Kamis, 30 April 2026

Pemkab Tuban Manfaatkan Data Terpadu Sebagai Acuan SPMB 2026



TUBAN, MCE – Pemkab Tuban bersiap menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 dengan mematangkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran proses penerimaan peserta didik baru. Sebagai leading sector, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban menggelar Deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Kamis (30/04/2026).


Kegiatan ini menjadi penanda komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh satuan pendidikan dalam mewujudkan sistem penerimaan siswa yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., Wabup Tuban, Drs. Joko Sarwono, perwakilan Forkopimda, Sekda Tuban beserta jajaran OPD terkait, serta perwakilan lembaga pendidikan dari berbagai jenjang.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., mengungkapkan proses penerimaan siswa baru di Kabupaten Tuban kini berbasis data terpadu. Data tersebut diperoleh dari hasil verifikasi dan validasi (Verval) yang disandingkan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.


“Melalui pengolahan data tersebut, kami dapat mengetahui data anak dan calon siswa secara rinci by name by address. Ini menjadi acuan dasar dalam penyusunan program SPMB tahun ajaran 2026/2027,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Lindra.


Mas Lindra menjelaskan pemanfaatan data terintegrasi ini juga memungkinkan pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan pendidikan secara lebih komprehensif, termasuk mengetahui jumlah anak penyandang disabilitas. Pemkab Tuban bersama OPD terkait, TP PKK, dan Dharma Wanita Persatuan akan menghadirkan solusi agar anak-anak disabilitas tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.


Selain itu, sinkronisasi data juga mampu mengidentifikasi anak-anak yang sempat putus sekolah. Menindaklanjuti hal tersebut, lembaga pendidikan didorong untuk melakukan pendekatan persuasif agar para siswa tersebut dapat kembali melanjutkan pendidikan. “Semua anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah. Kami ingin memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegasnya.


Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemkab Tuban tidak hanya mempertimbangkan aspek zonasi dan nilai akademik, namun juga memasukkan aspek non-akademik sebagai bagian dari penilaian. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi potensi dan bakat yang dimiliki setiap anak.


Mas Lindra menambahkan pemanfaatan data yang akurat dan mutakhir akan mendukung pemerataan distribusi siswa di setiap lembaga pendidikan. Dengan data by name by address, sekolah dapat mengetahui calon siswa yang berada paling dekat dengan wilayahnya. 


“Kami berupaya mengoptimalkan kuota penerimaan di tiap lembaga agar seluruh anak dapat tertampung dan memperoleh layanan pendidikan,” imbuhnya. Harapannya, tidak ada kasus sekolah tidak memperoleh siswa maupun anak yang gagal sekolah karena tidak bisa mendaftar. Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban diminta untuk terus melakukan pembaruan data secara berkala guna menjaga validitas informasi dalam pelaksanaan SPMB.


Bupati Tuban menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Deklarasi SPMB yang diikuti berbagai lembaga pendidikan. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tuban. “Kami memastikan proses SPMB tahun 2026 berjalan transparan dan tanpa pungutan apapun. Masyarakat juga dapat mengakses informasi seluas-luasnya sebagai persiapan pendaftaran anak,” pungkasnya. (bp).

​Bukan Sekadar Jajan, Bazar SMPN 2 Siliragung Jadi Ajang 'Life Skill' dan Kolaborasi Lintas Pelajaran





​BANYUWANGI, MCE – Halaman SMP Negeri 2 Siliragung berubah menjadi panggung kreativitas dan diplomasi kuliner pada Kamis (30/04/2026). Melalui bazar makanan tradisional yang meriah, sekolah ini membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu tersekat di dalam ruang kelas, melainkan bisa dieksplorasi melalui aroma dan cita rasa warisan leluhur.


​Acara yang menyedot antusiasme tinggi dari siswa, wali murid, hingga masyarakat sekitar ini bukan sekadar ajang jual beli. Bazar ini dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran luar kelas yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sekaligus, mulai dari Olahraga, IPA, Seni Budaya, hingga Ekonomi.


​Kepala SMPN 2 Siliragung, Heru Purwanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan aplikasi nyata dari tema Festival Makanan Sehat Lokal. Siswa ditantang untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan bergizi yang memiliki nilai jual.


​"Kami ingin membekali siswa dengan life skill melalui kegiatan kokurikuler. Tujuannya jelas, agar saat mereka lulus nanti, ilmu ini bisa diimplementasikan langsung di tengah masyarakat sesuai bakat dan minat masing-masing," ujar Heru Purwanto dalam sambutannya.


​Keunikan bazar ini terletak pada kemasannya. Setiap stan tidak hanya menyajikan menu otentik, tetapi juga mampu memaparkan narasi sejarah di balik hidangan yang mereka buat. Suasana semakin kental dengan nuansa Indonesia berkat iringan musik gamelan dan penampilan tari daerah yang dibawakan dengan apik oleh para siswa.


Menariknya, SMPN 2 Siliragung juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan branding sekolah secara halus. Pihak panitia mengundang siswa-siswi tingkat SD dan MI di wilayah sekitar untuk turut merasakan atmosfer keseruan belajar di sekolah tersebut.


​"Kehadiran adik-adik dari SD dan MI ini sangat penting. Kami ingin mereka melihat langsung bagaimana serunya belajar di SMPN 2 Siliragung, sehingga harapannya setelah lulus nanti, mereka tidak ragu untuk melanjutkan pendidikan di sini," tambah Heru.


​Melalui festival ini, SMPN 2 Siliragung sukses menyatukan misi pelestarian budaya, penguatan karakter, dan edukasi kewirausahaan dalam satu wadah yang menyenangkan. Generasi muda tidak hanya diajak mencintai produk lokal, tetapi juga dididik untuk menjadi pelaku ekonomi yang kreatif dan bangga akan identitas bangsanya.
​(S.H.)

Rabu, 29 April 2026

​Sapu Bersih! SMAN 1 Jatirogo Borong 16 Piala di FLS2N Tuban 2026, 3 Siswa Melenggang ke Jatim ​



TUBAN, MCE – Gema prestasi kembali lahir dari ujung barat Kabupaten Tuban. SMAN 1 Jatirogo (SMAJA) sukses menorehkan tinta emas dengan memborong total 16 penghargaan dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di SMAN 1 Tuban, Rabu (29/04/2026).


​Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini menjadi panggung pembuktian bagi siswa-siswi SMAJA. Tidak sekadar berpartisipasi, delegasi Jatirogo menunjukkan dominasi yang luar biasa di hampir seluruh cabang perlombaan seni.


​Kemenangan SMAN 1 Jatirogo dipuncaki oleh tiga talenta muda yang berhasil meraih posisi tertinggi. Shinta Nur Rochayati dari kelas X-2 tampil memukau di bidang Desain Poster dan berhasil menyabet Juara 1. Jejak kemenangan ini diikuti oleh Hafshoh Mufidah (XI-5) yang meraih Juara 1 Menulis Cerita Pendek, serta Ramanda Dico Pratama (XI-5) yang mengukuhkan diri sebagai Juara 1 Kriya. Berkat hasil ini, ketiganya resmi ditunjuk menjadi wakil Kabupaten Tuban untuk berlaga di tingkat Provinsi Jawa Timur.


​Kekuatan seni SMAJA juga terlihat merata di kategori lainnya. Pada posisi Juara 2, tercatat nama Muhammad Imam Syafi'i (XI-3) untuk bidang Cipta Puisi, Gracia Gabriel Maidangkay (XI-1) pada Cipta Lagu, serta Niscita Amala Hakim (X-7) di bidang Jurnalistik.


​Sementara itu, torehan Juara 3 berhasil dipersembahkan oleh:

​1. Arfanasrul Mukminin (XI-3) dalam bidang Menulis Cerita Pendek.

​2. Erlytha Natcwa Putri Agustina (X-3) untuk Menyanyi Solo Putri.

​3. Theresia Cindy Siboro (X-5) di cabang Monolog.
​Grecilia Prisna Ainurrohmah (XI-4) pada bidang Jurnalistik.


​Semangat pantang menyerah juga ditunjukkan oleh para peraih gelar Juara Harapan. Di kategori Harapan 1, diraih oleh Nafisa Aida Rachma (Cipta Puisi) dan Sheila Noer Rahmah (Menyanyi Solo Putri). Untuk Harapan 2, diraih oleh Oktavieno Cahya Putra (Baca Puisi) dan Rizky Ardiansyah Oktaviano (Menyanyi Solo Putra). Menutup daftar kemenangan, posisi Harapan 3 ditempati oleh Naila Zulfa (Desain Poster) serta tim Film Pendek yang beranggotakan Andina Rasti, Rakha Hanif, dan Sairena Nindita.


​Kepala SMAN 1 Jatirogo, M. Saiful Wajdi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan kado indah bagi sekolah. "Ini adalah hasil dari kerja keras siswa dan bimbingan telaten para guru. Menang 16 kategori dalam satu hari adalah pencapaian yang fantastis," ujarnya bangga.


​Dengan hasil ini, SMAN 1 Jatirogo semakin mengukuhkan diri sebagai lumbung seniman muda di Bumi Wali. Mari kita dukung para perwakilan SMAJA yang akan berjuang membawa nama Tuban di level provinsi mendatang. (bp). 

Jembatan Merah Putih Presisi di Bangilan Diresmikan, Akses Warga Kini Lebih Aman




Tuban, MCE - Harapan warga Dusun Sambong Lombok, Desa Bangilan, akhirnya terwujud setelah jembatan yang selama ini hanya berupa bambu kini berdiri lebih kokoh dan aman dilalui. Pemerintah Kabupaten Tuban bersama Polres Tuban meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Rabu (29/4), dalam rangkaian Dialog Kamtibmas yang dihadiri Bupati Tuban, Kapolres Tuban, dan Forkopimca setempat, sekaligus menandai perbaikan akses vital bagi aktivitas harian masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menjelaskan, jembatan ini menjadi jalur utama aktivitas warga. Menurut dia, akses tersebut setiap hari digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bersekolah hingga aktivitas ekonomi seperti ke sawah dan pasar. “Dulu masih berbentuk bambu. Lalu Kapolres Tuban menginisiasi agar dalam waktu cepat jembatan ini diperbaiki,” ujarnya.


Selanjutnya, Mas Lindra—sapaan Bupati Tuban—menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Tuban atas inisiasi pembangunan. Ia menilai kehadiran Polri tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga mendorong pembangunan yang berdampak langsung. “Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Tuban menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres,” kata dia.


Menurut keterangannya, jembatan yang berdiri di atas sungai Dusun Sambong Lombok itu menggunakan struktur beton dan besi sehingga lebih aman. Ia menegaskan pembangunan ini tidak semata pada besaran anggaran, tetapi manfaat nyata bagi masyarakat.


Di sisi lain, orang nomor satu di Tuban itu juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat setempat yang menjadi faktor penting dalam proses pembangunan yang dilakukan dengan bergotong royong, mulai dari menyiapkan bahan hingga membantu pengerjaan, bahkan dukungan dalam bentuk apapun. “Ini bukti kuatnya kebersamaan,” ujarnya.


Lebih lanjut, keberadaan jembatan ini dinilai memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Anak-anak kini dapat berangkat sekolah dengan lebih aman, sementara mobilitas hasil pertanian dan perdagangan menjadi lebih efisien.


Untuk itu, Bupati turut mengajak masyarakat menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya berkelanjutan. “Saya titip, jembatan ini dijaga dengan baik. Dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” pesan Mas Lindra.


Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menyampaikan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Tuban dan Pemerintah Kabupaten Tuban. Menurut dia, peran pemerintah daerah menjadi penggerak utama dalam percepatan pembangunan. “Pembangunan ini bukan semata-mata oleh kami dari kepolisian. Kami hanya mendukung. Yang menjadi penggerak utama adalah Bupati bersama pemerintah daerah,” kata Kapolres.


Selain itu, Kapolres menegaskan bahwa sinergi tersebut sejalan dengan arahan pimpinan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menyebut langkah tersebut diterapkan dalam berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.


Lebih lanjut, Kapolres berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi dapat meningkatkan keselamatan dan memperlancar aktivitas warga. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya berkelanjutan. 


“Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.


Di sisi lain, warga setempat Suparman (63) menyampaikan apresiasi atas terbangunnya Jembatan Merah Putih Presisi. Ia mengaku keberadaan jembatan tersebut menjawab kebutuhan warga yang selama ini kesulitan saat melintasi sungai, terutama ketika debit air meningkat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tuban dan jajaran Polres Tuban. Sekarang masyarakat tidak lagi kesulitan menyeberang,” kata dia.


Menurut dia, jembatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas harian warga. Akses menuju lahan pertanian, pasar, dan fasilitas pendidikan menjadi lebih mudah dan aman. Ia juga berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga bersama agar manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang. (bp).

​SMPN 2 Gambiran Gencarkan Program SAS dan Sukseskan O2SN Banyuwangi




​BANYUWANGI, MCE – Sekolah bukan sekadar ruang kelas untuk transfer ilmu pengetahuan, melainkan kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Filosofi inilah yang kini tengah digaungkan secara nyata oleh SMPN 2 Gambiran melalui inovasi program Sekolah Asuh Sekolah (SAS) serta peran aktifnya dalam mendukung talenta muda di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).


​Di bawah kepemimpinan Sabto Orbayani, S.Pd., M.Pd., SMPN 2 Gambiran membawa konsep kepedulian ke level yang lebih luas. Program SAS di sekolah ini tidak hanya berfokus pada pendampingan akademik antar-siswa, tetapi telah bertransformasi menjadi empat pilar utama:

​1. Sekolah Asuh Sekolah: Menciptakan ekosistem di mana siswa saling mendukung, sehingga tidak ada lagi siswa yang merasa terisolasi atau takut menghadapi kesulitan belajar.

​2. Sekolah Asuh Sungai: Menanamkan kesadaran ekologis untuk menjaga kelestarian sumber daya air di sekitar lingkungan sekolah.

​3. Sekolah Asuh Stunting: Bentuk kepedulian nyata dunia pendidikan terhadap isu kesehatan nasional.

4. ​Sekolah Asuh Sampah: Edukasi manajemen limbah demi terciptanya lingkungan belajar yang bersih dan nyaman.


​"Tujuan utama kami adalah menciptakan suasana sekolah yang ramah, aman, dan menyenangkan. Siswa yang mengalami kesulitan tidak perlu merasa malu, karena mereka memiliki rekan sebaya yang siap merangkul," ujar Sabto Orbayani saat ditemui di sela kesibukannya, Rabu (29/04/26).


​Hari ini, kemeriahan tampak jelas di aula SMPN 2 Gambiran yang menjadi lokasi perlombaan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) cabang Senam Lantai. Kegiatan ini menjadi bukti nyata soliditas tenaga pendidik di Kabupaten Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Gambiran.


​Kerja sama antar-dewan guru menjadi kunci suksesnya perhelatan ini. Mereka bahu-membahu memastikan setiap atlet muda mendapatkan panggung terbaik untuk menyalurkan bakatnya.


​Salah satu momen menyentuh datang dari Alif, peserta cilik asal SDN 6 Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Dengan wajah berseri, ia mengungkapkan kegembiraannya dapat berlaga di aula SMPN 2 Gambiran. Menariknya, seluruh fasilitas dan kepesertaan dalam kegiatan ini dipastikan gratis (free) tanpa pungutan biaya, sebagai bentuk dedikasi penyelenggara terhadap pembinaan atlet sejak dini.


​Melalui integrasi program karakter seperti SAS dan dukungan terhadap ajang prestasi seperti O2SN, SMPN 2 Gambiran berharap dapat menjadi motor penggerak kualitas pendidikan di Bumi Blambangan.


​"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan aman, lancar, dan sukses. Ini semua demi kemajuan program pendidikan di Kabupaten Banyuwangi yang lebih inklusif dan berprestasi," pungkas Sabto Orbayani.


​Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang berkelanjutan, SMPN 2 Gambiran membuktikan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang nyaman bagi pertumbuhan intelektual sekaligus mental generasi penerus bangsa.

​Reporter: (S.H.)

Selasa, 28 April 2026

Gaji Kurang? Oknum Pegawai Bank di Surabaya Nekat 'Tilep' Rp2,9 Miliar Pakai Modus Pinjol Kedok Identitas Orang Lain



​SURABAYA, MCE – Lagi-lagi, integritas dunia perbankan kembali tercoreng oleh ulah tangan panjang oknum di dalamnya. Kali ini, seorang pegawai Bank BRI Cabang Surabaya Kaliasin berinisial WA mendadak jadi "artis" setelah resmi mengenakan rompi pink khas tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin (27/4/2026).


​Bukannya menjaga amanah nasabah, WA justru diduga asyik bermain "sulap" dengan duit negara. Tak tanggung-tanggung, total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp2,9 miliar. Angka yang fantastis untuk sekadar gaya hidup atau ambisi pribadi, sementara rakyat kecil harus antre panjang demi pinjaman mikro yang sah.


​Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, S.H., M.H., modus yang dijalankan tersangka WA terbilang cukup berani dan rapi—atau mungkin ia merasa terlalu pintar untuk tertangkap.


​Tersangka diduga menyalahgunakan fasilitas pengajuan kredit mikro. Caranya? Klasik tapi jahat: mencatut identitas orang lain untuk mencairkan dana. Tak berhenti di situ, WA juga mahir melakukan pemindahbukuan dana tanpa transaksi yang sah alias underlying transaction.


​"Perbuatan tersebut dilakukan melalui tiga rekening titipan dan satu rekening GL Pendapatan Administrasi Pelunasan," ungkap Putu Arya.


​Sepertinya WA menganggap sistem perbankan adalah mesin ATM pribadinya sendiri. Uang diputar ke sana-kemari seolah-olah miliknya, padahal itu adalah uang negara yang seharusnya digunakan untuk membangun ekonomi rakyat.


​Netizen mungkin akan bertanya, "Ke mana larinya uang sebanyak itu?" Hal itulah yang kini tengah didalami oleh Tim Penyidik Pidsus Kejari Surabaya. Untuk mencegah WA "menghilang" atau melakukan aksi "bersih-bersih" barang bukti, pihak kejaksaan langsung melakukan penahanan.


​Kini, WA harus menanggalkan seragam banknya yang rapi dan menggantinya dengan rompi tahanan. Ia dijerat dengan Pasal 603 dan 604 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP baru) serta UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya? Cukup lama untuk merenungi nasib di balik jeruji besi.


​Kejari Surabaya menegaskan bahwa kasus ini tidak akan berhenti di WA saja. Tim penyidik sedang berburu kemungkinan adanya "kaki tangan" atau pihak lain yang ikut mencicipi gurihnya uang haram Rp2,9 miliar tersebut.


​Sepandai-pandainya kalian membungkus bangkai dengan sistem digital yang rumit, bau busuk korupsi akan tercium juga. Sekarang, mari kita tunggu siapa lagi yang akan menyusul WA memakai rompi pink selanjutnya. 


​Bagaimana menurut kalian, Sobat Netizen? Kasus 'orang dalam' bank begini kok kayak nggak ada habisnya, ya? Tulis pendapat pedas kalian di kolom komentar! (bp). 

Polsek Pasrujambe Amankan Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Lumajang di Sungai Besuk Sat



Lumajang, MCE– Anggota Polsek Pasrujambe melaksanakan pengamanan kegiatan kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang di lokasi tambang pasir aliran Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Selasa (28/4/2026).


Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang H. Zaenal bersama Sekretaris Komisi C Usman. Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Pasrujambe AKP Purwaningsih, Danramil Pasrujambe Kapten Arm Ony Ariyanto, S.H., Camat Pasrujambe Muhammad Syaiful, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang dalam rangka meninjau langsung aktivitas penambangan pasir di sejumlah wilayah, termasuk di aliran Sungai Besuk Sat yang berada di Kecamatan Pasrujambe.


Kapolsek Pasrujambe AKP Purwaningsih mengatakan, pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan secara maksimal guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.


“Kami dari Polsek Pasrujambe bersama Koramil melaksanakan pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta kunjungan,” ujar AKP Purwaningsih.


Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat sekitar maupun para pekerja tambang. Hal ini penting mengingat lokasi kegiatan berada di area aktivitas penambangan yang cukup padat.


Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur serta tidak menimbulkan gangguan di lingkungan sekitar.


“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban umum,” imbuhnya.


Selama pelaksanaan kunjungan kerja, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan rencana.


Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Kabupaten Lumajang dalam merumuskan kebijakan terkait pengelolaan tambang pasir yang berkelanjutan, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kontributor: budi. 

Berita Terbaru