Sabtu, 07 Maret 2026

Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin




Lumajang, MCE – Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Takhassus di Pondok Pesantren Syarifuddin, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya. 


Prosesi peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas asrama yang diperuntukkan bagi para santri program pendidikan khusus (takhassus).


Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Lumajang, khususnya di lingkungan pondok pesantren.


Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan memiliki nilai-nilai kebangsaan yang kuat.


“Kami dari Polres Lumajang sangat mendukung pembangunan sarana pendidikan, khususnya di pondok pesantren. Pesantren merupakan tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar.


Ia menambahkan, pembangunan Asrama Takhassus ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para santri sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.


Selain itu, AKBP Alex juga menegaskan bahwa Polri akan terus menjalin sinergi dengan para ulama dan pengasuh pesantren dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Lumajang.


“Sinergi antara ulama, umara, dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Kami berharap pesantren terus menjadi pusat pendidikan sekaligus benteng moral bagi generasi muda,” katanya.


Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan apresiasi atas pembangunan asrama tersebut. 


"Saya berharap keberadaan fasilitas baru ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan kenyamanan bagi para santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Syarifuddin," terangnya.


Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan Pondok Pesantren Syarifuddin semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi religius, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kontributor: budi. 

​SMEKSA Peduli: Momen Hangat DWP SMKN 1 Kediri Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan




​KEDIRI, MCE – Menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, namun juga memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh keluarga besar SMK Negeri 1 Kota Kediri melalui aksi nyata di lapangan.


​Pada Jumat (6/3/2026), Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMKN 1 Kota Kediri menggelar kegiatan bertajuk "Berbagi Berkah Ramadhan: Tebar Kebaikan dengan Berbagi Takjil". Bertempat di sekitar area sekolah, para anggota DWP tampak antusias membagikan paket takjil gratis kepada masyarakat sekitar dan para pengendara yang melintas.


​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Bapak Edy Suroto, S.Pd., M.M., didampingi oleh Ketua DWP SMKN 1 Kota Kediri, Ny. Siti Qomariyah Edy Suroto. Kehadiran mereka memberikan motivasi tersendiri bagi para ibu-ibu DWP dalam menebar kebahagiaan di sore hari menjelang waktu berbuka.


​"Aksi ini merupakan wujud kepedulian sosial kami di bulan yang penuh berkah. Kami ingin mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar sekaligus membantu sesama dalam menyempurnakan ibadah puasa," ujar perwakilan DWP SMKN 1 Kota Kediri.


​Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan pengendara motor dan pejalan kaki menyambut positif inisiatif ini. Senyum ramah dari para anggota DWP yang mengenakan seragam merah muda senada menambah kehangatan suasana sore itu. Kegiatan ini membuktikan bahwa institusi pendidikan tidak hanya fokus pada bangku sekolah, tetapi juga aktif berperan dalam bakti sosial di tengah masyarakat.


​Melalui program #BERANI (Berakhlak Mulia dan Mumpuni), SMKN 1 Kota Kediri terus berkomitmen untuk mencetak generasi dan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap lingkungan sosialnya. (bp). 

#SMKN1Kediri #BerbagiTakjil #Ramadhan2026 #KediriHits

​ ​Menebar Inspirasi! Begini Cara SMKN 1 Kota Kediri Ajarkan Makna Kepedulian di Bulan Ramadhan




​KEDIRI, MCE – Suasana khidmat nan penuh keberkahan menyelimuti lingkungan SMK Negeri 1 Kota Kediri. Dalam rangka mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, sekolah yang dikenal dengan sebutan SMEKSA ini menggelar aksi kemanusiaan bertajuk "Ramadhan Berbagi, Mensucikan Hati" pada Sabtu (07/03/2026).


​Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial dunia pendidikan di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri. Bertempat di halaman sekolah, Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Bapak Edy Suroto, S.Pd., M.M., secara simbolis menyerahkan santunan kepada para siswa yang membutuhkan.


​"Kegiatan ini adalah momentum bagi kita semua untuk mengasah empati. Di bulan yang penuh ampunan ini, kami ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan dan saling membantu tetap hidup di lingkungan sekolah," ujar Edy Suroto dalam sambutannya.


​Aksi ini disambut hangat oleh seluruh warga sekolah. Selain untuk meringankan beban sesama, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar memiliki jiwa sosial yang tinggi dan akhlak mulia, sesuai dengan jargon #BERANI (Berakhlak Mulia dan Mumpuni) yang diusung sekolah.


​Melalui langkah kecil ini, SMKN 1 Kota Kediri membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal angka di atas kertas, tapi juga tentang aksi nyata dalam menebar manfaat bagi sesama. (bp). 

#SMEKSADaily #SMKN1Kediri #RamadhanBerbagi #KediriHariIni.

Jumat, 06 Maret 2026

Kapolsek Padang Silaturahmi Kamtibmas dengan Anggota DPRD Lumajang, Dilanjutkan Buka Puasa Bersama




Lumajang, MCE – Kapolsek Padang bersama anggota Polsek Padang melaksanakan kegiatan silaturahmi kamtibmas dengan anggota DPRD Kabupaten Lumajang, H. Bukasan, S.Pd, di Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi antara aparat kepolisian dengan tokoh masyarakat dan unsur legislatif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Padang.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Padang bersama rombongan berdiskusi santai mengenai situasi kamtibmas di wilayah setempat serta pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Kapolsek Padang Iptu Buriantoro mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi kamtibmas ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh masyarakat maupun unsur pemerintahan.


“Melalui silaturahmi ini kami ingin mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh dan wakil rakyat, sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Padang tetap aman dan kondusif,” ujar Iptu Buriantoro.


Ia menjelaskan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama sangat penting dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan di tengah masyarakat.


Menurutnya, dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai potensi permasalahan di masyarakat dapat diantisipasi lebih dini.


“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Perlu dukungan dan peran aktif semua pihak, termasuk para tokoh masyarakat dan wakil rakyat, agar situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.


Setelah kegiatan silaturahmi kamtibmas, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.


Momentum buka puasa bersama tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Lumajang.


Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sinergitas antara Polsek Padang dan berbagai elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan, khususnya selama bulan suci Ramadan di wilayah Kecamatan Padang. Kontributor: budi. 

Kapolsek Lumajang Kota: Program IBM Libatkan Warga Bina Pengguna Narkoba hingga Pulih




Lumajang, MCE – Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang resmi ditunjuk sebagai wilayah Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam upaya pendampingan rehabilitasi bagi pengguna narkoba kategori ringan. 


Penunjukan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Kelurahan Jogoyudan, Jumat (6/3/2026).


Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edi Kuswanto, Danramil Kota Kapten Elly, Camat Lumajang Pujianto, perwakilan BNNK Lumajang Ery Yanti, Lurah Jogoyudan, serta para Ketua RW dan RT di wilayah Kelurahan Jogoyudan.


Dalam kegiatan tersebut, dilakukan sosialisasi kepada para Agen Pendamping (AP) yang nantinya akan bertugas melakukan pendampingan kepada warga yang menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba kategori ringan. 


Selain itu juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada lima orang Agen Pendamping yang akan terlibat langsung dalam program tersebut.


Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edi Kuswanto mengatakan, program Intervensi Berbasis Masyarakat merupakan langkah strategis dalam penanganan penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan peran aktif masyarakat di tingkat kelurahan.


“Program IBM ini bertujuan memberikan pendampingan kepada pengguna narkoba kategori ringan melalui pendekatan sosial di lingkungan masyarakat. Dengan adanya agen pendamping, diharapkan mereka dapat dibina dan diedukasi hingga benar-benar pulih dan tidak kembali menggunakan narkoba,” ujar Iptu Edi 

Kuswanto saat ditemui usai kegiatan.


Ia menjelaskan, agen pendamping memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, motivasi, serta pengawasan kepada warga yang sedang menjalani rehabilitasi. 


Pendampingan ini dilakukan secara humanis dengan melibatkan lingkungan sekitar agar proses pemulihan berjalan maksimal.


Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.


“Penanganan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat di tingkat RT dan RW agar proses rehabilitasi berjalan efektif,” jelasnya.


Selain itu, melalui program ini diharapkan Kelurahan Jogoyudan dapat menjadi wilayah percontohan dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat di Kabupaten Lumajang.


Sementara itu, perwakilan BNNK Lumajang Ery Yanti menambahkan bahwa pendekatan melalui masyarakat dinilai lebih efektif dalam membantu proses pemulihan pengguna narkoba kategori ringan.


Dengan adanya agen pendamping yang berasal dari lingkungan sekitar, proses komunikasi dan pembinaan kepada pengguna narkoba dapat dilakukan secara lebih intensif dan berkelanjutan.


Melalui program tersebut, pemerintah bersama aparat keamanan dan masyarakat berkomitmen menjadikan Kelurahan Jogoyudan sebagai wilayah yang mampu memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Kontributor; budi. 

​Siswa Jatim Kini Jadi Pejuang Pangan melalui Program SIKAP di UPT PTKK ​




​SURABAYA, MCE – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus bertransformasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan tantangan global. Terbaru, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur secara resmi meluncurkan Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) di UPT PTKK sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan pangan nasional dari bangku sekolah. Sabtu (7/3/2026). 


​Program SIKAP hadir bukan sekadar sebagai kurikulum tambahan, melainkan sebuah manifestasi pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dengan implementasi nyata. Melalui program ini, sekolah didorong untuk mengintegrasikan pengelolaan ketahanan pangan ke dalam lingkungan belajar, mulai dari pemanfaatan lahan produktif hingga pengembangan budidaya pangan mandiri.


​Dalam sambutannya, Kadisdik Jatim menegaskan bahwa pondasi keberlangsungan pangan masa depan harus dibangun sejak dini. Siswa tidak hanya diajarkan teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis praktik yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.


​"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mandiri, kreatif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap ketahanan pangan. SIKAP adalah jawaban atas tantangan masa depan," tegasnya.


​Diharapkan, UPT PTKK dapat menjadi pilot project dan sumber inspirasi bagi seluruh satuan pendidikan di Jawa Timur. Dengan karakter peserta didik yang kuat dan berdaya saing, program ini optimis mampu melahirkan inovator-inovator muda yang siap menjaga stabilitas pangan di masa yang akan datang. (bp). 

​#PendidikanJatim #KetahananPangan #ProgramSIKAP #InovasiSekolah #JatimCerdas #smamajubersamahebatsemua #smkbisasmkhebat #abkbisapklkistimewa #gtkprofesionalbermartabatdansejahtera



​Bojonegoro Bidik Adipura 2027! Pulang Kampung, Menteri LH Hanif Faisol Bakar Semangat 'Gerakan ASRI'




​BOJONEGORO, MCE – Ambisi Kabupaten Bojonegoro untuk merebut kembali mahkota Adipura bukan sekadar isapan jempol. Semangat restorasi lingkungan ini memuncak saat peluncuran Gerakan ASRI yang dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, di kawasan Pasar Wisata Bojonegoro, Jumat (6/3/2026) sore.


​Kehadiran Menteri Hanif Faisol membawa atmosfer emosional sekaligus strategis. Sebagai putra asli daerah yang kini menjabat di kabinet pusat, kepulangannya kali ini membawa misi khusus: memastikan Bojonegoro kembali menjadi standar kota bersih di tingkat nasional.


​Kegiatan dimulai dengan apel pasukan yang diikuti oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, hingga para "pahlawan kebersihan" atau pasukan kuning dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).


​“Saya bangga pulang ke Bojonegoro. Di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Ibu Nurul Azizah, saya optimistis pengelolaan sampah di sini akan melompat lebih baik,” ujar Menteri Hanif di hadapan ratusan peserta aksi bersih-bersih.


​Beliau menekankan bahwa indikator Adipura kini telah berevolusi. Penghargaan tersebut tidak lagi hanya menilai kebersihan jalan secara visual, melainkan menuntut sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.


​"Tahun depan, predikat Adipura harus kembali ke pangkuan Bojonegoro," tegasnya disambut antusiasme peserta.


​Menanggapi tantangan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa Gerakan ASRI adalah ikhtiar bersama untuk menciptakan budaya baru, bukan sekadar agenda simbolis.


​“Terima kasih Bapak Menteri yang telah membersamai kami. Gerakan ASRI membuktikan bahwa kita ingin Bojonegoro tidak hanya makmur secara ekonomi, tetapi juga bersih, sehat, dan nyaman sebagai tempat tinggal,” ungkap Bupati Wahono usai ikut terjun langsung menyapu dan memungut sampah di area pasar.


​Kementerian Lingkungan Hidup pun menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan teknis agar manajemen persampahan di Bojonegoro memenuhi standar modern, termasuk penguatan sarana prasarana dan partisipasi aktif masyarakat.


​Dengan kolaborasi solid antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Pramuka, komunitas, hingga masyarakat umum, Bumi Angling Dharma kini menatap optimistis tahun 2027 sebagai momentum kembalinya supremasi kebersihan nasional ke tangan masyarakat Bojonegoro. (Tyas). 

#Bojonegoro #Adipura2027 #MenteriLH #GerakanASRI #SetyoWahono 

Berita Terbaru