Selasa, 07 Juli 2026

​Dari Bojonegoro Menuju Panggung Dunia: Intan Nadya, Siswi SMAN 1 Sumberrejo Tembus Timnas Baseball U-22 ke Malaysia



BOJONEGORO, MCE – Gerbang prestasi internasional kembali diketuk oleh talenta muda berbakat asal Kabupaten Bojonegoro. Intan Nadya F. P, siswi kelas XII-1 SMAN 1 Sumberrejo, secara resmi dinyatakan lolos dan terpilih untuk memperkuat Team Women’s Baseball U-22 Prov Jatim - Indonesia. Dirinya akan menjadi salah satu pilar penyerang atau bertahan yang membawa nama bangsa di ajang bergengsi: International Invitation to Participate in the Kuala Lumpur Malaysia 2026 Women’s Baseball yang dijadwalkan berlangsung pada 12–16 Agustus 2026 mendatang. Selasa (7/7/2026). 


​Keberhasilan Intan menembus skuad elit ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari dedikasi, disiplin tinggi, dan tetesan keringat di lapangan hijau. Mengimbangi waktu antara tuntutan akademis sebagai siswi akhir di SMA dan jadwal latihan fisik yang menguras stamina bukanlah perkara mudah. Namun, piala dan sertifikat juara yang kini didekapnya menjadi bukti autentik bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Di usianya yang masih sangat muda, Intan membuktikan bahwa batasan geografis daerah tidak menjadi penghalang untuk melesat ke level global.


​Keberangkatan Intan ke Kuala Lumpur tidak lepas dari iklim suportif yang dibangun di lingkungan pendidikannya. Kepala SMAN 1 Sumberrejo, Susanto, M.Pd., menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas capaian anak didiknya tersebut. Manajemen sekolah menegaskan berkomitmen penuh untuk terus mendukung talenta-talenta non-akademis agar mampu berbicara banyak di kancah nasional maupun internasional, memberikan dispensasi yang terukur, serta pendampingan moral agar sang atlet tetap fokus bertanding demi Merah Putih.


​Prestasi menyengat dari bumi Angling Dharma ini langsung memantik perhatian sekaligus decak kagum netizen di berbagai lini masa media sosial. Publik ramai-ramai memberikan ucapan selamat dan menaruh harapan besar agar sektor olahraga baseball wanita di Indonesia mendapat sorotan serta pembinaan yang lebih masif. Netizen menilai, figur seperti Intan Nadya adalah representasi nyata dari srikandi modern yang mampu mengharumkan nama Indonesia melalui jalur prestasi olahraga.

Kini, hitung mundur menuju pertengahan Agustus telah dimulai. Intan Nadya F. P siap melangkah ke Kuala Lumpur dengan membawa nama Bojonegoro di pundaknya dan lambang Garuda di dadanya. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, akan menjadi bahan bakar utama bagi Intan dan tim untuk memukul bola sekeras-kerasnya, berlari secepat-cepatnya, dan pulang membawa medali kemenangan tertinggi. Selamat dan sukses, Intan. (bp). 

​Borong Juara di UWKS Surabaya, Vlog Ketahanan Pangan TIM Sikap SMAN 1 Kenduruan Viral dan Tuai Pujian



​TUBAN, MCE - Komitmen luar biasa yang ditunjukkan oleh generasi muda dalam mengampanyekan isu global patut diacungi jempol. Kali ini, prestasi membanggakan berhasil diukir oleh perwakilan bertalenta dari TIM Sikap SMAN 1 Kenduruan, Kabupaten Tuban. Tidak tanggung-tanggung, mereka sukses memborong dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 1 dan Juara 3 dalam ajang bergengsi Lomba Vlog Edukasi "Ketahanan Pangan" yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).


​Kompetisi tingkat regional ini diikuti oleh berbagai sekolah menengah atas dari berbagai daerah. Namun, kreativitas, kedalaman materi, serta penyajian visual yang sinematik dari TIM Sikap SMAN 1 Kenduruan berhasil mencuri perhatian dewan juri profesional. Penghargaan resmi tersebut diserahkan langsung setelah melalui proses penilaian yang ketat dan diumumkan secara formal.


​Melalui karya vlog edukatif yang mereka susun, para siswa tidak hanya sekadar menampilkan visual yang estetis dan memikat netizen, melainkan juga menyisipkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kedaulatan serta ketahanan pangan nasional sejak dini. Sinergi yang kuat antara riset data yang matang dan pengemasan konten yang segar khas anak muda menjadi kunci utama di balik kemenangan besar ini.


​Apresiasi dan Dukungan Penuh Pihak Sekolah


​Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan haru oleh seluruh keluarga besar SMAN 1 Kenduruan. Kepala sekolah beserta para guru pendamping menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh TIM Sikap selama proses produksi video, mulai dari tahap pra-produksi, pengambilan gambar di lapangan, hingga proses editing yang memakan waktu tidak sebentar.


"Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berinovasi dan bersaing di tingkat yang lebih luas. TIM Sikap telah menunjukkan komitmen luar biasa, dan kami berharap ini menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya," ujar salah satu guru pendamping saat mendampingi para siswa berfoto bersama piala di depan lobi sekolah.


​Sertifikat penghargaan juara pertama yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian UWKS, Dr. Ir. Markus Patiung, M.P., serta Ketua Panitia Dies Natalis, Ristani Widya Inti, S.P., M.Agr., menjadi bukti autentik legitimasi atas bakat emas yang dimiliki oleh anak-anak Tuban ini. Dengan membawa pulang trofi Juara 1 dan Juara 3, SMAN 1 Kenduruan semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu sekolah yang aktif mencetak generasi digital yang produktif dan edukatif.


​Menginspirasi Netizen di Media Sosial


​Di era digital seperti sekarang, platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube telah bertransformasi menjadi ruang belajar baru. Kemenangan TIM Sikap dalam lomba vlog ketahanan pangan ini diharapkan mampu menginspirasi netizen secara luas agar lebih peduli terhadap lingkungan, pemanfaatan lahan, dan sektor pertanian lokal.


​Kini, piala-piala kebanggaan serta sertifikat resmi tersebut telah bersanding rapi sebagai bukti prestasi nyata di SMAN 1 Kenduruan. Selamat kepada TIM Sikap SMAN 1 Kenduruan! Teruslah mengudara dengan karya-karya edukatif yang inspiratif dan transformatif demi kemajuan bangsa. (bp/MCE). 


​Langkah Progresif SMAN 1 Kenduruan: Review E-KSP Menuju Pendidikan Masa Depan yang Mandiri dan Berprestasi



TUBAN, MCE – SMAN 1 Kenduruan terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda penting berupa Review E-KSP (Elektronik Kurikulum Satuan Pendidikan) yang diselenggarakan langsung di lingkungan sekolah pada Senin, 6 Juli 2026.


​Acara ini dihadiri oleh jajaran pendidik, staf, serta perwakilan siswa, yang bersama-sama menyatukan visi demi menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan inovatif di era digital.


​Sinergi dan Evaluasi Komprehensif


​Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Kenduruan, Nur Ida Hasanatin, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peninjauan kurikulum secara berkala agar selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Implementasi E-KSP diharapkan mampu mempermudah manajemen kurikulum serta memberikan dampak positif terhadap efektivitas proses belajar mengajar.


​Turut hadir sebagai narasumber sekaligus evaluator utama, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd., selaku Pengawas Sekolah di SMAN 1 Kenduruan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam memberikan masukan objektif dan konstruktif terhadap pengembangan draf kurikulum yang tengah disusun.


​Momentum Berbagi dan Pemberian Apresiasi


​Suasana peninjauan kurikulum berlangsung interaktif dan penuh semangat kekeluargaan. Berbagai sesi diskusi dibuka untuk menampung aspirasi dari para guru. Tidak hanya fokus pada pembahasan dokumen akademis, momen ini juga diwarnai dengan interaksi hangat antara kepala sekolah, pengawas, dan para siswa SMAN 1 Kenduruan.


​Sebagai bentuk motivasi, sekolah juga memberikan apresiasi khusus berupa penyerahan piala kepada siswa-siswi berprestasi yang berhasil mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi.


​"Review E-KSP ini bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan fondasi penting bagi SMAN 1 Kenduruan untuk terus bergerak maju, mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing," ujar salah satu perwakilan sekolah di sela-sela acara.


​Menuju "SMAKA Pasti Bisa"


​Dengan jargon utama yang terus digaungkan, "SMAKA Pasti Bisa: Hebat Semua, Gemilang Bermartabat", SMAN 1 Kenduruan optimis bahwa hasil dari Review E-KSP tahun 2026 ini akan menjadi kompas operasional yang solid. Seluruh elemen sekolah kini siap melangkah bersama demi mewujudkan transformasi pendidikan yang merata, modern, dan berintegritas tinggi di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro. (bp). 

Senin, 06 Juli 2026

​Komitmen Transparansi, Pemkab dan DPRD Lamongan Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025



LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Persetujuan bersama ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.


​Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, Senin (6/7). Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, serta jajaran pimpinan dan anggota DPRD Lamongan.


​Dalam sambutannya, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati Yes menegaskan bahwa persetujuan Raperda ini merupakan bagian krusial dari mekanisme check and balance antara eksekutif dan legislatif. Sinergi ini dibangun demi memperkuat akuntabilitas serta tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).


​"Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD ini tidak sekadar memuat angka realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari kualitas manajerial pengelolaan keuangan kita sepanjang tahun anggaran 2025," ujar Bupati Yes.


​Sepanjang tahun anggaran tersebut, Pemkab Lamongan dinilai berhasil menjaga keseimbangan kapasitas fiskal. Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengawalan dana transfer pemerintah pusat, serta pemanfaatan sumber-sumber pendapatan daerah lain yang sah.


​Di sisi alokasi, Bupati Yes menjelaskan bahwa belanja daerah difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar publik. Beberapa sektor yang menjadi hilir penyerapan anggaran antara lain:


​• Pembangunan infrastruktur daerah yang merata.

​• Peningkatan kualitas mutu pendidikan dan kesehatan.

​• Penguatan ekonomi sektor riil masyarakat.

​• Percepatan program pengentasan kemiskinan.


​Bupati Yes juga menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan penganggaran dirancang agar memberikan dampak instan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh serapan anggaran dipastikan selaras dengan 15 program prioritas daerah, yang diintegrasikan dengan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jawa Timur serta visi Asta Cita pembangunan nasional.


​Di akhir penyampaiannya, manajemen pembiayaan daerah dipastikan telah dilaksanakan secara prudent (hati-hati) dan akuntabel. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas dan kesehatan fiskal Kabupaten Lamongan dalam jangka panjang. (s.genk). 

Lepas 104 ASN Purna Tugas, Bupati Tuban: Masa Pensiun Bukan Akhir Pengabdian




Tuban, MCE - Satu per satu ASN yang telah menuntaskan masa baktinya maju menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun di Ruang Rapat R.H. Ronggolawe Sekretariat Daerah, Senin (6/7). Momen itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan dinas 104 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban. Di balik seremoni tersebut, tersimpan puluhan tahun pengabdian yang telah mereka curahkan untuk melayani masyarakat, mulai dari ruang kelas, fasilitas kesehatan, hingga berbagai perangkat daerah.


Adapun penyerahan SK dilakukan bagi PNS dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli, 1 Agustus, dan 1 September 2026. Sebanyak 104 purnawirawan ASN yang mengikuti pelepasan terdiri atas 1 pejabat eselon II, 1 pejabat eselon III, 4 pejabat eselon IV/Jabatan Fungsional, 55 guru, 18 tenaga kesehatan, serta 25 pelaksana atau staf. Selain menerima SK pensiun, para peserta juga memperoleh informasi mengenai layanan PT Taspen (Persero) terkait pencairan hak pensiun dan Tabungan Hari Tua.


Pada kesempatan tersebut Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan penghargaan kepada seluruh ASN yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, dedikasi dan loyalitas yang diberikan selama bertahun-tahun telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.


"Pengabdian Bapak dan Ibu merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan pelayanan masyarakat," ujarnya.


Lebih jauh, Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—itu menegaskan bahwa masa pensiun tidak identik dengan berakhirnya pengabdian. Justru, fase tersebut menjadi kesempatan untuk tetap berkarya dan mengambil peran di tengah masyarakat dengan bekal pengalaman yang telah dimiliki selama menjadi ASN. "Masa purna tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat," tuturnya.


Tak kalah penting, alumnus Universitas Airlangga itu turut mengajak para purna tugas mempersiapkan masa pensiun dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup sehat, mengembangkan hobi yang selama ini tertunda, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, keseimbangan jasmani dan rohani menjadi bekal penting untuk menikmati masa pensiun dengan tenang dan bahagia.


Tak berhenti di situ, orang nomor satu di Tuban itu juga mengingatkan para pensiunan untuk terus memperbarui literasi keuangan seiring berkembangnya zaman dewasa ini. Menurutnya, perkembangan teknologi turut diikuti dengan meningkatnya berbagai modus kejahatan siber yang dapat menyasar siapa saja, termasuk para pensiunan. 


Ia juga mengingatkan para pensiunan untuk terus memperbarui literasi digital, termasuk memahami perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemajuan teknologi turut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan yang kian sulit dikenali. Karena itu, ia mengimbau para purna tugas lebih cermat saat menerima telepon, pesan singkat, maupun tautan yang mengatasnamakan lembaga keuangan atau instansi tertentu.


Menutup sambutannya, Mas Lindra menyampaikan terima kasih atas seluruh pengabdian para ASN purna tugas. Ia juga memohon maaf apabila selama mereka mengabdi masih terdapat hal-hal yang belum dapat diwujudkan oleh pemerintah. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tuban, saya memohon maaf apabila selama Bapak dan Ibu mengabdi kami belum bisa memberikan apresiasi yang lebih baik," tandasnya. (bp).

Penyerahan SK Pengangkatan PNS, Dukung Tercapai Target Kinerja




TUBAN, MCE – Sebanyak 42 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Tuban resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam acara yang digelar di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (06/07/2026). SK tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., didampingi Wabup, Drs. Joko Sarwono dan Sekda, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si. Penyerahan SK juga disaksikan para kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Tuban.


Dalam sambutannya, Wabup Tuban, Joko Sarwono mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang telah resmi diangkat sebagai PNS. Menurutnya, status baru tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian administrasi, tetapi juga amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.


Wabup menegaskan setiap ASN memiliki fungsi, peran, dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh. Seluruh pelaksanaan tugas harus mengacu pada visi dan misi Kabupaten Tuban yang telah dijabarkan ke dalam target kinerja serta dokumen perencanaan daerah.


Menurutnya, dokumen perencanaan tersebut menjadi kerangka berpikir sekaligus pedoman bagi setiap perangkat daerah dalam menyusun program kerja dan melaksanakan tugas pokok serta fungsi masing-masing. "Rencana kerja bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi acuan dalam bekerja. Setiap program yang disusun harus selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Tuban sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelasnya.


Joko Sarwono menuturkan bahwa ASN menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban rutin, tetapi harus berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.


"Jangan bekerja hanya untuk menggugurkan kewajiban. Jadikan setiap program dan kinerja sebagai bentuk pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Di situlah nilai pengabdian seorang ASN," tegasnya.


Wabup menerangkan agar seluruh PNS senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas dalam menjalankan tugas. Selain itu, ASN juga dituntut mampu menjaga tutur kata, sikap, dan perilaku sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat.


"ASN harus menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Jaga lisan, jaga perilaku, dan tunjukkan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan karakter yang baik dan kompetensi yang terus berkembang, saya yakin saudara-saudara mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Tuban," sambungnya.


Wabup Tuban mengingatkan pengabdian sebagai ASN memerlukan kesiapan fisik dan mental. Jaga kesehatan, karena tugas yang diemban tidak ringan dan membutuhkan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karenanya, tiap ASN harus mampu menjaga kesehatan fisik maupun mental agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Pasalnya, masa pengabdian sebagai ASN merupakan perjalanan panjang yang akan diwarnai berbagai tantangan dan dinamika pelayanan publik.


Di akhir sambutannya, Wabup Joko Sarwono menyatakan penyerahan SK Pengangkatan PNS tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Tuban dalam memperkuat kualitas birokrasi melalui aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Harapannya, komitmen ini memperkuat kinerja perangkat daerah dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban. (bp).

URGENSI TIM PENJAMIN MUTU MADRASAH DALAM MENDONGKRAK PRESTASI MADRASAH DI TINGKAT NASIONAL DAN INTERNASIONAL




*Gus Luthfi*

MAN 2 Lamongan

_Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022_


*PENDAHULUAN*


Pendidikan madrasah hari ini tidak lagi sekadar mengejar kelulusan. Madrasah dituntut hadir sebagai lembaga yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu bersaing di panggung nasional bahkan internasional. Tuntutan global, perubahan kurikulum, dan ekspektasi masyarakat menjadikan mutu sebagai kata kunci.


Di titik inilah peran *Tim Penjamin Mutu Madrasah* menjadi sangat urgen dan strategis. Tim ini bukan tambahan struktur, melainkan "jantung" penggerak budaya mutu di madrasah.


 *PEMBAHASAN*


*1. Mengapa Penjaminan Mutu Menjadi Kebutuhan Mendesak?*

Tanpa sistem mutu yang jelas, madrasah akan berjalan tanpa arah dan hanya mengandalkan rutinitas. Penjaminan mutu memastikan setiap proses — perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi — berjalan sesuai standar dan terus diperbaiki. Sebagaimana prinsip TQM dalam pendidikan, mutu bukanlah tujuan akhir, melainkan budaya kerja.[1]


*2. Peran Strategis Tim Penjamin Mutu Madrasah*

*a. Menstandarkan Proses Pembelajaran*

Tim mutu mengawal implementasi kurikulum, memastikan guru menggunakan metode efektif, dan peserta didik mencapai kompetensi. Dari sinilah lahir lulusan yang siap mengikuti KSM, KSN, OSN, dan kompetisi ilmiah lain.[2]


*b. Menjadi Motor Inovasi dan Riset*

Prestasi nasional dan internasional lahir dari inovasi. Tim mutu mendorong guru dan siswa untuk meneliti, menulis, dan menciptakan karya. MGMP/MKKG harus dipastikan berjalan dan terukur hasilnya agar berdampak langsung ke kelas.[3]


*c. Menyiapkan Madrasah Menghadapi Asesmen Eksternal*

Baik AKM, AKMI, akreditasi, maupun kompetisi internasional seperti TIMSS dan PISA. Tim mutu memastikan madrasah tidak gagap data, tidak gagap administrasi, dan siap secara substansi.[4]


*d. Membangun Budaya Mutu dan Akuntabilitas*

"Mutu bukanlah tindakan, melainkan kebiasaan" - Aristoteles. Tim mutu melakukan monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkala. Prestasi bukan kebetulan, tapi hasil dari sistem yang konsisten.[1]


*3. Dampaknya pada Prestasi Nasional dan Internasional*

Ketika mutu pembelajaran terjamin, maka:

1. *Siswa* lebih siap mengikuti KSM, KSMO, lomba debat, karya ilmiah remaja, hingga pertukaran pelajar.

2. *Guru* lebih produktif menghasilkan karya, publikasi, dan inovasi pembelajaran yang diapresiasi di tingkat nasional.

3. *Madrasah* memiliki reputasi kuat, dipercaya orang tua, dan dilirik lembaga internasional untuk kerja sama.[2]


Madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi menjadi pusat keunggulan yang melahirkan generasi _faqih_ sekaligus _kompeten secara global_.


*4. Tantangan dan Rekomendasi*

Tantangan terbesar: minimnya SDM, pemahaman mutu yang belum merata, dan dukungan anggaran.

Maka perlu:

1. *Penguatan kapasitas* Tim Mutu melalui diklat berkelanjutan oleh Kanwil dan Kemenag Pusat.

2. *Integrasi* Tim Mutu dengan MGMP/MKKG agar program mutu menyentuh ruang kelas.

3. *Komitmen pimpinan* madrasah untuk menjadikan mutu sebagai prioritas, bukan sekadar dokumen.[5][3]


*PENUTUP*


Prestasi tidak akan datang dengan sendirinya. Ia lahir dari kerja sistematis, evaluasi jujur, dan perbaikan terus-menerus.


*Tim Penjamin Mutu Madrasah adalah jantungnya.* Jika jantungnya kuat, maka seluruh tubuh madrasah akan sehat dan mampu berlari jauh — menembus batas kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.


Mari kita jadikan penjaminan mutu bukan beban, tetapi jalan jihad kita dalam mengabdi untuk kemajuan madrasah dan peradaban bangsa.

_"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia." - Nelson Mandela_



*DAFTAR PUSTAKA*


 Sallis, Edward. (2014). _Total Quality Management in Education_. London: Routledge.

 Kementerian Agama RI. (2023). _Laporan Hasil Kompetisi Sains Madrasah KSM dan Aksioma_. Jakarta: Ditjen Pendis.

 Mulyasa, E. (2020). _Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah_. Jakarta: Bumi Aksara.

 OECD. (2018). _PISA 2018 Results: What Students Know and Can Do_. Paris: OECD Publishing.

 Kementerian Agama RI. (2020). _Petunjuk Teknis Penjaminan Mutu Madrasah_. Direktorat KSKK Madrasah.

 Badan Standar Nasional Pendidikan. (2021). _Standar Nasional Pendidikan SNP 8 Standar_. Jakarta: BSNP.

 Rohman, A. & Aini, N. (2022). "Peran Tim Penjamin Mutu dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Madrasah". _Jurnal Manajemen Pendidikan Islam_, 7(2), 112-128.[1][2][3][4][5][6][7]


Artikel ini sudah siap untuk:

1. *Buletin MGMP Fikih MA*

2. *Jurnal madrasah / website MAN 2 Lamongan*

3. *Bahan bimtek Tim Penjamin Mutu se-Jawa Timur*

Berita Terbaru