Kamis, 26 Februari 2026

Gubernur Jatim Tekankan Sinergi TPID–TP2DD, Bupati Tuban Siap Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi




Tuban, MCE – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/2). Forum tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Jawa Timur, termasuk Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E.


Pada kesempatan ini hadir mendampingi Mas Bupati, Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Tuban, Sodikin, S.E., M.AP., dan Kepala Bagian Perekonomian, Sumber Daya Alam dan Administrasi Pembangunan Setda Tuban, Handrijanto, S.E.


Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya sinergi antara TPID dan TP2DD dalam menjaga ritme pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kolaborasi kedua tim menjadi fondasi utama dalam pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, sekaligus percepatan transformasi digital hingga ke level kabupaten/kota.


Ia menyampaikan bahwa pengendalian inflasi harus dimaknai sebagai momentum memperkuat konsumsi rumah tangga, mengingat daya beli masyarakat memegang peranan besar dalam struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.


Selain itu, optimalisasi produk pangan lokal turut menjadi sorotan. Pemerintah daerah diminta untuk mendorong pemanfaatan komoditas lokal, khususnya sektor perikanan dan peternakan, guna mengurangi ketergantungan pada produk impor dan mendukung program  nasional pemenuhan kebutuhan Makan Bergizi Gratis.


Gubernur juga menginstruksikan agar kepala daerah melakukan pendalaman monitoring harga dan pasokan secara real-time, memperkuat koordinasi antara daerah produsen dan konsumen, serta mempercepat integrasi layanan digital untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.


“Kepala daerah bersama tim wajib turun langsung memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di pasaran,” tegasnya.


Sementara itu, Bupati Tuban menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam menindaklanjuti arahan tersebut melalui langkah konkret pengendalian inflasi dan penguatan digitalisasi. Salah satunya melalui pelaksanaan Pasar Murah Ramadan 2026 di 20 kecamatan dengan menyediakan sembilan komoditas strategis yang dijual di bawah harga pasar guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.


Selain itu, Pemkab Tuban  juga telah meluncurkan program E-Retribusi yang dikembangkan oleh Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Tuban sebagai sistem pembayaran retribusi berbasis elektronik. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Jatim guna memperkuat integrasi transaksi digital daerah.


“Pemkab Tuban siap memperkuat pengendalian inflasi dan transformasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mas Lindra, Sapaan akrab Bupati Tuban.


Forum ini menegaskan komitmen bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah secara terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan. (bp).

Selasa, 24 Februari 2026

BKPSDM Tuban Raih Penghargaan Penyelenggara Pelatihan Terbaik



TUBAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Tuban kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban meraih Peringkat II Penyelenggara Pelatihan Terbaik dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur pada ajang ASN Achievement Award 2025 se-Jawa Timur.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Kepala BKPSDM Kabupaten Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih, Selasa (24/02/2026) di Kantor BPSDM Jatim. Penyerahan penghargaan turut disaksikan Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, dalam rangkaian acara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2026.


Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menegaskan pengembangan sumber daya manusia aparatur harus mampu menjawab kebutuhan publik yang terus berkembang. Menurutnya, ASN dituntut menjadi pribadi yang berkualitas, kompeten, serta memiliki jiwa melayani yang kuat.


“Pengembangan SDM harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kita harus mencetak ASN yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap dinamika zaman,” ujar Emil.


Wagub Emil Dardak menyoroti pentingnya konsep ASN adaptif. Yaitu aparatur yang mampu menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menunjang kinerja. Adaptasi yang dijalankan ASN akan semakin mendetail program yang disusun pemerintah. Alhasil, menjadikan pelayanan publik dapat terus ditingkatkan dan semakin mantap.


Sebagai abdi negara, lanjut Emil, setiap aparatur memiliki peranan untuk meyakinkan masyarakat perihal program pembangunan yang dijalankan pemerintah. "Kita harus membentuk kepercayaan bahwa setiap pajak yang dibayarkan membawa dampak dan manfaat kepada masyarakat," tegasnya.


Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tuban, Fien Roekmini Koesnawangsih, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut berkat dukungan penuh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, semua Kepala OPD dan kerja bersama seluruh jajaran BKPSDM dalam mendorong peningkatan kapasitas sebagai ASN.


Pemkab Tuban dibawah kepemimpinan Bupati Tuban, Mas Lindra berkomitmen menghadirkan program pelatihan yang relevan, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan organisasi maupun masyarakat. Prestasi yang diraih ini menjadi bukti komitmen Pemkab Tuban dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur sipil negara. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN di Kabupaten Tuban," jelasnya.


Ia menambahkan BKPSDM Tuban akan terus memperkuat sistem pengembangan kompetensi dan pembelajaran agar ASN semakin adaptif dan profesional. Melalui penguatan kualitas pelatihan dan pengembangan SDM, diharapkan ASN di lingkungan Pemkab Tuban semakin profesional, inovatif, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tuban. (bp).

Senin, 23 Februari 2026

Warga Semanding Antusias Sambut Pasar Murah Ramadan




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban hadir membantu meringankan kebutuhan warga saat bulan Ramadan kali ini. Pasar Murah Ramadan 2026 secara resmi dimulai serentak di 20 kecamatan. Pelaksanaan Pasar Murah Ramadan di halaman kantor Kecamatan Semanding diserbu warga. Berbagai komoditas pangan dijual lebih murah dibandingkan dengan harga pasar. 


Sekretaris Kecamatan Semanding, Dwi Putri Novianie, S.STP, MM., mengungkapkan sejak dimulai pukul 8.30 WIB warga terus berdatangan. Para pembeli kebanyakan adalah ibu-ibu yang mengincar bahan pokok berkualitas dengan harga yang murah. “Alhamdulillah, warga antusias membeli berbagai bahan pokok, terutama komoditas minyak,” jelasnya, Senin (23/02/2026).


Pemerintah kecamatan Semanding terus memaksimalkan promosi ke warga, baik via whatsapp, media sosial maupun promosi konvensional. Pelaksanaan Pasar Murah Ramadan kali ini diadakan mulai 23 Februari sampai 13 Maret 2026. Masyarakat dapat membeli sejumlah bahan pokok di kantor Kecamatan Semanding Senin-Jumat mulai 8.30 hingga 14.30 WIB. 


Sekcam Novi menjelaskan produk yang dijual di Pasar Murah Ramadan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Khusus untuk komoditas minyak dilakukan pembatasan pembelian yaitu satu orang hanya boleh membeli minyak dan gula maksimal 1 bungkus setiap harinya. 


“Jika ingin membeli lagi, kami persilakan untuk membeli esok hari. Tujuannya agar semua warga kebagian,” sambungnya. Pemerintah juga bekerja sama dengan Bank Jatim untuk menyediakan barcode untuk mempermudah proses transaksi. Sehingga warga dapat membayar secara non-tunai dan tidak kesulitan mencari pecahan kecil.


Kendati berlangsung di hari aktif, Sekcam Semanding menegaskan pelayanan administrasi tetap berlangsung dengan baik. Petugas dijadwalkan secara bergiliran untuk memberikan pelayanan publik maupun menjaga stan jualan. “Usai mengurus dokumennya, warga juga bisa berbelanja,” tandasnya.


Salah satu pembeli asal desa Pruggahan Kulon, Aulia mengaku senang karena bisa membeli sejumlah bahan pokok.Menurutnya, komoditas yang dijual di kantor Kecamatan Semanding memiliki kualitas yang baik dengan harga murah. 


Aulia menambahkan kegiatan ini sangat bermanfaat terutama di bulan Ramadan. Ia berharap program semacam ini dapat terus dijalankan. “Tidak hanya saat bulan Ramadan, tapi bisa terus dilanjutkan pada bulan berikutnya,” terangnya. 


Untuk diketahui, produk beras SPHP kemasan 5 kg yang disupport Bulog dijual Rp. 58.000,-. Untuk komoditas minyak dijual Rp. 15.500,- per kg, gula pasir seharga Rp. 17.000,- per kg. Selain itu, masih terdapat telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih yang dijual lebih rendah. (bp)

Sembako Lebih Terjangkau, Pasar Murah Ramadan Jangkau 20 Kecamatan




Tuban, MCE - Warga di 20 kecamatan kini bisa membeli sembako di bawah harga pasar setelah Pemerintah Kabupaten Tuban resmi menggelar Pasar Murah Ramadan 2026 mulai Senin 23 Februari 2026. Program ini menjadi langkah intervensi daerah untuk menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.


Terkait upaya tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, M.AP, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Pemkab Tuban mengambil langkah itu setelah mencermati tren harga bahan pokok penting (bapokting) dalam beberapa pekan terakhir.


“Kami melihat kecenderungan harga sembako naik cukup signifikan. Karena itu kami (Pemkab Tuban, red) hadir untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tersedia,” ujar dia.


Adapun dalam Pasar Murah Ramadan tersebut, sebanyak sembilan komoditas strategis disiapkan, yakni beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah, dan bawang putih. Komoditas tersebut dipilih karena berpengaruh terhadap inflasi daerah dan selalu mengalami kenaikan permintaan saat Ramadan.


Selain itu, Agus—sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan—menjelaskan, seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar. Meski demikian, untuk komoditas seperti cabai yang fluktuasinya tinggi, harga menyesuaikan perkembangan harian.


Di sektor distribusi, imbuhnya, pemerintah mengoptimalkan pasokan dari wilayah penghasil cabai seperti Kecamatan Bancar, Grabagan, Kerek, dan Kenduruan guna menjaga ketersediaan barang di pasar murah.


Tak hanya itu, guna mencegah pemborongan, pembelian dibatasi. Beras kemasan lima kilogram maksimal dua kemasan per orang. Sementara cabai dan bawang dijual dalam bentuk kemasan dengan pembatasan satu kemasan per pembeli agar distribusi merata.


Selanjutnya, pemerintah menerapkan sistem monitoring dan evaluasi harian. Setiap lokasi memiliki penanggung jawab yang melaporkan perkembangan stok, volume penjualan, serta dinamika lapangan. Jika stok menipis, tambahan pasokan segera dikirim.


“Kami tidak ingin masyarakat panik atau kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Target kami harga stabil sampai menjelang lebaran dan inflasi tetap terkendali,” kata Agus.


Selain pasar murah, Agus menambahkan bahwa pihaknya juga menggelar pasar takjil di 20 kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kegiatan tersebut memberi ruang bagi UMKM memasarkan produk selama Ramadan sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan. (bp).

​Perkuat Taring Pemberantasan Korupsi, KPK Resmi Lantik 9 Pejabat Strategis Baru




​JAKARTA, MCE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasinya. Bertempat di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada 18 dan 20 Februari 2026, KPK resmi melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.


​Pelantikan ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan upaya krusial untuk memastikan akselerasi kinerja lembaga antirasuah tersebut tetap berada pada jalur yang tepat. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa jabatan yang diemban oleh para pejabat baru ini merupakan tulang punggung organisasi.


​Dalam sambutannya, Setyo Budiyanto mengingatkan bahwa tanggung jawab para pejabat yang baru dilantik melampaui tugas struktural semata. Mereka memegang mandat strategis untuk menggerakkan fungsi utama KPK secara efektif, integratif, dan berorientasi pada hasil nyata.


​"Amanah ini adalah mandat untuk memastikan fondasi kebijakan dan tindakan KPK tetap berpijak pada integritas sebagai nilai utama," tegas Setyo. Ia juga menekankan pentingnya penerapan Kode Etik ISKPK serta core values ASN BerAKHLAK dalam setiap langkah pencegahan maupun penindakan korupsi.


​Berikut adalah jajaran pejabat baru yang diharapkan menjadi motor penggerak baru di lingkungan KPK:


​Pejabat Pimpinan Tinggi Madya:
​1. Asep Guntur Rahayu – Deputi Bidang Penindakan
​2. Aminudin – Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring
​3. Ely Kusumastuti – Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi


​Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama:
​1. Tessa Mahardhika – Direktur Penyelidikan
​2. Budhi Sarumpaet – Direktur Penuntutan
​3. Kunto Ariawan – Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat
​4. Maruli Tua – Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V
​5. Taryanto – Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi
​6. Iskandar Marwanto – Kepala Biro Hukum


​Langkah pengisian jabatan ini diyakini akan memperkuat sinergi internal dalam menghadapi tantangan pemberantasan korupsi yang semakin kompleks ke depan. Dengan sumber daya manusia yang profesional dan kolaboratif, KPK optimis dapat mengakselerasi pencapaian target-target strategis nasional. (bp). 

Minggu, 22 Februari 2026

​ ​Skandal Pencucian Uang Rp25,8 Triliun: Bareskrim Polri Obrak-abrik Rumah Mewah di Surabaya





​SURABAYA, MCE – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan langkah tegas dalam mengusut tuntas jaringan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kelas kakap. Pada Kamis (19/2), tim penyidik resmi menggeledah sebuah hunian di Surabaya yang diduga kuat menjadi titik kunci pelarian aset hasil praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Minggu (22/2/2026). 


​Kasus yang mengguncang publik ini bukan sekadar perkara tambang biasa. Berdasarkan Laporan Hasil Analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan aliran dana mencurigakan dengan angka yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp25,8 triliun sepanjang periode 2019 hingga 2025.


Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., mengungkapkan bahwa penggeledahan ini merupakan pengembangan dari perkara pokok yang berlokasi di Kalimantan Barat. Para pelaku diduga mencoba menyamarkan kekayaan hasil kejahatan lingkungan tersebut ke dalam sistem keuangan dan aset properti.


​"Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri terus berkomunikasi aktif dan berkolaborasi dengan PPATK dalam rangka penelusuran transaksi keuangan dari dugaan tindak pidana yang terjadi," tegas Brigjen Pol. Ade Safri dalam keterangannya.


Dalam operasi yang berlangsung intensif tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti elektronik, dokumen transaksi keuangan, serta aset lain yang diduga memiliki kaitan langsung dengan tindak pidana pencucian uang tersebut.


​Langkah agresif Polri ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku kejahatan sumber daya alam bahwa negara tidak akan membiarkan kekayaan alam dijarah secara ilegal, terlebih jika hasilnya dicuci untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.


​Saat ini, penyidik masih terus mendalami aliran dana ke berbagai pihak untuk memetakan siapa saja aktor intelektual di balik perputaran uang puluhan triliun rupiah tersebut. Fokus kepolisian kini tertuju pada pemulihan aset negara (asset recovery) guna memastikan kerugian ekonomi akibat tambang ilegal ini dapat diminimalisir. (bp). 


Sabtu, 21 Februari 2026

​Mengapa Tauhid Jadi Penentu Keselamatan Hidup? Ini Ulasan Ketua KMM Lamongan




​LAMONGAN, MCE – Tauhid bukan sekadar konsep teologis, melainkan fondasi utama yang menentukan arah hidup seorang Muslim. Tanpa tauhid yang kokoh, seluruh amal ibadah ibarat bangunan tanpa fondasi. Sabtu (21/2/2026). 


​Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Lamongan, M. Luthfillah, M.Ag., menegaskan bahwa tauhid (mengesakan Allah) adalah kunci utama keimanan. Secara mendalam, beliau membagi tauhid ke dalam tiga aspek esensial yang harus dipahami setiap Muslim:


​1. Tauhid Rububiyah: Keyakinan penuh bahwa hanya Allah SWT Sang Pencipta, Pengatur, dan Pemelihara semesta.
​2. Tauhid Uluhiyah: Kesadaran bahwa hanya Allah satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan ditaati tanpa tandingan.
​3. Tauhid Asma’ wa Sifat: Mengakui kesempurnaan nama dan sifat Allah yang tidak menyerupai makhluk apa pun.


​"Tauhid adalah akar. Jika akarnya kuat, maka ibadah dan akhlak seorang Muslim akan tumbuh dengan benar," ujar M. Luthfillah.


​Pentingnya tauhid ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Ikhlas: 1 yang berbunyi: “Katakanlah, 'Dia adalah Allah, Yang Maha Esa'." Selain itu, dalam surah Al-An’am: 102, Allah diingatkan sebagai Pencipta segala sesuatu yang wajib disembah.


​Tak hanya Al-Qur'an, Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Daud memberikan jaminan bagi mereka yang memegang teguh prinsip ini:
"Barangsiapa yang mengucapkan La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah) dengan ikhlas dari hatinya, maka dia akan masuk surga."


​Sebagai penutup, M. Luthfillah mengingatkan agar setiap Muslim menjauhi syirik. Mengutip hadits qudsi riwayat Tirmidzi, Allah SWT berfirman bahwa Dia berlepas diri dari mereka yang menyekutukan-Nya. Menjaga kemurnian tauhid adalah tugas seumur hidup demi meraih keselamatan di dunia dan akhirat. (M. Luthfillah). 

Berita Terbaru