Sabtu, 11 April 2026

​From Hardware Store to Hard Time: The "Ambyar" Collapse of Tulungagung’s First Citizen



JAKARTA, MCE – It seems the "Friday Curse" remains the most potent force in Indonesian politics, far outlasting any campaign magic. Gatut Sunu Wibowo, the newly minted Regent of Tulungagung, has officially traded his executive suit for a splash of orange. The Corruption Eradication Commission (KPK) intercepted his Friday night (10/4) plans with a sting operation (OTT) that was anything but festive.


​Gatut, who just began his 2025-2030 term after a nail-biting win in the 2024 local elections, is now relocating to Jakarta. However, this isn't a victory lap; it’s a one-way trip to the "Red and White" building for an intensive interrogation.


​A "Tour Group" to the KPK

​KPK Spokesperson Budi Prasetyo confirmed that Gatut wasn't traveling light. Out of 18 people detained during the midnight raid, 13 were shipped to Jakarta in shifts. It looked less like a legal procedure and more like a grim administrative field trip.


​"In addition to securing the parties involved, the team also seized evidence in the form of cold, hard cash," Budi stated on Saturday, his tone suggesting that seeing piles of illicit money has become a tiresome routine.


​The entourage included 12 officials from the Tulungagung Regency government. While loyalty to one's boss is usually a virtue, following him all the way to a KPK cell is a level of commitment most would probably skip.


​The Builder Who Forgot His Foundation

​Gatut’s background is colorful, to say the least. Before becoming Tulungagung’s "Number One," he was a successful hardware store mogul. Unfortunately, while he clearly knows how to sell cement and bricks, he seems to have forgotten how to build a solid foundation for his own integrity.


​His political maneuvers were equally "flexible." Formerly a cadre of the PDIP, he jumped ship to the Gerindra Party just before the election. But as it turns out, no matter which party flag you wave, the KPK’s handcuffs come in only one size.

East Java: The Corruption "Hat-Trick"

​Gatut’s arrest adds another shameful chapter to East Java’s growing list of legal casualties. He follows in the footsteps of the Regent of Ponorogo and the Mayor of Madiun, both of whom were snagged by the KPK earlier this year.

At this rate, East Java is scoring a "corruption hat-trick" that no citizen asked for. For other regional leaders still tempted to play with the public’s purse: consider this a reminder that the KPK doesn't need an appointment to pick you up on a Friday night.


​The people of Tulungagung, who handed him a 50.72% victory just months ago, are now left with nothing but "buyer’s remorse." It appears those grand campaign promises have evaporated faster than the ink on a search warrant. (bp). 


​#KPK #CorruptionWatch #Tulungagung #GatutSunuWibowo  #OTT

​Dari Toko Bangunan ke Gedung Merah Putih: ‘Proyek’ OTT Bupati Tulungagung yang Berujung Ambyar




​JAKARTA, MCE – Sepertinya kutukan "Jumat Keramat" masih jauh lebih ampuh daripada jimat politik mana pun. Kali ini, giliran Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang harus mencicipi dinginnya rompi oranye setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4) malam.


​Gatut, yang baru saja menikmati empuknya kursi kekuasaan periode 2025-2030 hasil kemenangan tipis-tipis di Pilkada 2024, kini harus rela "pindah domisili" sementara ke Jakarta. Bukan untuk studi banding, melainkan untuk setor muka di Gedung Merah Putih.


​Rombongan ‘Wisata’ Korupsi

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Gatut tidak sendirian. KPK memboyong "pasukan" sebanyak 13 orang dari total 18 orang yang sempat diamankan. Rombongan ini tiba bertahap di Jakarta sejak Sabtu pagi, seolah sedang melakukan tur wisata birokrasi yang berakhir di ruang pemeriksaan.


​"Selain mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai," ujar Budi dengan nada datar, seolah sudah bosan melihat tumpukan uang haram yang terus-terusan muncul dari kantong pejabat.


​Selain sang Bupati, 12 orang di antaranya merupakan "anak buah" Gatut di lingkungan Pemkab Tulungagung. Setia sampai akhir memang bagus, tapi kalau setianya sampai ke jeruji besi, tentu itu cerita lain.


​Si Pengusaha Bangunan yang Lupa Fondasi Etika

Rekam jejak Gatut sebenarnya cukup berwarna. Sebelum jadi orang nomor satu di Tulungagung, ia dikenal sebagai pengusaha toko bangunan sukses. Sayangnya, meski ahli dalam urusan semen dan bata, ia tampaknya gagal membangun fondasi integritas yang kokoh.


​Tak hanya itu, manuver politiknya pun sempat jadi omongan saat ia memutuskan "pindah haluan" dari PDIP ke Partai Gerindra menjelang pemilihan. Sayangnya, loncatan politik tersebut kini justru mendaratkannya tepat di pelukan penyidik KPK.


​Jawa Timur: ‘Hat-trick’ OTT di Awal Tahun

​Penangkapan Gatut ini semakin memperpanjang daftar hitam kepala daerah di Jawa Timur yang hobi "main mata" dengan anggaran. Sebelum Tulungagung "pecah telur", Bupati Ponorogo dan Wali Kota Madiun sudah lebih dulu mencatatkan nama mereka di buku tamu KPK awal tahun ini.


​Sepertinya, Jawa Timur sedang mengalami tren "Hat-trick" OTT yang sama sekali tidak membanggakan. Bagi para pejabat lain yang masih asyik "bermain", ingatlah: KPK tidak butuh reservasi untuk menjemput Anda di hari Jumat.


​Kini, warga Tulungagung hanya bisa mengelus dada. Janji-janji manis saat kampanye dengan perolehan suara 50,72 persen itu seolah menguap bersamaan dengan deru mesin pesawat yang membawa sang Bupati menuju meja hijau. (bp). 


​#KPK #OTT #Tulungagung #GatutSunuWibowo #Korupsi #JawaTimurUpdate

Polsek Sukodono Koordinasi dengan JPU, Perkuat Penanganan Kasus Penganiayaan



Lumajang, MCE – Polsek Sukodono terus memperkuat penanganan perkara penganiayaan dengan menjalin koordinasi intensif bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lumajang. Langkah ini dilakukan guna memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan berkas perkara dinyatakan lengkap.


Koordinasi awal tersebut dilaksanakan di ruang Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lumajang pada Jumat (10/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sukodono AKP Ernowo didampingi PS Kanit Reskrim Aipda Dhanos berdiskusi langsung dengan JPU Rohman Ibrahim.


Dalam pertemuan itu, sejumlah hal dibahas secara mendalam, mulai dari kronologis perkara, penerapan pasal yang tepat, hingga kelengkapan administrasi dalam proses pemberkasan. Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan tidak adanya kekurangan materiil maupun formil sebelum berkas dilimpahkan ke tahap berikutnya.


Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa koordinasi antara penyidik dan JPU merupakan langkah strategis dalam mempercepat proses penegakan hukum.


“Koordinasi sejak awal sangat penting agar tidak terjadi bolak-balik berkas. Dengan komunikasi yang baik antara penyidik dan jaksa, penanganan perkara bisa berjalan lebih efektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKP Wahono.


Ia menambahkan, sinergitas antara Polri dan Kejaksaan menjadi kunci dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus pidana seperti penganiayaan.


“Harapan kami, setiap perkara yang ditangani dapat segera tuntas dan memberikan rasa keadilan bagi korban maupun masyarakat secara umum,” pungkasnya. Kontributor: budi

Jumat, 10 April 2026

Ponorogo dan Magetan Sapu Bersih Gelar Juara di LKS DIKMEN Jatim 2026





​PONOROGO, MCE – Gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) DIKMEN Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 menjadi saksi bisu atas dominasi mutlak kontingen dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo. Tanpa kompromi, para talenta muda dari Ponorogo dan Magetan sukses memborong sederet medali emas dan penghargaan bergengsi, mengukuhkan posisi wilayah ini sebagai barometer pendidikan vokasi terbaik di Jawa Timur. Sabtu (11/4/2026). 


​Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan ini. Beliau menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari ketekunan yang melampaui batas dan mentalitas juara yang telah ditempa sejak dini di lingkungan sekolah.


"Prestasi membanggakan tahun ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan bukti bahwa kerja keras dan kreativitas tidak akan pernah mengkhianati hasil. Semoga pencapaian ini menjadi api semangat bagi seluruh siswa lainnya untuk terus berkarya," tegas Maskun dalam rilis resminya.


​Dominasi emas dipimpin oleh SMKN 1 Jenangan yang berhasil mengirimkan putra-putri terbaiknya ke podium tertinggi. M. Bahrudin Ihsan tampil perkasa di bidang Bricklaying, disusul oleh Moh. Yesa Ardian Ramadanier yang menguasai bidang Motorcycle Maintenance and Repair. Ketangguhan SMKN 1 Jenangan berlanjut lewat tangan dingin Reza Maulana Fahlefi di bidang Wall and Floor Tilling, serta kolaborasi jenius Karan Lazuardi Sang Ajatasatru dan Nizar Faizal Hakim yang menyabet juara pertama di bidang Mechatronics.


​Tak ketinggalan, SMKN 2 Ponorogo turut mengukir sejarah melalui Lintang Dwi Ramadhani yang meraih Juara I di bidang Tourism Industry. Sementara itu, dari Kabupaten Magetan, Trisna Dwi Manggala Putra dari SMKN 1 Bendo membuktikan kualitasnya dengan meraih Juara I di bidang Plumbing and Heating.


​Kegemilangan ini semakin lengkap dengan raihan Juara II oleh Nisma Briliandra Putri (SMKN 2 Ponorogo - Beauty Therapy), Dicki Ramadhani (SMKN 1 Jenangan - Motorcycle Maintenance), dan Muhammad Azka Brilian Ardhani (SMKN 1 Jenangan - Plumbing and Heating).


​Di jajaran Juara III, semangat juang tetap membara melalui Mahfud Sya’roni (SMKN 1 Badegan - Autobody Repair), Agus Irawan (SMKN 1 Slahung - Cloud Computing), Reando Firdaus (SMKN 1 Badegan - IT Network System Administration), serta Yudhananta Arindra Alam (SMKN 1 Bendo - Motorcycle Maintenance and Repair).


​Keberhasilan kolektif ini bukan hanya kemenangan individu, melainkan sinyal kuat bahwa lulusan SMK dari wilayah Ponorogo dan Magetan siap menjadi ujung tombak industri nasional dengan kompetensi yang tak terbantahkan. Selamat kepada para pemenang, teruslah terbang tinggi mengharumkan nama bangsa. (bp). 


#LKSDIKMEN2026 #JatimCerdas #PendidikanVokasi #PonorogoHebat #MagetanBerprestasi 

Kamis, 09 April 2026

Ekonomi Lamongan Gas Pol! Pak Yes Gandeng Perbankan dan Revitalisasi Pasar Babat



LAMONGAN, MCE – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan langkah konkret dalam mempercepat pemulihan dan penguatan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Ruang Command Center Gedung Pemkab Lamongan, Kamis (9/4).


​Agenda besar ini mencakup kerja sama antara Pemkab Lamongan dengan Bank BSI Lamongan serta PT BPR Jatim Cabang Lamongan. Selain penguatan sektor perbankan, dilakukan pula Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Pasar Agrobis Babat dan Pasar Babat Modern dari PT Karsa Bayu Bangun Perkasa kepada Pemerintah Daerah.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis digital. Menurutnya, integrasi sistem perbankan dengan layanan pemerintah telah terbukti efektif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


​"Pada tahun 2025 lalu, kita melihat kenaikan signifikan pada pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Faktor utamanya adalah pengembangan layanan pembayaran digital yang terus kita masifkan," ujar Pak Yes dalam sambutannya.


Lebih dari sekadar administrasi, kerja sama ini juga menitikberatkan pada penyediaan akses permodalan bagi para pelaku usaha. Pak Yes menekankan bahwa peran perbankan sangat krusial dalam menjaga ritme perputaran ekonomi di akar rumput.


​"Kebutuhan permodalan masyarakat saat ini semakin tinggi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri; dukungan sektor perbankan sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di berbagai sektor," tambahnya.

Terkait penyerahan aset Pasar Babat, langkah ini menjadi momentum penting bagi pengelolaan pasar yang lebih modern dan profesional. Dengan status aset yang kini berada di bawah naungan Pemkab, diharapkan pengelolaan pasar dapat lebih optimal dalam memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.


​Melalui sinergi ini, Bupati berharap seluruh pihak dapat konsisten memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Targetnya jelas: ekosistem digital terbentuk, akses modal terbuka lebar, dan pusat perbelanjaan rakyat semakin berdaya saing. (bp).

​#LamonganMegilan #PakYes #EkonomiKerakyatan #DigitalisasiLayanan #PasarBabat #PembangunanLamongan

Polres Lumajang Cek SPBE dan Agen LPG, Stok Dipastikan Aman di Tengah Isu Kelangkaan




Lumajang, MCE – Menyikapi maraknya isu kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Lumajang, jajaran Polres Lumajang melalui Unit Tipidter Satreskrim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBE dan agen LPG, Kamis (9/4/2026).


Pengecekan dilakukan di SPBE PT Sinar Agung Putra Abadi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, serta SPBE PT Sentosa Gasindo Raya di Jalan Lintas Timur, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono. Selain itu, petugas juga mendatangi Agen LPG PT Energi Putra Hari di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang.


Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Pras Ardinata menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan stok LPG 3 kilogram di tingkat SPBE masih dalam kondisi aman.


“Petugas telah berkoordinasi dengan pihak SPBE dan memastikan proses pengisian berjalan lancar,” ujarnya.


Ia menjelaskan, distribusi LPG dari SPBE rata-rata mencapai 23 hingga 25 truk per hari, dengan jumlah tabung yang didistribusikan sekitar 15.000 hingga 17.000 tabung setiap harinya.


Untuk stok akhir, SPBE PT Sinar Agung Putra Abadi tercatat memiliki cadangan sekitar 50.000 kilogram, sementara SPBE PT Sentosa Gasindo Raya memiliki stok sekitar 37.000 kilogram. Keduanya dinyatakan dalam kondisi aman.


Sementara itu, di tingkat agen, terdapat sedikit kendala berupa keterlambatan pasokan di Agen LPG PT Energi Putra Hari. Hal tersebut disebabkan antrean pengisian di SPBE serta tingginya permintaan dari pangkalan.


Meski demikian, secara umum distribusi dari agen ke pangkalan disebut tetap berjalan lancar.


AKP Pras Ardinata menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak SPBE, isu kelangkaan LPG 3 kilogram bukan disebabkan oleh distribusi dari distributor.


“Stok di SPBE masih aman dan agen setiap hari tetap melakukan pengambilan gas,” tegasnya.


Pihak kepolisian menduga kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi serta pembelian berlebih oleh konsumen.


“Kemungkinan terjadi karena pemakaian yang meningkat dan pembelian lebih dari satu tabung per orang,” jelasnya.


Polres Lumajang mengimbau masyarakat untuk membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Kontributor: budi. 

Kapolsek Senduro Hadiri Pendampingan Kementerian Pertanian, Dorong Lumajang Jadi Kawasan Hortikultura Produktif




Lumajang, MCE – Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso menghadiri kegiatan pendampingan dari Kementerian Pertanian RI yang digelar di Balai Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (8/4/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi Program HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas Project) yang menyasar para petani hortikultura di Desa Ranupani dan Desa Argosari. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura, pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta tim pendamping dari Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang.


Camat Senduro, Sarjito, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari Kementerian Pertanian yang telah memilih Kabupaten Lumajang sebagai salah satu daerah sasaran program.


“Lumajang menjadi salah satu dari 13 kabupaten di 7 provinsi yang ditetapkan sebagai kawasan hortikultura produktif. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan ini sebagai upaya meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,” ujar Sarjito.


Sementara itu, Desti selaku perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura sekaligus ketua tim menjelaskan bahwa Program HDDAP difokuskan pada penguatan kawasan hortikultura di wilayah dataran tinggi.


“Desa Ranupani dan Desa Argosari diproyeksikan sebagai lumbung pangan hortikultura. Program ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis hortikultura,” jelasnya.


Di tempat yang sama, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.


“Kami dari Polsek Senduro siap mendukung dan mengawal program pemerintah agar berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani hortikultura,” tegasnya.


Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan interaktif, di mana para petani diberikan pemahaman terkait program serta kesempatan berdialog langsung dengan tim pendamping. 


Diharapkan, melalui Program HDDAP ini, produktivitas hortikultura di Kabupaten Lumajang semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kontributor; budi. 

Berita Terbaru