Senin, 13 Juli 2026

Bahas Kepemimpinan Masa Depan, Seskab Teddy Sambangi Akmil Magelang Bersama 8 Rekan



MAGELANG, MCE – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan dinas ke Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada Senin pagi (13/7/2026). Kehadiran Seskab Teddy kali ini adalah untuk memenuhi undangan resmi guna memberikan pembekalan motivasi dan wawasan kebangsaan kepada lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III.


​Dalam agenda yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut, Seskab Teddy tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh delapan rekan sejawatnya yang turut dihadirkan untuk berbagi pengalaman lapangan serta perspektif strategis kepada para taruna generasi muda TNI tersebut.


​Selama kurang lebih tiga jam, suasana forum berlangsung interaktif. Di hadapan ribuan taruna, Seskab Teddy menekankan tiga poin krusial yang harus dimiliki oleh calon perwira masa depan:

​• Integritas Kepemimpinan: Membangun fondasi karakter yang kuat dan tidak tergoyahkan.

​• Semangat Jiwa Korsa: Menjunjung tinggi kebersamaan dan soliditas antarlini.

​• Komitmen Pengabdian: Menguatkan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.


​"Para taruna dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan, menjaga disiplin yang ketat, serta bersiap adaptif dalam menghadapi dinamika tantangan global yang semakin kompleks," ujar Teddy dalam arahannya.


​Sesi pembekalan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi inspirasi bagi para taruna Akmil, tetapi juga menjadi pemantik tekad. Melalui pembekalan ini, diharapkan lahir generasi pemimpin TNI yang tidak hanya berkarakter kuat dan adaptif, melainkan juga mampu berkolaborasi lintas sektor demi mewujudkan visi Indonesia Maju. (bp). 

Pemkab Tuban dan Unair Perkuat Sinergi, 194 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban menerima sebanyak 194 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) ke-8 Universitas Airlangga (Unair) Tahun 2026 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (13/7). Kehadiran ratusan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat.


Mahasiswa KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga berasal dari berbagai program studi dan akan melaksanakan pengabdian masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Tuban.


Dekan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Prof. Dian Yulie Reindrawati, menyampaikan bahwa KKN BBK merupakan wujud tanggung jawab perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Selama pelaksanaan KKN, mereka diharapkan mampu mengidentifikasi potensi maupun persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menghadirkan gagasan dan solusi sesuai disiplin ilmu yang dimiliki.


Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dengan memotret kondisi nyata di tengah masyarakat. "Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami persoalan di masyarakat, kemudian ikut berkontribusi dalam penyelesaiannya. KKN menjadi ruang belajar sekaligus pengabdian agar ilmu yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Prof. Dian juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tuban yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dapat terus dijalankan pada berbagai sektor lainnya.


Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menyampaikan Pemkab Tuban menyambut baik pelaksanaan KKN BBK Universitas Airlangga. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkaya perspektif pembangunan daerah.


Abdul Rakhmat berharap para mahasiswa dapat menghadirkan ide, inovasi, maupun rekomendasi pembangunan yang berangkat dari pendekatan akademis dan kondisi riil masyarakat di lapangan.

"Kami berharap program kerja yang disusun mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Jika memungkinkan, program tersebut juga dapat diselaraskan dengan kegiatan pemerintah daerah sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan," ungkapnya.


Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap pelaksanaan KKN BBK ke-8 Universitas Airlangga tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban. (bp). 

Dispendik Tuban Kawal MPLS yang Aman, Inklusif, dan Menyenangkan




TUBAN, MCE – Pemkab Tuban melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh SD dan SMP berlangsung aman, ramah, edukatif, serta bebas dari praktik perpeloncoan. Kegiatan MPLS menjadi momentum awal bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan karakter positif sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan pembelajaran sejak awal masuk sekolah. Kegiatan MPLS sebagai momentum membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan ini harus menjadi ruang yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan. “Agar peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter positif sejak awal perjalanan pendidikannya," ungkapnya, Senin (13/07/20260.


Irma menerangkan tujuan utama MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga budaya belajar, tata tertib, warga sekolah. Sekaligus menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan cinta terhadap dunia pendidikan.


Pelaksanaan MPSD tahun ajaran 2026/2027 mengusung tema "Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Perpeloncoan". Tema ini diangkat dengan fokus pada pembentukan karakter peserta didik. Berbagai materi wajib diberikan kepada siswa baru. Diantaranya Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, edukasi sopan santun di media sosial, hingga pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S). Selain itu, materi MPLS diarahkan memperkuat pendidikan karakter melalui pengenalan budaya sekolah, tata tertib, pencegahan perundungan.


Seluruh kegiatan dilaksanakan pada minggu pertama tahun ajaran dan terpusat di lingkungan sekolah, serta berada di bawah pengawasan langsung guru. Dispendik Tuban juga menegaskan tidak boleh ada praktik perpeloncoan, kekerasan, diskriminasi, maupun pungutan dalam bentuk apa pun selama MPLS berlangsung.


Untuk memastikan seluruh sekolah mematuhi ketentuan tersebut, Dispendik telah menerbitkan berbagai arahan kepada satuan pendidikan. Regulasi secara tegas melarang adanya perpeloncoan, penggunaan atribut yang tidak edukatif, pungutan biaya, maupun penyerahan penyelenggaraan MPLS kepada pihak lain.


"Bagi sekolah yang melanggar ketentuan, terdapat mekanisme sanksi administratif hingga penghentian pelaksanaan kegiatan. Karena itu kami meminta seluruh sekolah mematuhi pedoman yang telah ditetapkan," tegasnya. Selain pengawasan internal, Dispendik Tuban juga terus memperkuat kolaborasi dengan Program INOVASI Jawa Timur untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada peserta didik.


Irma Putri menerangkan dalam pelaksanaan MPLS, setiap sekolah diwajibkan melakukan evaluasi dan menyampaikan laporan hasil MPLS kepada Dinas Pendidikan paling lambat 30 hari kerja setelah kegiatan selesai. Dispendik juga melakukan pemantauan langsung serta membuka posko dan layanan pengaduan bagi masyarakat apabila ditemukan pelanggaran selama pelaksanaan MPLS.


Sekretaris BKPSDM Tuban ini mengajak seluruh pihak berperan aktif menyukseskan MPLS sebagai langkah awal membangun generasi Tuban yang berkarakter. Pihak sekolah diharapkan menjadikan MPLS sebagai pintu masuk mengenalkan sekolah dengan cara yang menyenangkan dan tanpa kekerasan. Di sisi lain, keberadaan orang tua diharapkan turut mendampingi anak beradaptasi serta melaporkan apabila menemukan praktik yang tidak sesuai ketentuan. 


“Kepada seluruh peserta didik baru, jadikan MPLS sebagai awal untuk mengenal sekolah, membangun semangat belajar, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap menyongsong masa depan," pungkasnya. (bp).

Minggu, 12 Juli 2026

​Bukan Formalitas! Gebrakan MTsN 1 Bojonegoro Bentengi Siswa Baru dari Narkoba hingga Kekerasan




​BOJONEGORO, MCE – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, MTsN 1 Bojonegoro membuat langkah berani dalam menyambut generasi muda. Mengubah paradigma Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dulu kaku, madrasah ini menggelar Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan konsep yang jauh lebih visioner dan protektif. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini dirancang sebagai benteng pertahanan siswa di tengah gempuran krisis moral remaja. Senin (13/7/2026). 


​Kegiatan inti MATAMUDA berlangsung selama tiga hari intensif dan ditutup pada hari Sabtu. Ketua Panitia, Untung Soerjoko, menegaskan bahwa orientasi tahun ini sengaja dibuat berbobot dengan melibatkan sinergi lintas sektor guna memperkenalkan tata krama serta tradisi belajar madrasah.


​"Hari ini kami mengundang seluruh wali murid untuk mengikuti upacara pembukaan sekaligus menyerahkan putra-putrinya secara resmi. Ini adalah simbol penyerahan amanah dan awal kolaborasi," ujar Untung.


​Sebagai langkah konkret, pihak madrasah menggandeng institusi penegak hukum. Pada hari Jumat, Satlantas Polres Bojonegoro akan turun langsung memberikan sosialisasi tertib lalu lintas. Sementara pada hari Selasa mendatang, pihak Kepolisian akan menyengat kesadaran siswa lewat edukasi tegas mengenai bahaya laten rokok dan narkoba yang kian mengintai usia remaja.


​8 Materi Strategis MATAMUDA MTsN 1 Bojonegoro:

​1. Moderasi Beragama (Internalisasi nilai toleransi).

​2. Bahaya Rokok dan Narkoba (Edukasi preventif bersama Kepolisian).

​3. Pencegahan Kekerasan di Madrasah (Bersama Dinas P3KB).

​4. Internet Sehat (Strategi bijak bermedsos dari Dinas Infokom).

​5. Lingkungan Hidup (Menumbuhkan kepedulian alam).

​6. PBB dari Koramil (Penggemblengan disiplin dan mental).

​7. Bakti Sosial (Baksos) (Mengasah empati sosial nyata).

​8. Sosialisasi Satlantas (Keselamatan berkendara).


​Pesan Tegas Kepala Madrasah: Pendidikan Bukan Penitipan Anak


​Kepala MTsN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, M.Ag., M.M.Pd.I., memberikan pesan menohok kepada para orang tua. Beliau mengingatkan bahwa suksesnya pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada pundak guru di sekolah.


​"Kami meminta wali murid mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Namun, kerja sama itu wajib. Orang tua harus aktif memantau perkembangan anak, termasuk mengawasi ketat aktivitas mereka di luar jam sekolah, terutama di sepanjang jalur antara rumah dan madrasah," tegas M. Saifuddin.


​Langkah preventif MTsN 1 Bojonegoro ini menjadi potret nyata bagaimana lembaga pendidikan Islam bergerak progresif: tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga siap pasang badan melindungi masa depan generasi bangsa. (bp). 

​Menuju 17 Agustus: Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Anggota Paskibraka Terbaik Siap Kibarkan Semangat Nasionalisme




​BOJONEGORO, MCE – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, persiapan matang terus ditunjukkan oleh berbagai satuan pendidikan. Salah satunya datang dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro.


​Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedie Agus Setiyoono, S.Pd., M.MPd., memberikan apresiasi tinggi sekaligus suntikan motivasi mendalam bagi para siswa yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pelajar. Senin (13/7/2026). 


​Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar tentang baris-berbaris atau penampilan fisik saat upacara, melainkan simbol dari kedisiplinan, dedikasi, dan rasa cinta tanah air yang tertanam kuat di jiwa generasi muda.


​Disiplin dan Karakter Tangguh Jadi Kunci Utama


​Dalam arahannya, Roedie Agus Setiyoono menekankan bahwa menjadi bagian dari Paskibraka adalah sebuah kehormatan besar yang membawa tanggung jawab moral tidak sedikit.


​"Tugas ini adalah wujud nyata dari bela negara di tingkat pelajar. Melalui Paskibraka, kalian tidak hanya dilatih secara fisik untuk menampilkan formasi terbaik, tetapi juga ditempa mentalnya untuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat," ujar Roedie Agus Setiyoono.


​Beliau juga menambahkan beberapa poin penting terkait esensi keikutsertaan siswa dalam kegiatan sakral ini:

​• Menjaga Nama Baik: Anggota Paskibraka diharapkan menjadi duta sekolah yang mampu menjaga integritas, etika, dan nama baik SMKN 1 Bojonegoro di tingkat kabupaten maupun lebih tinggi.

​• Transformasi Karakter: Pengalaman selama masa karantina dan latihan keras diharapkan mampu membentuk karakter yang mandiri, kompak, serta tanggap terhadap lingkungan sekitar.

​• Inspirasi Bagi Sesama: Prestasi dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para anggota Paskibraka ini harus mampu menjadi pemantik motivasi bagi seluruh siswa-siswi lainnya di sekolah.


​Siap Berikan Penampilan Terbaik


​Menutup pernyataannya, Kepala SMKN 1 Bojonegoro optimis bahwa dengan persiapan matang, kerja keras, dan doa yang terus mengalir, tim Paskibraka dari SMKN 1 Bojonegoro akan mampu menjalankan tugas mulia ini dengan lancar tanpa kendala berarti pada upacara puncak nanti.


​Dengan seragam kebanggaan yang gagah dan formasi yang solid, para kader bangsa ini siap melangkah mantap demi mengibarkan Sang Merah Putih dan mengharumkan nama sekolah serta daerah. (bp). 

Dukung Ketahanan Pangan, Cabdindik Bojonegoro-Tuban Rilis Produk Inovatif ‘SIKAP’ Hasil Karya Siswa SMA/SMK



Bojonegoro, MCE – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif dan mandiri. Komitmen ini dibuktikan lewat peluncuran program Produk SIKAP (Sistem Inovasi Ketahanan Pangan), sebuah gerakan kreatif yang diinisiasi oleh berbagai satuan pendidikan setingkat SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban. Senin (13/7/2026).


​Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban, Maskun, S.Pd., M.M., dalam konferensi pers menyampaikan apresiasi luar biasa atas lahirnya inovasi-inovasi berbasis pangan lokal dari para pelajar. Menurutnya, sekolah kini tidak lagi sekadar menjadi ruang belajar teori, melainkan inkubator bisnis dan pusat kreativitas nyata yang relevan dengan tantangan zaman.


"Melalui Produk SIKAP ini, kita mendidik anak-anak untuk peka terhadap isu ketahanan pangan sekaligus melatih jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) mereka sejak dini. Produk yang dihasilkan sangat kompetitif, sehat, alami, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujar Maskun.


​Program ini sukses menggerakkan berbagai sekolah untuk memproduksi komoditas unggulan secara mandiri yang dikelola langsung oleh siswa dengan bimbingan para guru. Beberapa sekolah yang menampilkan inovasi luar biasa di antaranya:

​• SMAN 3 Bojonegoro (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan): Di bawah kepemimpinan Tri Herwidyatmono, S.Pd., M.Pd., sekolah ini sukses memasarkan produk segar dari Kebun SIKAP SMAGABO, mulai dari Telur Ayam besek, Pisang Raja, Pisang Cavendish, hingga Paket Sayur Segar organik siap konsumsi.

​• SMAN 1 Rengel: Di bawah nakhoda Titis Asmarani, S.Pd., M.M., berhasil menciptakan produk olahan kreatif bernilai tambah seperti Keripik Bayam kaya serat, Keripik Pisang manis alami, Kerupuk Pakcoy antioksidan tinggi, serta Keripik Singkong bebas kolesterol.

​• SMKN 1 Singgahan: Dipimpin oleh Rina Wijayanti, S.Pd., M.M., sekolah ini berfokus pada budidaya modern (hidroponik dan organik). Siswa kompeten di sini menghasilkan sayuran segar bebas pestisida dan camilan sehat yang mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.


​• SMAN 1 Jatirogo: Di bawah pimpinan M. Saiful Wajdi, S.Pd., M.Pd., ikut unjuk gigi dengan meluncurkan Telur Segar kemasan besek ramah lingkungan serta varian Keripik Singkong Putih, Singkong Kuning, dan Keripik Pisang yang renyah dan higienis.


​Langkah masif yang diinisiasi oleh Cabdindik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban ini diharapkan tidak hanya menjadi pemantik kreativitas internal sekolah, namun juga mampu menginspirasi masyarakat luas untuk memanfaatkan potensi lokal demi mewujudkan kemandirian pangan dari lingkup terkecil.


​Produk-produk SIKAP hasil karya pelajar ini sekarang sudah mulai dipasarkan secara luas baik secara offline di lingkungan sekolah maupun melalui platform digital resmi masing-masing satuan pendidikan. (bp). 


​#CabdindikBojonegoroTuban #ProdukSIKAP #Maskun #KetahananPanganSekolah #InovasiSiswaSMASMK

Kehilangan Akal Sehat! Remaja 15 Tahun di Sampang Digilir 27 Pria, Netizen Desak Hukuman Mati



​SAMPANG, MCE - Nalar publik kembali diuji oleh tragedi kemanusiaan yang teramat kelam di Kabupaten Sampang, Madura. Seorang remaja perempuan yang masih berusia 15 tahun menjadi korban kebiadaban kolektif setelah diperkosa secara bergilir oleh 27 pria. Kasus memilukan yang mengoyak rasa keadilan ini akhirnya terbongkar berkat kepekaan dan kecurigaan mendalam dari orang tua korban. Minggu (12/7/2026). 


​Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, mengungkapkan bahwa tabir gelap ini terkuak setelah pihak keluarga mencium gelagat yang tidak wajar pada diri korban. Orang tua korban menaruh kecurigaan besar lantaran buah hati mereka berulang kali pulang ke rumah pada larut malam, bahkan hingga menjelang pagi hari dalam kondisi yang mencurigakan.


​Didesak oleh rasa cemas yang mendalam, orang tua korban langsung menginterogasi putri mereka. Pertahanan remaja malang itu runtuh; ia seketika menangis histeris dan mengakui petaka memilukan yang telah merenggut masa depannya.


​"Keluarga curiga korban (telah diperkosa beberapa orang)," ujar Iptu Nur Fajri Alim saat memberikan keterangan kepada media.


​Bak disambar petir di siang bolong, mendengar pengakuan yang menyayat hati tersebut, pihak keluarga langsung bergerak cepat menyambangi Mapolres Sampang demi menuntut keadilan. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menyeret seluruh pelaku tanpa terkecuali ke balik jeruji besi.


​"Kejadian itu resmi dilaporkan oleh keluarga korban pada tanggal 29 Juni 2026. Dari laporan tersebut, proses penyelidikan langsung kami lakukan hingga akhirnya tabir kasus ini terungkap," tambah Fajri.


​15 Pelaku Masih Berkeliaran


​Hingga narasi ini diturunkan, komitmen kepolisian tengah diuji. Pihak Polres Sampang baru berhasil mengamankan 12 pelaku yang kini tengah menjalani proses hukum intensif.


​Namun, tugas berat masih menanti. Sebanyak 15 pelaku lainnya dilaporkan masih buron dan berkeliaran bebas. Polisi menegaskan bahwa pengejaran intensif terus dilakukan demi menyeret sisa-sisa komplotan pelaku predator seksual ini ke hadapan hukum. Publik kini menanti ketegasan aparat untuk memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para perusak masa depan bangsa. (bp). 

Berita Terbaru