Sabtu, 18 Juli 2026

​Bukan Kaliber Biasa! Ini Rekam Jejak 9 Jaksa 'Ring Satu' Pilihan Kejagung




JAKARTA, MCE – Kejaksaan Agung terus memperkuat taringnya dalam menuntaskan berbagai kasus hukum strategis di tanah air. Langkah ini dibuktikan dengan dikerahkannya sembilan jaksa pilihan ke dalam Tim Khusus Korps Adhyaksa. Minggu (19/7/2026). 


​Bukan nama baru, kesembilan sosok ini merupakan figur-figur elite yang telah "kenyang" pengalaman di medan pertempuran hukum. Mulai dari mantan punggawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), eks Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), hingga jajaran pakar pemulihan aset negara, mereka dikumpulkan untuk menjadi ujung tombak penegakan keadilan.


​Siapa saja mereka? Berikut adalah profil singkat sembilan pendekar hukum yang kini memperkuat barisan elite Kejaksaan Agung:


​1. Agus Salim


​Kini menjabat sebagai Inspektur Keuangan II pada Jamwas. Rekam jejaknya teruji saat memimpin wilayah hukum sebagai mantan Kajati Sulawesi Selatan dan Kajati Sulawesi Tengah. Jam terbangnya makin solid berkat pengalaman panjangnya saat bertugas di KPK.


​2. Muhibuddin


​Figur yang kini menakhodai Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai Kajati. Muhibuddin dikenal memiliki ketajaman dalam melacak aset, terbukti dari posisinya terdahulu sebagai mantan Kajati Sumbar dan eks Koordinator Pelacakan Aset dan Eksekusi KPK. Ia juga memiliki relasi diplomatik kuat setelah sempat bertugas sebagai Atase Kejaksaan di KBRI Riyadh.


​3. Chatarina Muliana Girsang


​Srikandi hukum yang kini memegang posisi krusial sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Badan Pemulihan Aset. Pengalamannya lintas sektoral, mulai dari penugasan di KPK, menempati pos strategis di Kemendikbudristek, hingga akhirnya dipercaya menjadi Kepala Badan Pemulihan Aset.


​4. Riyono


​Menjabat sebagai Inspektur Keuangan I pada Jamwas. Riyono merupakan mantan jaksa KPK yang memiliki kepemimpinan matang. Hal ini dibuktikan lewat kepemimpinannya saat menjabat sebagai mantan Kajati Gorontalo dan Kajati Bangka Belitung.


​5. Agus Sahat Sampe Tua


​Saat ini menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Sesjampidum). Agus Sahat memiliki portofolio kepemimpinan yang luas, di antaranya pernah menjabat sebagai Kajati Jawa Timur, Kajati Kalimantan Tengah, serta mantan Koordinator pada Jampidsus.


​6. Irene Putrie


​Nama Irene Putrie dikenal publik secara luas saat menjadi jaksa KPK yang sukses mengawal perkara megakorupsi e-KTP. Kini menjabat sebagai Direktur Pertimbangan Hukum Jamdatun, ia juga memiliki reputasi mumpuni dalam memimpin tim pemburu Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga ke luar negeri.


​7. Rinaldi Umar


​Kini memperkuat lini kepemimpinan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten. Rinaldi merupakan figur berpengalaman yang pernah memimpin daerah sebagai Kajari Gunungkidul dan memiliki wawasan hukum internasional pasca-bertugas sebagai Atase Hukum KBRI Riyadh.


​8. Zet Tadung Allo


​Sosok tegas yang kini dipercaya menjabat sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer (Jampidmil). Zet memiliki rekam jejak kepemimpinan teruji sebagai mantan Kajati Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mantan Wakajati Sulawesi Selatan.


​9. Hari Wibowo


​Melengkapi formasi elite ini, Hari Wibowo kini mengemban amanah sebagai Direktur A pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). Sebelum menduduki kursi direktur, ia telah teruji sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Timur.


​Catatan Redaksi: Kehadiran sembilan jaksa senior ini di dalam Tim Khusus Kejaksaan Agung menjadi sinyal kuat bahwa institusi yang dipimpin oleh Jaksa Agung ini tidak main-main dalam menuntaskan perkara hukum kakap. Rekam jejak, integritas, dan kompetensi yang mereka miliki diharapkan mampu menjawab tingginya ekspektasi publik terhadap keadilan di Indonesia. (bp). 

​Bikin Bangga! SMAN 1 Kalitidu Sukses Lahirkan Juara 1 Karate Tingkat Kabupaten 2026



​BOJONEGORO, MCE – SMAN 1 Kalitidu kembali membuktikan tajinya sebagai sekolah pencetak generasi berprestasi. Kali ini, nama Yoga Dwiantoro, siswa kelas XI-1, sukses menjadi buah bibir setelah berhasil menyabet gelar bergengsi sebagai Juara 1 Kata Perorangan Junior Putra dalam ajang Kejuaraan Kabupaten Lemkari Pengurus Cabang Bojonegoro 2026. Sabtu (18/7/2026). 


​Prestasi gemilang yang diraih dengan cucuran keringat dan kerja keras ini langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat yang mendalam atas pencapaian luar biasa anak didiknya tersebut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan Yoga adalah bukti nyata bahwa komitmen sekolah dalam mendukung bakat non-akademik siswa mampu membuahkan hasil yang maksimal di tingkat daerah.


​"Selamat dan sukses untuk Yoga Dwiantoro. Ini adalah buah dari disiplin dan dedikasi yang tinggi. Sesuai dengan jargon kita, 'Selalu Berkarya, Cetak Jawara', kami berharap prestasi ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi dan menginspirasi," ujar Ninis Aris Wibawati.


​Gema prestasi dari SMAN 1 Kalitidu ini ternyata juga menarik perhatian jajaran pengambil kebijakan pendidikan di tingkat provinsi. Maskun, S.Pd., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro - Tuban, turut melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi SMAN 1 Kalitidu dalam membina talenta-talenta muda.


​Menurut Maskun, capaian Yoga Dwiantoro merupakan angin segar sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga di lingkungan sekolah berjalan dengan sangat baik dan suportif. Pihak Cabdindik berharap momentum emas ini dapat dipertahankan dan terus dipupuk agar para atlet pelajar dari Bojonegoro mampu menembus kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.


​Dengan perolehan medali emas ini, Yoga Dwiantoro tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan keluarganya, tetapi juga semakin mempertegas posisi SMAN 1 Kalitidu sebagai lumbung para jawara di Bumi Angling Dharma. (bp). 


Jumat, 17 Juli 2026

​Bikin Bangga Jatim! Siswi SMKN 1 Ponorogo Sabet Medali Emas Matematika Tingkat Nasional, Kacabdindik Maskun Beri Apresiasi Setinggi Langit





​PONOROGO, MCE – Dunia pendidikan Jawa Timur kembali diguncang oleh prestasi gemilang berskala nasional yang lahir dari tangan dingin pelajar berbakat Bumi Reog. Amelia Pujiati, siswi berprestasi dari kelas XII AK 1 SMKN 1 Ponorogo, sukses menorehkan tinta emas dengan meraih predikat Peraih Nilai A+ sekaligus menyabet Medali Emas dalam ajang bergengsi Kompetisi Matematika Tingkat Nasional Olimpiade Pandawa 16 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lentera Pendidikan Indonesia. Sabtu (18/7/2026). 


​Prestasi luar biasa ini langsung memantik respons positif dan apresiasi mendalam dari jajaran petinggi pendidikan di Jawa Timur. Maskun, S.Pd., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo - Magetan, yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Plt. Kacabdindik Wilayah Bojonegoro - Tuban, secara terbuka menyampaikan rasa bangga dan kekagumannya atas pencapaian tersebut.


​"Ini adalah pembuktian nyata bahwa anak-anak SMK kita tidak hanya unggul dalam keahlian praktis dan vokasional, melainkan juga memiliki ketajaman akademis yang luar biasa di tingkat nasional. Meraih nilai A+ dalam bidang matematika pada ajang kompetisi seketat Olimpiade Pandawa bukanlah hal yang mudah. Kami atas nama Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Amelia Pujiati, kepala sekolah, serta seluruh guru pembimbing di SMKN 1 Ponorogo," ujar Maskun dengan nada penuh kebanggaan saat diwawancarai media.


​Maskun juga menekankan bahwa prestasi ini menjadi pemantik semangat dan energi positif bagi seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya, baik di wilayah Ponorogo-Magetan maupun Bojonegoro-Tuban. Menurutnya, capaian emas ini menjadi bukti sahih bahwa slogan SMKN 1 Ponorogo, yaitu S.I.P (Siap Kerja, Inovasi, Prestasi), bukan sekadar pemanis kata, melainkan sebuah manifestasi riil yang terbukti di lapangan.


​Kompetisi matematika berskala nasional ini diikuti oleh ribuan peserta terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Keberhasilan Amelia menduduki kasta tertinggi dengan raihan nilai A+ menegaskan posisi SMKN 1 Ponorogo sebagai salah satu sekolah pencetak generasi unggul yang kompetitif dan siap bersaing di era global.


​Lebih lanjut, pihak sekolah berharap prestasi yang diukir oleh Amelia Pujiati ini dapat menjadi inspirasi dan magnet motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus menggali potensi, menembus batas kemampuan, dan tidak takut bersaing di level yang lebih tinggi. Suksesnya Amelia di panggung nasional menjadi pesan kuat bagi publik bahwa di tangan generasi yang tepat, masa depan pendidikan Indonesia akan terus bersinar emas. (bp). 

​Bukan Kaleng-Kaleng! SMKN 1 Ponorogo Sukses Duduki Puncak Alumni Paling Aktif di PNM, Kacabdindik Beri Apresiasi Tinggi





​PONOROGO, MCE – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Ponorogo kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi terbaik di wilayah Jawa Timur. Melalui kinerja optimal Bursa Kerja Khusus (BKK), SMKN 1 Ponorogo berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Peringkat Tertinggi Alumni yang Aktif di PNM (Permodalan Nasional Madani) Se-Karisidenan Madiun. Jumat (17/7). 


​Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan sekolah dalam menerapkan konsep Link and Match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).


​Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo - Magetan, Maskun, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika SMKN 1 Ponorogo.


​"Prestasi yang diraih oleh BKK SMKN 1 Ponorogo ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa serapan alumni ke dunia kerja, khususnya di instansi bonafide seperti PNM, berjalan dengan sangat masif dan efektif. Komitmen sekolah dalam mengawal masa depan para lulusannya benar-benar terbukti nyata," ujar Maskun.


​Lebih lanjut, Maskun menekankan bahwa peran BKK di era sekarang tidak hanya sekadar menjadi penyalur kerja, melainkan jembatan emas bagi para siswa untuk mandiri dan berdaya saing pasca-kelulusan. Capaian sebagai peringkat tertinggi se-Karisidenan Madiun ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Ponorogo dan Magetan untuk terus memacu kualitas lulusannya.


​Sinergi Kuat dan Slogan S.I.P yang Menjadi Jiwa Sekolah


​Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi SMKN 1 Ponorogo dalam menggaungkan jargon utamanya: S.I.P (Siap kerja, Inovasi, Prestasi). Melalui program BKK yang terstruktur, para siswa dibekali dengan kompetensi teknis (hard skills) serta mentalitas dan etos kerja (soft skills) yang matang sebelum memasuki pasar kerja.


​Kerjasama strategis bersama PNM menjadi salah satu pilar penting. PNM sebagai lembaga keuangan pemberdayaan terkemuka, dinilai menjadi tempat yang sangat tepat bagi para alumni untuk mengembangkan karier, integritas, dan profesionalisme mereka.


​Dengan adanya penghargaan ini, SMKN 1 Ponorogo semakin mempertegas komitmennya untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang inovatif dan sarat prestasi di tengah ketatnya persaingan global. (bp). 

​"Niatnya Cuma Mengingatkan, Tapi Bawa Samurai" – Cinta Segitiga Berdarah di Lumajang Berakhir di Jeruji Besi



LUMAJANG, MCE – Jagat maya dan warga Kabupaten Lumajang mendadak digegerkan oleh aksi nekat seorang pemuda yang memilih menyelesaikan konflik asmara menggunakan senjata tajam, alih-alih kepala dingin.


​Aparat Polsek Lumajang bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial Muhammad Ali Yusuf (MAY), pemuda 23 tahun asal Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit. MAY diduga kuat menjadi aktor utama dalam aksi penganiayaan berdarah di area publik yang menimpa seorang pria bernama Rizki.


​Tragedi ini terjadi di Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang. Tanpa ragu, MAY melayangkan sebilah samurai ke arah korban hingga mengakibatkan luka robek yang cukup serius.


​Alibi Asmara: Mengaku Sering Diuji Kesabarannya


​Di hadapan penyidik Mapolsek Lumajang pada Kamis (16/7/2026), MAY berdalih bahwa aksi brutalnya tersebut dipicu oleh rasa sakit hati dan cemburu yang mendalam. Ia mengklaim korban sudah berulang kali menggoda tunangannya, bahkan hingga berani mengajak calon istrinya itu ke sebuah rumah kos di kawasan Lumajang Kota.


​"Dia itu bolak-balik menggoda tunangan saya, dan bolak-balik pula sudah saya ingatkan," ujar MAY dengan nada membela diri saat digiring petugas.


​Puncak kekesalan MAY meledak pada Rabu malam (15/7/2026). Mengetahui sang tunangan diajak keluar malam dan dibawa ke kos-kosan oleh korban, MAY diam-diam membuntuti mereka menggunakan sepeda motor.


​MAY mengaku sempat menjemput tunangannya untuk diajak pulang. Namun, alih-alih meredam suasana, korban justru disebut-sebut membuntuti balik dan melayangkan tantangan kepada pelaku hingga dua kali.


​"Saya emosi, makanya saya lempar pakai samurai. Sebetulnya tidak ada niatan untuk menghabisi korban," aku MAY, sebuah pembelaan klasik yang kini harus ia pertanggungjawabkan di hadapan hukum.


​Berakhir dengan 12 Jahitan dan Ancaman 5 Tahun Penjara


​Pihak kepolisian memastikan bahwa drama berdarah ini murni dipicu oleh konflik cinta segitiga.


​"Motifnya, berdasarkan pemeriksaan awal, karena korban sering mengganggu pacar pelaku," ungkap Kapolsek Lumajang, Iptu Zainul Abidin.


​Akibat dari aksi "main hakim sendiri" ini, korban mengalami luka bacok serius di bagian tubuh sebelah kiri dan harus menerima perawatan medis berupa 12 jahitan.


​Selain mengamankan pelaku, polisi juga telah menyita barang bukti berupa sebilah samurai yang digunakan untuk menganiaya korban. Akibat gelap mata demi membela harga diri asmaranya, kini MAY harus bersiap menghadapi dinginnya sel tahanan.


​"Pelaku kami jerat dengan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," pungkas Iptu Zainul Abidin. (bp). 

​Sentil Kesadaran Lingkungan, Pak YES Apresiasi Pasukan Kuning dan Tegaskan Uji Emisi


LAMONGAN, MCE — Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak ingin sekadar memberikan slogan tanpa aksi nyata dalam menjaga kualitas udara. Memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui gerakan Jumat ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Pemkab Lamongan menggelar uji emisi massal bagi kendaraan bermotor yang dipusatkan di Kawasan Gajah Mada (Kagama), Jumat (17/7).


​Langkah ini menjadi "sengatan" bagi para aparatur sipil negara (ASN), sebab pengujian emisi tersebut menyasar langsung puluhan kendaraan dinas dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak YES), yang meninjau langsung jalannya uji emisi, menegaskan bahwa instansi pemerintah harus menjadi contoh terdepan dalam menekan polusi udara, bukan justru menjadi penyumbang emisi gas buang.


​Dari hasil pemeriksaan di lapangan, mayoritas kendaraan dinas dinyatakan lolos ambang batas aman. Namun, bagi segelintir kendaraan yang kedapatan "rapor merah" alias belum memenuhi syarat, Pak YES memberikan instruksi tegas untuk segera melakukan perbaikan total agar kembali memenuhi ketentuan lingkungan.


​“Sebagian besar sudah memenuhi syarat. Mudah-mudahan dengan ini kita dapat mengurangi polusi udara dan emisi gas buang,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak YES.


​Apresiasi Pasukan Kuning dan Tamparan untuk Ego Masyarakat


​Selain menguji kelaikan gas buang kendaraan, komitmen menjaga lingkungan ini juga tidak lepas dari peran garda terdepan kebersihan. Bupati YES secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada "Pasukan Kuning" (petugas kebersihan) yang selama ini konsisten merawat wajah Kabupaten Lamongan tetap asri.


​Kendati demikian, Pak YES mengingatkan bahwa urusan lingkungan hidup bukanlah tugas musiman atau sekadar beban yang dipundakkan kepada petugas kebersihan dan pemerintah saja. Beliau menyentil ego publik agar menjaga bumi didasari oleh rasa cinta, bukan sekadar kewajiban formalitas.


​“Agar upaya dilakukan secara kontinu, terus-menerus, istiqomah, ikhlas, untuk menjaga lingkungan, menjaga bumi ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya dengan nada tegas.


​Bupati YES menekankan bahwa konsistensi adalah kunci. Menjaga kualitas udara dan kebersihan lingkungan harus bertransformasi menjadi kesadaran kolektif serta kebiasaan hidup sehari-hari oleh seluruh elemen masyarakat Lamongan tanpa terkecuali. (s.genk). 


​#Bupati Lamongan #Yuhronur Efendi #Uji Emisi Lamongan #Jumat ASRI #Polusi Udara

​Bergerak Serentak Hari Ini! Strategi Hilirisasi Pangan Presiden Prabowo Dimulai dari Jawa Timur





​JAWA TIMUR, MCE - Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang mengancam rantai pasok dunia, Pemerintah Indonesia mengambil langkah agresif untuk mengamankan perut bumi pertiwi. Presiden Prabowo Subianto secara resmi bertolak ke Provinsi Jawa Timur guna memimpin langsung Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang digelar di 43 titik di seluruh penjuru Indonesia, Jumat (17/7/2026).


​Langkah ini bukan sekadar seremoni pertanian biasa, melainkan sebuah sinyal kuat dari "perang" modern melawan ketergantungan impor. Menariknya, agenda strategis ini menjadi bukti nyata meleburnya sinergi TNI dalam menjaga stabilitas nasional dari sektor non-militer, yaitu ketahanan pangan.


​Operasi ketahanan pangan terintegrasi ini membagi sektor pengawalan secara masif:

​• TNI Angkatan Udara (AU): Mengawal panen raya komoditas tebu di 8 titik strategis.

​• TNI Angkatan Darat (AD): Membentengi ketahanan pokok lewat panen padi di 31 titik.

• TNI Angkatan Laut (AL): Mengamankan produksi protein nabati melalui panen kedelai di 4 titik.


​"Pemerintah tidak lagi sekadar menanam, kita sedang membangun benteng pertahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," tegas arah kebijakan hilirisasi yang diusung dalam agenda ini.


​Selain turun langsung ke lahan pertanian, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau berbagai program unggulan TNI serta inisiatif hilirisasi. Fokusnya jelas: memastikan komoditas mentah tidak langsung dijual murah, melainkan diolah demi mendongkrak nilai tambah industri nasional secara eksponensial.


​Aksi serentak ini mengirimkan pesan tegas kepada publik dan pasar internasional bahwa Indonesia sedang memperkuat sektor agraria secara menyeluruh. Mulai dari melipatgandakan produksi, mendampingi nasib petani di garis depan, hingga eksekusi hilirisasi agresif demi satu tujuan mutlak: Swasembada pangan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat yang tidak bisa ditawar lagi. (bp). 

Berita Terbaru