Minggu, 16 Agustus 2026

​Duka Gempa NTT, Perayaan HUT ke-81 RI di Tuban Ditiadakan




​Tuban,MCE -  Kabupaten Tuban mengambil langkah tegas namun penuh empati dengan membatalkan seluruh rangkaian acara Pesta Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Keputusan ini diambil sebagai bentuk belasungkawa dan solidaritas mendalam terhadap para korban bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini. Minggu (16/8/2026). 


​Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban melalui surat edaran yang dirilis pada Rabu (12/8). Pembatalan ini mencakup berbagai kegiatan perayaan, hiburan, dan perlombaan yang sedianya akan digelar secara meriah pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan.


​Bupati Tuban, dalam pernyataannya, menekankan bahwa keputusan ini merupakan wujud kepedulian kemanusiaan yang lebih utama dibandingkan perayaan seremonial.


​"Sebagai sesama anak bangsa, duka saudara-saudara kita di NTT adalah duka kita bersama. Dalam suasana duka akibat bencana alam yang menelan korban jiwa dan kerugian material, sangat tidak elok jika kita menggelar pesta pora. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk meniadakan Pesta Kemerdekaan," ungkap Bupati.


​Pemerintah Kabupaten Tuban menyadari bahwa pembatalan ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga, terutama para panitia dan peserta yang telah melakukan persiapan. Namun, mereka memohon permakluman dan pengertian dari seluruh elemen masyarakat atas kondisi luar biasa ini.


​Kendati perayaan ditiadakan, esensi HUT RI ke-81 tidak lantas hilang. Momentum ini justru dialihkan menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa persatuan dan kepedulian.


​Pihak Pemkab Tuban juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana gempa bumi di NTT agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan. Selain itu, diharapkan proses tanggap darurat dan pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lancar dan efektif.


​Aksi solidaritas dari Kabupaten Tuban ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengedepankan empati dan kepedulian sosial di tengah berbagai cobaan yang melanda bangsa. (bp). 

Sabtu, 15 Agustus 2026

MTsN 1 Bojonegoro Raih Prestasi dalam Student Handball League Kabupaten Bojonegoro 2026




Bojonegoro, MCE - Ajang Student Handball League (SHL) Kabupaten Bojonegoro 2026 telah sukses diselenggarakan sebagai wadah kompetisi dan pengembangan bakat olahraga handball bagi pelajar di Kabupaten Bojonegoro. Kompetisi ini dibuka pada Minggu, 10 Mei 2026, dan secara resmi berakhir pada Sabtu, 15 Agustus 2026.


Student Handball League Kabupaten Bojonegoro mempertandingkan empat kategori, yaitu SMP/MTs Putra, SMP/MTs Putri, SMA/MA Putra, dan SMA/MA Putri. Kompetisi berlangsung dengan penuh semangat, sportivitas, serta antusiasme dari para peserta dan pendukung masing-masing sekolah.


Dalam ajang tersebut, MTsN 1 Bojonegoro berhasil menunjukkan performa membanggakan dengan meraih sejumlah prestasi. Tim handball putri MTsN 1 Bojonegoro berhasil meraih Juara 2 kategori SMP/MTs Putri, sementara tim handball putra berhasil mengamankan Juara 3 kategori SMP/MTs Putra.


Tidak hanya melalui prestasi di lapangan, dukungan luar biasa dari para suporter MTsN 1 Bojonegoro juga mendapatkan apresiasi. Supporter MTsN 1 Bojonegoro berhasil meraih penghargaan Best Supporter kategori SMP/MTs, berkat dukungan yang kreatif, kompak, dan penuh semangat selama berlangsungnya kompetisi.


Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi MTsN 1 Bojonegoro tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi dan semangat juang yang tinggi dalam bidang olahraga. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama madrasah.


Selamat dan sukses untuk tim handball serta seluruh supporter MTsN 1 Bojonegoro! Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di berbagai kompetisi berikutnya.

Pelajar Pilihan SMAN 2 Tuban Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih ​



​TUBAN, MCE - Tuban kembali membara semangat nasionalismenya. Setelah melalui tahapan seleksi fisik, mental, dan wawasan kebangsaan yang sangat ketat, sebanyak delapan pelajar unggulan dari SMAN 2 Tuban telah dikukuhkan dalam jajaran Paskibraka Kabupaten Tuban Tahun 2026. Sabtu (15/8/2026). 


​Momen sakral pengukuhan ini menjadi bukti nyata dedikasi mereka untuk bangsa. Di bawah bimbingan Kepala Sekolah, Bapak Samsuri, M.Pd., para siswa terpilih ini telah menjalani penggemblengan intensif sebagai calon pengibar bendera.


​"Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi janji suci kepada Sang Saka Merah Putih," tegas Bapak Samsuri. "Kami di SMAN 2 Tuban bangga, sekaligus menaruh harapan besar pada pundak kalian. Ini adalah tonggak estafet kepemimpinan dan patriotisme bagi generasi muda."


​Delapan nama yang siap mengukir sejarah di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 adalah:

​1. Sakti Khansa Yuda

​2. Ardi Dwi Adinata

​3. Chandra Satria Rafa

​4. M. Reza Syah Falevi

​5. M. Nasoikhol Ibad

​6. Mega Maharani

​7. Aisya Dwi S

​8. Miss Aprilia Farkha


​Mereka tidak hanya membawa nama almamater SMAN 2 Tuban, tetapi juga membawa amanat seluruh pemuda Tuban. Sinergi dari bimbingan guru dan tekad baja para pelajar ini menjadi fondasi kokoh kesuksesan tugas di lapangan nanti.


​Masyarakat Tuban menantikan penampilan gemilang kalian pada tanggal 17 Agustus mendatang. Jaga semangat, fokus, dan kibarkan Merah Putih dengan penuh kehormatan. (bp). 

Jumat, 14 Agustus 2026

Sinergi Pendidikan dan Perbankan: Kunci Mewujudkan Jawa Timur Cerdas dan Berdaya Saing 2026




​Surabaya, MCE [Jumat, 14/8/2026] – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Bapak Aries Agung Paewai, S.STP, M.M., terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Melalui serangkaian kegiatan strategis yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2026, Dinas Pendidikan Jatim memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan dan organisasi kepemudaan.


​Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan Data Pokok Pendidikan Jawa Timur Tahun 2026. Data ini menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran untuk mengatasi berbagai tantangan pendidikan di seluruh wilayah Jawa Timur. "Satu Arah, Satu Data, Satu Gerak" menjadi semangat yang diusung untuk memastikan setiap anak di Jawa Timur mendapatkan akses dan kualitas pendidikan yang merata, baik di kota maupun desa, kepulauan maupun pegunungan.


​Dalam upaya mendukung transformasi digital dan literasi keuangan, Dinas Pendidikan Jatim menjalin sinergi dengan Bank Jatim. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kadindik Jatim dan Dirut Bank Jatim menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk mempermudah akses layanan keuangan bagi insan pendidikan, sekaligus mendorong tata kelola transaksi keuangan yang lebih transparan dan modern.


​Selain itu, Dinas Pendidikan Jatim juga aktif dalam membina karakter dan semangat kepedulian sosial. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif dalam peringatan Hari Pramuka dengan tema "Pramuka untuk Indonesia yang Lebih Baik". Semangat kebersamaan dan kesehatan juga dijaga melalui kegiatan olahraga bersama jajaran Bank Jatim.


​Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah aksi nyata "Jumat Berkah" di mana Kadindik Jatim berbagi kepedulian kepada anak yatim-piatu yang bersemangat melanjutkan pendidikan. Aksi ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, dan tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.


​Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Bank Jatim ini diharapkan dapat melahirkan inovasi dan program-program strategis yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik, sehingga mampu mencetak generasi muda Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045. (bp). 

​Bukan Sekadar Tepuk Tangan, Ini Resep Kepala SMAN 1 Baureno Bikin Pramuka 'Bertaring' di Usia 65





​BOJONEGORO, MCE - Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini di SMAN 1 Baureno, Bojonegoro, terasa berbeda. Di bawah komando Kepala Sekolah, Muhammad Ma’ruf, S.Pd., M.Pd., Pramuka tidak lagi sekadar menjadi kegiatan baris-berbaris atau tepuk tangan belaka. Jumat (14/8/2026). 


​Tahun ini, Gerakan Pramuka di SMAN 1 Baureno mendeklarasikan "Langkah Organisasi" yang lebih strategis. Mereka secara nyata menargetkan untuk mendukung penuh program swasembada pangan. Ini bukan wacana kosong, melainkan taktik terukur demi mewujudkan visi besar "Indonesia Emas 2045".


​Dalam pesannya, Kepala SMAN 1 Baureno, Muhammad Ma’ruf, menegaskan perlunya mengubah pola pikir. Anggota Pramuka masa kini haruslah pribadi yang tangguh dan mandiri, yang tidak hanya berteori tentang alam, namun juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan negara melalui langkah nyata di sektor pangan.


​Langkah berani sekolah ini dianggap sebagai bentuk penyadaran di tengah tantangan global. Dukungan dari Bojonegoro pun dinilai krusial bagi masa depan bangsa. Pertanyaannya, akankah gebrakan Pramuka Baureno ini menjadi virus positif bagi sekolah lainnya. (bp). 

​Prabowo Tampar Pengkritik Lewat 14 Terobosan Nyata 21 Bulan Menjabat




​JAKARTA, MCE - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya yang lugas dan berapi-api, Kepala Negara membongkar deretan rekor capaian nyata pemerintah hanya dalam waktu 21 bulan bekerja.


​Bukan sekadar angka di atas kertas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya klaim politik, melainkan kemakmuran yang wajib dirasakan langsung oleh rakyat kecil di pelosok negeri.


​Gebrakan Nyata: Pangan Melimpah hingga 'Sikat' Mafia

​Dalam tempo kurang dari dua tahun, pemerintah mencatatkan sederet capaian krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan nasional:


​• Daulat Pangan & Ekonomi Desa: Indonesia resmi mencapai swasembada untuk 8 komoditas pangan utama. Selain itu, 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih kini telah beroperasi aktif memutar roda ekonomi akar rumput.


​• Pro-Rakyat Kecil & Pekerja: Bunga simpan pinjam PNM Mekaar dipangkas drastis dari 25% menjadi 8%. Tak hanya itu, potongan aplikator untuk pengemudi ojek online (ojol) diturunkan secara signifikan dari 20% menjadi 8%.


• ​Pendidikan & SDM: Sebanyak 182 Sekolah Rakyat telah dibuka, 43.000 anak jalanan berhasil dikembalikan ke bangku sekolah, 30.000 sekolah direnovasi, dan 250.000 pemuda terserap dalam program Magang Nasional.


​• Kesehatan & Infrastruktur: 108 juta warga telah menikmati Cek Kesehatan Gratis. Di sektor infrastruktur dasar, pemerintah merenovasi 84.000 rumah, membangun 2.228 km jalan desa, 3.500 jembatan, 3.400 titik air bor, serta 100 Kampung Nelayan Merah Putih.


​• Sikat Tambang Ilegal: Langkah tegas pembongkaran mafia tambang membuahkan hasil luar biasa; 1.000 tambang timah ilegal resmi ditutup, yang secara langsung mendongkrak keuntungan PT Timah hingga 9 kali lipat.


​Hadirkan 8 Tamu Istimewa & Sentilan Menohok

​Prosesi pidato kenegaraan kali ini terasa berbeda ketika Presiden Prabowo menghadirkan delapan tamu istimewa ke hadapan anggota dewan. Mereka adalah rakyat biasa—mulai dari petani, pengemudi ojol, hingga penerima manfaat bantuan—yang menjadi bukti hidup bahwa program pemerintah bukan rekayasa angka belaka.


​Menutup pidatonya, Presiden memberikan pernyataan keras dan menohok bagi seluruh jajaran pejabat dan instansi pemerintahan agar tidak cepat berpuas diri.


​"Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat," tegas Presiden Prabowo.
​Ia menepis tuduhan bahwa pembangunan ini hanya demi kepentingan politik jangka pendek.


​"Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia!" pungkasnya disambut riuk tepuk tangan peserta sidang. (bp). 

Kamis, 13 Agustus 2026

​65 Tahun Gerakan Pramuka: Antara Algoritma AI, Adiksi Gawai, dan Ancaman Kehilangan Generasi



OPINI / BERITA — Pada 14 Agustus 2026, Gerakan Pramuka genap menginjak usia 65 tahun. Di tengah gempuran pesatnya Kecerdasan Buatan (AI) dan dominasi ekosistem digital, sebuah pertanyaan menohok mencuat ke permukaan: Apakah Pramuka masih relevan, atau sekadar menjadi beban seremonial mingguan di sekolah?


​Hari ini, anak-anak Gen Z dan Generasi Alpha tumbuh dalam kepungan teknologi. Musik diciptakan AI, jawaban tugas dicari via Google, dan interaksi sosial dipangkas lewat layar gawai. Fenomena "instant generation" lahir sebagai konsekuensi: generasi yang instan, minim kesabaran, tumpul rasa empati, dan gagap dalam kerja tim.


​Data KPAI 2025 bahkan mencatat angka mengkhawatirkan: 78% anak usia sekolah di Jawa Timur menghabiskan lebih dari 5 jam sehari di depan layar. Dampaknya nyata—kasus cyberbullying melonjak, empati sosial merosot, dan ketahanan fisik melemah.


​Di titik kritis inilah, Gerakan Pramuka seharunya hadir sebagai benteng pertahanan terakhir.


​AI Cerdas, Tapi Tak Punya Hati


"Saat sekolah terus mengejar capaian kognitif dan AI menawarkan efisiensi tanpa batas, Pramuka hadir mengisi ranah yang tak bisa disentuh oleh algoritma: afektif dan psikomotorik," tegas M. Luthfillah, M.Ag., Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan sekaligus Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kemenag RI.


​Nilai-nilai dalam Dasa Dharma dan Tri Satya bukanlah sekadar hafalan lapuk. Disiplin, cinta alam, gotong royong, dan kepedulian sosial adalah antidote (penawar racun) paling ampuh melawan degradasi moral era digital.


​Aksi nyata di lapangan membuktikan hal tersebut. Di Lamongan misalnya, Gugus Depan Pramuka tetap aktif terjun dalam program "Pramuka Peduli Bencana" dan "Kampung Literasi". Ini menegaskan bahwa pengalaman empirik menjejakkan kaki di tanah, memegang tali, dan menolong sesama tak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan manapun.


​Jangan Biarkan Pramuka Mati Dibunuh Zaman


​Agar tidak sekadar jadi fosil sejarah atau parade seragam di hari Jumat, Gerakan Pramuka harus berani berbenah menuju Pramuka 5.0 melalui tiga langkah radikal:

​1. Digitalisasi Tanpa Kehilangan Jati Diri: Integrasikan teknologi dalam kegiatan. Penggunaan SKU digital, pemanfaatan drone untuk simulasi SAR, hingga pelatihan dasar coding untuk survival.

​2. Kembali ke Esensi, Hentikan Seremonial: Kembalikan Pramuka ke alam lepas—kemah, hiking, dan bakti sosial nyata. Pramuka harus menarik, bukan sekadar baris-berbaris formalitas yang membosankan.

​3. Sinergi Nyata: Sekolah, pemerintah, dan orang tua harus berhenti menganggap Pramuka sebagai beban kegiatan ekstrakurikuler.


​Peringatan Keras untuk Pemimpin Masa Depan


​Di usianya yang ke-65, Pramuka tidak boleh kalah oleh zaman. Pemerintah daerah, Kwartir Cabang (Kwarcab), hingga pihak sekolah didesak untuk tidak memangkas alokasi anggaran dan perhatian terhadap pembinaan Pramuka.


​Di era di mana algoritma mengendalikan pikiran manusia, kita justru semakin membutuhkan manusia yang memiliki hati dan karakter.


​"Pramuka adalah jawabannya. Karena jika kita gagal membentuk karakter anak-anak kita hari ini, maka 10 tahun dari sekarang, kita hanya sedang menunggu waktu untuk kehilangan arah dan calon pemimpin masa depan."


Penulis: M. Luthfillah, M.Ag. (Ketua Komisi Nasional Pendidikan Kabupaten Lamongan / Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kemenag RI)
Ditulis di: MAN 2 Lamongan, 14 Agustus 2026

Berita Terbaru