.


​Beliau juga memberikan pesan menyentuh bagi siswa yang belum beruntung di jalur ini agar tidak berkecil hati, mengingat masih ada jalur SNBT dan Mandiri yang menanti. "Tetap semangat, karena setiap usaha yang sungguh-sungguh pasti akan menemukan jalannya sendiri," tambahnya.


​Daftar Kampus yang "Ditaklukkan":

​- IPB University (S1 Aktuaria)
​- Universitas Airlangga (S1 Biologi & S1 Gizi)
​- Universitas Negeri Malang (Pendidikan Sejarah, Biologi, Geografi, dll)
​- Universitas Negeri Surabaya (Hukum, Ilmu Komunikasi, Ekonomi, dll)
​- UIN Sunan Ampel & UIN Maulana Malik Ibrahim
​- Poltekkes Kemenkes Surabaya & Surakarta


​Keberhasilan SMAN Jatirogo ini langsung menuai banjir pujian di media sosial. Banyak netizen yang mengapresiasi transformasi sekolah ini dalam mencetak generasi unggul yang siap bertarung di kancah pendidikan tinggi.

SMAN Jatirogo, Bangga! 

(Bangun MCE) 


​#SMANJatirogo #PrestasiSiswa2026 #SNBP2026 #GoldenTicketUnair #TubanBangga 


Pengawasan Program MBG Diperkuat, Sinergi BGN, Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tuban Ajak Masyarakat Jaga Dapur MBG



TUBAN, MCE – Pemerintah pusat menetapkan program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program strategis nasional. Sejalan dengan program tersebut Badan Gizi Nasional (BGN), Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tuban memperkuat sinergi pengawasan SPPG di wilayah Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.

Forum ini dihadiri Jaksa Agung Muda Intelejen Kejaksaan Agung RI, Wakil Ketua BGN Bidang Operasional, Bupati Tuban bersama Wabup dan Forkopimda Tuban, Bupati Bojonegoro, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten/Kota sekitar, Sekda Tuban, serta pimpinan OPD terkait, Rabu (01/04/2026). Berlokasi di Pendopo Krido Manunggal Tuban, seluruh perwakilan SPPG di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro mengikuti sosialisasi pengawasan SPPG hingga tuntas.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Pemkab Tuban untuk berperan aktif mengedukasi perihal pengawasan pelaksanaan SPPG. Menurutnya, keberhasilan program strategis nasional seperti MBG tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, namun juga oleh pengawasan yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen menjaga integritas pelaksanaan. “Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan program MBG berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.

Pemkab Tuban berkomitmen menjadi bagian dari agenda nasional dan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Di Kabupaten Tuban, pelaksanaan program MBG terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 129 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, 94 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Adapun total penerima mencapai 260.158 penerima manfaat dari berbagai kelompok sasaran.

Untuk memastikan kualitas pelaksanaan, Pemkab Tuban telah mengambil berbagai langkah strategi. Diantaranya membentuk Satuan Tugas Percepatan MBG yang diketuai Sekretaris Daerah, melaksanakan koordinasi dan evaluasi rutin, mempercepat sertifikasi SPPG, serta melakukan pengawasan keamanan pangan secara berkala. Selain itu, penguatan pengawasan juga dilakukan melalui pembentukan tim pengawas, inspeksi lingkungan, serta edukasi kepada pengelola layanan gizi.

Bupati menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas layanan yang diberikan, termasuk standar keamanan pangan, kualitas gizi, distribusi, serta kepatuhan terhadap regulasi.

“Gizi yang baik hari ini adalah investasi bagi kecerdasan dan masa depan bangsa. Melalui program ini, kita sedang menyiapkan generasi unggul yang akan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih gemilang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BGN Bidang Operasional, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya menjelaskan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengawal pelaksanaan program MBG. Menurutnya, pengawasan yang baik tidak hanya memastikan ketepatan distribusi, tetapi juga menjaga kualitas serta keberlanjutan program di daerah.

Sony Sanjaya mengingatkan pelaksanaan program MBG harus dikawal semua pihak. Setiap dana yang dianggarkan merupakan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Karenya, SPPG sebagai ujung tombak penyelenggara MBG harus konsisten menjaga mutu dan kualitas setiap produknya. “Setiap penyimpangan dan pelanggaran SOP akan dikenakan sanksi bagi penyelenggara SPPG,” tegasnya. 

Melalui kegiatan ini, Sony Sanjaya berharap terbangun pemahaman bersama terkait pentingnya pengawasan serta semakin kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, Kejaksaan, Badan Gizi Nasional, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan asta cita Presiden RI Prabowo. 

Jaksa Muda Intelejen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani menekankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi implementasi nyata amanat konstitusi dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memiliki landasan hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, Kejaksaan RI berperan aktif melalui kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional, terutama dalam pengamanan program strategis, pertukaran data, serta pencegahan potensi penyimpangan melalui pendekatan intelijen terintegrasi.

“Fokus pengawasan meliputi pencegahan penyalahgunaan anggaran, memastikan akurasi data penerima manfaat, kelancaran distribusi, serta pemenuhan standar kualitas makanan,” terangnya.

Kejaksaan Agung RI mengembangkan sistem pengawasan digital yang diberi nama “Jaga Dapur MBG”. Sistem ini mencakup monitoring real-time, early warning system, serta integrasi data untuk mendeteksi potensi permasalahan. Termasuk over budget dan kualitas layanan. Sistem ini juga menyediakan kanal pengaduan masyarakat dan pengukuran tingkat kepuasan.

Reda Manthovani mengajak masyarakat selaku penerima manfaat MBG untuk turut serta melakukan pengawasan. Jika ditemukan ketidaksesuaian produk, baik kandungan gizi, proses distribusi, hingga penyelenggaran SPPG, masyarakat melaporkannya ke Kejaksaan. “Selain itu, kami juga akan memberi apresiasi kepada SPPG yang konsisten menjaga performanya,” tandasnya. (bp)

Kapolres Lumajang Terima Kunjungan DPC PKDI, Perkuat Sinergi Keamanan Desa




Lumajang, MCE – Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H menerima kunjungan jajaran Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Lumajang di Lobi Mapolres Lumajang, Senin (31/3/2026).


Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara Polres Lumajang dengan para kepala desa yang tergabung dalam organisasi PKDI.


Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyambut baik kedatangan rombongan DPC PKDI. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah pedesaan.


“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi yang baik antara Polri dengan para kepala desa. Kami berharap ke depan sinergi ini semakin kuat, terutama dalam menjaga kondusifitas wilayah,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar.


Menurutnya, peran kepala desa sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah. Oleh karena itu, kolaborasi yang baik antara Polres dan pemerintah desa dinilai mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan sejak dini.


“Dengan komunikasi yang intens, setiap potensi permasalahan di desa bisa segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPC PKDI Kabupaten Lumajang, Suhanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan Kapolres Lumajang dalam menerima aspirasi para kepala desa. Menurutnya, silaturahmi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait berbagai isu terkini di desa.


"Kedatangan kami ke sini untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melaporkan kondisi di desa-desa. Kami, para kepala desa yang tergabung dalam PKDI, berkomitmen untuk mendukung penuh program kerja Polres Lumajang dalam menjaga keamanan wilayah," tegas Suhanto.


Ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen para kepala desa untuk terus menjalin hubungan harmonis dengan aparat kepolisian.


“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dengan Polres Lumajang. Kepala desa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing,” kata Suhanto.


Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program-program kepolisian, khususnya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.


“Kami siap bersinergi dengan Polres Lumajang, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta membantu menjaga stabilitas kamtibmas di desa,” ujarnya.


Selain itu, Suhanto berharap komunikasi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan, sehingga setiap persoalan yang muncul di tingkat desa dapat ditangani secara cepat dan tepat. Kontributor: budi. 

​Gema Patriotisme dari Ujung Barat: Menjemput Putera-Puteri Terbaik Penjaga Pusaka




​JATIROGO, MCE, 1 APRIL 2026 – Udara di SMAN Jatirogo pagi ini tak sekadar sejuk, ia bergetar oleh ambisi dan dedikasi. Di bawah panji Bakesbangpol Kabupaten Tuban, sebuah perhelatan sakral bertajuk Seleksi Paskibraka Kabupaten Tuban 2026 (Zona 2) resmi digulirkan.


​Ini bukan sekadar baris-berbaris. Ini adalah penyaringan mentalitas baja dan pemurnian disiplin. Perwakilan terbaik dari enam kecamatan—Parengan, Singgahan, Senori, Bangilan, Kenduruan, hingga Jatirogo—berkumpul membawa satu misi: Menjadi bagian dari sejarah di bawah naungan Sang Merah Putih.


​Menjadi Paskibraka adalah tentang melampaui batas diri. Di sini, di Zona 2, kita melihat wajah-wajah masa depan pemimpin bangsa. Mereka yang terpilih bukan hanya mereka yang tegap fisiknya, melainkan mereka yang memiliki keteguhan hati dan kecintaan tanpa syarat pada Bumi Wali.


​Setiap tetes keringat di lapangan SMAN Jatirogo hari ini adalah saksi bisu perjuangan. Dari deru langkah yang serempak hingga sorot mata yang tajam menatap masa depan, para peserta membuktikan bahwa pemuda di wilayah barat Tuban memiliki potensi yang tak terbendung.


​Sorotan Seleksi Zona 2:

- Wilayah: Parengan, Singgahan, Senori, Bangilan, Kenduruan, Jatirogo.
​- Fokus: Ketangkasan fisik, wawasan kebangsaan, dan ketahanan mental.
​- Misi: Menjaring kader pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.


​"Paskibraka bukan hanya tentang menaikkan bendera, tapi tentang bagaimana menaikkan harkat dan martabat diri serta daerah di mata dunia."


​Siapakah yang akan lolos dan mengemban amanah di tingkat Kabupaten? Mari kita kawal proses transparan dan penuh integritas ini. Berikan dukungan terbaik kalian untuk kawan, saudara, dan siswa-siswi kebanggaan dari 6 kecamatan ini. 


​Satu barisan, satu tekat, untuk Tuban yang lebih hebat. (bp). 


​#PaskibrakaTuban2026 #BakesbangpolTuban #SMANJatirogo #PemudaTuban #SeleksiPaskibraka 

Berita Terbaru