Ijazah Alumni MAN 3 Bojonegoro Malah "Diuji" Lewat Rapat, Alumni Pulang Tanpa Kepastian
kabupaten bojonegoro pendidikanBOJONEGORO, MCE - Ada-ada saja kelakuan birokrasi dunia pendidikan kita. Bayangkan, siswa malang asal Kecamatan Tambakrejo yang menuntut ilmu hingga lulus dari MAN 3 Bojonegoro (yang kampusnya nongkrong di wilayah Kecamatan Ngraho) kini harus gigit jari lantaran ijazahnya tak kunjung bisa diambil. Selasa (8/9/2026).
Hebatnya lagi, dokumen krusial penentu masa depan itu tidak langsung diserahkan, melainkan harus menunggu keputusan rapat pihak madrasah. Wah, dikira ijazah itu surat izin arisan RT kali, ya, sampai harus dibahas di meja bundar dulu segala?
• Lintas Kecamatan, Mentok di Birokrasi: Siswa udah capek-capeknye sekolah jauh dari Tambakrejo ke Ngraho, pas lulus malah disuruh sabar nungguin hasil musyawarah guru kayak lagi sidang pleno.
• Rapat Berkilah: Alasan "masih akan dirapatkan" ini sungguh mencurigakan. Emangnya ada pasal tersembunyi apa sih di balik selembar kertas ijazah itu.
• Masa Depan Dipertaruhkan: Sementara pihak madrasah sibuk diskusi bolak-balik tanpa kejelasan, kesempatan kerja atau kuliah si anak bisa amblas seketika.
Pesan buat pihak MAN 3 Bojonegoro: Ijazah itu hak mutlak siswa, bukan piala bergilir hasil musyawarah desa! Kalau memang tidak ada masalah hukum, buat apa dipersulit pakai acara rapat segala.
Kira-kira, apakah pihak sekolah perlu segera didatangi langsung biar rapatnya nggak pake lama. (Teguh).







