Selasa, 13 Oktober 2026

​Guncang Jawa Timur! Tim Passondan SMAN 1 Padangan Borong Gelar Juara & Raih 'Golden Ticket' Kejurnas



BOJONEGORO - SMAN 1 Padangan, Bojonegoro, kembali mengukir tinta emas di kancah regional Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, perwakilan sekolah ini, Tim Passondan, berhasil mencatatkan prestasi gemilang di Kejurda FORBASI Jatim 2026. Mereka tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menyapu bersih gelar bergengsi, termasuk tiket langsung menuju panggung nasional (Kejurnas). Rabu (14/10/2026). 


​Prestasi fenomenal ini bukan sekadar kemenangan biasa. Berdasarkan pengumuman resmi dari panitia, Tim Passondan SMAN 1 Padangan berhasil mengamankan empat gelar utama secara beruntun. Puncaknya adalah diraihnya gelar JUARA UTAMA 1, yang secara otomatis memberikan mereka "GOLDEN TICKET KEJURNAS" – sebuah pengakuan tertinggi dan kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional.


​Berikut adalah rincian lengkap dari capaian luar biasa Tim Passondan SMAN 1 Padangan:


•  Juara Utama 1 (Berhak atas Golden Ticket Kejurnas)

​• Utama 1 Grub A

​• Best PBB (Baris-Berbaris Terbaik) Grub A

​• Best Danton (Komandan Peleton Terbaik) Grub A, untuk penampilan luar biasa sang pemimpin.


​Kepala SMAN 1 Padangan, PURNOMO, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa-siswi Tim Passondan serta para pelatih.


​"Prestasi luar biasa ini adalah wujud nyata dari sinergi tanpa henti antara dedikasi siswa, kerja keras pelatih, serta dukungan penuh dari sekolah dan komite," ujar Purnomo. "Ini juga membuktikan bahwa motto sekolah kita, 'Kolaborasi - Inovasi - Prestasi', bukan sekadar kata-kata kosong, melainkan sebuah realitas yang kita hidupi. Tim Passondan telah membuktikan bahwa dengan inovasi strategi dan kolaborasi yang solid, prestasi terbaik dapat diraih, bahkan di level yang paling kompetitif."


​Capaian Best PBB dan Best Danton menunjukkan bahwa kemenangan ini diraih dengan keunggulan teknis yang komprehensif, tidak hanya dari segi performa kelompok tetapi juga dari segi kepemimpinan yang kuat. Keberhasilan menyapu bersih berbagai kategori di Grup A menandai dominasi yang tidak terbantahkan.


​Keberhasilan SMAN 1 Padangan, sebuah sekolah dari tingkat kecamatan, yang mampu menguasai kompetisi tingkat provinsi adalah sinyal kuat bagi seluruh instansi pendidikan lainnya. Dengan persiapan matang dan semangat pantang menyerah, batasan regional bukanlah halangan untuk bersaing di level tertinggi.


​Netizen dan komunitas pendidikan Bojonegoro pun ramai-ramai menyampaikan ucapan selamat di media sosial, menjadikannya sebagai kabar gembira yang inspiratif bagi generasi muda.


​Kini, Tim Passondan SMAN 1 Padangan memiliki target baru: membuktikan taji mereka di panggung Kejurnas. Mata publik nasional akan tertuju pada langkah mereka selanjutnya.


​Sekali lagi, Selamat dan Sukses untuk SMAN 1 Padangan dan Tim Passondan! Ukir sejarah baru dan jadilah kebanggaan. (bp). 

Senin, 12 Oktober 2026

Peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim, Bupati Yes Tegaskan Komitmen Sinergi Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat




​Lamongan, MCE - Memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, turut serta menghadiri Rapat Paripurna Istimewa yang digelar di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur pada Senin (12/10). Kehadiran ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat kolaborasi lintas daerah demi mewujudkan visi besar provinsi.


​Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dalam pidatonya memaparkan berbagai capaian strategis dan prestasi gemilang yang diraih sepanjang satu tahun terakhir. Mengusung tema besar "Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan," momentum ini difokuskan untuk mengoptimalkan potensi lokal, mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional, serta melahirkan inovasi tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.


​Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan siap selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sinergi yang kuat antardaerah diyakini menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (bp). 

Minggu, 11 Oktober 2026

​Wacana Hapus Kenaikan Kelas Otomatis 2027: Solusi Cegah "Malas-Malasan" atau Cuma Menghukum Korban Sistem?




​
​LAMONGAN, MCE - Wacana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang siap menghentikan praktik kenaikan kelas otomatis mulai tahun ajaran 2027 langsung memantik perdebatan hangat. Kebijakan ini digulirkan demi merespons fenomena "RMS" alias Rajin Malas Sama Saja—sebuah kondisi mental di mana siswa merasa tak perlu berjuang keras karena toh akhirnya bakal tetap naik kelas bareng teman-teman seangkatannya. Minggu (11/10/2026). 


​Namun, Guru Madrasah Inspiratif Kemenag RI, Gus Luthfi, punya pandangan kritis. Menurutnya, ancaman tidak naik kelas tidak akan menyelesaikan akar masalah jika sistem pembelajaran di ruang kelas masih terjebak dalam model banking education ala Paulo Freire. Dalam model ini, guru bertindak sebagai "pemberi tabungan" ilmu dan siswa sekadar penampung pasif yang dicekokin hafalan tanpa ruang dialog kritis.


​Padahal, rapor merah data PISA 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 dari 81 negara, dengan skor literasi dan sains yang anjlok tajam. Masalah utamanya bukan semata-mata karena hilangnya sanksi, melainkan efektivitas sistem yang gagal melatih daya nalar tingkat tinggi (HOTS).


​Jika ancaman tinggal kelas diterapkan tanpa reformasi metode ajar, kebijakan ini dikhawatirkan sekadar menjadi hukuman administratif bagi korban kegagalan sistem itu sendiri. Siswa berisiko mengalami penurunan mental, sementara kualitas pendidikan jalan di tempat.


​Sebelum 2027 tiba, sekolah didorong melakukan tiga langkah nyata: pertama, remedial terstruktur berbasis diagnostik; kedua, transformasi pembelajaran dari ceramah satu arah menjadi berbasis proyek kontekstual; dan ketiga, penguatan asesmen formatif yang memandu siswa bertumbuh, bukan menghakimi. Sebab, sekolah yang sehat dibangun di atas ruang belajar yang bermakna, bukan atas dasar ketakutan semata. (bp). 

Sabtu, 10 Oktober 2026

​Kunjung Wahyudi Resmi Pimpin Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Komitmen Wujudkan Generasi Unggul




​SURABAYA, MCE - Komisi Nasional Pendidikan Republik Indonesia menetapkan arah baru kepemimpinannya di tingkat regional dengan menunjuk Kunjung Wahyudi sebagai Ketua Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kehadiran kepemimpinan baru ini membawa visi strategis untuk meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Jawa Timur. Minggu (11/10/2026). 

 
​Dalam mengemban amanah tersebut, Kunjung Wahyudi mengusung tagline resmi: "Bersama Mewujudkan Pendidikan Jawa Timur yang Lebih Baik untuk Generasi Unggul". Visi ini dijabarkan ke dalam lima pilar utama pembangunan pendidikan, yang meliputi: 

 
​• Kolaborasi: Membangun kerja sama yang erat lintas sektor demi kemajuan pendidikan. 

 
​• Penguatan Ekosistem Sekolah: Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan berkarakter. 

 
​• Peningkatan Kualitas Pendidikan: Mendorong perbaikan mutu akademis maupun non-akademis secara berkelanjutan. 

 
​• Sinergi: Menyelaraskan peran pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. 

 
​• Inovasi: Mengembangkan metode dan tata kelola modern demi mencetak generasi Jawa Timur yang berdaya saing global. 

 
​Dengan pengalaman serta jejaring yang luas, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu merumuskan solusi strategis atas berbagai tantangan dunia pendidikan di era modern, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik hingga relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman.


​Komisi Nasional Pendidikan Jatim membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal transformasi pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berintegritas di Bumi Majapahit. (Bangun Purnomo: Koordinator Bidang IT & Media Komisi Nasional Pendidikan Jawa Timur). 

Cegah Potensi Gesekan, Pasukan Gabungan Polres Lumajang dan Brimob Turun Gunung Sisir HGU PT Kalijeruk




​LUMAJANG, MCE - Suhu keamanan di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Kalijeruk, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Personel gabungan Polres Lumajang bersama Satuan Brimob Polda Jawa Timur menggelar patroli berskala besar, Kamis (8/10/2026).


​Langkah tegas ini dikerahkan untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) menyusul riuhnya aksi klaim serta blokade akses jalan yang sempat melumpuhkan kawasan perkebunan tersebut beberapa waktu lalu.


​Operasi gabungan ini dipimpin langsung oleh Pamenwas Kompol Jauhar Ma'arif, S.Sos., M.H., yang juga menjabat sebagai Kabag Ops Polres Lumajang. Kekuatan penuh disiagakan, melibatkan dua satuan setingkat peleton (ton) Kompi Satbrimobda Polda Jatim di bawah kendali AKP Hariyanto, dua ton Kompi Siaga Polres Lumajang yang dipimpin AKP Agus Sugiharto, S.H., M.H., serta satu regu dari Polsek Randuagung di bawah komando Iptu Edi Kuswanto.


​Tepat pukul 10.00 WIB, korps baju cokelat dan pasukan berloreng ini langsung bergerak melakukan penyisiran menyeluruh di titik-titik krusial area HGU.


​Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengungkapkan bahwa dalam penyisiran tersebut, aparat tidak menemukan adanya konsentrasi massa maupun aktivitas dari kelompok yang sebelumnya sempat melancarkan aksi klaim, seperti KPKGL maupun STL.


​"Petugas tidak menemukan adanya kegiatan massa di lokasi. Personel di lapangan juga langsung berkoordinasi dan berkomunikasi intensif dengan pihak manajemen PT Kalijeruk untuk memantau perkembangan situasi terkini," ujar Ipda Suprapto mewakili Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi.


​Pastikan Aktivitas Pekerja Aman


​Meski situasi di lapangan terpantau steril dari aksi massa, aparat kepolisian tidak mau kecolongan. Patroli dialogis digelar untuk memberikan rasa aman langsung kepada para buruh dan pekerja perkebunan yang sempat merasa resah akibat ketegangan sebelumnya.


​Dari hasil pantauan langsung, aktivitas para pekerja perkebunan kini sudah kembali berjalan normal seperti biasa di bawah pengawasan ketat aparat.


​• Deteksi Dini: Polisi terus memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menjadi lokasi konsentrasi massa guna mencegah benturan antara kelompok massa, pekerja, dan pihak perusahaan.


​• Pendekatan Persuasif: Aparat aktif membangun komunikasi dengan para koordinator kelompok untuk meredam potensi konflik horizontal di wilayah Randuagung.


​• Monitoring Intensif: Jajaran Polres Lumajang bersama Polsek setempat menyiagakan personel untuk terus memonitor dinamika situasi dari hari ke hari.


​"Kami mengedepankan upaya pencegahan preventif dan menjaga situasi agar tetap kondusif. Koordinasi lintas fungsi terus diperketat sebagai langkah antisipasi dini agar benturan di lapangan tidak sampai terjadi," tegas Ipda Suprapto.


​Hingga berakhirnya patroli skala besar tersebut, kawasan HGU PT Kalijeruk dipastikan berada dalam kendali penuh keamanan aparat gabungan. Seluruh aktivitas operasional perusahaan maupun para pekerja kini dapat kembali berlangsung tanpa bayang-bayang ketakutan.


​Bagaimana tanggapan Anda melihat langkah tegas aparat gabungan dalam mengamankan investasi dan ketertiban di daerah? Kontributor: budi. 

Jumat, 09 Oktober 2026

Hutan Lindung Disulap Jadi Hak Milik: Kelakuan Mantan Kades & Sekongkolnya Bikin Negara Rugi 1,3 Miliar, Berakhir Digelandang ke Penjara!




LAMONGAN, MCE - ​Mau heran tapi ini Lamongan. Kawasan lindung yang seharusnya jadi tempat aman buat ekosistem mangrove dan sempadan pantai, malah disulap jadi hak milik pribadi seolah-olah tanah nenek moyang mereka sendiri. Duh, ada-ada saja! Jumat (9/10/2026). 


​Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan akhirnya resmi mengakhiri drama pelarian gaya elit para mafia tanah lokal. Sebanyak tiga orang tersangka langsung dijebloskan ke Lapas Lamongan. Mereka adalah IR (mantan Kepala Desa Sidokelar periode 2013-2017), MA (si pemohon hak tanah ajaib), serta AR dari pihak swasta yang ikut-ikutan nimbrung jadi saksi palsu.


​Kronologi "Sihir" Kades: Tanah Negara Jadi Sertifikat Kilat


​Usut punya usut, akal bulus ini dimulai sekitar September 2013 silam. Pak Mantan Kades IR diduga kuat bekerja sama dengan MA dan AR untuk menerbitkan dokumen-dokumen fiktif.


​Mulai dari SPPT tahun 2013 yang ternyata zonk alias tidak terdaftar, hingga surat pernyataan penguasaan fisik tanah abal-abal yang mengeklaim lahan sudah dikuasai sejak 1990. Padahal, aslinya itu tanah negara bro!


​Berkat "sihir" tanda tangan sang kades, permohonan sertifikat seluas 2.512 meter persegi di Dusun Klayar itu langsung diizinkan Kantor Pertanahan Lamongan. Hanya butuh waktu lima bulan saja—wush!—terbitlah SHM Nomor 377 atas nama MA pada 14 Maret 2014.


​“Sudah pakai dokumen bodong, tanahnya dijual pula ke swasta sekitar tahun 2022. Hasilnya? Dinikmati bareng-bareng dong! Klasik banget.”


​Negara Rugi 1,3 Miliar, Aset Disita Gegara ‘Follow the Money’


​Nggak main-main, setelah memeriksa 59 saksi, 14 ahli, dan 28 alat bukti, BPKP Jawa Timur mendaratkan angka kerugian negara sebesar Rp1.384.689.392.


​Tim penyidik Kejari Lamongan yang bergerak cepat lewat metode follow the money akhirnya berhasil menyita aset senilai Rp1.840.251.500. Sekarang, ketiga tersangka harus mendekam di balik jeruji besi selama 20 hari ke depan sambil menikmati dinginnya sel tahanan.


​Mereka dijerat dengan pasal berlapis UU Tipikor, termasuk ancaman Pasal 603 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kejari juga membocorkan bahwa kasus ini masih bisa berkembang. Artinya? Siap-siap deg-degan buat oknum lain yang kemarin ikut kecipratan nikmatnya tanah lindung!


​Di sisi lain, kubu kuasa hukum tersangka, Muhammad Asikin, sempat pasang badan dan protes karena kliennya langsung ditahan meski sudah kooperatif dan mengajukan penundaan alasan sakit. Tapi ya, penyidik tampaknya nggak mempan sama drama air mata.


​Kira-kira, bakal ada jilid lanjutan alias tersangka baru nggak nih yang nyusul ke sel? (bp). 

Rabu, 07 Oktober 2026

Gubernur Khofifah Kucurkan Rp100 Juta untuk Masjid SMAN 2 Magetan, Kado Manis di HUT Jatim ke-81 ​



​
MAGETAN, MCE – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Magetan dengan membawa kabar gembira bagi dunia pendidikan dan keagamaan. Orang nomor satu di Jawa Timur ini secara simbolis menyerahkan bantuan dana hibah senilai Rp100 juta untuk pembangunan Masjid Al-Istiqomah yang berada di lingkungan SMAN 2 Magetan.


Bantuan senilai Rp100.000.000,- tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah kepada perwakilan sekolah dalam sebuah prosesi simbolis. Penyerahan ini menandai dimulainya babak baru dalam upaya penyelesaian pembangunan sarana ibadah yang representatif bagi siswa dan tenaga pendidik di SMAN 2 Magetan.


​Dalam naskah sambutan yang disampaikan pada acara tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari semangat "Menyemai Kebaikan" yang diusung dalam peringatan HUT Jatim ke-81.


​"Pemberian bantuan biaya pembangunan Masjid Al-Istiqomah di SMAN 2 Magetan ini adalah salah satu wujud kepedulian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas sarana prasarana penunjang pendidikan, khususnya dalam aspek spiritual dan karakter. Kami berharap masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan pembinaan mental dan karakter siswa," ujar Gubernur Khofifah.


​Pihak SMAN 2 Magetan, melalui perwakilannya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian Gubernur Khofifah. Bantuan ini dinilai sangat berarti untuk mempercepat penyelesaian pembangunan masjid yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.


​Kunjungan Gubernur Khofifah ke Magetan pada tanggal 6 Oktober 2026 ini menegaskan kembali visi kepemimpinannya yang pro-aktif dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor, dari infrastruktur hingga pendidikan dan kesejahteraan sosial. (bp). 

Berita Terbaru