Senin, 11 Mei 2026

Jejak Pelarian Berakhir, Polres Lumajang Ringkus Spesialis Curanmor hingga ke Jombang



Lumajang, MCE – Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang terus menunjukkan taringnya dalam memberantas tindak kriminalitas. Kali ini, polisi berhasil meringkus seorang buron kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial  JW (31), warga Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Lumajang.


Pelaku yang sempat melarikan diri ini ditangkap di persembunyiannya, yakni di rumah istrinya yang berlokasi di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.


Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengungkapkan bahwa penangkapan JW merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan intensif. 


Berdasarkan hasil pemeriksaan, JW merupakan bagian dari komplotan yang berjumlah tiga orang.


"Pelaku JW ditangkap di Tembelang, Kabupaten Jombang, tepatnya di rumah istrinya," ujar Ipda Suprapto saat memberikan keterangan resmi.


Sebelum JW tertangkap, polisi telah lebih dulu mengamankan dua rekan pelaku lainnya di lokasi yang berbeda.  yakni AF (31), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, yang ditangkap di rumah kos wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, 


Sementara NM alias Bolu (36), warga Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, yang berhasil diamankan di wilayah Badung, Bali.


Modus Operandi dan Hasil Curian


Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini tergolong nekat. Mereka biasanya berboncengan tiga saat mencari sasaran. Ipda Suprapto menjelaskan bahwa salah satu aksi mereka bahkan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial.


"Aksi yang terekam CCTV itu terjadi di wilayah Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan," imbuhnya.


Dari hasil interogasi sementara, tersangka JW mengakui telah menggasak motor di dua lokasi berbeda, yaitu Honda Vario  di area warung makan Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan, Honda Vario di Jalan Tukum Kidul,  Desa Tukum Kecamatan Tekung.


Ironisnya, motor hasil curian tersebut dijual dengan harga yang sangat jauh di bawah pasar. Para pelaku mengaku mendapatkan bagian berkisar antara  Rp1 juta hingga Rp2 juta  dari setiap unit motor yang terjual.


Saat ini, tersangka JW beserta barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario milik korban telah diamankan di Mapolres Lumajang.


"Tersangka JW sudah berada di Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Ipda Suprapto. Kontributor: budi. 

Sabtu, 09 Mei 2026

​Lumajang 'Gawat' Begal? Bunda Indah Kurung Camat di Wilayah: Gak Boleh Keluar Kota, Titik!




​LUMAJANG, MCE – Jangan harap bisa melihat Camat se-Lumajang pelesir atau healing keluar kota dalam beberapa pekan ke depan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), resmi "mengandangkan" seluruh komandan wilayahnya menyusul rentetan aksi kriminalitas yang makin meresahkan warga.


​Mulai dari begal yang makin nekat, curanmor yang menghantui parkiran, hingga aksi pelemparan batu ke kendaraan yang bikin nyali pengemudi ciut, menjadi alasan kuat di balik rapat mendadak di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (8/5/2026) malam.


​Meski Bunda Indah berkelit bahwa kondisi Lumajang "baik-baik saja" dan bukan status darurat, rapat yang digelar mendadak hingga malam hari ini jelas mengirimkan pesan berbeda. Bunda Indah seolah sedang melakukan stress test kepada para Camat.


"Sengaja saya kumpulkan mendadak untuk tes apakah ada camat yang tidak siap, ternyata semua hadir," cetus Bunda Indah.


​Instruksinya pun pedas dan tanpa kompromi: Camat dilarang meninggalkan wilayah tugas. Mereka dipaksa untuk "melek" 24 jam bersama Kapolsek dan Danramil guna memastikan rakyatnya tidak lagi dihantui begal saat melintas di jalanan sepi.


​Bosan dengan janji-janji keamanan yang hanya di atas kertas? Bunda Indah langsung main gas pol. Pekan depan, ia memerintahkan pencairan dana dusun dipercepat untuk satu misi: Pemasangan CCTV Serentak!


​Tidak ada lagi alasan birokrasi berbelit. Jika ada kendala teknis atau jaringan WiFi, Pemkab sudah pasang badan untuk mendampingi. Pesannya jelas: Jika dusun masih gelap tanpa pengawasan, maka ada yang tidak beres dengan eksekusi di lapangan.


​Tak hanya urusan kamera, Bunda Indah juga menyentil persoalan lampu jalan (PJU) yang sering mati—bahkan yang berstatus jalan provinsi sekalipun. Seolah lelah menunggu birokrasi tingkat atas, ia menegaskan Pemkab akan mengambil alih perbaikan demi keselamatan warga.


​Untuk memperkuat barisan di garda depan, nasib Linmas pun ikut disentuh. Honor yang selama ini "mungkin terlupakan" bakal segera dikucurkan. Meski nominalnya disebut tidak banyak, ini adalah "tamparan" bagi mereka yang selama ini menuntut keamanan tapi lupa menyejahterakan para penjaga lingkungan.


Kini, publik Lumajang tinggal menunggu: Apakah "kurungan" bagi para Camat dan pemasangan CCTV serentak ini akan benar-benar memberangus begal, ataukah ini hanya sekadar gertakan sambal di tengah tahun politik yang mulai memanas?


​Satu hal yang pasti: Pekan depan, jika jalanan masih gelap dan CCTV belum terpasang, warga punya alasan kuat untuk menagih janji yang diucapkan di Pendopo malam itu. (bp). 


​#LumajangDaruratBegal #BundaIndah #CamatDilarangPiknik #CCTVDusun #KriminalitasLumajang 

Jumat, 08 Mei 2026

​Miangas Bukan Lagi Punggung, Tapi Wajah Republik: Prabowo Pijakkan Kaki di Titik Nol Utara Nusantara



MIANGAS, SULAWESI UTARA, MCE – Sabtu pagi, 9 Mei 2026, tepat pukul 10.30 WITA, sebuah sejarah baru tertoreh di garis terdepan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto resmi mendarat di Pulau Miangas, sepetak tanah karang seluas 3,5 kilometer persegi yang menjadi benteng terakhir kedaulatan di utara Nusantara.


​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Miangas, yang secara geografis lebih akrab dengan aroma Filipina ketimbang daratan Manado—mengingat jarak tempuhnya yang mencapai 24 jam pelayaran—selama ini sering merasa terlupakan di balik cakrawala. Namun hari ini, Presiden menegaskan bahwa Miangas bukan lagi "punggung" yang membelakangi pusat, melainkan "beranda terdepan" yang harus bersolek.


​Tak datang dengan tangan hampa, Presiden memboyong enam Menteri Kabinet langsung dari Jakarta. Langkah ini mengirimkan pesan politik yang tajam: pembangunan tidak boleh berhenti di Jawa atau Sulawesi daratan saja.


​Fokus utama Presiden dalam kunjungan ini menyentuh aspek paling fundamental kehidupan warga:

​Kedaulatan Kesehatan: Pengecekan fasilitas Puskesmas agar warga tak perlu bertaruh nyawa di laut saat sakit.

​Akses Hidup: Peninjauan instalasi air bersih dan infrastruktur dasar.

​Masa Depan Generasi: Menemui 143 anak sekolah yang menjadi tumpuan harapan di perbatasan.

​Konektivitas Digital: Memastikan jaringan komunikasi tidak lagi "setengah hati" di wilayah terluar.


​Di pulau yang dihuni oleh 823 jiwa (232 Kepala Keluarga) ini, Presiden disambut dengan kehangatan khas masyarakat Miangas. Meskipun hidup dalam keterbatasan logistik dan jarak, warga Miangas adalah manifestasi nyata dari cinta tanah air. Di sini, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari.


​"Kita tidak ingin ada warga negara yang merasa menjadi 'anak tiri' hanya karena jarak. Miangas adalah Indonesia, dan Indonesia hadir di sini hari ini," tegas Presiden dalam salah satu sesi bincang bersama warga.


​Kehadiran jajaran pejabat tinggi di titik paling utara ini seakan menyengat kesadaran publik bahwa kedaulatan bukan hanya soal alutsista, melainkan soal kesejahteraan rakyat di perbatasan. Dengan luas wilayah yang mungil namun memiliki nilai strategis yang masif, Miangas kini bersiap menyongsong era baru pembangunan yang lebih inklusif.


​Bagi 143 anak sekolah di Miangas, kehadiran Presiden dan enam menterinya adalah janji bahwa mimpi mereka setara dengan anak-anak di Jakarta. Hari ini, dari titik 126 derajat Bujur Timur, Indonesia menunjukkan taringnya—bukan dengan agresi, tapi dengan pembangunan yang merata.


#PrabowoSubianto #PulauMiangas #PerbatasanIndonesia #KedaulatanNKRI #IndonesiaUtara

​Sembunyi di Wonogiri, 'Kiai' Tersangka Cabul Pati Akhirnya Diciduk: Ilmu Menghilang Tak Mempan Lawan Polisi




​PATI, MCE – Drama pelarian Ashari, pimpinan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo yang lebih memilih jadi "buronan" ketimbang mempertanggungjawabkan perbuatannya, resmi tamat. Setelah berkali-kali mangkir dari panggilan penyidik dengan jurus seribu bayangan, sang "oknum" kiai ini akhirnya berhasil diringkus Tim Satreskrim Polresta Pati di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) pagi.


​Publik sempat dibuat geram oleh tingkah tersangka yang seolah menantang hukum. Pasalnya, alih-alih menjadi teladan dan kooperatif, Ashari justru memilih jalan ninja: menghilang. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh ke pelukan borgol polisi juga.


​Pasrah Saat 'Dijemput' Paksa


​Berdasarkan video amatir yang viral di jagat maya, momen penangkapan ini jauh dari kesan "berwibawa" yang biasa ia tampilkan di depan santriwati. Mengenakan pakaian gelap, pria yang tega merusak masa depan anak asuhnya sendiri ini tampak lunglai dan pasrah saat digelandang petugas menuju mobil operasional. Tidak ada lagi sisa-sisa "power" saat ia harus berhadapan dengan kenyataan pahit di tangan Kasatreskrim Polresta Pati yang turun tangan langsung.


​Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya, mengonfirmasi bahwa pelarian sang tersangka berakhir di Wonogiri.


​“Iya, sudah kami amankan di Wonogiri. Saat ini masih dalam perjalanan menuju Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mohon bersabar,” ujar Kompol Dika via telepon.


​Mencoreng Wajah Pesantren

​Kasus ini menjadi noda hitam bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Pati. Ashari yang seharusnya menjadi pelindung dan orang tua bagi para santriwati di Desa Tlogosari, justru menyalahgunakan mandat sucinya demi nafsu bejat.


​Sikap tidak kooperatifnya selama ini—mulai dari mangkir panggilan hingga kabur dari pondok—menjadi bukti kuat bahwa tidak ada niat baik dari tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan asusilanya. Polisi kini tengah mendalami apakah ada korban-korban lain yang selama ini bungkam karena intimidasi atau relasi kuasa yang timpang di lingkungan pesantren tersebut.


​Menuju Meja Hijau

​Setibanya di Pati, Ashari tidak akan lagi bisa tidur nyenyak di kasur empuk pesantrennya. Ia dijadwalkan langsung masuk ruang pemeriksaan intensif Mapolresta Pati. Netizen kini menanti vonis maksimal bagi pelaku yang berlindung di balik jubah agama untuk memuaskan hasrat rendahnya.


​Kini, warga hanya bisa mengelus dada sambil berharap hukum bekerja seadil-adilnya. Pelajaran berharga bagi para orang tua: Jubah dan gelar mentereng tak selamanya menjamin akhlak yang mulia. (bp). 


​#KeadilanUntukSantriwati #PatiHariIni #OknumKiaiCabul #HukumAdil

RSUD Koesma Tambah Dua Dokter Jantung, Poli Kini Buka Enam Hari dalam Sepekan




Tuban, MCE - Pelayanan poli jantung di RSUD dr. R. Koesma Tuban dipastikan mulai berjalan lebih optimal per 11 Mei 2026. Rumah sakit milik Pemkab Tuban itu menambah dua dokter spesialis jantung baru untuk memperkuat layanan kepada masyarakat setelah sebelumnya pelayanan hanya berjalan terbatas.


Dua dokter spesialis jantung yang bergabung tersebut yakni dr. Ryan Enast Intan, Sp.JP yang mulai bertugas sejak 27 April 2026 dan dr. Fahrun Nisa’i Fatimah, Sp.JP yang mulai aktif per 11 Mei 2026. Keduanya berstatus dokter kontrak BLUD.


Sementara itu, satu dokter spesialis jantung yang telah lebih dahulu bertugas di RSUD dr. R. Koesma Tuban yakni dr. Hariman Kristian, Sp.JP berstatus ASN. Dengan total tiga dokter spesialis jantung, layanan poli jantung kini dapat dibuka mulai Senin hingga Sabtu.


Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, memastikan seluruh proses administrasi kedua dokter baru tersebut telah rampung. Mulai dari penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR), proses kredensial, hingga clinical appointment atau Surat Penugasan Klinis (SPK).


Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan pasien jantung berjalan lebih stabil dan tidak lagi bergantung pada satu dokter spesialis.


“Seluruh tahapan administrasi sudah selesai. Dokter sudah melewati proses kredensial dan penugasan klinis. Mulai 11 Mei ini pelayanan poli jantung dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya, Jumat (8/5).


Dengan penambahan dokter tersebut, RSUD dr. R. Koesma Tuban menargetkan antrean pasien rujukan jantung dapat lebih terlayani. Sebab, sebelumnya pelayanan poli jantung hanya berlangsung beberapa hari dalam sepekan karena keterbatasan tenaga dokter spesialis.


Heni menambahkan, penguatan layanan spesialis menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan daerah. Pihaknya berharap masyarakat semakin mudah memperoleh layanan jantung tanpa harus dirujuk ke luar daerah.


“Harapan kami, masyarakat Tuban bisa mendapatkan layanan jantung yang cepat, nyaman, dan berkesinambungan di RSUD Koesma,” katanya. (bp).

Stunting Tuban Turun Jadi 7,38 Persen, Lampaui Target Triwulan I 2026



Tuban, MCE - Upaya mewujudkan tumbuh kembang anak yang sehat dan terbebas dari stunting di Kabupaten Tuban terus menunjukkan hasil positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban mencatat prevalensi stunting berada di angka 7,38 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 9,4 persen. Capaian tersebut dipaparkan dalam pertemuan evaluasi Program Gizi Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di Aula Aster Dinas setempat, Kamis (7/5).


Sekretaris Dinas Kesehatan P2KB Tuban, dr. Atiek Supartiningsih, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil kerja bersama seluruh tenaga kesehatan di lapangan, khususnya dalam penguatan layanan gizi masyarakat di tingkat Puskesmas.


“Para TPG diminta segera menyesuaikan pembaruan pelaporan dan definisi operasional indikator kinerja, melakukan perbaikan data tepat waktu untuk menghindari kegagalan revisi sistem, serta mengintegrasikan data gizi dengan data Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di tingkat Puskesmas,” ujarnya, Kamis (7/5).


Ia berharap seluruh layanan gizi dapat terdokumentasi dengan baik dan akurat sehingga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan serta intervensi kesehatan masyarakat di Kabupaten Tuban.


Pertemuan tersebut diikuti 33 Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas bersama jajaran internal Dinkes P2KB guna memastikan sinkronisasi data dan penguatan intervensi gizi di lapangan. 


Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penyusunan perencanaan program tahun mendatang karena indikator gizi, seperti stunting, wasting, dan ASI eksklusif, telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030.


Selain stunting, berdasarkan laporan SiGizi, indikator wasting tercatat berada di angka 7,63 persen dari target 9,58 persen. Sementara itu, capaian ASI eksklusif mencapai 89,86 persen dari target 80 persen. Pemberian Vitamin A pada balita menyentuh 94,07 persen dari target 92 persen, sedangkan capaian anak usia 6-23 bulan yang memperoleh MP-ASI berkualitas mencapai 93,5 persen dari target 76 persen.


“Meski demikian, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang masih dalam proses pelaksanaan. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada Triwulan II dan III Tahun 2026,” tandasnya. (bp).

​Harmonisasi Iman dan Budaya: M. Luthfillah Kupas Tuntas Relevansi Tradisi dalam Bingkai Syariat di Masjid Taqwa Paji




​LAMONGAN, MCE – Masjid Taqwa Desa Paji, Kecamatan Pucuk, menjadi saksi bisu pesan mendalam tentang moderasi beragama pada Jumat (08/05/2026). Hadir sebagai Imam dan Khotib, M. Luthfillah, M.Ag., yang merupakan Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Kabupaten Lamongan sekaligus Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Lamongan, membawakan khutbah bertajuk "Antara Tradisi dan Dalil Al-Qur'an serta Hadits."

Dalam paparannya, M. Luthfillah menekankan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin, yang kehadirannya tidak untuk memberangus budaya lokal, melainkan memberikan ruang harmonisasi selama tidak bertentangan dengan prinsip ketauhidan.


​Islam yang Adaptif, Bukan Frontal

​Mengutip pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah, Khotib menjelaskan bahwa kondisi sosial dan adat istiadat masyarakat bersifat dinamis. Islam hadir dengan metode islah (perbaikan) yang santun.


​"Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Artinya, nilai-nilai baik yang sudah ada di masyarakat sebelum Islam datang, justru diakomodir dan dikuatkan," ujar M. Luthfillah di hadapan ratusan jamaah.


​Beliau mencontohkan bagaimana tradisi masyarakat Quraisy dalam menjamu peziarah Ka’bah tetap dipertahankan oleh Nabi Muhammad SAW dan dikategorikan sebagai amal shalih (sedekah), membuktikan bahwa syariat sangat menghargai kearifan lokal yang positif.


​Dakwah Bil Hikmah ala Walisongo

​Lebih lanjut, tokoh pendidikan Lamongan ini mengajak jamaah berkaca pada sejarah dakwah Walisongo di Nusantara. Penggunaan media gamelan dan seni wayang sebagai sarana dakwah merupakan bukti nyata dakwah bil hikmah—mengisi tradisi dengan warna keislaman tanpa harus melepas atribut budaya secara frontal.


​"Kaidah fikih al-adatu muhakkamah menunjukkan bahwa adat kebiasaan dapat dijadikan rujukan hukum selama sejalan dengan dalil naqli. Di Indonesia, harmonisasi inilah yang menjaga kita dari konflik dan perpecahan," tambahnya.


​Pesan untuk Masa Depan

​Menutup khutbahnya, M. Luthfillah mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman tradisi agar umat dapat beribadah dengan tenang tanpa disibukkan oleh pertengkaran yang tidak produktif.


​Kegiatan shalat Jumat berlangsung dengan khidmat, mempertegas peran tokoh agama dan pendidik dalam merawat toleransi serta menyelaraskan antara tuntunan agama dan realitas kehidupan sehari-hari di Kabupaten Lamongan.


​Penulis: [bp/MCE]
Editor: [bp]
Lokasi: Paji, Pucuk, Lamongan.

Berita Terbaru