Selasa, 31 Maret 2026

​ESTETIKA SAMPAH: Hutan Ngimbang Berubah Jadi "Septic Tank" Raksasa, Bau Busuk Sambut Pengendara



LAMONGAN, MCE – Apa jadinya jika alas hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia justru berubah menjadi jamban terbuka? Pemandangan memuakkan tersaji di jalur penghubung arah Sukorame, tepatnya di kawasan Dekat Mabang, Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang. Alih-alih menghirup oksigen segar, para pengendara yang melintas pada Rabu (1/4/2026) dipaksa "menikmati" aroma busuk yang menyengat hidung.


​Tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga sisa makanan yang membusuk berjajar rapi di bahu jalan, seolah-olah menjadi "monumen" ketidaksadaran kolektif manusia.


​Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika yang terganggu, tapi tamparan keras bagi wajah lingkungan Lamongan. Hutan yang asri kini ternoda oleh tumpukan kresek warna-warni yang butuh ratusan tahun untuk terurai. Bau yang menusuk bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menjadi bukti betapa rendahnya empati sebagian oknum terhadap alam.


"Melintas di sini bukan lagi cari angin segar, tapi cari penyakit. Baunya minta ampun, apalagi kalau habis hujan atau panas terik begini," keluh salah satu pengendara yang terpaksa menutup hidung rapat-rapat saat melintas.


​Sampai kapan pemandangan menjijikkan ini dibiarkan? Apakah pihak terkait harus menunggu sampai tumpukan ini menutup badan jalan atau menimbulkan wabah penyakit baru bisa bergerak?


​Hutan bukan tempat sampah raksasa. Menaruh sampah di sini bukan "membuang pada tempatnya", tapi sedang menanam bom waktu ekologi bagi anak cucu. Jika penegakan aturan dan penyediaan fasilitas pembuangan sampah masih sebatas wacana, jangan kaget jika julukan "Kota Indah" hanya akan tinggal kenangan, berganti menjadi "Kabupaten Tumpukan Sampah".


​Netizen, menurut kalian: Ini salah masyarakat yang jorok, atau pemerintah yang abai? Tulis di kolom komentar. (bp). 


​#DinasLingkunganHidupLamongan #LamonganDaruratSampah #NgimbangBerdebu #SaveAlasNgimbang

Senin, 30 Maret 2026

Bupati Tuban Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK Jatim, Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan



Tuban, MCE – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Senin (30/3). Penyerahan dilakukan bersama seluruh kepala daerah se-Jawa Timur di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo.


Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin. Bupati Tuban hadir didampingi jajaran perangkat daerah terkait.


Penyerahan LKPD Unaudited merupakan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, yang mengharuskan pemerintah daerah menyampaikan laporan keuangan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Selanjutnya, laporan tersebut akan diperiksa oleh BPK untuk memperoleh opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan.


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi ketepatan waktu pemerintah daerah dalam menyampaikan LKPD. Menurutnya, hal ini mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.


Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK RI Jawa Timur menjelaskan bahwa penyerahan LKPD Unaudited menjadi tahap awal dalam proses audit. BPK akan melakukan pemeriksaan secara rinci sesuai standar pemeriksaan keuangan negara.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menegaskan bahwa penyerahan LKPD tepat waktu merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tuban dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah. Langkah ini sebagai upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.


“Penyampaian LKPD ini menjadi wujud keseriusan kami dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.


Mas Lindra menambahkan hasil audit dari BPK nantinya akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemkab Tuban untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan.


“Kami berharap hasil pemeriksaan BPK dapat semakin mendorong peningkatan kualitas laporan keuangan, sekaligus mempertahankan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selama ini diraih,” tambahnya.


Melalui langkah ini, Pemkab Tuban optimistis dapat terus memperkuat kepercayaan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel. (bp).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro resmi berganti dari Hidayat Rahman kepada Plt. Agus Hariyono. ​




BOJONEGORO, MCE - Gerbong mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali bergerak. Kali ini, posisi strategis Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro resmi berganti dari Hidayat Rahman kepada Plt. Agus Hariyono. Selasa (31/3/2026). 


​Langkah ini menjadi sorotan para praktisi pendidikan di wilayah Bojonegoro dan Tuban. Banyak pihak menantikan gebrakan baru dari kepemimpinan Agus Hariyono dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin digital. Akankah ada inovasi baru di sekolah-sekolah kita? Mari kita nantikan kiprahnya! (bp). 

 #PendidikanBojonegoro #CabdindikJatim #Sertijab #BojonegoroTuban

Minggu, 29 Maret 2026

Madakaripura Lumpuh! Jembatan "Zaman Purbakala" Akhirnya Menyerah, Pemkab Baru Sibuk Cari Solusi



Probolinggo, MCE - Wisatawan Air Terjun Madakaripura sepertinya harus belajar terbang atau minimal punya ilmu kanuragan. Pasalnya, Jembatan Duren (Curah Soyo) yang legendaris itu resmi "pensiun dini" alias ambruk setelah dipaksa bertahan sejak zaman old—tepatnya tahun 1980-an. Bayangkan, di saat kita sudah sibuk bahas AI, jembatan ini masih pakai spek zaman kaset pita. 


Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengakui kalau infrastruktur ini memang sudah rapuh dimakan usia. Ya, kalau manusia mungkin sudah waktunya ambil uang pensiun, tapi jembatan ini tetap dipaksa kerja rodi menantang cuaca ekstrem sampai akhirnya menyerah Sabtu dini hari (28/3).

Sekarang, tim BPBD dan PUPR baru sibuk "lari pagi" melakukan asesmen. Rencananya, jembatan Bailey bakal dipasang biar minimal motor bisa lewat. Buat warga? Harap bersabar, ini ujian. Untuk sementara, silakan lewat jalur alternatif atau nikmati dulu garis polisi yang sudah terpasang rapi di lokasi. (bp). 


#MadakaripuraLumpuh #InfrastrukturJadul #ProbolinggoHariIni #JembatanAmbruk

Jumat, 27 Maret 2026

Ribuan Wisatawan Padati Pantai Watu Pecak, Polres Lumajang Tingkatkan Patroli Keamanan




Lumajang, MCE – Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, ribuan wisatawan memadati kawasan wisata Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Kamis (26/3/2026). Lonjakan jumlah pengunjung tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati libur lebaran bersama keluarga di kawasan pesisir selatan.


Dari pantauan di lapangan, suasana pantai terlihat ramai sejak siang hingga sore hari. Pengunjung tampak memenuhi area bibir pantai, warung, hingga tempat parkir kendaraan. Kepadatan ini mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Personel Polres Lumajang diterjunkan untuk melaksanakan patroli di kawasan wisata tersebut. Petugas tampak menyisir sejumlah titik keramaian, mulai dari pintu masuk, area parkir, hingga sepanjang garis pantai, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.


Selain melakukan patroli, petugas juga активно memberikan imbauan kepada para wisatawan. Mereka mengingatkan pengunjung agar selalu menjaga barang bawaan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama di tengah keramaian.


Kasatgas KRYD Polres Lumajang, Kompol Noer Andhi Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang berlibur.


“Kami melaksanakan patroli di kawasan wisata Pantai Watu Pecak untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, mengingat jumlah pengunjung yang meningkat cukup signifikan pasca lebaran,” ujarnya di sela kegiatan.


Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan penekanan kepada pengunjung agar tidak mandi di laut, mengingat karakteristik ombak di pantai selatan yang cukup besar dan berpotensi membahayakan keselamatan.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung agar tidak mandi di laut karena ombak cukup besar dan berbahaya. Selain itu, kami juga mengingatkan agar selalu menjaga barang bawaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.


Petugas juga terlihat melakukan pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama pengunjung, memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keselamatan diri dan keluarga saat berwisata.


Kehadiran aparat kepolisian di tengah keramaian mendapat respons positif dari para wisatawan. Banyak di antara mereka mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli rutin yang dilakukan petugas.


Hingga saat ini, situasi di kawasan Pantai Watu Pecak terpantau ramai namun tetap terkendali. Arus keluar masuk pengunjung berjalan lancar, serta tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang berarti.


Kompol Noer Andhi Setiawan menegaskan bahwa patroli akan terus ditingkatkan selama masa libur lebaran, khususnya di lokasi wisata yang menjadi pusat keramaian masyarakat.


“Kami akan terus hadir memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas liburan berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. Kontributor: budi. 

Kamis, 26 Maret 2026

Pemkab Tuban Laksanakan Verifikasi dan Validasi Data Kependudukan 2026, ASN Turun Door to Door ke Rumah Warga




Tuban, MCE – Pemerintah Kabupaten Tuban resmi melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Kependudukan Tahun 2026 sebagai upaya menghadirkan data yang mutakhir, akurat, dan berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pendataan Kependudukan Kabupaten Tuban Tahun 2026. Kamis (26/3/2026). 

Kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari identitas keluarga, kondisi perumahan, kepemilikan aset, hingga data anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Selain itu, petugas juga akan mencatat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan apabila ditemukan kerusakan yang membutuhkan perbaikan.

Pemerintah Kabupaten Tuban menegaskan bahwa pelaksanaan verifikasi dan validasi ini tidak dimaksudkan untuk meragukan ataupun menggantikan data resmi yang selama ini dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik. Justru sebaliknya, kegiatan ini menjadi langkah komplementer atau saling melengkapi untuk memperkuat data internal pemerintah daerah agar semakin tervalidasi sebagai dasar perumusan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tuban juga telah berkoordinasi dengan BPS dan mendapatkan dukungan penuh. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bersama antara BPS dan Pemkab Tuban guna memastikan metode dan mekanisme pengumpulan data berjalan sesuai standar serta menghasilkan data yang berkualitas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan berbasis data yang terintegrasi.

“Verval ini menjadi fondasi penting untuk memastikan data yang dimiliki pemerintah daerah benar-benar akurat. Dengan data yang valid, tidak hanya program pembangunan yang lebih tepat sasaran, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas, terutama dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tuban baik PNS maupun PPPK, termasuk pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guru, hingga tenaga kesehatan. Para ASN diterjunkan langsung ke lapangan dengan metode door to door, menyasar seluruh rumah tangga sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Meski melibatkan seluruh ASN, pelaksanaan kegiatan ini dipastikan tidak mengganggu tugas utama maupun pelayanan publik. Kegiatan verval ini merupakan tugas tambahan yang telah diatur dengan skema pembagian waktu dan penjadwalan yang proporsional, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 26 Maret hingga 20 April 2026.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh ASN dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif ASN bukan hanya sebagai tugas administratif, tetapi juga bentuk kebersamaan dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Keikutsertaan ASN, baik tenaga teknis, guru, maupun tenaga kesehatan, diharapkan mampu membangun rasa kebersamaan sekaligus menghasilkan data yang akurat agar program-program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” pesannya.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, verifikasi dan validasi data dilakukan melalui aplikasi selaras.tubankab.go.id yang terintegrasi dalam program Tuban Satu Data. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kemudahan dalam pengolahan dan pemutakhiran data.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Tuban optimistis kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Kependudukan Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan basis data yang kuat sebagai pijakan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tuban. (bp). 

Rabu, 25 Maret 2026

Polisi Intensifkan Patroli di Water Park Wonorejo, Jaga Keamanan Wisatawan Saat Libur Lebaran




Lumajang, MCE – Memasuki masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polsek Kedungjajang meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah objek wisata guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. 


Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah Pemandian Water Park Lumajang (Kawasan Wonorejo Terpadu), Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (25/3/2026).


Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Kedungjajang melakukan pemantauan langsung terhadap situasi di area wisata yang dipadati pengunjung dari berbagai daerah. 


Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.


Petugas juga memberikan sejumlah imbauan kepada pihak pengelola dan pengunjung. 


Kepada petugas parkir, polisi menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga kendaraan milik wisatawan agar terhindar dari aksi pencurian.


“Kami mengimbau kepada petugas parkir untuk lebih fokus dan bertanggung jawab terhadap keamanan kendaraan pengunjung, sehingga masyarakat bisa berwisata dengan tenang,” ujar salah satu anggota di lokasi.


Selain itu, imbauan juga diberikan kepada petugas penjaga kolam atau lifeguard agar selalu siaga dan aktif mengawasi aktivitas pengunjung, khususnya yang berenang di kolam.


“Petugas penjaga kolam harus selalu memperhatikan pengunjung, terutama anak-anak, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan di air,” tambahnya.


Tidak hanya itu, pengunjung juga diingatkan untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing. Polisi meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan, terutama di tempat ramai.


Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat selama momentum libur Lebaran.


“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, khususnya di lokasi wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas AKP Rudi Isyanto.


Ia menambahkan, sinergi antara petugas keamanan, pengelola wisata, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan suasana liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.


"Dengan adanya patroli rutin dan imbauan kamtibmas tersebut, diharapkan seluruh aktivitas wisata di wilayah Kedungjajang dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti selama libur Lebaran," pungkasnya. Kontributor: budi. 

Berita Terbaru