Senin, 06 Juli 2026

​Komitmen Transparansi, Pemkab dan DPRD Lamongan Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025



LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Persetujuan bersama ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.


​Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, Senin (6/7). Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, serta jajaran pimpinan dan anggota DPRD Lamongan.


​Dalam sambutannya, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati Yes menegaskan bahwa persetujuan Raperda ini merupakan bagian krusial dari mekanisme check and balance antara eksekutif dan legislatif. Sinergi ini dibangun demi memperkuat akuntabilitas serta tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).


​"Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD ini tidak sekadar memuat angka realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari kualitas manajerial pengelolaan keuangan kita sepanjang tahun anggaran 2025," ujar Bupati Yes.


​Sepanjang tahun anggaran tersebut, Pemkab Lamongan dinilai berhasil menjaga keseimbangan kapasitas fiskal. Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengawalan dana transfer pemerintah pusat, serta pemanfaatan sumber-sumber pendapatan daerah lain yang sah.


​Di sisi alokasi, Bupati Yes menjelaskan bahwa belanja daerah difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar publik. Beberapa sektor yang menjadi hilir penyerapan anggaran antara lain:


​• Pembangunan infrastruktur daerah yang merata.

​• Peningkatan kualitas mutu pendidikan dan kesehatan.

​• Penguatan ekonomi sektor riil masyarakat.

​• Percepatan program pengentasan kemiskinan.


​Bupati Yes juga menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan penganggaran dirancang agar memberikan dampak instan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh serapan anggaran dipastikan selaras dengan 15 program prioritas daerah, yang diintegrasikan dengan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jawa Timur serta visi Asta Cita pembangunan nasional.


​Di akhir penyampaiannya, manajemen pembiayaan daerah dipastikan telah dilaksanakan secara prudent (hati-hati) dan akuntabel. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas dan kesehatan fiskal Kabupaten Lamongan dalam jangka panjang. (s.genk). 

Lepas 104 ASN Purna Tugas, Bupati Tuban: Masa Pensiun Bukan Akhir Pengabdian




Tuban, MCE - Satu per satu ASN yang telah menuntaskan masa baktinya maju menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun di Ruang Rapat R.H. Ronggolawe Sekretariat Daerah, Senin (6/7). Momen itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan dinas 104 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban. Di balik seremoni tersebut, tersimpan puluhan tahun pengabdian yang telah mereka curahkan untuk melayani masyarakat, mulai dari ruang kelas, fasilitas kesehatan, hingga berbagai perangkat daerah.


Adapun penyerahan SK dilakukan bagi PNS dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli, 1 Agustus, dan 1 September 2026. Sebanyak 104 purnawirawan ASN yang mengikuti pelepasan terdiri atas 1 pejabat eselon II, 1 pejabat eselon III, 4 pejabat eselon IV/Jabatan Fungsional, 55 guru, 18 tenaga kesehatan, serta 25 pelaksana atau staf. Selain menerima SK pensiun, para peserta juga memperoleh informasi mengenai layanan PT Taspen (Persero) terkait pencairan hak pensiun dan Tabungan Hari Tua.


Pada kesempatan tersebut Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan penghargaan kepada seluruh ASN yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, dedikasi dan loyalitas yang diberikan selama bertahun-tahun telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.


"Pengabdian Bapak dan Ibu merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan pelayanan masyarakat," ujarnya.


Lebih jauh, Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—itu menegaskan bahwa masa pensiun tidak identik dengan berakhirnya pengabdian. Justru, fase tersebut menjadi kesempatan untuk tetap berkarya dan mengambil peran di tengah masyarakat dengan bekal pengalaman yang telah dimiliki selama menjadi ASN. "Masa purna tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat," tuturnya.


Tak kalah penting, alumnus Universitas Airlangga itu turut mengajak para purna tugas mempersiapkan masa pensiun dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup sehat, mengembangkan hobi yang selama ini tertunda, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, keseimbangan jasmani dan rohani menjadi bekal penting untuk menikmati masa pensiun dengan tenang dan bahagia.


Tak berhenti di situ, orang nomor satu di Tuban itu juga mengingatkan para pensiunan untuk terus memperbarui literasi keuangan seiring berkembangnya zaman dewasa ini. Menurutnya, perkembangan teknologi turut diikuti dengan meningkatnya berbagai modus kejahatan siber yang dapat menyasar siapa saja, termasuk para pensiunan. 


Ia juga mengingatkan para pensiunan untuk terus memperbarui literasi digital, termasuk memahami perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemajuan teknologi turut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan yang kian sulit dikenali. Karena itu, ia mengimbau para purna tugas lebih cermat saat menerima telepon, pesan singkat, maupun tautan yang mengatasnamakan lembaga keuangan atau instansi tertentu.


Menutup sambutannya, Mas Lindra menyampaikan terima kasih atas seluruh pengabdian para ASN purna tugas. Ia juga memohon maaf apabila selama mereka mengabdi masih terdapat hal-hal yang belum dapat diwujudkan oleh pemerintah. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tuban, saya memohon maaf apabila selama Bapak dan Ibu mengabdi kami belum bisa memberikan apresiasi yang lebih baik," tandasnya. (bp).

Penyerahan SK Pengangkatan PNS, Dukung Tercapai Target Kinerja




TUBAN, MCE – Sebanyak 42 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Tuban resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam acara yang digelar di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (06/07/2026). SK tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., didampingi Wabup, Drs. Joko Sarwono dan Sekda, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si. Penyerahan SK juga disaksikan para kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Tuban.


Dalam sambutannya, Wabup Tuban, Joko Sarwono mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang telah resmi diangkat sebagai PNS. Menurutnya, status baru tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian administrasi, tetapi juga amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.


Wabup menegaskan setiap ASN memiliki fungsi, peran, dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh. Seluruh pelaksanaan tugas harus mengacu pada visi dan misi Kabupaten Tuban yang telah dijabarkan ke dalam target kinerja serta dokumen perencanaan daerah.


Menurutnya, dokumen perencanaan tersebut menjadi kerangka berpikir sekaligus pedoman bagi setiap perangkat daerah dalam menyusun program kerja dan melaksanakan tugas pokok serta fungsi masing-masing. "Rencana kerja bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi acuan dalam bekerja. Setiap program yang disusun harus selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Tuban sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelasnya.


Joko Sarwono menuturkan bahwa ASN menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban rutin, tetapi harus berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.


"Jangan bekerja hanya untuk menggugurkan kewajiban. Jadikan setiap program dan kinerja sebagai bentuk pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Di situlah nilai pengabdian seorang ASN," tegasnya.


Wabup menerangkan agar seluruh PNS senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas dalam menjalankan tugas. Selain itu, ASN juga dituntut mampu menjaga tutur kata, sikap, dan perilaku sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat.


"ASN harus menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Jaga lisan, jaga perilaku, dan tunjukkan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan karakter yang baik dan kompetensi yang terus berkembang, saya yakin saudara-saudara mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Tuban," sambungnya.


Wabup Tuban mengingatkan pengabdian sebagai ASN memerlukan kesiapan fisik dan mental. Jaga kesehatan, karena tugas yang diemban tidak ringan dan membutuhkan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karenanya, tiap ASN harus mampu menjaga kesehatan fisik maupun mental agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Pasalnya, masa pengabdian sebagai ASN merupakan perjalanan panjang yang akan diwarnai berbagai tantangan dan dinamika pelayanan publik.


Di akhir sambutannya, Wabup Joko Sarwono menyatakan penyerahan SK Pengangkatan PNS tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Tuban dalam memperkuat kualitas birokrasi melalui aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Harapannya, komitmen ini memperkuat kinerja perangkat daerah dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban. (bp).

URGENSI TIM PENJAMIN MUTU MADRASAH DALAM MENDONGKRAK PRESTASI MADRASAH DI TINGKAT NASIONAL DAN INTERNASIONAL




*Gus Luthfi*

MAN 2 Lamongan

_Guru Madrasah Inspiratif Nasional Kementerian Agama RI 2022_


*PENDAHULUAN*


Pendidikan madrasah hari ini tidak lagi sekadar mengejar kelulusan. Madrasah dituntut hadir sebagai lembaga yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu bersaing di panggung nasional bahkan internasional. Tuntutan global, perubahan kurikulum, dan ekspektasi masyarakat menjadikan mutu sebagai kata kunci.


Di titik inilah peran *Tim Penjamin Mutu Madrasah* menjadi sangat urgen dan strategis. Tim ini bukan tambahan struktur, melainkan "jantung" penggerak budaya mutu di madrasah.


 *PEMBAHASAN*


*1. Mengapa Penjaminan Mutu Menjadi Kebutuhan Mendesak?*

Tanpa sistem mutu yang jelas, madrasah akan berjalan tanpa arah dan hanya mengandalkan rutinitas. Penjaminan mutu memastikan setiap proses — perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi — berjalan sesuai standar dan terus diperbaiki. Sebagaimana prinsip TQM dalam pendidikan, mutu bukanlah tujuan akhir, melainkan budaya kerja.[1]


*2. Peran Strategis Tim Penjamin Mutu Madrasah*

*a. Menstandarkan Proses Pembelajaran*

Tim mutu mengawal implementasi kurikulum, memastikan guru menggunakan metode efektif, dan peserta didik mencapai kompetensi. Dari sinilah lahir lulusan yang siap mengikuti KSM, KSN, OSN, dan kompetisi ilmiah lain.[2]


*b. Menjadi Motor Inovasi dan Riset*

Prestasi nasional dan internasional lahir dari inovasi. Tim mutu mendorong guru dan siswa untuk meneliti, menulis, dan menciptakan karya. MGMP/MKKG harus dipastikan berjalan dan terukur hasilnya agar berdampak langsung ke kelas.[3]


*c. Menyiapkan Madrasah Menghadapi Asesmen Eksternal*

Baik AKM, AKMI, akreditasi, maupun kompetisi internasional seperti TIMSS dan PISA. Tim mutu memastikan madrasah tidak gagap data, tidak gagap administrasi, dan siap secara substansi.[4]


*d. Membangun Budaya Mutu dan Akuntabilitas*

"Mutu bukanlah tindakan, melainkan kebiasaan" - Aristoteles. Tim mutu melakukan monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkala. Prestasi bukan kebetulan, tapi hasil dari sistem yang konsisten.[1]


*3. Dampaknya pada Prestasi Nasional dan Internasional*

Ketika mutu pembelajaran terjamin, maka:

1. *Siswa* lebih siap mengikuti KSM, KSMO, lomba debat, karya ilmiah remaja, hingga pertukaran pelajar.

2. *Guru* lebih produktif menghasilkan karya, publikasi, dan inovasi pembelajaran yang diapresiasi di tingkat nasional.

3. *Madrasah* memiliki reputasi kuat, dipercaya orang tua, dan dilirik lembaga internasional untuk kerja sama.[2]


Madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi menjadi pusat keunggulan yang melahirkan generasi _faqih_ sekaligus _kompeten secara global_.


*4. Tantangan dan Rekomendasi*

Tantangan terbesar: minimnya SDM, pemahaman mutu yang belum merata, dan dukungan anggaran.

Maka perlu:

1. *Penguatan kapasitas* Tim Mutu melalui diklat berkelanjutan oleh Kanwil dan Kemenag Pusat.

2. *Integrasi* Tim Mutu dengan MGMP/MKKG agar program mutu menyentuh ruang kelas.

3. *Komitmen pimpinan* madrasah untuk menjadikan mutu sebagai prioritas, bukan sekadar dokumen.[5][3]


*PENUTUP*


Prestasi tidak akan datang dengan sendirinya. Ia lahir dari kerja sistematis, evaluasi jujur, dan perbaikan terus-menerus.


*Tim Penjamin Mutu Madrasah adalah jantungnya.* Jika jantungnya kuat, maka seluruh tubuh madrasah akan sehat dan mampu berlari jauh — menembus batas kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.


Mari kita jadikan penjaminan mutu bukan beban, tetapi jalan jihad kita dalam mengabdi untuk kemajuan madrasah dan peradaban bangsa.

_"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia." - Nelson Mandela_



*DAFTAR PUSTAKA*


 Sallis, Edward. (2014). _Total Quality Management in Education_. London: Routledge.

 Kementerian Agama RI. (2023). _Laporan Hasil Kompetisi Sains Madrasah KSM dan Aksioma_. Jakarta: Ditjen Pendis.

 Mulyasa, E. (2020). _Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah_. Jakarta: Bumi Aksara.

 OECD. (2018). _PISA 2018 Results: What Students Know and Can Do_. Paris: OECD Publishing.

 Kementerian Agama RI. (2020). _Petunjuk Teknis Penjaminan Mutu Madrasah_. Direktorat KSKK Madrasah.

 Badan Standar Nasional Pendidikan. (2021). _Standar Nasional Pendidikan SNP 8 Standar_. Jakarta: BSNP.

 Rohman, A. & Aini, N. (2022). "Peran Tim Penjamin Mutu dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Madrasah". _Jurnal Manajemen Pendidikan Islam_, 7(2), 112-128.[1][2][3][4][5][6][7]


Artikel ini sudah siap untuk:

1. *Buletin MGMP Fikih MA*

2. *Jurnal madrasah / website MAN 2 Lamongan*

3. *Bahan bimtek Tim Penjamin Mutu se-Jawa Timur*

Minggu, 05 Juli 2026

​Siswa SMAN Bubulan Sabet Emas di Porkab Bojonegoro 2026, Bungkam Stigma ‘Sekolah Pinggiran Tepi Hutan’




​BOJONEGORO, MCE – Anggapan miring sebagian kalangan yang kerap memandang sebelah mata sekolah di wilayah pinggiran sekadar sebagai "sekolah tepi hutan" sukses dipatahkan. SMAN Bubulan membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk melahirkan mental juara di tingkat kabupaten. Minggu (5/7/2026). 


​Dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bojonegoro 2026, dua atlet pencak silat andalan SMAN Bubulan berhasil menorehkan prestasi gemilang. Rendy sukses membawa pulang Medali EMAS, disusul oleh Jeky yang mengamankan Medali Perak di Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat.


​Prestasi Nyata, Bukan Sekadar Klaim


​Kepala SMAN Bubulan, Dziyaus Shobah, S.Pd., M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat menggelar konferensi pers. Ia menegaskan bahwa kualitas anak didik tidak bisa diukur hanya dari letak geografis gedung sekolah.


​"Alhamdulillah, ini adalah capaian The Best. Meskipun kami berada di sekolah pinggiran dan lokasinya di tepi hutan, siswa-siswi kami mampu membuktikan bahwa mereka memiliki daya saing yang tinggi dan mampu berprestasi di tingkat kabupaten," tegas Dziyaus Shobah dengan nada mantap.


​Menyengat yang Meremehkan


​Keberhasilan Rendy dan Jeky ini seolah menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang selama ini bias terhadap fasilitas atau gengsi sekolah perkotaan. Prestasi di PORKAB II Bojonegoro 2026 menjadi bukti otentik bahwa gemblengan fisik dan mental dari "anak-anak hutan" justru melahirkan pesilat tangguh yang sulit ditumbangkan.


​Dengan perolehan emas dan perak ini, SMAN Bubulan tidak hanya mengharumkan nama lembaga, tetapi juga mengirimkan pesan jelas ke seluruh penjuru Bojonegoro: Bakat dan mental juara tumbuh subur di mana saja, bahkan di bawah rindangnya pohon hutan Bubulan. (bp). 

​ ​Bupati Langkat Kena OTT: Proyek Dikorupsi, Jabatan Dijual, Sampai Seragam Anak SD Pun Diembat



JAKARTA, MCE -  Kreativitas koruptor di negeri ini memang patut diacungi jempol—dalam artian negatif, tentu saja. Alih-alih memikirkan kesejahteraan rakyat yang memilihnya pada Pilkada 2024 lalu, Bupati Langkat periode 2025–2030, Syah Afandin (SAF), justru sibuk memikirkan bagaimana cara mempertebal dompet pribadinya.


​Bukan kaleng-kaleng, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja membongkar gurita skandal korupsi sang bupati yang berhasil mengeruk uang haram hingga Rp 4,4 miliar. Modusnya? Mulai dari main cantik di proyek infrastruktur, jualan kursi jabatan, sampai tega-teganya menjajah anggaran pengadaan seragam sekolah anak SD.


​Melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) drama tiga wilayah yang berlangsung dramatis, dinasti kecil sang bupati runtuh seketika pada awal Juli 2026.


​Simbiosis Mutualisme: Tim Sukses Dapat Proyek, Bupati Dapat "Gizi"


​Kisah lancung ini bermula dari aroma nepotisme yang pekat. Yaqub Abdhal Al Mu’arif (YQB), seorang pengusaha swasta yang juga merangkap sebagai mantan Tim Sukses SAF saat pilkada, mendadak ketiban durian runtuh. Yaqub sukses memonopoli 80 paket proyek di Dinas Pendidikan senilai Rp 9,5 miliar dan 5 paket proyek di Dinas Permukiman (Disperkim) sebesar Rp 748 juta.


​Tentu saja, tidak ada makan siang gratis dalam kamus politik praktis. Sebagai bentuk "balas budi" atas berkah proyek pengadaan langsung tersebut, sang bupati meminta jatah alias commitment fee yang lumayan mencekik: 10% untuk Dinas Pendidikan dan 17% untuk Disperkim.


Deal! Angka keramat pun muncul. Kedua belah pihak sepakat menyetor Rp 990 juta (pos Disdik) dan Rp 126,8 juta (pos Disperkim). Sepanjang 2025 hingga April 2026, Yaqub mencicil uang tunai sebesar Rp 800 juta kepada bupati. Biar tidak terendus, transaksi ini menggunakan jasa kurir tepercaya: Zulkifli (ZK), yang tidak lain adalah sopir pribadi sang bupati.


​Drama Kafe Medan, Jok Mobil, dan Apesnya Kurir Rp 100 Juta


​Keserakahan memang jarang tahu diri. Memasuki akhir Juni 2026, Syah Afandin kembali menagih sisa utang fee sebesar Rp 300 juta. Karena kondisi keuangan sedang seret, Yaqub hanya sanggup menyediakan Rp 100 juta.


​Sadar bahwa mata dan telinga tim penindak KPK mulai mengendus pergerakan mereka, Syah Afandin mendadak sok lihai bak agen rahasia. Ia memerintahkan orang dekatnya, Syahrial (SYH), untuk melakukan transaksi di sebuah kafe di Kota Medan demi mengelabui petugas.


​Sayang, intelijen KPK jauh lebih cerdas ketimbang strategi gerilya sang bupati. Pelarian mereka berakhir tragis saat mobil Syahrial dicegat tim KPK dalam perjalanan menuju Binjai. Hasilnya? Uang tunai Rp 100 juta ditemukan mengenaskan, disembunyikan di bawah jok kursi penumpang depan.


​"KPK menemukan dugaan aliran dana yang sangat masif... Tersangka SAF memanfaatkan jabatannya untuk memeras komitmen fee dari rekanan swasta demi keuntungan pribadi," ujar Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026) malam.


​Total ada tujuh orang yang diangkut KPK malam itu, termasuk sang bupati, ajudan, sopir, hingga pejabat dinas.


​Kursi Kepala Sekolah Dijual, Seragam Siswa SD Pun Jadi "Ladang Cuan"


​Jika Anda pikir penderitaan rakyat Langkat berakhir di proyek infrastruktur, Anda salah besar. KPK menemukan fakta yang jauh lebih membuat elus dada: Syah Afandin diduga mengantongi gratifikasi sedikitnya Rp 3,5 miliar dari sektor pelayanan publik.


​Sistem meritokrasi di Pemkab Langkat diacak-acak. Jabatan ASN, posisi Camat, hingga posisi Kepala Sekolah dasar (SD) dan SMP ternyata memiliki label harga. Siapa yang bayar, dia yang duduk.


​"Ketika jabatan kepala sekolah diperdagangkan, yang dipertaruhkan bukan hanya tata kelola pemerintahan, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak," tegas Achmad Taufik Husein dengan nada geram.


​Ironisnya, setelah memperjualbelikan kursi kepala sekolah, anggaran untuk baju seragam anak-anak didik yang masih polos pun tega dikorupsi demi gaya hidup mewah sang bupati.


​Gaya Elit: Koleksi Platinum 55 Kg dan Valas Miliaran Rupiah


​Dari hasil penggeledahan, netizen dijamin bakal melongo melihat isi "celengan" tersembunyi sang bupati. KPK menyita:


​• Uang tunai valuta asing senilai Rp 1,22 miliar (terdiri dari SGD 66.950, RM 11.518, dan pecahan rupiah Rp 244,7 juta).

​• 55 keping logam platinum dengan berat fantastis mencapai 55 kilogram yang ditemukan di dalam mobil operasional bupati (kini sedang diuji keasliannya).

​• Pembekuan dua rekening bank atas nama Syah Afandin dengan saldo jumbo sebesar Rp 2,27 miliar.


​Akhir Perjalanan Sang Bupati


​Kini, panggung sandiwara Syah Afandin dan Yaqub Abdhal Al Mu’arif resmi ditutup oleh KPK setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka resmi.


​Untuk mencegah mereka "bernyanyi" atau menghilangkan barang bukti di luar, Syah Afandin langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, sang penyuap, Yaqub, harus rela mendekam di Rutan Polresta Medan selama 20 hari ke depan.


​Kursi empuk bupati berganti rompi oranye, dan ruangan ber-AC kini berganti jeruji besi. Sebuah akhir yang dinilai netizen sebagai instant karma paling memuaskan minggu ini. (bp). 

Sabtu, 04 Juli 2026

Diikuti Ratusan Atlet, PORKAB II Bojonegoro Cabor Floorball Sukses Jaring Bibit Emas Menuju Porprov 2027




​BOJONEGORO, MCE – Atmosfer membara menyelimuti Gelanggang Olahraga (GOR) Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Selama dua hari penuh, pada tanggal 2 dan 4 Juli 2026, ratusan pasang mata menjadi saksi lahirnya talenta-talenta emas dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bojonegoro Tahun 2026 untuk Cabang Olahraga (Cabor) Floorball.


​Kompetisi yang berlangsung sengit dan penuh tensi tinggi ini memperebutkan kasta tertinggi kedigdayaan olahraga floorball di bumi Angling Dharma. Tercatat, sebanyak 11 kecamatan mengirimkan tim terbaiknya untuk bertarung di kategori Putra, sementara 10 kecamatan bersaing ketat di kategori Putri. Total ada 165 atlet papan atas daerah didampingi oleh 18 pelatih dan official yang mengerahkan seluruh taktik strategis demi mengharumkan nama wilayah masing-masing.


​Dominasi Kalitidu dan Kapas yang Menggetarkan Lapangan


​Melalui laga yang menguras fisik dan air mata, pertempuran di kategori Putra akhirnya melahirkan jawara baru. Tim Floorball Kecamatan Kalitidu tampil perkasa dan sukses mengunci gelar Juara 1 (Champions) setelah menumbangkan perlawanan sengit dari Kecamatan Dander yang harus puas di posisi Runner-Up (Juara 2). Sementara itu, tempat ketiga (Third Place) berhasil diamankan oleh skuad tangguh dari Kecamatan Ngasem setelah melalui perjuangan melelahkan di partai perebutan perunggu.


​Di sisi lain, ketegangan yang tidak kalah hebat tersaji di sektor Putri. Kecamatan Kapas membuktikan mental mentalitas juara mereka dengan merebut podium tertinggi sebagai Juara 1. Langkah impresif Kapas disusul oleh Kecamatan Balen yang membawa pulang predikat Runner-Up (Juara 2), dan posisi ketiga diraih oleh Kecamatan Bubulan yang tampil spartan hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.


​Misi Besar Menuju Kejurprov dan Porprov 2027


​Keberhasilan pelaksanaan PORKAB II Bojonegoro Cabor Floorball ini bukan sekadar ajang seremonial pembagian medali. Di balik gemuruh sorak-sorai penonton, ada misi besar jangka panjang yang tengah dipetakan oleh pengurus cabang olahraga untuk membawa nama Bojonegoro menembus level regional hingga nasional.


​Ketua Technical Delegate PORKAB II Tahun 2026 Cabor Floorball, M. Irfan Bagus, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kompetisi ini dirancang dengan standar tinggi guna menyaring atlet-atlet yang memiliki determinasi, teknik, dan mental baja.


​"Pelaksanaan PORKAB ini sudah kita laksanakan semaksimal mungkin. Ini bukan akhir, melainkan langkah awal. Target utama kita tentunya adalah untuk menjaring bibit-bibit atlet floorball terbaik di Kabupaten Bojonegoro sebagai persiapan matang menuju Kejurprov dan Porprov 2027 mendatang," tegas M. Irfan Bagus saat memberikan sambutan penutupan di hadapan para atlet dan official.


​Ajang PORKAB II 2026 ini melahirkan sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga floorball di tingkat kecamatan di Bojonegoro mulai merata dan kompetitif. Netizen dan pencinta olahraga daerah kini menaruh harapan besar pada pundak para juara baru ini untuk mengharumkan nama Bojonegoro pada perhelatan akbar pekan olahraga provinsi di masa depan. (bp). 

Berita Terbaru