Selasa, 11 Agustus 2026

Jejak Hitam Korupsi Iklan BJB Terbongkar KPK




​JAKARTA, MCE - Istilah 'Iklan adalah Investasi' tampaknya diartikan terlalu harfiah sekaligus membabi buta oleh segelintir oknum elite di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Alih-alih mendongkrak citra BUMD, anggaran promosi bernilai fantastis justru dijadikan ajang bancakan berjemaah pada Senin (10/8/2026). 


​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berupa placement iklan Bank BJB Tahun Anggaran 2021–2023. Tak tanggung-tanggung, dari total belanja iklan Rp410 Miliar (bagian dari anggaran promosi Rp801 Miliar), negara diestimasikan gigit jari akibat kerugian selisih pembayaran hingga Rp223,6 Miliar. 


​Para tersangka yang kini mengenakan 'rompi oranye' rombongan KPK tersebut meliputi:

​• WH – Pemimpin Divisi Corporate Secretary (Corsec) Bank BJB 2020–2024 (Otak di balik layar).

​• ID – Direktur PT CKM dan Pemilik PT AM (Pihak Swasta).

​• SHD – Direktur PT WBSE (Pihak Swasta).

​• SJK – Komisaris PT CKSB (Pihak Swasta).


​Modus 'Cerdas' Akali Lelang: Pecah Paket Hingga Buat Syarat Gaib


​Konstruksi perkara membeberkan jurus licik yang dimainkan sejak akhir 2020. WH memerintahkan jajarannya—Group Head Komunikasi Pemasaran (IM) dan Group Head Hubungan Masyarakat (SON)—untuk mencari agensi periklanan sekaligus memecah paket pengadaan menjadi dua kategori. Tujuannya? Sangat klasik: menghindari prosedur lelang resmi agar bisa melakukan penunjukan langsung.


​Tak berhenti di situ, agensi-agensi langganan ini diminta menyiapkan dana non-budgeter dan mendaftarkan perusahaan 'bayangan' (shell company). Alhasil, daftar agensi 'setingan' seperti PT AM, PT CKM, PT WBSE, PT BSCA, PT CKSB, hingga PT CKMB mendadak mulus menyedot kue anggaran iklan BJB.


​Adapun sederet 'dosa' administrasi dan rekayasa pengadaan yang dibongkar KPK meliputi:

​• HPS Suka-Suka: Harga Perkiraan Sementara (HPS) ditetapkan berdasarkan persentase fee, bukan nilai riil pekerjaan.

​• Jalur Khusus Memo: Divisi Corsec mengirim memo khusus ke Divisi Umum untuk memuluskan calon penyedia tertentu.

​• Aturan Main Berubah di Tengah Jalan: Syarat khusus baru dimunculkan setelah penawaran masuk demi memenangkan agensi 'titipan'—sebuah praktik yang menabrak asas transparansi.

• ​Verifikasi Formalitas: Panitia pengadaan diperintahkan secara lisan/tertulis untuk TIDAK melakukan verifikasi dokumen penyedia.


​BUMD Rasa Lapak Pribadi


​Akibat ulah para tersangka, dana ratusan miliar yang harusnya kembali menjadi laba BUMD untuk pembangunan masyarakat Jawa Barat dan Banten justru menguap ke kantong agensi dan oknum pejabat.


​Melalui Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU), KPK menegaskan proses hukum ini bukan sekadar penindakan, melainkan sinyal keras bahwa BUMD tidak boleh dijadikan 'sapi perah' bermodus belanja promosi atau marketing.


​Kini, para pejabat BJB dan bos agensi tersebut harus bertukar pakaian necis mereka dengan rompi oranye tahanan KPK. Publik pun menunggu: akankah ada nama-nama besar lain yang terseret dalam pusaran aliran dana non-budgeter belanja iklan super jumbo ini. (bp). 

Senin, 10 Agustus 2026

Operasi Gabungan Laut Natuna Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine




​Batam, MCE - Langkah berani sindikat narkotika internasional kembali menemui dinding tebal di wilayah perairan Indonesia. Kapal berbendera asing, King Sun, yang berlayar dari kawasan Teluk Thailand menuju wilayah kepulauan Indonesia, resmi dihentikan setelah terbukti membawa muatan terlarang dalam jumlah fantastis: 1,3 ton ketamine pada 9 Agustus 2026.


​Pengungkapan bernilai strategis ini merupakan hasil presisi intelijen dan sinergi lintas instansi yang melibatkan BNN, Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, BIN, serta Polda Kepulauan Riau. Pergerakan kapal target yang telah dipantau sejak Februari 2026 tersebut berhasil dicegat secara terukur saat memasuki perairan Natuna oleh konsolidasi kekuatan laut Indonesia.


​Detail Penindakan & Barang Bukti:

​• Armada Pencegatan: KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, KRI Karotang-872, dan Kapal Patroli BC 30005.

​• Barang Bukti Disita: 1,3 Ton Ketamine kristal yang dikemas dalam 65 karung berkedok bungkusan "Teh Cina Hijau".

• ​Lokasi Sembunyi: Kompartemen rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan.

​• Tersangka Diamankan: 8 Anak Buah Kapal (ABK) berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL.


​Modus penyembunyian yang tergolong rapi tersebut akhirnya terbongkar berkat keandalan unit satwa K-9 serta pemeriksaan intensif di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang. Penindakan tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa perairan Nusantara bukan jalur aman bagi jaringan kejahatan lintas negara. Para tersangka kini menghadapi proses hukum lanjutan guna membongkar seluruh rantai logistik dan dalang utama di balik jaringan ini. (bp). 

Minggu, 09 Agustus 2026

​Tampil Gemilang, Tim Basket SMAN 3 Tuban Boyong Medali Perunggu PORKAB IX





​TUBAN, MCE – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh para peserta didik SMA Negeri 3 Tuban. Dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) IX Tuban 2026, tim bola basket putra SMAN 3 Tuban berhasil meraih posisi juara dan membawa pulang Medali Perunggu untuk cabang olahraga bola basket. Senin (10/8/2026). 


​Empat atlet muda yang memuat prestasi tersebut adalah:

​• Muhammad Hakimus Shidqi (Kelas XI-A)

​• Syafiq Faizan (Kelas XI-C)

​• Kumara Widyadana (Kelas XI-D)

​• Fhariza Syahrul Putra (Kelas XI-G)


​Keberhasilan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang yang tinggi dari para siswa selama berlatih. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan "Selamat dan Sukses" atas pencapaian luar biasa ini, yang tak hanya mengharumkan nama sekolah tetapi juga menginspirasi seluruh siswa SMAN 3 Tuban untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.


​Pencapaian pada PORKAB IX Tuban 2026 ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi para atlet muda tersebut untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional pada masa mendatang. (bp). 

​Lepas Kontingen Jamnas XII ke Cibubur, Bupati Lindra Titip Marwah dan Nama Baik Tuban



TUBAN, MCE – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang terbaik dari Kabupaten Tuban resmi dilepas untuk mewakili daerah dalam ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Minggu (9/8/2026). 


​Dengan didampingi delapan pembina dan tim pendukung, para kontingen akan menjalani rangkaian kegiatan kepramukaan berskala nasional selama sepuluh hari. Mereka bakal bergabung dengan puluhan ribu anggota Pramuka Penggalang dari seluruh pelosok Tanah Air.


​Bupati Tuban sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Tuban, Aditya Halindra Faridzky, berpesan agar seluruh kontingen senantiasa menjaga marwah, etika, dan nama baik daerah selama berkegiatan di ibu kota.


​Menurutnya, Jamnas bukan sekadar ajang unjuk kebolehan atau kompetisi semata, melainkan wadah strategis untuk menimba ilmu, memperluas jejaring pertemanan, serta memperkuat rasa persatuan bangsa. Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—berharap para peserta dapat menyerap pengalaman berharga tersebut untuk diimplementasikan sekembalinya ke daerah.


​Pemerintah Kabupaten Tuban bersama seluruh masyarakat turut memberikan dukungan moral serta doa terbaik bagi perjuangan para tunas muda ini. Semangat, kemandirian, dan kekompakan Pramuka Tuban diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Bumi Wali. (bp). 

Jumat, 07 Agustus 2026

​Langkah Masif Kadisdik Jatim: Dari Peletakan Batu Pertama Masjid Hubbul Wathon Hingga Edukasi Antikorupsi Siswa





​SURABAYA, MCE - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan mutu pendidikan serta membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing. Pada Kamis (6/8/2026), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., melangsungkan serangkaian agenda kerja intensif yang berfokus pada penguatan layanan pendidikan, pembinaan karakter, hingga apresiasi terhadap kreativitas siswa.


​Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan dan penguatan layanan pendidikan di SMAN Taruna Madani Pasuruan. Dalam kunjungan tersebut, Kadisdik Jatim juga meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hubbul Wathon di lingkungan SMAN Taruna Madani. Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat pembinaan karakter Islami serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas bagi seluruh civitas akademika.


​Tak berhenti di situ, perhatian terhadap pengembangan potensi dan integritas siswa berlanjut di Surabaya. Kadisdik Jatim memberikan apresiasi tinggi terhadap karya serta kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh para peserta didik SMAN 11 Surabaya. Berbagai terobosan dan inovasi kreatif siswa—seperti karya Surasweet hingga Project Nekat—mendapat dukungan penuh sebagai wujud nyata dorongan pemerintah daerah terhadap jiwa kewirausahaan dan kreativitas berbasis solusi lokal.


​Dalam setiap interaksinya dengan para siswa dan pendidik, Aries Agung Paewai menekankan pentingnya menyelaraskan prestasi akademik dengan pendidikan karakter serta edukasi antikorupsi sejak dini.


​Komitmen maraton ini menegaskan arah kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Aries Agung Paewai: tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membangun generasi muda Jatim yang berkarakter kuat, kreatif, berbudaya lingkungan, dan memegang teguh prinsip integritas. (bp). 

​Skandal Rp322 Miliar Digitalisasi SPBU Pertamina: KPK Tahan Eks Petinggi Telkom





​JAKARTA, MCE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018–2023. Skandal rantai pengadaan berlapis ini diperkirakan merugikan keuangan negara hingga Rp322,18 miliar berdasarkan laporan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tiga tersangka yang memakai rompi oranye KPK tersebut adalah:

​• (Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom 2017–2019)

​• WER (Senior GM SSO PT Telkom 2012–2020)

​• EL (Pegawai PT Telkom sekaligus Pemilik PT PCS)


​Modus Operandi: Pengkondisian Vendor dan Uang 'Penyingkir' Rp2 Miliar


​Program digitalisasi SPBU sejatinya dirancang untuk memantau ketersediaan BBM secara real-time dan mengawasi penyaluran agar tepat sasaran menggunakan perangkat Electronic Data Capture (EDC) dan Automatic Tank Gauge (ATG). Namun, proyek strategis bernilai awal Rp3,6 triliun ini justru dijadikan ladang bancakan.


​Konstruksi perkara mengungkapkan serangkaian penyimpangan sistematis:

​• Pengondisian Vendor: Tersangka DR dan EL diduga mengatur penunjukan vendor sejak awal. Untuk memuluskan PT PCS sebagai pemenang pengadaan EDC, tersangka WER memerintahkan EL memberikan uang sebesar Rp2 miliar kepada pesaingnya (PT ASK) agar mengundurkan diri.

​• Formalitas Pengadaan: Pengadaan mesin ATG dan penunjukan system integrator diduga hanya formalitas semata. Anak perusahaan PT Telkom ditunjuk langsung meskipun tidak memiliki kapasitas sebagai distributor perangkat.

​• Penyunatan Spesifikasi & Hadiah Luar Negeri: Tersangka EL sengaja menurunkan spesifikasi perangkat EDC. Agar perubahan tersebut disetujui, EL menyuap sejumlah pejabat PT Telkom dengan fasilitas perjalanan liburan ke luar negeri.


​Ironi Sektor Migas


​KPK menyayangkan korupsi yang terjadi pada program vital ini. Niat awal untuk menyalurkan subsidi BBM tepat sasaran bagi masyarakat justru ditumpangi kepentingan pribadi oknum pejabat demi mengeruk keuntungan.


​Langkah tegas KPK ini menjadi peringatan keras bagi seluruh BUMN untuk mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pengadaan barang dan jasa berskala nasional harus berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari benturan kepentingan demi kemaslahatan publik. (bp). 

Kamis, 06 Agustus 2026

Sinyal Keras Prabowo ke 150 Periset Di Istana: Riset Jangan Cuma Jadi Tumpukan Kertas



​JAKARTA, MCE - Pemandangan tak biasa mewarnai Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari 150 periset terbaik bangsa dihimpun dalam satu ruangan, bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni diplomasi akademik, melainkan 'Panggilan Tugas' tegas dari kepala negara mengenai nasib riset, inovasi, dan pendidikan Indonesia.


​Presiden Prabowo menegaskan bahwa ekosistem riset tanah air tidak boleh lagi berjalan di tempat atau terjebak dalam sekat birokrasi. Pendidikan dan inovasi dipatok sebagai fondasi mutlak yang bakal menentukan apakah Indonesia mampu bersaing secara global atau sekadar menjadi penonton pada era Indonesia Emas 2045. Investment pada otak-otak terbaik bangsa ditegaskan sebagai harga mati.


​Sebelum melempar taklimat tajam, Prabowo membedah langsung jajaran pameran inovasi anak bangsa. Mulai dari cetak biru teknologi pendukung proyek raksasa Giant Sea Wall, persiapan teknologi nuklir menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), tabung Compressed Natural Gas (CNG) efisien pengganti LPG, hingga teknologi Foodguard demi membentengi keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak ketinggalan, terobosan di bidang ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sampah, alutsista pertahanan, hingga teknologi konstruksi program tiga juta rumah turut diuji langsung.


​Namun, kejutan terbesar justru lahir dari pameran alat pemenuh kebutuhan dasar. Di hadapan para peneliti, Presiden secara spontan memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dibanderol di bawah Rp80 ribu per pasang. Aksi ini menjadi sentilan sekaligus pesan tersirat bagi industri nasional: karya anak bangsa harus murah, berkualitas, dan segera dihilirisasi ke pasar, bukan sekadar berakhir menjadi pajangan etalase atau laporan penelitian yang berdebu.


​Momentum Istana hari ini menebar sinyal kuat. Pemerintah siap menyokong dana dan panggung, namun para periset kini dituntut membuktikan bahwa laboratorium riset mampu melahirkan solusi konkret bagi persoalan rakyat dari urusan sepatu sekolah, isi piring gratis, hingga kemandirian energi nasional. (bp). 

Berita Terbaru