Selasa, 20 Oktober 2026

​Wujudkan Ketahanan Pangan Sekolah, SMKN 1 Kota Kediri Sukses Panen Perdana Kacang Panjang




​
​KEDIRI, MCE - SMKN 1 Kota Kediri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam dunia pendidikan berbasis keterampilan dan kemandirian pangan. Melalui program inovatif bertajuk SABUGABES #3, sekolah ini sukses melaksanakan kegiatan panen perdana komoditas kacang panjang. Selasa (20/10/2026). 

 
​Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., bersama para guru dan siswa. Suasana penuh antusias tampak jelas saat para siswa turun langsung ke area kebun sekolah untuk memetik hasil jerih payah mereka dalam merawat tanaman sejak masa penanaman hingga berbuah. 

 
​Dalam keterangannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sekadar menanam sayuran, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi para siswa.


​"Kacang panjang merupakan sayuran kaya serat, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk menunjang fungsi organ tubuh," ujar pihak sekolah dalam pesan edukatif program tersebut.

 
​Melalui program SABUGABES #3 sebagai Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan, SMKN 1 Kota Kediri berharap para siswa dapat mengaplikasikan langsung ilmu pertanian praktis, menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan yang dimulai dari lingkungan satuan pendidikan. 

 
​Keberhasilan panen pertama ini diharapkan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan nasional.  (bp). 

Prestasi Membanggakan: Siswi SMAN 1 Kalitidu Raih Juara di Ajang Kejurda Surabaya ​



BOJONEGORO, MCE - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Syifa Aura Akhsani, siswi kelas XI 4 SMAN 1 Kalitidu, sukses mengharumkan nama sekolah setelah berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kejurda Surabaya Championship. Selasa (20/10/2026). 

 
​Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi oleh pihak sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan. Poster resmi ucapan selamat yang diterbitkan oleh pihak sekolah turut menampilkan dukungan penuh dari Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, S.Pd., M.M., serta Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd. 

 
​Dengan mengusung slogan sekolah "Teruslah berprestasi dan menginspirasi, untuk berkarya dan jadilah jawara", pencapaian ini diharapkan mampu memotivasi para peserta didik lainnya di SMAN 1 Kalitidu untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta membawa nama baik Bojonegoro di kancah regional maupun nasional. (bp). 

Senin, 19 Oktober 2026

​SMAN 1 Kalitidu Borong Prestasi! Dua Pelajar Hebat Ini Sukses Sabet Juara di Kejurda Surabaya Ricing Championship 2026



BOJONEGORO, MCE - Semangat membara dan kerja keras, dua siswa kebanggaan SMA Negeri 1 Kalitidu kembali menorehkan tinta emas di kancah regional. Mereka adalah Naufall Hafizh Musthafa (kelas XI-7) dan M. Farel Agus Julianto (kelas X-6) yang sukses mengharumkan nama sekolah setelah keluar sebagai Juara 3 Beregu dalam ajang bergengsi Kejurda Surabaya Ricing Championship 2026. Selasa (20/10/2026). 

 
​Keberhasilan gemilang ini tentu tidak diraih dengan instan. Berkat kekompakan tim, ketekunan, serta latihan intensif yang dijalani, keduanya mampu membuktikan kapasitas diri bersaing secara kompetitif dan membawa pulang piala kehormatan bagi almamater tercinta. 

 
​Prestasi membanggakan ini turut mendapat apresiasi penuh dari pimpinan instansi pendidikan setempat. Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Maskun, S.Pd., M.M., bersama Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga serta ucapan selamat atas capaian luar biasa yang diraih oleh kedua siswa tersebut. 

 
​“Teruslah berprestasi dan menginspirasi, untuk berkarya dan jadilah jawara,” menjadi pesan motivasi yang digaungkan untuk memantik semangat generasi muda agar terus berani mencetak prestasi. 

 
​Keberhasilan Naufall dan Farel diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi SMAN 1 Kalitidu dan Kabupaten Bojonegoro pada umumnya, bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu berbuah manis. Mari terus berlatih, cetak prestasi, dan jadilah jawara. (bp). 

​Sabet Juara 2 Tingkat Jatim, Tim Pasbarat SMAN 4 Tuban Torehkan Prestasi di LKBB Lex Marcha 2026




​
​TUBAN, MCE – Sebuah kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Jawa Timur. Tim Pasbarat dari SMA Negeri 4 Tuban berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara Madya 2 dalam ajang bergengsi LKBB Lex Marcha 2026 tingkat SMA/SMK sederajat se-Jawa Timur. Senin (19/10/2026). 


​Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata akan kualitas dan dedikasi siswa-siswi SMAN 4 Tuban di kancah provinsi. Kepala SMA Negeri 4 Tuban, Dra. Hj. Dewi Insani, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Tim Pasbarat atas kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang tak pernah padam.


​“Selamat dan bangga untuk para peraih prestasi. Ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang pantang menyerah dari para siswa telah membuahkan hasil yang memuaskan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMAN 4 Tuban untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tutur Dra. Hj. Dewi Insani.


​LKBB Lex Marcha sendiri merupakan ajang kompetisi baris-berbaris yang cukup kompetitif di Jawa Timur, mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai sekolah untuk menguji kekompakan, teknik, dan kedisiplinan. Keberhasilan Tim Pasbarat SMAN 4 Tuban meraih Juara Madya 2 menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan memberikan performa terbaiknya di hadapan para juri dan penonton.


​Prestasi ini sekali lagi menegaskan posisi SMAN 4 Tuban sebagai salah satu sekolah yang aktif dalam mendorong siswanya untuk berkembang dan berprestasi di berbagai bidang. Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian hebat lainnya di masa depan. (bp). 

​Razia Hiburan Malam di Lumajang: Pengelola Cuci Tangan, 5 Klip Sabu Ditinggal 'Pemilik Gelap' di Ruangan Kosong




​
​LUMAJANG, MCE – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang bersama tim gabungan membabat celah peredaran gelap narkotika lewat razia skala besar di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam.


​Operasi terpadu yang melibatkan Satresnarkoba, Satuan Samapta, BNNK Lumajang, serta instansi terkait ini bukan sekadar agenda seremonial. Aparat menyisir ketat setiap sudut ruangan karaoke, menggeledah barang bawaan, hingga memaksa pengunjung menjalani tes urine acak demi membersihkan koridor hiburan dari jerat narkoba.


​Dari delapan pengunjung yang diuji urinenya, seluruhnya dinyatakan negatif. Kendati demikian, aparat penegak hukum dihadapkan pada modus klasik yang mencurigakan saat memeriksa ruang karaoke kosong dan tak berpenghuni.


​Di bilik tak bertuan tersebut, tim gabungan menemukan lima klip plastik berisi serbuk kristal yang diduga kuat sabu-sabu, lengkap dengan satu unit alat isap (bong).


​Kasat Narkoba Polres Lumajang, Iptu Dwi Sugiyanto, tak menampik temuan barang haram tersebut. Namun, saat diinterogasi di lokasi, pihak pengelola THM justru memasang badan dan mengaku buta total atas asal-usul barang haram tersebut.


​"Di room yang kosong dan tidak terpakai, kami menemukan lima klip diduga sabu dan satu bong. Pihak pengelola mengaku tidak tahu. Dugaan awal, ini merupakan klip lama yang tertinggal oleh pengunjung sebelumnya," tegas Iptu Dwi, Minggu (18/10/2026).


​Meski pihak pengelola berdalih tak tahu menahu dan melempar asumsi bahwa barang tersebut milik pengunjung terdahulu, kepolisian memastikan penyelidikan tidak akan berhenti pada alasan klise. Jejak digital maupun fisik dari 'pemilik gelap' tersebut bakal terus diburu.


​Langkah tegas ini sekaligus menjadi pesan keras bahwa Polres Lumajang tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi sindikat narkoba yang mencoba bermain api di wilayah hukumnya, sejalan dengan instruksi langsung Kapolri untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


​"Operasi serupa dipastikan akan kami gelar secara rutin dan berkala tanpa pemberitahuan," tandas Iptu Dwi.


​Polres Lumajang turut mendesak masyarakat agar tidak menjadi penonton pasif. Publik diimbau untuk segera melapor jika mendapati gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi sarang peredaran narkotika. Kontributor: budi. 

Sabtu, 17 Oktober 2026

​Inovasi AI Lestarikan Budaya! Guru SMAN 1 Kenduruan Sukses Sabet Juara 1 Anugerah Guru PRIMA Tuban 2026



TUBAN, MCE - Prestasi membanggakan kembali menorehkan tinta emas bagi dunia pendidikan Kabupaten Tuban. Fitri Nurwijayanti, S.Pd., Gr., guru Bahasa Jawa SMAN 1 Kenduruan, sukses keluar sebagai Juara 1 Anugerah Guru PRIMA Kabupaten Tuban Tahun 2026. Ia memukau dewan juri melalui karya inovatifnya yang memadukan teknologi modern dengan pelestarian budaya lokal bertajuk “MPI JAWARA AI” (Media Pembelajaran Interaktif Berbasis AI untuk Meningkatkan Kemampuan Unggah-Ungguh Basa Jawa). Minggu (18/10/2026). 


​Di tengah gempuran era digital, inovasi ini hadir sebagai solusi kreatif untuk membantu peserta didik memahami dan mempraktikkan unggah-ungguh basa Jawa (tata krama berbahasa) secara kontekstual sesuai lawan tutur. Melalui platform pintar ini, para siswa diajak aktif menganalisis situasi komunikasi, memilih ragam bahasa yang tepat, hingga mendapatkan umpan balik instan guna mengasah keterampilan berbahasa yang santun.


​Efektivitas media ini juga teruji nyata di dalam kelas. Berdasarkan evaluasi interaktif menggunakan Wordwall terhadap 32 peserta didik, sebanyak 28 siswa (87,5%) berhasil melampaui kriteria ketuntasan belajar. Sementara itu, 4 siswa lainnya (12,5%) mendapatkan pendampingan khusus melalui program remedial.


​Kepala SMAN 1 Kenduruan, Nur Ida Hasanatin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh tenaga pendidik di satuan pendidikan yang dipimpinnya.


​"Saya merasa sangat bangga dan terharu melihat salah satu guru terbaik kami mampu berdiri di panggung Anugerah Guru Prima. Prestasi ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tanpa lelah yang ditunjukkan setiap hari di dalam ruang kelas," ungkap Nur Ida.


​Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini tidak hanya mengangkat marwah institusi, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah halangan untuk melahirkan karya berdampak luas.


​"Selama proses persiapan hingga kompetisi, saya menyaksikan sendiri bagaimana guru kami tidak hanya mengajar, tetapi juga berinovasi menciptakan media belajar yang adaptif terhadap zaman serta menjadi motivator hebat bagi siswa dan rekan sejawat," tambahnya.


​Keberhasilan gemilang ini tidak hanya mengharumkan nama besar SMAN 1 Kenduruan, melainkan juga membawa kebanggaan bagi keluarga besar PGRI Cabang Kenduruan. Sebagai langkah selanjutnya, Fitri Nurwijayanti dipastikan akan melenggang untuk mewakili Kabupaten Tuban dalam ajang Anugerah Guru PRIMA (AGP) tingkat Provinsi Jawa Timur dari kategori Guru SMA/SMK/MA.


​Capaian inspiratif ini menjadi bukti nyata komitmen pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa melunturkan akar budaya bangsa. Selamat dan sukses atas prestasi yang diraih—membawa nama Tuban bersinar di kancah yang lebih tinggi. 


​SMAN 1 Kenduruan — Berprestasi, Berinovasi, dan Menginspirasi. (bp). 

​Dua Kali Mangkir Alasan Dinas, KPK Ancam Jemput Paksa Menteri Nusron Wahid



JAKARTA, MCE - Ada bau-bau mangkir yang mulai menyengat di hidung penyidik Gedung Merah Putih. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya sudah mulai habis kesabaran menghadapi sikap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Minggu (18/10/2026). 


​Alih-alih menunjukkan teladan sebagai pejabat negara yang taat hukum, Pak Menteri tercatat sudah dua kali berturut-turut "ghosting" alias mangkir dari panggilan penyidik KPK.


​Padahal, pemanggilan ini bukan sekadar ngobrol santai, melainkan untuk diperiksa sebagai saksi penting dalam kasus rasuah kakap: dugaan korupsi dan suap pengurusan sertifikat tanah terkait Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon Bogor.


​Alasan yang disodorkan sang menteri pun klasik: sibuk kegiatan dinas. Wah, dinasnya penting banget atau sengaja cari-cari alasan biar lolos dari sorot lampu terang penyidik, nih?


​KPK sendiri tidak tinggal diam. Lembaga antirasuah itu kini tengah menganalisis surat ketidakhadiran yang dikirimkan kubu Nusron. Jika analisanya berbunyi "alasan tidak wajar", bukan isapan jempol belaka jika lembaga rasuah ini langsung menerbitkan surat perintah jemput paksa. Sebuah tontonan penegakan hukum yang pastinya ditunggu-tunggu netizen +62 di layar kaca.


​Sementara itu, pihak kementerian mencoba meredam suasana. Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, dengan nada kalem menyatakan pihaknya menghormati proses hukum. Senada dengan bawahannya, Nusron sebelumnya juga sempat koar-koar mengaku akan kooperatif.


​Namun, omongan manis soal "menghormati hukum" mendadak terasa hambar ketika dua panggilan pertama justru dilewatkan begitu saja. Publik kini menagih pembuktian: apakah sang menteri punya nyali untuk datang sendiri ke KPK, atau harus menunggu dijemput dengan pengawalan khusus berseragam rompi oranye?


​Bagaimana menurut Anda? Apakah Menteri Nusron bakal memenuhi panggilan ketiga atau justru semakin lihai mencari alasan dinas? Tulis pendapat pedas Anda di kolom komentar. (bp). 

Berita Terbaru