Selasa, 09 Juni 2026

Tempa Karakter di Alam Terbuka: Aksi Tangguh 68 Siswa MTsN 1 Bojonegoro di Bumi Perkemahan Lanjar Maibit Tuban




​TUBAN, MCE – Semangat kepramukaan terasa begitu kental di Bumi Perkemahan Lanjar, Maibit, Kabupaten Tuban. Sebanyak 68 peserta didik dari MTsN 1 Bojonegoro terjun langsung dalam agenda perkemahan intensif yang berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Juni 2026. Rabu (10/6/2026). 


​Bukan sekadar berkemah, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian diri bagi siswa kelas 7 dan 8 melalui gelaran Lomba Tingkat 1 (LT1). Atmosfer persaingan yang sehat tersaji sejak hari pertama, di mana para peserta dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen tenda, ketangkasan pioneering, hingga kemandirian dalam mengolah makanan.


​Pembina Pramuka MTsN 1 Bojonegoro, Fuad Hasan, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah muara dari latihan rutin yang selama ini ditempa di sekolah. "Ini adalah ruang bagi mereka untuk menguji mental dan keterampilan teknis yang telah dipelajari. Kami tidak hanya mencari pemenang, tetapi membentuk karakter yang tangguh dan disiplin," ungkap Fuad di sela-sela kegiatan.


​Tidak hanya kompetisi, agenda ini juga menjadi momen sakral bagi para peserta dengan dilaksanakannya pelantikan Dewan Penggalang serta penyematan kenaikan tingkat untuk Pramuka Penggalang Ramu dan Rakit.


​Melalui LT1 ini, MTsN 1 Bojonegoro tengah menyiapkan delegasi terbaik untuk menatap tantangan di Lomba Tingkat 2 tingkat kecamatan. Dengan tekad yang kuat, para peserta berharap mampu membawa nama baik sekolah sekaligus membawa pulang pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas. (bp). 



​Jelang Bulan Suro, Polres Lamongan dan PSHT Perkuat Sinergi demi Kamtibmas Kondusif





​LAMONGAN, MCE – Menyambut datangnya Bulan Suro 2026, Polres Lamongan bersama Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan yang sah dan berbadan hukum melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diwujudkan melalui koordinasi intensif untuk memastikan seluruh rangkaian agenda organisasi berjalan aman dan damai. Rabu (10/6/2026). 


​Pihak Polres Lamongan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif cepat yang diambil oleh pengurus PSHT Cabang Lamongan. Sinergi ini dinilai krusial, terutama menjelang agenda besar pengesahan warga baru PSHT agar potensi gangguan Kamtibmas dapat diminimalisir sejak dini.


​"Kami mengapresiasi gerak cepat dan sinergisitas yang dibangun PSHT Cabang Lamongan. Koordinasi sejak masa pra-Bulan Suro sangat penting sebagai upaya preventif. Kami berharap komitmen ini menciptakan suasana yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan," ujar perwakilan Polres Lamongan.


​Ketua PSHT Cabang Lamongan, Supriyono, yang akrab disapa Mas Pri, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi antarperguruan pencak silat.


​"Hubungan kami dengan perguruan lain, seperti IKSPI dan Pagar Nusa, selama ini terjalin dengan sangat baik. Bukti nyatanya, kami sering melakukan latihan bersama di lingkungan Pondok Pesantren Thoriqul Ulum. Ini adalah bukti bahwa persaudaraan antarpesilat tetap menjadi prioritas kami," tutur Mas Pri.


​Lebih lanjut, Mas Pri menegaskan bahwa PSHT Cabang Lamongan yang dipimpinnya adalah organisasi yang sah secara hukum dan berkomitmen untuk selalu taat pada peraturan perundang-undangan. "Fokus kami adalah kelancaran agenda organisasi secara tertib serta menjaga keamanan wilayah. Kami selalu terbuka untuk berkoordinasi dengan aparat demi kebaikan bersama," tambahnya.


​Senada dengan hal tersebut, Biro Hukum PSHT Cabang Lamongan, Midchol Huda, S.H., M.H., menyatakan bahwa kepatuhan hukum merupakan harga mati bagi organisasinya.


​"Kepatuhan hukum sudah menjadi komitmen kami. Kami selalu mengedepankan koordinasi sedini mungkin dengan pihak kepolisian. Kami memiliki itikad sungguh-sungguh agar kegiatan pengesahan warga baru nantinya dapat berlangsung secara tertib dan bertanggung jawab, sehingga harapan kami seluruh pihak dapat memberikan dukungannya," pungkas Huda.


​Sinergi yang terbangun antara aparat kepolisian dan PSHT Cabang Lamongan ini diharapkan menjadi teladan bagi elemen masyarakat lainnya dalam menjaga kerukunan, sehingga wilayah Kabupaten Lamongan tetap menjadi kawasan yang aman, damai, dan harmonis selama Bulan Suro.


​Reporter: Zeum/Maspri
Editor: Tim Redaksi



​Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri ​





​BOJONEGORO, MCE – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kian serius memangkas angka pengangguran terbuka dengan mempererat sinergi antara dunia pendidikan, sektor industri, dan pemerintah. Langkah strategis ini difokuskan untuk memastikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.


​Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (8/6/2026). Forum ini menghadirkan 72 pemangku kepentingan, mulai dari unsur perguruan tinggi, asosiasi dunia usaha, hingga 45 Ketua BKK se-Kabupaten Bojonegoro.


​Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang berhasil membawa Bojonegoro meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas capaian penurunan angka pengangguran.


​"Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi yang kita bangun mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ke depan, tantangan pembangunan semakin kompleks, sehingga sinergi ini harus terus kita perkuat untuk mencapai target RPJMD yang terukur," ujar Wabup Nurul Azizah dalam sambutannya.


​Wabup juga menyoroti urgensi peran SMK sebagai pencetak tenaga kerja kompeten. Mengingat terdapat 122 SMK dengan total 25 ribu siswa di Bojonegoro, di mana setiap tahunnya terdapat sekitar 7 ribu lulusan baru yang masuk ke dunia kerja.


​"Pelatihan kerja harus tepat sasaran. Jangan hanya mengejar kuantitas peserta, namun harus ada pendampingan berkelanjutan hingga mereka benar-benar terserap di dunia kerja atau mampu mandiri," tegasnya.


​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengungkapkan bahwa lulusan SMK masih menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran terbuka. Optimalisasi peran BKK menjadi kunci krusial sebagai jembatan informasi antara dunia pendidikan dan industri.

Berdasarkan data tracer study terkini, sebanyak 2.872 tenaga kerja telah berhasil diserap melalui 45 BKK aktif di Bojonegoro. Tiga institusi dengan capaian penempatan tertinggi meliputi SMKN Purwosari (323 orang), SMKN Kasiman (293 orang), dan SMKN 1 Bojonegoro (288 orang).


​Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Disperinaker Kabupaten Bojonegoro terus menggenjot berbagai program strategis, di antaranya:


​• Penyelenggaraan Mini Job Fair dan Job Fair utama secara berkala.


• ​Pelatihan berbasis sertifikasi kompetensi.


​• Penyediaan layanan Grup Solusi Kerja dan Ruang Konsultasi Kerja.


​• Seminar pengembangan soft skill bagi calon tenaga kerja.


​Melalui upaya kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan lapangan pekerjaan yang mumpuni. (bp). 

Senin, 08 Juni 2026

1.126 Jamaah Haji Asal Tuban Tiba dengan Selamat, Disambut Hangat Keluarga




TUBAN, MCE – Sebanyak 1.126 jamaah haji asal Kabupaten Tuban yang tergabung dalam kloter 26, 27, 28, dan 29 telah tiba kembali di Kabupaten Tuban dengan selamat. Kedatangan para tamu Allah tersebut berlangsung secara bertahap di Kompi Senapan C Tuban, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, Senin (08/06/2026).


Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti lokasi penyambutan. Ratusan keluarga telah menunggu sejak pagi untuk menyambut kepulangan para jamaah yang telah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Tangis haru, pelukan hangat, dan ungkapan syukur mewarnai pertemuan kembali antara jamaah dan keluarga mereka.


Mewakili Bupati Tuban, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, dr. Masyhudi, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah haji dalam keadaan selamat. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah.


“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung rangkaian penyelenggaraan ibadah haji sehingga berjalan lancar," ungkapnya. Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.


Lebih lanjut, dr. Masyhudi mengingatkan para jamaah haji untuk tetap menjaga kondisi kesehatan setelah menjalani perjalanan panjang dan aktivitas ibadah yang cukup padat selama di Tanah Suci. Menurutnya, masa pemulihan fisik perlu menjadi perhatian agar para jamaah dapat kembali beraktivitas dengan baik. Para jamaah diharapkan tetap menjaga kondisi tubuh dengan memperhatikan pola makan yang sehat, mencukupi kebutuhan istirahat. "Bila perlu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan,” pesannya. 


Pemulangan jamaah haji ini menandai berakhirnya rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 bagi jamaah asal Kabupaten Tuban. Pemkab Tuban berharap seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur serta dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan semangat kebersamaan yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. 


Rencananya, sebanyak 142 jamaah haji Kabupaten Tuban yang tergabung di kloter 30 akan tiba di Kompi Senapan C Tuban pada pukul 23.00 WIB. Keluarga penjemput diminta mematuhi prosedur penjemputan jamaah haji agar prosesnya berjalan lancar. (bp).

Humas Tak Lagi Sekadar Publikasi, Pemkab Tuban Bekali ASN Jadi Content Creator Pemerintah




Tuban, MCE – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Pelatihan Government Branding dan Digital Public Relations dengan tema “Membangun Visual Communication Content untuk Government Branding” yang diikuti 52 peserta dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Tuban.


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Assessment and Development Center Tuban tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Tuban, Agus Heru Purnomo, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban.


Dalam sambutan Sekretaris Daerah yang dibacakannya, Agus Heru Purnomo menyampaikan bahwa peran humas pemerintah saat ini tidak lagi sebatas menyebarluaskan informasi dan mendokumentasikan kegiatan. Di era digital, humas pemerintah dituntut mampu bertransformasi menjadi kreator konten yang mampu mengemas informasi publik secara menarik, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.


Menurutnya, komunikasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemerintah. Berbagai kebijakan, inovasi, layanan publik, maupun capaian pembangunan perlu dikomunikasikan secara efektif agar dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Lebih lanjut disampaikan bahwa sesuai arahan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, setiap OPD perlu lebih aktif dalam menyampaikan informasi mengenai program dan kegiatan yang dilaksanakan. Publikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif instansi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat branding Kabupaten Tuban.


"Setiap perangkat daerah memiliki program dan inovasi yang baik. Tugas kita adalah memastikan informasi tersebut tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan memanfaatkan berbagai platform digital yang tersedia," demikian pesan Sekretaris Daerah yang dibacakan Agus Heru Purnomo.


Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah dalam bidang komunikasi digital, pengelolaan media sosial, pembuatan konten visual, serta strategi membangun citra organisasi melalui media digital.


Pada hari pertama, peserta memperoleh materi dari narasumber Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Tuban, Dadang Budi Setiawan dan Ahmad Sofiudin Latif. Materi yang disampaikan meliputi komunikasi publik pemerintah, strategi publikasi digital, pengelolaan media sosial instansi, teknik penulisan berita, hingga pentingnya branding pemerintah melalui konten yang berkualitas.


Selanjutnya, pada hari kedua hingga hari keempat, peserta akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan teknis dari Campus Digital Semarang. Berbagai materi praktis akan diberikan, mulai dari desain konten digital, optimalisasi platform digital, hingga strategi membangun identitas dan citra organisasi di ruang digital.


Sebagai tahapan akhir, seluruh peserta akan mengikuti sertifikasi uji kompetensi pada hari Jumat. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di masing-masing instansi.


Agus menekankan, melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap setiap OPD dan kecamatan memiliki sumber daya manusia yang mampu menjalankan fungsi kehumasan secara profesional, adaptif, dan kreatif. "Dengan demikian, informasi pembangunan dan pelayanan publik dapat tersampaikan secara lebih luas, cepat, dan efektif, sekaligus memperkuat branding Kabupaten Tuban di era digital". pungkasnya. (bp).

PKK Kabupaten Tuban Terima Kunjungan PKK Kabupaten Sukamara




TUBAN, MCE – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tuban menerima kunjungan kaji tiru TP PKK Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, di Bank Sampah Tulip RW 01 Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Senin (08/06/2026). Rombongan TP PKK Kabupaten Sukamara yang dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Sukamara, Hj. Riviana Wahyuningrum, disambut langsung Ketua TP PKK Kabupaten Tuban, Ayuk Krisnawati Joko Sarwono, beserta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tuban dan pengelola Bank Sampah Tulip.


Kunjungan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.


Ketua TP PKK Kabupaten Tuban, Ayuk Krisnawati Joko Sarwono menyampaikan kunjungan kaji tiru tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

“Kesempatan ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi antar lembaga," ungkapnya. Selain itu, juga menjadi wahana untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat saling menginspirasi dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat.


Ayuk Krisnawati menjelaskan Bank Sampah Tulip RW 01 Desa Prunggahan Kulon menjadi bank sampah binaan TP PKK Kabupaten Tuban. Keberadaan bank sampah merupakan salah satu contoh nyata pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Keberhasilan bank sampah tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat serta dukungan penuh pemerintah desa dan berbagai pihak terkait.


Bank Sampah Tulip menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat apabila dilakukan secara bersama-sama. Program ini tumbuh dan berkembang berkat dukungan warga serta pemerintah desa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.



Ketua TP PKK Kabupaten Tuban juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan TP PKK Kabupaten Sukamara yang memilih Kabupaten Tuban sebagai lokasi kaji tiru. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tuban. Semoga kunjungan ini memberikan manfaat, menambah wawasan, serta membawa kesan yang positif dan mendalam bagi seluruh peserta,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sukamara, Hj. Riviana Wahyuningrum, mengungkapkan kunjungan tersebut dilakukan untuk menambah wawasan dan referensi terkait pengelolaan bank sampah yang telah berjalan baik di Kabupaten Tuban. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan program serupa di Kabupaten Sukamara.


Riviana Wahyuningrum menambahkan konsep pengelolaan sampah yang diterapkan Bank Sampah Tulip menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui kegiatan pemilahan dan penjualan sampah, masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.


Lebih lanjut, program seperti ini sangat inspiratif karena mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Selain menjaga lingkungan tetap bersih, keberadaan bank sampah juga menjadi potensi ekonomi yang dapat menambah pendapatan keluarga. "Pengalaman yang kami peroleh hari ini tentu akan menjadi bahan pembelajaran berharga untuk diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten Sukamara,” pungkasnya.


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Tuban dan TP PKK Kabupaten Sukamara berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan peran masyarakat dalam pembangunan daerah. (bp).

​Tampil Perkasa, Tim Sepak Takraw Bojonegoro Sukses Taklukkan Panggung Kejurprov 2026





​BOJONEGORO, MCE – Sektor olahraga Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan tinta emas di tingkat provinsi. Kali ini, prestasi gemilang berhasil diamankan oleh para atlet terbaik daerah dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sepak Takraw 2026. Senin (8/6/2026). 


​Tidak tanggung-tanggung, kontingen Bojonegoro sukses membawa pulang dua gelar bergengsi sekaligus dari dua kategori yang berbeda. Pada kategori U-23 Putra, ketangguhan tim Bojonegoro berhasil mengantarkan mereka berdiri di podium tertinggi sebagai Juara 1. Sementara itu, regenerasi atlet di tingkat pelajar juga menunjukkan taji yang luar biasa dengan raihan Juara 3 Putra pada kategori Antar SMA/SMK se-Jawa Timur.


​Capaian impresif ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara kerja keras, disiplin tinggi, dan semangat juang yang tak kenal lelah mampu melahirkan bibit-bibit juara yang mengharumkan nama daerah di kancah regional.


​Keberhasilan luar biasa ini tentu tidak lepas dari sinergi kuat di balik layar. Dukungan penuh dari jajaran pelatih, official, orang tua, pihak sekolah, hingga doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro menjadi bahan bakar utama bagi para atlet untuk tampil maksimal di lapangan.


​Apresiasi yang setinggi-tingginya patut diberikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam pembinaan jangka panjang cabang olahraga sepak takraw di Bojonegoro. Harapannya, momentum juara di Kejurprov 2026 ini tidak hanya menjadi perayaan sesaat, melainkan menjadi pemantik motivasi bagi para atlet untuk terus mengasah kemampuan.


​Dengan konsistensi dan pembinaan yang tepat, langkah para patriot olahraga Bojonegoro ini diyakini akan melangkah lebih jauh demi mengejar prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional hingga panggung internasional. (bp). 

Berita Terbaru