Jumat, 22 Mei 2026

​Nyawa Melayang Cuma gara-gara Daun Nangka: Menakar Logika 'Carok' Lumajang yang Berujung Curang dan Maut




LUMAJANG, MCE – Publik kembali dihenyakkan oleh nalar sehat yang mendadak runtuh di ujung bilah celurit. Duel berdarah alias carok yang terjadi di sebuah kebun sengon, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, membuka tabir kelam tentang bagaimana dendam kesumat bisa tumbuh subur hanya dari perkara sekantung pakan ternak. Jumat (22/5/2026). 


​Hasil penyelidikan terbaru kepolisian mengonfirmasi bahwa duel maut antara Abdul Karim Marzuki (55) dan Wasil (44) bukanlah insiden spontan. Ini adalah ledakan dari bom waktu masa lalu yang dipelihara dengan ego. Tragisnya, pemicu awalnya hanyalah masalah sepele: selembar daun nangka.


​Dendam Karatan di Balik Pakan Ternak


​Menurut kesaksian Saniyeh, istri dari mendiang Abdul Karim, konflik ini adalah residu pertikaian lama. Di masa lalu, Saniyeh pernah mengambil daun nangka milik Wasil untuk pakan ternak. Tak terima, Wasil meradang hingga melabrak rumah korban.


​Siapa sangka, urusan daun nangka yang sudah lewat bertahun-tahun itu ternyata membekas menjadi dendam karatan. Gesekan kecil di jalan saat kendaraan mereka berserempetan menjadi pemantik sempurna. Ego yang tersenggol membuat kedua pria paruh baya ini memilih jalur primitif: menyelesaikan masalah dengan darah. Sebelum berangkat menjemput ajal, Abdul Karim bahkan sempat berpamitan dan meminta doa kepada istrinya—sebuah ritual pamungkas yang mengerikan seolah ia tahu salah satu dari mereka tidak akan pulang dalam keadaan bernyawa.


​"Urusan perut ternak yang dihargai dengan nyawa manusia. Di mana letak akal sehat ketika celurit sudah berbicara?"


​Dari Duel 'Ksatria' Menjadi Tindakan Pengecut


​Netizen sering kali mengaitkan carok dengan tradisi mempertahankan harga diri secara jantan. Namun, apa yang terjadi di kebun sengon Klakah ini justru mengubur narasi "kejantanan" tersebut dan menggantinya dengan aksi pengecut yang keji.


​Saat Saniyeh menyusul ke lokasi kejadian, ia mendapati pemandangan mengerikan: Abdul Karim dan Wasil sudah terduduk lemas, sama-sama sekarat memegang luka robek akibat sabetan senjata tajam. Wasil menderita luka parah di bagian perut, sementara Abdul Karim pun tak berdaya bersimbah darah.


​Di titik kritis inilah, hukum rimba yang curang bekerja.


​Bukannya melerai atau membawa kedua korban ke rumah sakit, adik Wasil diduga kuat datang ke lokasi membawa amarah buta. Melihat kakaknya terluka, ia langsung melayangkan bacokan brutal ke arah kepala Abdul Karim yang sudah tidak mampu membela diri. Abdul Karim pun tewas seketika di tempat akibat serangan pengecut tersebut.


​Ironi Akhir: Satu di Liang Lahat, Satu di Rumah Sakit, Satu Menuju Penjara


​Kini, drama berdarah gara-gara daun nangka ini menyisakan penyesalan yang terlambat.

​• Abdul Karim Marzuki (55) harus meregang nyawa dan kini telah terbujur kaku di dalam kubur.

​• Wasil (44) masih terkulai lemas, berjuang bertahan hidup dalam perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan perut robek.

• Adik Wasil kini menjadi buruan utama atas tindakan brutalnya yang mengubah duel menjadi pembunuhan berencana.


​Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dinamika sosial masyarakat. Ketika hukum adat atau ego personal diletakkan di atas hukum negara dan akal sehat, maka nyawa manusia tak ada harganya lagi—bahkan lebih murah dibanding seikat daun nangka. Polisi kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku tambahan untuk memastikan keadilan tegak di atas tanah Lumajang. (bp). 

Bawa Tema 'Ujian Kejujuran Medsos', Ketua Komnas Pendidikan Lamongan Pukau Jamaah Masjid Mujahidin




​LAMONGAN, MCE – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai pelaksanaan ibadah Sholat Jum’at di Masjid Mujahidin, Desa Gendong Kulon, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (22/5/2026). Ratusan jamaah dari berbagai lintas generasi tampak memadati ruang utama hingga selasar masjid demi menunaikan kewajiban ibadah mingguan tersebut.


​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang tinggi. Sejak pukul 11.30 WIB, arus jamaah mengalir dengan tertib. Kelancaran ini tidak lepas dari kesiapsiagaan para petugas marbot dan tim kebersihan masjid yang telah membuka gerbang lebih awal, menata shaf, serta memastikan seluruh fasilitas penunjang ibadah dalam kondisi prima dan bersih.


​Soroti Etika Bermedia Sosial


​Ada yang menarik dalam pelaksanaan Sholat Jum’at kali ini. Khutbah yang disampaikan oleh Ustadz M. Luthfillah, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Lamongan sekaligus Ketua Komnas Pendidikan Lamongan, berhasil menyedot perhatian penuh dari jamaah.


​Mengangkat tema krusial yang sangat relevan dengan generasi digital saat ini, yakni "Media Sosial dan Ujian Kejujuran", Ustadz M. Luthfillah mengingatkan pentingnya menjaga integritas moral di dunia maya. Beliau mengajak jamaah untuk tidak sekadar meningkatkan ketakwaan secara ritual, tetapi juga menjaga lisan dan jemari di media sosial, mempererat silaturahmi, serta mengedepankan empati terhadap sesama.

Penyampaian khutbah yang tenang, tertata, dan sistematis membuat suasana masjid hening seketika. Jamaah tampak menyimak setiap untaian nasihat dengan saksama hingga selesai.

"Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah hari ini berjalan sangat lancar. Jamaahnya tertib, lalu materi khutbahnya pun sangat kontekstual, mudah dipahami, dan benar-benar menyentuh realitas kehidupan kita hari ini," ungkap Supardi, salah satu jamaah lokal yang rutin beribadah di Masjid Mujahidin.


​Sinergi dan Ukhuwah yang Terjaga


​Tepat pukul 11.35 WIB, ibadah Sholat Jum’at didirikan dengan diimami langsung oleh Ustadz M. Luthfillah. Usai salam, momentum sakral tersebut ditutup dengan dzikir dan doa bersama. Tidak sedikit jamaah yang memanfaatkan momen setelahnya untuk saling bersalaman dan bertegur sapa, mencerminkan kuatnya ikatan ukhuwah islamiyah antarwarga.


​Merespons suksesnya kegiatan ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mujahidin Gendong Kulon Babat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas ketertiban yang ditunjukkan oleh seluruh jamaah. Pihak DKM juga terus mengimbau agar jamaah konsisten menjaga kebersihan, hadir lebih awal, dan senantiasa mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama di masa mendatang.


​Melalui pelaksanaan Sholat Jum’at yang tertib, khusyuk, dan sarat akan pesan edukatif ini, Masjid Mujahidin diharapkan dapat terus menjadi poros perekat kebersamaan dan benteng moral spiritual bagi masyarakat di Desa Gendong Kulon, Babat, Lamongan. (bp). 



​Dua Pesilat SMAN Jatirogo Guncang O2SN Tuban, Borong Piala dan Harumkan Nama Sekolah



TUBAN, MCE – Prestasi gemilang kembali diukir oleh generasi muda berbakat dari SMAN Jatirogo (SMAJA) di ajang bergengsi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Tuban. Bertempat di SMKN 1 Tuban, dua atlet pencak silat andalan SMAJA sukses naik podium setelah menumbangkan lawan-lawannya pada laga sengit yang digelar hari ini, Jumat (22/5/2026).


​Dominasi SMAN Jatirogo di gelanggang pencak silat kali ini dibuktikan melalui perolehan medali yang membanggakan. Di kategori putri, Alfira Putri Ramadhani, siswa kelas XI-2, tampil memukau dan berhasil mengamankan gelar Juara 1 Pencak Silat Putri. Sementara di kategori putra, Egi Artawan dari kelas X-2 menorehkan prestasi yang tak kalah mentereng dengan keluar sebagai Juara 2 Pencak Silat Putra.


​Buah Kerja Keras dan Kedisiplinan Tinggi


​Keberhasilan luar biasa ini tidak datang begitu saja. Di balik tendangan dan pukulan presisi yang diperagakan Alfira dan Egi di arena, ada tetesan keringat, latihan fisik yang keras, serta kedisiplinan tinggi yang konsisten dijalani selama berbulan-bulan.


​Keberhasilan mereka juga tidak lepas dari tangan dingin sang guru pendamping sekaligus guru olahraga SMAJA, Munawar. Dedikasi dalam memformulasikan strategi bertanding serta memberikan suntikan mental di tepi gelanggang terbukti ampuh mengantarkan anak didiknya menjadi jawara.


​"Ini adalah hasil dari kerja keras, fokus, dan mental juara yang tertanam kuat dalam diri anak-anak. Kami sangat bangga mereka bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah," ujar Munawar di sela-sela perayaan kemenangan.


​Apresiasi Penuh dari Pihak Sekolah


​Secara terpisah, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMAN Jatirogo, Untung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini dalam keterangan pers resminya.


​"Prestasi hari ini, Jumat 22 Mei 2026, di ajang O2SN yang dilaksanakan di SMKN 1 Tuban merupakan momentum yang sangat membanggakan bagi seluruh keluarga besar SMAN Jatirogo. Alfira Putri Ramadhani (XI-2) berhasil meraih Juara 1, dan Egi Artawan (X-2) meraih Juara 2," kata Untung.


​Beliau juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung penuh segala bentuk pengembangan bakat dan minat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni.


​Menuju Gerbang Prestasi yang Lebih Tinggi


​Dengan hasil ini, Alfira Putri Ramadhani dipastikan mengantongi tiket untuk melaju ke tingkat yang lebih tinggi guna mewakili Kabupaten Tuban. Netizen dan seluruh warga sekolah pun memberikan dukungan masif di media sosial, berharap tren positif ini terus berlanjut hingga tingkat provinsi bahkan nasional.


​Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa SMAN Jatirogo bukan hanya fokus pada nilai akademik di dalam kelas, melainkan juga sukses mencetak "pendekar-pendekar" muda yang siap bersaing dan berprestasi di kancah daerah.


​Selamat kepada Alfira, Egi, dan SMAN Jatirogo! Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi lainnya di Kabupaten Tuban untuk terus berkarya dan berprestasi. (bp). 


​Modal Belajar Medsos, Pria di Bojonegoro Oplos Ratusan Elpiji Melon ke Tabung 50 Kg




​BOJONEGORO, MCE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro berhasil membongkar praktik ilegal pengoplosan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Modus yang digunakan pelaku adalah memindahkan isi gas dari tabung melon 3 kilogram ke dalam tabung non-subsidi ukuran jumbo 50 kilogram untuk meraup keuntungan pribadi.


​Praktik culas yang dilakukan secara sistematis ini berlokasi di wilayah Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.


​Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Cipto Dwi Leksana, mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan alat sederhana berupa selang regulator untuk melancarkan aksinya.


​"Pelaku memindahkan isi tabung LPG subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi 50 kilogram menggunakan selang regulator yang disambungkan ke masing-masing mulut tabung. Setelah penuh, tabung jumbo tersebut dijual kembali kepada konsumen dengan harga komersial," ujar AKBP Afrian dalam konferensi pers di Mapolres Bojonegoro, Kamis (21/5/2026).


​Kronologi Penangkapan: Berawal dari Bau Menyengat


​Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada awal Mei 2026 yang menaruh curiga terhadap aktivitas distribusi LPG di lingkungan mereka. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satreskrim segera melakukan serangkaian penyelidikan mendalam.


​Petugas akhirnya bergerak menggerebek kediaman tersangka berinisial JI (49) pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.


​"Saat melakukan pengecekan di lokasi, petugas mencium bau gas LPG yang sangat menyengat dari sebuah bangunan di samping rumah pelaku. Di sanalah aktivitas pengoplosan itu dilakukan," jelas AKBP Afrian.


​Berdasarkan hasil pemeriksaan, JI mengaku telah menjalankan bisnis ilegal ini sejak September 2025 hingga Mei 2026. Ironisnya, keahlian mengoplos gas tersebut ia pelajari secara otodidak melalui video tutorial di media sosial.


​Sita Ratusan Tabung Gas dan Truk


​Selain mengamankan tersangka JI, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berukuran besar di lokasi kejadian. Di antaranya:


​• 102 tabung LPG subsidi 3 kg dalam kondisi berisi.

​• 138 tabung LPG 3 kg dalam kondisi kosong.

​• 13 tabung LPG non-subsidi ukuran 50 kg.

​• 5 set selang regulator modifikasi.

​• 1 unit truk, alat timbangan, serta ratusan segel plastik dan karet seal.


​Kapolres Bojonegoro menegaskan bahwa tindakan penyalahgunaan LPG bersubsidi ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi negara, tetapi juga sangat bertaruh nyawa. Aktivitas pemindahan gas secara ilegal ini dilakukan tanpa standar keamanan, sehingga rawan memicu ledakan hebat yang membahayakan keselamatan warga sekitar.


​Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi kecurangan serupa di lingkungan mereka.


​Atas perbuatan nekatnya, tersangka JI kini dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.


​"Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal mencapai Rp60 miliar," pungkas AKBP Afrian. Kontributor: budi. 

Jelang Iduladha, DKP2P Tuban Pastikan Hewan Kurban Aman dari PMK dan Lato-Lato: Ini Ciri-Ciri Ternak Sehat




​TUBAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) bergerak cepat memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M. Langkah pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban diintensifkan guna menjamin masyarakat mendapatkan daging yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta sesuai dengan syariat Islam.


​Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menegaskan bahwa serangkaian persiapan strategis telah berjalan sejak jauh hari. Pemkab Tuban tidak hanya fokus pada hilir, melainkan juga menyentuh aspek hulu melalui sosialisasi dan pembinaan teknis kepada para takmir masjid. Edukasi tersebut mencakup tata cara pemilihan ternak, prosedur penyembelihan yang higienis, penanganan pasca-panen, hingga teknis distribusi daging.


​Pemeriksaan klinis dilakukan secara menyeluruh di berbagai lini, mulai dari peternakan lokal (sapi, kambing, domba) hingga lapak penjualan musiman dan pasar hewan strategis.


​"Kami memperketat pengawasan di titik-titik krusial seperti pasar hewan di Kecamatan Semanding, Kerek, Jatirogo, dan Parengan. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh komoditas ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi prima dan layak konsumsi," ujar Eko Julianto pada Rabu (21/5/2026).


​Antisipasi PMK dan Penyakit Lato-Lato (LSD)


​Guna mengawal mobilitas ternak, DKP2P menerjunkan dokter hewan di setiap kecamatan untuk memantau potensi penyakit secara berkala. Setiap hewan yang akan dilalulintaskan antarkecamatan kini wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).


​Selain itu, program vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masif digelar sejak awal tahun terbukti efektif menekan angka penularan. Eko yang juga mantan Camat Semanding ini memastikan bahwa hingga saat ini kasus penyakit menular strategis pada ternak di Tuban masih berada dalam kondisi yang sangat terkendali.


​Pemeriksaan kesehatan (ante-mortem dan post-mortem) tidak berhenti di pasar hewan, melainkan terus berlanjut hingga ke masjid, instansi, dan lokasi penyembelihan. Petugas memverifikasi kondisi fisik satwa secara detail, meliputi kesehatan mata, hidung, telinga, kulit, suhu tubuh, hingga sistem lokomotor (alat gerak).


​Sinergi Personel dan Layanan Call Centre


​Senada, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban, Pipin Diah Larasati, menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini melibatkan kolaborasi lintas profesi. Personel yang diterjunkan terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, pengawas bibit ternak, hingga pengawas mutu pakan, bekerja sama dengan PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) Tuban serta Paravetindo Tuban.


​Bagi masyarakat atau pengurus takmir yang membutuhkan konsultasi atau pemeriksaan gratis, DKP2P membuka layanan pengaduan melalui Call Centre Bidang Kesehatan Hewan di nomor 085234336601.


​Terkait kewaspadaan terhadap PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato, Pipin mengimbau masyarakat untuk tidak panik.


​"Kedua penyakit ini bukan zoonosis, artinya tidak menular ke manusia. Dagingnya tetap aman dikonsumsi. Namun, sebagai langkah preventif, jika ditemukan indikasi organ yang tidak sehat saat pemeriksaan jeroan, petugas akan merekomendasikan untuk segera dimusnahkan," terang Pipin.


​Panduan Memilih Hewan Kurban yang Sah dan Sehat


​Sebagai panduan bagi netizen dan masyarakat umum, DKP2P Tuban membagikan indikator utama dalam memilih hewan kurban yang berkualitas:

​• Mata: Terlihat jernih, cerah, dan tidak belekan.

​• Hidung & Mulut: Hidung cenderung basah alami (bukan karena lendir penyakit/kental) dan mulut bebas dari sariawan atau luka lepuh.

​• Fisik & Bulu: Bulu bersih dan mengilap, serta tidak mengalami cacat fisik (tidak buta dan tidak pincang).

​• Usia & Status: Cukup umur sesuai syariat, serta diutamakan telah menerima vaksinasi yang dibuktikan dengan penanda atau surat resmi petugas.


​Melalui pengawasan yang komprehensif ini, Pemkab Tuban berharap seluruh rangkaian ibadah kurban tahun ini dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan memberikan ketenangan batin bagi seluruh masyarakat. (bp). 

Kamis, 21 Mei 2026

Akselerasi Regulasi DHE: Langkah Strategis KMP Menjaga Resiliensi Ekonomi Domestik




​JAKARTA, MCE – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam memperkuat benteng ekonomi nasional di tengah badai ketidakpastian global. Langkah konkret ini ditegaskan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih (KMP) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/05/2026).


​Fokus utama pertemuan tersebut adalah mematangkan kesiapan implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dijadwalkan resmi berlaku pada awal Juni mendatang. Kebijakan ini diproyeksikan akan memperkuat cadangan devisa negara secara signifikan dengan memastikan miliaran dolar hasil bumi Indonesia kembali dan menetap di dalam negeri.


​Usai pertemuan bertaraf tinggi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi terhadap seluruh instrumen regulasi pendukung. Hal ini dilakukan guna menjamin implementasi kebijakan DHE dapat berjalan mulus, tepat waktu, dan tanpa hambatan birokrasi.


​Menariknya, pemerintah tidak hanya sekadar merilis aturan. Dalam ekosistem baru ini, pemerintah telah menyiapkan skema pelaksanaan ekspor untuk komoditas-komoditas strategis nasional—seperti crude palm oil (CPO), batu bara, hingga ferro alloy—yang nantinya akan dikonsolidasikan melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Langkah ini dinilai strategis untuk menyinkronkan manajemen kekayaan negara sekaligus memperkuat posisi tawar ekspor Indonesia di pasar internasional.


​"Pemerintah tengah menuntaskan seluruh instrumen regulasi pendukung agar implementasi kebijakan berjalan tepat waktu," ujar Airlangga Hartarto di hadapan awak media.


​Sadar bahwa keberhasilan kebijakan ini bertumpu pada kolaborasi, pemerintah berkomitmen untuk tidak berjalan sepihak. Dalam waktu dekat, rangkaian sosialisasi masif akan segera digelar dengan menyasar berbagai asosiasi pelaku usaha yang bergerak di sektor-sektor ekspor komoditas unggulan tersebut.


​Langkah persuasif ini diambil untuk menyamakan persepsi, mengurai potensi kendala di lapangan, serta memastikan bahwa para pengusaha mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai mekanisme penyimpanan DHE. Pemerintah optimis, dengan sinergi yang kuat antara regulasi dan pelaku bisnis, stabilitas nilai tukar Rupiah akan jauh lebih tangguh menghadapi fluktuasi global.


​Tidak hanya berfokus pada sektor eksternal seperti devisa ekspor, Kabinet Merah Putih juga meramu strategi domestik yang adaptif. Di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan bauran kebijakan (policy mix) demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada di jalur positif.


​Dua langkah kejutan yang turut disiapkan pemerintah antara lain:


​• Kebijakan Work From Home (WFH): Akan diterapkan secara selektif selama dua bulan ke depan sebagai bagian dari strategi adaptasi mobilitas dan efisiensi energi.


​• Insentif Ekonomi Kuartal II: Stimulus khusus yang dirancang untuk memompa daya beli masyarakat serta menggairahkan sektor riil yang menjadi motor penggerak ekonomi domestik.


​Dengan kombinasi pengetatan devisa hasil ekspor di satu sisi dan pemberian insentif domestik di sisi lain, optimisme menyeruak dari Istana Merdeka. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan kuat ke pasar: Indonesia tidak hanya siap bertahan, melainkan siap melompat lebih tinggi di tengah tantangan global tahun 2026. (bp). 


Sumber: Dokumen Resmi BPMI Setpres

​Kobarkan Semangat Persatuan, SMK Negeri 1 Kota Kediri Gelar Upacara Khidmat Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2026




KEDIRI, MCE – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2026, keluarga besar SMK Negeri 1 Kota Kediri menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat dan tertib. Kegiatan yang mengusung jargon utama #BERANI (Berakhlak Mulia dan Mumpuni) ini diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, serta staf karyawan di lapangan utama sekolah.


​Momentum bersejarah ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda, khususnya para siswa SMEKSA, akan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merintis serta membangkitkan semangat persatuan bangsa Indonesia.


​Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., tampil berwibawa memimpin jalannya upacara dengan mengenakan pakaian adat khas yang sarat akan makna budaya. Kehadiran beliau menjadi teladan nyata bagi para siswa tentang pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah arus modernisasi.


​"Upacara Hari Kebangkitan Nasional ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kita terhadap perjuangan para pahlawan dalam membangkitkan semangat persatuan bangsa. Tugas kita hari ini adalah melanjutkannya dengan prestasi dan akhlak yang mulia," ujar Edy Suroto dalam pesan kebangsaannya.

​Suasana upacara berlangsung sangat tertib. Barisan siswa yang mengenakan seragam kebanggaan mereka tampak tegap menyimak jalannya prosesi, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga amanat pembina upacara. Di sisi lain, jajaran guru dan staf perempuan yang mengenakan seragam batik korpri senada juga turut memberikan teladan kedisiplinan yang tinggi.


​Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di SMK Negeri 1 Kota Kediri bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah refleksi bersama untuk merevitalisasi semangat nasionalisme, gotong royong, dan ketangguhan mental guna menghadapi tantangan masa depan. Dengan modal karakter yang kuat dan kompetensi yang mumpuni, SMEKSA siap mencetak generasi emas yang berdampak bagi negeri.


​Bagaimana tanggapanmu tentang momentum Harkitnas tahun ini? Yuk, tulis harapan dan semangat kebangkitan versi kamu di kolom komentar. (bp). 

​#SmeksaDaily #Harkitnas2026 #SMKN1KotaKediri  #BeraniBerprestasi #SMKBisaSMKHebat 

Berita Terbaru