Rabu, 01 Juli 2026

​Jatim Darurat Begal & Curanmor! Polda Gulung 222 Bandit Selama Juni, Ini 3 Daerah Paling Rawan



​SURABAYA, MCE – Genderang perang terhadap komplotan kriminal di Jawa Timur kian ditabuh kencang. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim sukses menggulung sedikitnya 222 tersangka kasus kejahatan jalanan atau 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) sepanjang bulan Juni 2026. Rabu (1/7/2026). 


​Aksi para bandit ini tidak lagi sekadar kenakalan jalanan biasa, melainkan pergerakan sindikat terorganisir yang menyasar berbagai daerah di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa (30/6/2026), tercatat ada 320 kasus tindak pidana 3C yang meresahkan warga selama Juni, di mana 195 kasus di antaranya berhasil dibongkar polisi.


​Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Umar, menegaskan bahwa pimpinan kepolisian memberikan atensi penuh terhadap evaluasi dan penindakan kasus ini. Dari total 38 kabupaten/kota di Jatim, ada tiga daerah dengan konstelasi kejahatan yang paling menonjol dan menjadi sorotan tajam:


​• Polrestabes Surabaya (Tragedi Maut ASN BPN): Kasus paling menyita perhatian publik terjadi di Jalan Kusuma Bangsa. Sepasang suami istri (pasutri) nekat membegal seorang perempuan ASN Badan Pertanahan Nasional (BPN). Korban terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.


​• Polres Blitar (Sindikat Minimarket): Tiga tersangka spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) lintas kota berhasil diringkus. Mereka mengobrak-abrik minimarket di tiga TKP wilayah Blitar dan empat TKP di Jombang.


​• Polres Nganjuk (Predator Mesin Tani): Dua tersangka curat diringkus setelah kedapatan menggasak mesin diesel (pompa air sawah) milik petani di sembilan TKP berbeda di Nganjuk.


​"Ungkap kasus terbanyak sepanjang Juni ini didominasi oleh Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polresta Banyuwangi, dan Polres Tulungagung," tegas AKBP Umar.


​Dari tangan para komplotan ini, polisi menyita tumpukan barang bukti fantastis: uang tunai Rp 28,1 juta, 8 unit mobil, 86 unit motor, 64 ponsel, 108,9 gram emas, 22 kunci T, 15 senjata tajam, hingga hewan ternak (sapi dan kambing).


​Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 476, 477, dan 479 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Guna memberangus habis sisa-sisa komplotan begal dan bandit jalanan, Polda Jatim kini resmi menerjunkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) di setiap Polres jajaran. Tidak ada ruang aman lagi bagi pelaku kriminal di Jawa Timur. (bp). 

Bupati Tuban Apresiasi Polres Tuban, Sinergi Jaga Kondusivitas Dukung Pembangunan dan Investasi




TUBAN, MCE - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengapresiasi dedikasi dan kinerja Polres Tuban dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga mampu menciptakan kondusivitas wilayah yang mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan investasi di Kabupaten Tuban. Hal tersebut disampaikan usai memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Tuban, Rabu (01/07/2026).


 Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban, para perwira dan personel Polres Tuban, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada personel Polres Tuban yang berprestasi dan elemen masyarakat pendukung kinerja Polres Tuban. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Pada kesempatan inu, Bupati Tuban membacakan amanat Kapolda Jawa Timur yang menegaskan Polri harus terus meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsi. Selain itu, setiap personel diharapkan semakin memperkuat peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, responsif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Bupati Tuban, yang akrab disapa Mas Lindra, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Tuban beserta seluruh jajaran atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemkab Tuban. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.


"Atas nama Pemkab Tuban, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Tuban beserta seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh dedikasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkapnya. Sinergi yang terbangun selama ini sangat mendukung penyelenggaraan program-program pembangunan daerah.


Bupati menjelaskan kondusivitas wilayah merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan. Situasi keamanan yang terjaga mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha untuk berinvestasi di Kabupaten Tuban.


"Kondisi daerah yang aman dan kondusif menjadi modal penting bagi kemajuan Kabupaten Tuban," sambungnya. Iklim investasi yang semakin baik tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Polres Tuban bersama TNI, pemerintah daerah, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.


Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Tuban, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini menjadi mitra strategis Polres Tuban dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.


Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Sejalan dengan amanat Kapolri dan Kapolda Jawa Timur, Polres Tuban berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalitas, memperkuat pelayanan publik yang humanis, serta hadir memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.


"Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Tuban, TNI, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kabupaten Tuban," ujarnya.


Ia menambahkan, Polres Tuban akan terus memperkuat langkah-langkah preventif, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis. Dengan terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif, diharapkan aktivitas masyarakat, roda perekonomian, serta iklim investasi di Kabupaten Tuban dapat terus berkembang secara berkelanjutan.


AKBP Alaiddin menegaskan, Polres Tuban siap mendukung setiap program strategis Pemkab Tuban demi mewujudkan daerah yang aman, nyaman, maju, dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakat. (bp).

Skenario Kebocoran Minyak Disimulasikan di Pesisir Palang, Ini Tujuannya




Tuban, MCE - Puluhan personel dari berbagai unsur berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Rabu (1/7). Kawasan pesisir yang biasanya menjadi pusat aktivitas nelayan pagi itu disulap menjadi lokasi rekayasa penanganan keadaan darurat akibat kebocoran minyak di perairan. Melalui skenario tersebut, setiap unsur menguji kesiapan, mulai dari koordinasi, evakuasi, hingga penanganan dampak pencemaran apabila sewaktu-waktu terjadi kegagalan teknologi industri.


Simulasi bertajuk Wet Drill Command Post Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Kegagalan Teknologi Industri tersebut digelar BPBD Kabupaten Tuban bersama PT Pertamina EP Sukowati Field. Latihan ini menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Penanggulangan Bencana. Pesertanya melibatkan TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga masyarakat sekitar.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menyebut bahwa kesiapsiagaan serupa perlu terus dilatih seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Tuban.


Menurutnya, semua pihak perlu mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat. Karena itu, simulasi yang dilakukan tidak sekadar menguji prosedur, tetapi juga melatih koordinasi agar setiap unsur memahami tugasnya masing-masing.


"Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Namun sebagai bentuk kesiapsiagaan, kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang," ucapnya.


Ia menilai latihan tersebut penting agar dampak dan risiko dapat ditekan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat dan mengurangi dampak apabila sewaktu-waktu muncul keadaan darurat. Agus—sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban—juga mendorong agar simulasi serupa dapat diperluas ke lokasi lain yang memiliki potensi risiko, termasuk kawasan pasar yang beberapa kali mengalami kebakaran.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa simulasi di Karangagung menjadi latihan penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan yang pertama kali digelar BPBD Kabupaten Tuban.


Persiapannya tidak dilakukan dalam waktu singkat. Rencana latihan telah disusun sejak sekitar setahun lalu, diawali dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana di Karangagung, kemudian dilanjutkan penyusunan skenario bersama PT Pertamina EP Sukowati Field.


"Kami tidak ingin ketika terjadi kebocoran minyak semua pihak justru kebingungan. Hari ini kami membuat skenario semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya supaya semua mengetahui apa yang harus dilakukan," kata Sudarmaji.


Ia menjelaskan, wilayah pesisir Karangagung dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang dilintasi jalur pipa migas. Karena itu, seluruh unsur di wilayah tersebut perlu memahami prosedur penanganan keadaan darurat, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.


Di sisi lain, Plt. Camat Palang, Kapitano Gunawan, menyambut baik dipilihnya Desa Karangagung sebagai lokasi simulasi perdana penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan.  Menurut keterangannya, latihan tersebut memberi pengalaman langsung kepada seluruh peserta untuk memahami posisi dan tugas masing-masing ketika menghadapi keadaan darurat.


“Kalau suatu saat benar-benar terjadi, semua sudah tahu harus berada di mana dan apa yang harus dilakukan. Tentu kita berharap kejadian itu tidak pernah ada, tetapi kalaupun terjadi, kita sudah lebih siap,” tandasnya. (bp).

Selasa, 30 Juni 2026

​Gemparkan Pesisir Selatan, Ratusan Pelajar Lumajang Sukses Gelar Mahakarya 'Segoro Topeng Kaliwungu'



LUMAJANG, MCE – Hamparan pasir eksotis Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, menjadi saksi bisu sebuah mahakarya budaya yang memukau. Sebanyak 500 penari secara kolosal membawakan Tari Topeng Kaliwungu dalam pagelaran megah bertajuk "Segoro Topeng Kaliwungu".


​Agenda yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan langkah nyata dalam merawat ingatan publik sekaligus mempromosikan destinasi wisata daerah ke kancah internasional.


​Menariknya, ratusan penari yang terlibat merupakan generasi muda setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai penjuru Lumajang. Di tangan para pelajar inilah, Tari Topeng Kaliwungu—yang telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan—hidup dan bergerak dinamis menyatu dengan deburan ombak pantai selatan.


​Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pelibatan generasi muda ini menjadi kunci keberlanjutan tradisi lokal agar tidak tergerus zaman.


​"Kegiatan Segoro Topeng Kaliwungu ini melibatkan 500 penari. Agenda ini sengaja kita helat sebagai upaya konkret dalam melestarikan kesenian asli Kabupaten Lumajang," ungkap Indah Amperawati saat memberikan keterangan kepada detikJatim, Minggu (28/6/2026).


​Rasa bangga pun terpancar dari para runtunan penari yang tampil totalitas di atas pasir pantai. Yasmin, salah satu pelajar yang terlibat dalam pertunjukan kolosal tersebut, mengaku sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agen pelestari budaya daerahnya.


​"Perasaannya senang sekali dan bangga luar biasa. Kami bisa menampilkan kesenian Tari Topeng Kaliwungu, sebuah warisan budaya kebanggaan Kabupaten Lumajang, langsung di hadapan masyarakat luas," tutur Yasmin dengan mata berbinar.


​Kombinasi antara koreografi yang ritmis, topeng berkarakter kuat, dan panorama alam yang memesona sukses memikat perhatian ratusan pasang mata. Tak hanya memadati bibir pantai, antusiasme tinggi juga datang dari para pelancong mancanegara.


​Petra, seorang wisatawan asal Republik Ceko, mengaku terpana dengan sinkronisasi dan estetika pertunjukan tradisi tersebut.


​"Pertunjukan Segoro Topeng Kaliwungu ini benar-benar menakjubkan dan sangat menghibur. Saya pribadi merasa sangat tertarik dengan kekayaan budaya seperti ini," puji Petra.


​Senada dengan Petra, Adelika, seorang pengunjung lokal, juga mengaku takjub dengan konsep acara yang mengawinkan unsur seni pertunjukan dengan wisata alam.


​"Acaranya sangat menakjubkan, apalagi digelar langsung di tepi pantai selatan yang indah. Perpaduan yang sangat pas," pungkasnya.


​Melalui Segoro Topeng Kaliwungu, Lumajang tidak hanya berhasil mengirimkan pesan tentang pentingnya merawat akar budaya, tetapi juga membuktikan bahwa tradisi lokal mampu tampil kompetitif sebagai magnet pariwisata global. (bp). 

​Lantik Pejabat Struktural di Pendopo Lokatantra, Bupati Lamongan Tekankan Pentingnya Kolaborasi Strategis





​LAMONGAN, MCE – Guna memperkuat performa birokrasi dan mengoptimalkan pelayanan publik, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, resmi melantik serta mengambil sumpah jabatan lima pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Prosesi pelantikan yang melibatkan pejabat administrator dan pengawas ini berlangsung khidmat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada Selasa (30/6).


​Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Bupati Yes ini menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan jabatan bukanlah sekadar agenda seremonial belaka. Momen ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi pemerintahan demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lamongan.


​"Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Saya berharap saudara-saudara sekalian dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, menguasai tugas pokok dan fungsi di lingkungan baru, serta konsisten berkontribusi dalam menyukseskan visi dan misi pembangunan daerah," ujar Bupati Yes.


​Lebih lanjut, Bupati Yes menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk bergerak cepat. Beliau meminta mereka segera beradaptasi dengan ritme kerja baru serta membangun komunikasi yang solid di internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.


​"Segera menyesuaikan diri dan laksanakan tugas dengan performa terbaik. Mari kita terus bekerja sama, membuka ruang konsultasi, berkolaborasi, dan bersinergi—baik di internal instansi maupun dengan seluruh pemangku kepentingan terkait," imbuhnya menekankan pentingnya kerja tim.


​Menutup arahannya, Bupati Yes mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan telah melewati tahun pertama pelaksanaan pembangunan dengan berbagai dinamika. Evaluasi terhadap capaian yang ada harus terus dilakukan secara berkala demi memastikan seluruh program strategis berjalan optimal.


​Beliau berharap, memasuki periode berikutnya, seluruh jajaran di Pemkab Lamongan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih, sekaligus mempererat sinergi dalam mengawal program-program prioritas dari pemerintah pusat maupun daerah. (s.genk). 

Senin, 29 Juni 2026

Wabup Tuban Ajak Anggota Pramuka Terapkan Trisatya dan Dasadarma




TUBAN, MCE – Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tuban di Aula lantai 3 Perpustakaan Unirow, Senin (29/06/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kualitas pembina Pramuka sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi muda.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mencetak pembina Pramuka yang profesional, berkompeten, dan berintegritas.


Menurutnya, pembina Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, pembina harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu menjadi teladan sekaligus pendidik yang inspiratif bagi peserta didik.


"Melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh," ungkapnya. Alhasil, mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembinaan Pramuka di gugus depan masing-masing.


Wabup Tuban mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan masa depan.


Wabup yang kuga Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Tuban menekankan agar setiap anggota Pramuka mengimplementasikan nilai-nilai Trisatya dan Dasadarma dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian akan membentuk karakter anggota. Menurutnya, anggota Pramuka yang baik adalah mereka yang menerapkan Trisatya dan Dasadarma setiap waktu, tanpa harus bersegaram.


Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban, Kakak Kolonel Inf. (Purn.) Kacuk Karsono, menjelaskan bahwa pelaksanaan KMD merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya pembina Pramuka di Kabupaten Tuban. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) kali ini dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 10 Juli 2026 bekerja sama dengan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Sebanyak kurang lebih 400 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 335 mahasiswa PGSD Unirow, pengurus Kwarcab Tuban, pimpinan Unirow, pelatih pembina Pramuka, dan panitia.


Kacuk menambahkan kehadiran pembina yang kompeten, menjadikan proses pendidikan kepramukaan semakin berkualitas dan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh.


Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tuban, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban, dan Universitas PGRI Ronggolawe, pelaksanaan KMD Tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter sekaligus mencetak pembina yang siap mendampingi generasi muda menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing. (bp).

​Ironi Kasih Ibu di Bojonegoro: Selamatkan Wajah Keluarga dari 'Aib', Tega Gugurkan Kandungan Darah Dagingnya





​BOJONEGORO, MCE – Demi sebuah topeng bernama "nama baik" dan ketakutan akut akan gunjingan tetangga, seorang ibu di Bojonegoro tega bertindak di luar nalar. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro akhirnya membongkar tabir gelap kasus aborsi paksa di wilayah Kecamatan Balen, yang ironisnya diotaki oleh ibu kandung korban sendiri. Senin (29/6/2026). 


​Perempuan berinisial E (45), warga Desa Pilanggede, kini harus bertukar seragam harian dengan rompi tahanan. Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menjadi "sutradara" sekaligus fasilitator dalam pengguguran kandungan anak kandungnya, I.A.N.


​Takut Ditunjuk Hidung oleh Masyarakat


​Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bojonegoro pada Senin (29/6/2026), Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Cipto Dwi Leksana, membeberkan motif klasik yang mendasari tindakan keji ini.


​"Tersangka mengaku nekat melakukan tindakan tersebut karena merasa malu yang teramat sangat. Ia takut kehamilan anaknya yang terjadi di luar nikah diketahui oleh keluarga besar dan masyarakat sekitar," ungkap AKP Cipto.


​Hanya karena enggan menanggung sanksi sosial dan gunjingan publik, nyawa calon cucu yang baru berusia 20 minggu di dalam kandungan justru dikorbankan tanpa ampun.


​Kronologi Kedok yang Terbongkar


​Dosa domestik ini mulai terendus setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menerima laporan dari masyarakat yang curiga pada Selasa (2/6/2026) lalu. Petugas bergerak cepat melakukan pelacakan hingga ke RSI Muhammadiyah Sumberrejo.


​Di sana, polisi mendapati I.A.N. tengah terkulai lemas menjalani perawatan medis pasca-melahirkan. Tim medis mengonfirmasi bahwa I.A.N. baru saja mengeluarkan janin malang berbobot 300 gram dalam kondisi sudah tidak bernyawa.


​Hasil interogasi awal menguak fakta miris: sang ibu, tersangka E, adalah sosok yang membelikan obat keras jenis Misoprostol. Obat inilah yang dipaksakan masuk ke tubuh korban hingga memicu kontraksi hebat dan memaksa janin lahir prematur sebelum waktunya.


​Cangkul Hingga Kain Bedong Jadi Saksi Bisu


​Selain mengamankan tersangka, korps baju cokelat juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan eksekusi ilegal ini. Di antaranya adalah satu unit ponsel Vivo, satu bungkus obat Misoprostol, satu potong kaus krem, celana hitam, satu kain bedong berwarna merah muda, hingga satu buah cangkul—yang diduga kuat dipersiapkan untuk mengubur jejak darah daging mereka sendiri.


​Kini, demi membayar "harga diri" yang keliru tersebut, tersangka E harus bersiap menghadapi dinginnya sel penjara. Penyidik menjeratnya dengan Pasal 464 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana aborsi dengan persetujuan. Ibu paruh baya ini terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun.


​Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan lurus tanpa pandang bulu. "Kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta dan alat bukti yang ada untuk memastikan penanganan perkara berjalan sesuai prosedur hukum," tegas AKP Cipto Dwi Leksana.


​Kasus ini menjadi tamparan keras bagi publik: ketika norma sosial dan rasa gengsi justru dinilai lebih mahal ketimbang sebuah urat nadi kehidupan. (bp). 

​#BojonegoroViral #KriminalBojonegoro #PoldaJatim  #PolresBojonegoro #HukumIndonesia 

Berita Terbaru