Rabu, 24 Juni 2026

​Puncak PENAS XVII 2026: Mengintip Cetak Biru Pertanian Modern Masa Depan Indonesia




​GORONTALO, MCE — Sektor pertanian yang modern, adaptif, dan produktif kini menjadi pilar fundamental sekaligus modal utama Indonesia dalam meniti jalan menuju swasembada pangan berkelanjutan. Komitmen kuat ini ditegaskan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat melakukan kunjungan kerja strategis di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).


​Dalam rangkaian agenda Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 tersebut, Kepala Negara meninjau langsung implementasi Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi. Eksibisi berskala nasional ini menyuguhkan berbagai lompatan inovasi mutakhir di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta ekosistem teknologi pendukung ketahanan pangan.


​Mengakselerasi Produktivitas Lewat Inovasi PM-AAS


​Di sela-sela peninjauan, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap berbagai terobosan teknologi baru yang berhasil dikembangkan di sektor agraria. Menurut Kepala Negara, intervensi teknologi modern seperti model PM-AAS bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak demi mendongkrak produktivitas secara signifikan.


​"Pemanfaatan teknologi tepat guna dan modernisasi di sektor hulu hingga hilir terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara melipat ganda, sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional kita di tengah ketidakpastian global," ujar Presiden.


​Optimisme tinggi dipancarkan oleh Kepala Negara terkait masa depan sektor agraris tanah air. Pemerintah meyakini, dengan sinergi antara adopsi teknologi yang masif dan inovasi yang terus bergulir, Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri, tetapi juga memiliki modalitas yang sangat besar untuk tampil sebagai lumbung pangan dunia (global food estate). Dampak positifnya, roda ekonomi di tingkat akar rumput akan berputar lebih cepat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan lokal.


​Tiga Strategi Utama: Intensifikasi, Ekstensifikasi, dan Hilirisasi


​Guna mengejawantahkan visi besar tersebut menjadi realitas, Pemerintah Indonesia telah memetakan peta jalan (roadmap) yang komprehensif. Penguatan rantai produksi pangan nasional akan diakselerasi melalui integrasi tiga strategi utama:


​• Intensifikasi: Optimalisasi lahan pertanian yang ada dengan benih unggul, pemupukan presisi, dan manajemen air yang modern.


​• Ekstensifikasi: Perluasan areal tanam baru yang potensial dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.


​• Hilirisasi: Transformasi hasil panen menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi guna meningkatkan daya saing pasar dan pendapatan petani.


​Pemerintah juga memastikan bahwa penerapan teknologi pertanian berbasis digital dan mekanisasi ini tidak akan berhenti di pusat-pusat percontohan saja. Ke depan, implementasinya akan diperluas secara masif dan merata ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berbasis komunitas demi mewujudkan kedaulatan dan keswasembadaan pangan yang kuat, dimulai dari level desa hingga menjangkau skala nasional. (bp). 


Sukses Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Tuban Raih Apresiasi Pemprov Jatim




Tuban, MCE - Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tuban membuahkan hasil. Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Kabupaten Tuban atas keberhasilannya menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi sepanjang tahun 2025.


Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., pada Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Singhasari, Kota Batu, pada 24-25 Juni 2026.


Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinkes P2KB Tuban, Angka Kematian Ibu (AKI) pada 2025 tercatat 109,18 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut turun dibanding tahun 2024 yang mencapai 152,19 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga menurun dari 6,98 menjadi 5,72 per 1.000 kelahiran hidup.


Terkait capaian tersebut, Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan buah kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga dukungan masyarakat.


"Pada 2025, Angka Kematian Ibu berhasil turun dari 152,19 menjadi 109,18 per 100.000 kelahiran hidup atau berkurang 43,01 poin. Sementara itu, Angka Kematian Bayi turun dari 6,98 menjadi 5,72 per 1.000 kelahiran hidup atau berkurang 1,26 poin. Penurunan ini menunjukkan bahwa deteksi dini risiko kehamilan, pendampingan ibu hamil, pelayanan persalinan yang aman, serta pemantauan kesehatan bayi berjalan semakin baik," ujarnya, Rabu (24/6).


Lebih lanjut, Roikan menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit, bidan praktik mandiri, kader kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan keluarga yang aktif memantau kesehatan ibu hamil dan bayi.


"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, kami ingin setiap ibu hamil mendapatkan layanan yang cepat dan tepat sehingga risiko kematian ibu maupun bayi dapat terus ditekan," tambahnya.


Selain penyerahan penghargaan, kegiatan Rakornis Kesmas 2026 juga diisi dengan pelaksanaan simbolis Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak serta penyerahan Buku Pedoman Teknis Cek Kesehatan Gratis bagi anak sekolah dan pondok pesantren.


Menurut penuturannya, penghargaan yang diterima Kabupaten Tuban menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Tuban diharapkan mampu mempertahankan tren penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat. (bp). 

​Gempur Peredaran Obat Terlarang, Satresnarkoba Polres Lumajang Sita 23.959 Butir Pil Logo Y dari Tangan Bandar ​



LUMAJANG, MCE – Komitmen aparat kepolisian dalam memberangus peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah hukum Kabupaten Lumajang kembali membuahkan hasil cetar. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang Polda Jatim sukses membongkar jaringan pengedar kelas kakap dan menyita puluhan ribu butir pil koplo siap edar yang mengancam masa depan generasi muda.



​Dalam operasi senyap tersebut, korps korps baju cokelat berhasil meringkus dua orang tersangka. Tidak main-main, dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sedikitnya 23.959 butir pil berlogo ‘Y’ yang diduga kuat siap diguyur ke pasaran.



​Kedua tersangka yang kini tak berkutik di balik jeruji besi tersebut diketahui berinisial RLF (35), warga Kecamatan Pasirian, dan TA (37), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.



​Kronologi Penangkapan: Berawal dari Laporan Warga



​Mewakili Kasatresnarkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang mengendus adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran pil berlogo Y.



​"Menindaklanjuti informasi berharga dari masyarakat, anggota Satresnarkoba langsung bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil menciduk tersangka RLF," tegas Ipda Suprapto kepada media, Senin (22/6/2026).



​Saat digeledah, RLF tidak dapat mengelak. Petugas menemukan gunungan barang bukti berupa pil berlogo Y yang sudah dikemas rapi dalam beberapa plastik klip siap jual. Selain obat-obatan terlarang, polisi juga menyita uang tunai yang diduga kuat merupakan hasil transaksi haram tersebut.



​Jejak Digital Berbicara: Bandar Utama Ikut Terseret



​Polisi tidak berhenti di hilir. Berbekal pemeriksaan digital forensik terhadap telepon genggam milik RLF, petugas menemukan bukti krusial berupa isi percakapan (chat) transaksi jual beli yang membongkar asal-usul barang haram tersebut.



​"Kami bergerak berdasarkan fakta. Dari ponsel tersangka, ditemukan riwayat chat transaksi yang mengarah kuat kepada keterlibatan pelaku lain," jelas Ipda Suprapto.



​Nyanyian RLF langsung menuntun petugas ke arah TA, yang diduga kuat bertindak sebagai pemasok utama (suplayer) dalam jaringan ini. Tanpa buang waktu, polisi melakukan pengembangan di lapangan dan berhasil membekuk TA di lokasi berbeda bersama sisa pasokan pil koplo jumlah besar.



​Ancaman Hukum dan Imbauan Kamtibmas



​Saat ini, kedua penyelundup masa depan bangsa tersebut beserta seluruh barang bukti senilai puluhan juta rupiah telah dijebloskan ke Mapolres Lumajang. Mereka dipastikan akan menghadapi proses hukum berat demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.



​Pihak Polres Lumajang kembali menegaskan perang terbuka terhadap narkoba dan okerbaya. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar demi menjaga kondusivitas Kamtibmas.



​"Kami menyediakan layanan pengaduan 24 jam melalui Call Center 110 bebas pulsa. Kami garansi, setiap laporan masyarakat akan langsung kami sikat dan tindaklanjuti tanpa kompromi," pungkas Ipda Suprapto dengan nada tegas. Kontributor: budi.

Selasa, 23 Juni 2026

URGENSI MILAD 'AISYIYAH: MENJAGA API PERADABAN INDONESIA




Oleh: [Gus Luthfi Ketua KMM PDM Lamongan]


Setiap tanggal 27 Rajab, 'Aisyiyah merayakan Milad. Bukan sekadar ulang tahun organisasi, tapi peringatan kebangkitan kesadaran perempuan Indonesia. 107 tahun sejak 1917, 'Aisyiyah lahir bukan karena ikut tren, tapi karena ada luka bangsa yang harus diobati: kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan perempuan¹. Pertanyaannya: di 2026 ini, masih urgensikah Milad 'Aisyiyah? Jawabnya: justru semakin urgent.


*1. 'Aisyiyah Adalah Sekolah Peradaban Pertama Kaum Perempuan*  

Sebelum ada sekolah formal untuk perempuan, 'Aisyiyah sudah buka "Sekolah Guru Putri" dan "Kweekschool". K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan paham: membangun bangsa dimulai dari mendidik ibunya². Perempuan berilmu = melahirkan generasi berilmu. 


Urgensi Milad 'Aisyiyah hari ini adalah mengingatkan kita: krisis peradaban bukan karena kurangnya infrastruktur, tapi karena rapuhnya pendidikan karakter. 'Aisyiyah mengajarkan "ngaji + ngopi + ngopeni": ngaji Al-Qur'an, ngopi diskusi masalah umat, ngopeni rakyat kecil. 3 ini yang hilang dari politik kita sekarang. Milad jadi momentum mengecek ulang: masihkah kader 'Aisyiyah jadi guru peradaban atau sudah terjebak jadi "ibu-ibu arisan" saja?


*2. Benteng Akhlak di Tengah Badai Disrupsi Digital*  

Anak kita sekarang dibesarkan YouTube dan TikTok, bukan dongeng ibu. Hoaks, pornografi, judi online menyerang rumah tangga. Negara sibuk bikin regulasi, tapi benteng paling depan tetap ibu di rumah³. 


Inilah urgensi 'Aisyiyah. Lewat 20.000 TK/ABA, 6.000 Posyandu, dan ribuan Majelis Taklim⁴, 'Aisyiyah adalah garda terdepan menangkal kerusakan moral. Milad mengingatkan: tugas 'Aisyiyah bukan hanya bikin kue bazar. Tapi mencetak ibu yang paham "qaulan sadida" - ucapan yang benar dan mendidik QS. An-Nisa:9⁵. Ibu yang bisa bilang ke anaknya: "Nak, HP itu alat, bukan Tuhan". Tanpa 'Aisyiyah, siapa lagi yang mau kerja senyap tapi dampaknya 30 tahun ke depan?


*3. Menjawab Krisis Kemanusiaan dengan Amal Usaha*  

Indonesia 2026 menghadapi 3 krisis: stunting, kemiskinan ekstrem, dan bencana iklim. 'Aisyiyah menjawab bukan dengan orasi, tapi dengan Rumah Sakit, Universitas, Panti Asuhan, dan Bank Sampah⁶. Itu namanya "Islam Berkemajuan": iman yang turun jadi amal nyata.


Urgensi Milad adalah evaluasi: sudahkah amal usaha kita menjawab problem bangsa, atau hanya jadi simbol? RS PKU Muhammadiyah yang merawat pasien tanpa membedakan agama, TK ABA yang gratis untuk anak miskin, itu dakwah paling keras. Milad 'Aisyiyah harus jadi "rapat kerja akbar" untuk melipatgandakan amal usaha yang menyentuh rakyat, bukan hanya rapat seremonial.


*4. Menjaga Indonesia dari Radikalisme dan Liberalisme*  

Perempuan hari ini terjepit dua kutub: radikalisme yang mengurung, dan liberalisme yang membebaskan tanpa batas. Keduanya sama-sama merusak. 'Aisyiyah menawarkan jalan tengah: perempuan berkemajuan⁷. Berilmu, beramal, berakhlak, tapi tetap memimpin di ruang publik.


Milad adalah penegasan identitas. 'Aisyiyah tidak lahir untuk jadi "sayap partai" atau "klub sosialita". 'Aisyiyah lahir untuk menegakkan "amar ma'ruf nahi munkar" dengan cara perempuan: lembut tapi tegas, persuasif tapi berprinsip. Di era polarisasi, Indonesia butuh suara ibu-ibu 'Aisyiyah yang menenangkan, bukan memecah.


*Penutup: Milad Bukan Nostalgia, Tapi Mobilisasi*  

Bu, Milad tanpa aksi = arwah tanpa raga. Api 'Aisyiyah dinyalakan Nyai Ahmad Dahlan 107 tahun lalu. Tugas kita hari ini bukan memuji apinya, tapi menjaga agar tidak padam dan menyalakan obor baru.


Urgensi Milad 'Aisyiyah adalah urgensi Indonesia itu sendiri. Selama masih ada anak yang putus sekolah, ibu yang stunting, dan keluarga yang tercerai-berai karena gadget, maka 'Aisyiyah harus terus ada. Karena membangun peradaban itu tugas panjang. Dimulai dari rumah, dikerjakan oleh perempuan, dan dinilai oleh Allah.


Selamat Milad 'Aisyiyah. Bismillah, lanjutkan perjuangan. "Dan katakanlah yang baik-baik kepada manusia" QS. Al-Baqarah:83⁸.


---


### *FOOTNOTE*


¹ Tim Sejarah PP Muhammadiyah, _Sejarah 'Aisyiyah 1917-2017: Satu Abad Berkhidmat untuk Umat_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2017), 23.  

² Haedar Nashir, _Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia_ (Bandung: Mizan, 2013), 89.  

³ Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, _Laporan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia 2024_ (Jakarta: Kominfo, 2024), 41.  

⁴ Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, _Data Amal Usaha 'Aisyiyah 2025_ (Yogyakarta: PP 'Aisyiyah, 2025).  

⁵ Kementerian Agama RI, _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 3_ (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2019), 512.  

⁶ Haedar Nashir, _Islam Berkemajuan: Manifesto Gerakan Muhammadiyah_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2020), 112.  

⁷ Siti Noordjannah Djohantini, _Perempuan Berkemajuan: Telaah Pemikiran 'Aisyiyah_ (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2019), 67.  

⁸ Kementerian Agama RI, _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1_, 134.


---


### *DAFTAR PUSTAKA - Gaya APA Style 7th Ed.*


Djohantini, S. N. (2019). _Perempuan Berkemajuan: Telaah Pemikiran 'Aisyiyah_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.


Kementerian Agama RI. (2019). _Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1 & 3_. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.


Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2024). _Laporan Survei Indeks Literasi Digital Indonesia 2024_. Jakarta: Kominfo.


Nashir, H. (2013). _Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia_. Bandung: Mizan.


Nashir, H. (2020). _Islam Berkemajuan: Manifesto Gerakan Muhammadiyah_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.


Pimpinan Pusat 'Aisyiyah. (2025). _Data Amal Usaha 'Aisyiyah 2025_. Yogyakarta: PP 'Aisyiyah.


Tim Sejarah PP Muhammadiyah. (2017). _Sejarah 'Aisyiyah 1917-2017: Satu Abad Berkhidmat untuk Umat_. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

​Cetak Generasi Bermental Juara, Wabup Dirham Buka Ajang Bergengsi LKBB Bupati Cup 2026 ​



​LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan karakter generasi muda melalui ajang Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) Bupati Cup Tahun 2026. Kompetisi bergengsi ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, bertempat di GOR Sport Center Lamongan, Selasa (23/6).


​Dalam sambutannya, Wabup Dirham menekankan bahwa LKBB bukan sekadar perlombaan keterampilan baris-berbaris atau penampilan kostum semata. Lebih dari itu, ajang ini merupakan instrumen strategis untuk menempa kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan di kalangan pelajar.


​“LKBB adalah wadah untuk membentuk mental juara. Melalui setiap gerakan dan formasi, para peserta diajak untuk memupuk semangat kerja sama tim sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air yang mendalam,” ujar Wabup Dirham.

Ia menambahkan, nilai-nilai disiplin yang ditanamkan dalam kegiatan ini sangat fundamental dalam mencetak generasi muda Lamongan yang tangguh. Wabup Dirham berpesan agar seluruh peserta menjadikan momen ini sebagai sarana pengembangan diri serta mengasah kepercayaan diri untuk berkompetisi secara sehat.


​Lebih lanjut, Wabup Dirham memotivasi ratusan peserta yang hadir dengan mengingatkan bahwa mereka adalah aset bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Dirinya berharap para pelajar terus mengasah potensi diri sebagai kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


​Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, memaparkan bahwa antusiasme pelajar dalam ajang tahun ini sangat tinggi.


​“LKBB Bupati Cup 2026 diikuti oleh 374 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Lamongan. Sebanyak 26 tim yang mewakili 21 lembaga pendidikan akan berkompetisi, di mana setiap tim terdiri dari 13 hingga 16 siswa-siswi,” jelas Siti Rubikah.


​Penyelenggaraan LKBB Bupati Cup 2026 ini diharapkan menjadi ruang aktualisasi positif bagi pelajar Lamongan untuk menyalurkan bakat, meraih prestasi, sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah generasi muda. (s.genk). 


Senin, 22 Juni 2026

​Dinasti Tumbang di Tangan Hukum: Raudi Akmal Susul Ayahanda Masuk Bui Terkait Korupsi Hibah Pariwisata




​SLEMAN, MCE – Jeratan hukum atas kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun 2020 kini menemui babak baru yang kian memalukan. Setelah sebelumnya sang ayah, mantan Bupati Sleman Sri Purnomo, harus duduk di kursi pesakitan, kini giliran sang buah hati, Raudi Akmal, yang ikut terseret ke balik jeruji besi.


​Senin (22/6), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman secara resmi menetapkan Raudi Akmal sebagai tersangka. Anggota DPRD Sleman yang menjabat selama dua periode (2019-2024 dan 2024-2029) ini diduga kuat terlibat aktif dalam memuluskan praktik lancung yang merugikan keuangan negara hingga belasan miliar rupiah.


​Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya


​Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto, dalam keterangan persnya membenarkan peningkatan status hukum terhadap pria berinisial RA tersebut. Menurut penyidik, keterlibatan Raudi bukanlah sekadar spekulasi. Ia disebut memainkan peran vital dalam "mengondisikan" proposal kelompok masyarakat yang hendak menerima dana hibah.


​"Tersangka RA melakukan perbuatan aktif dalam pengelolaan dana hibah tersebut bersama-sama dengan terdakwa Sri Purnomo. Perannya adalah mengondisikan proposal-proposal agar ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sleman saat itu," tegas Bambang.


​Sebagai informasi, dana hibah yang dikorupsi ini bersumber dari Kementerian Keuangan senilai lebih dari Rp68,5 miliar yang seharusnya diperuntukkan bagi penanganan pandemi Covid-19. Namun, bukannya disalurkan untuk kemanusiaan, dana tersebut justru menjadi bancakan yang berujung pada kerugian negara sebesar Rp10.952.457.030, sebagaimana hasil audit BPKP DIY.


​Menanti Hari di Balik Jeruji


​Kiprah politik Raudi Akmal yang seharusnya menjadi representasi aspirasi rakyat kini harus terhenti sementara. Pasca penetapan status tersangka, pihak kejaksaan langsung melakukan penahanan terhadap Raudi selama 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Sleman.


​Tersangka kini dijerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi yang cukup berat, mengacu pada Pasal 603 jo Pasal 20 huruf C UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta regulasi terkait pemberantasan tindak pidana korupsi.


​Kasus ini menjadi tamparan keras bagi integritas para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Publik kini menanti, apakah akan ada nama-nama lain yang bakal menyusul dalam daftar "keluarga" yang terjerat kasus korupsi ini, ataukah ini menjadi akhir dari drama hukum yang mencoreng wajah parlemen daerah tersebut?


​Satu hal yang pasti, hukum tidak mengenal hubungan darah ketika uang rakyat telah dikhianati. (bp). 

KBC UNTUK FIKIH: DARI SERAMBI MA’HAD KEDIRI UNTUK MADRASAH NUSANTARA




18 Tahun MGMP Fikih-Ushul Fikih Jatim 2008-2026


Delapan belas tahun. Sejak 2008, MGMP Fikih & Ushul Fikih MAS/MAN se-Jawa Timur berdiri sebagai rumah nalar madrasah. Rumah yang menolak Fikih berhenti di teks, menolak Ushul Fikih kering tanpa adab.


2–4 Juli 2026, rumah itu kembali bermusyawarah. Bukan di aula megah, tapi di *Ruang Meeting Lantai 2 MAN 2 Kota Kediri*. Para guru bermalam di *Ma’had MAN 2 Kota Kediri*. Ruang untuk musyawarah, ma’had untuk muroja’ah hati. Tempat menentukan ruh.


Tema besar: *Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta – KBC bagi Guru Fikih & Ushul Fikih MA se-Jatim*. “Cinta” di sini bukan jargon. Fikih tanpa cinta melahirkan kekerasan. Ushul Fikih tanpa cinta melahirkan keringnya nalar. Padahal maqashid syariah bermuara pada cinta: cinta Allah, cinta sesama, cinta kemaslahatan.


Musyawarah ke-15 ini melintas batas. Hadir Guru Fikih-Ushul Fikih MAN 2 Cilegon, Banten. Jawa Timur berbagi 18 tahun pengalaman, Banten menyemai semangat baru. Madrasah, sejatinya, satu tubuh.


Empat pilar menguatkan: *Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim* memberi arah madrasah berkarakter; *Ketua Pokjawas Nasional* mengingatkan pengawas adalah penumbuh, bukan pencari salah; *Kakan Kemenag Kota Kediri* menegaskan Kediri layak jadi laboratorium KBC; *Guru sebaya penyusun Modul KBC* membuktikan guru madrasah mampu menulis kurikulum, bukan sekadar menjalankannya.


Tiga komitmen dikunci di ruang itu: 

1. *Fikih Kontekstual* – menjawab judi online, pinjol, AI, bullying dengan dalil dan maslahat.

2. *Ushul Fikih Aplikatif* – qawaid “Al-Masyaqqah Tajlibu At-Taysir” jadi pisau analisis siswa.

3. *Guru Berhati Cinta* – murid patuh bukan karena takut, tapi karena teladan.


Dari serambi ma’had Kediri 2026, lahir janji: Fikih berakal, Ushul Fikih beradab, guru berhati cinta. Untuk Jawa Timur, untuk Indonesia.


*Footnote*: QS An-Nahl:43, QS Al-Anbiya:107, KMA 183-184/2019


Penulis

*M. Luthfillah, M. Ag.*

Ketua MGMP Fikih MA Nasional 2019_2026/

Ketua MGMP Fikih MA Propinsi Jawa Timur 2008_2013/ sekretaris MGMP Fikih MA Propinsi Jawa Timur 2014_ Sekarang

Berita Terbaru