Jumat, 27 Maret 2026

Ribuan Wisatawan Padati Pantai Watu Pecak, Polres Lumajang Tingkatkan Patroli Keamanan




Lumajang, MCE – Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, ribuan wisatawan memadati kawasan wisata Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Kamis (26/3/2026). Lonjakan jumlah pengunjung tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati libur lebaran bersama keluarga di kawasan pesisir selatan.


Dari pantauan di lapangan, suasana pantai terlihat ramai sejak siang hingga sore hari. Pengunjung tampak memenuhi area bibir pantai, warung, hingga tempat parkir kendaraan. Kepadatan ini mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Personel Polres Lumajang diterjunkan untuk melaksanakan patroli di kawasan wisata tersebut. Petugas tampak menyisir sejumlah titik keramaian, mulai dari pintu masuk, area parkir, hingga sepanjang garis pantai, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.


Selain melakukan patroli, petugas juga активно memberikan imbauan kepada para wisatawan. Mereka mengingatkan pengunjung agar selalu menjaga barang bawaan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama di tengah keramaian.


Kasatgas KRYD Polres Lumajang, Kompol Noer Andhi Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang berlibur.


“Kami melaksanakan patroli di kawasan wisata Pantai Watu Pecak untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, mengingat jumlah pengunjung yang meningkat cukup signifikan pasca lebaran,” ujarnya di sela kegiatan.


Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan penekanan kepada pengunjung agar tidak mandi di laut, mengingat karakteristik ombak di pantai selatan yang cukup besar dan berpotensi membahayakan keselamatan.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung agar tidak mandi di laut karena ombak cukup besar dan berbahaya. Selain itu, kami juga mengingatkan agar selalu menjaga barang bawaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.


Petugas juga terlihat melakukan pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama pengunjung, memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keselamatan diri dan keluarga saat berwisata.


Kehadiran aparat kepolisian di tengah keramaian mendapat respons positif dari para wisatawan. Banyak di antara mereka mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli rutin yang dilakukan petugas.


Hingga saat ini, situasi di kawasan Pantai Watu Pecak terpantau ramai namun tetap terkendali. Arus keluar masuk pengunjung berjalan lancar, serta tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang berarti.


Kompol Noer Andhi Setiawan menegaskan bahwa patroli akan terus ditingkatkan selama masa libur lebaran, khususnya di lokasi wisata yang menjadi pusat keramaian masyarakat.


“Kami akan terus hadir memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas liburan berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. Kontributor: budi. 

Kamis, 26 Maret 2026

Pemkab Tuban Laksanakan Verifikasi dan Validasi Data Kependudukan 2026, ASN Turun Door to Door ke Rumah Warga




Tuban, MCE – Pemerintah Kabupaten Tuban resmi melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Kependudukan Tahun 2026 sebagai upaya menghadirkan data yang mutakhir, akurat, dan berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pendataan Kependudukan Kabupaten Tuban Tahun 2026. Kamis (26/3/2026). 

Kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari identitas keluarga, kondisi perumahan, kepemilikan aset, hingga data anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Selain itu, petugas juga akan mencatat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan apabila ditemukan kerusakan yang membutuhkan perbaikan.

Pemerintah Kabupaten Tuban menegaskan bahwa pelaksanaan verifikasi dan validasi ini tidak dimaksudkan untuk meragukan ataupun menggantikan data resmi yang selama ini dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik. Justru sebaliknya, kegiatan ini menjadi langkah komplementer atau saling melengkapi untuk memperkuat data internal pemerintah daerah agar semakin tervalidasi sebagai dasar perumusan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tuban juga telah berkoordinasi dengan BPS dan mendapatkan dukungan penuh. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bersama antara BPS dan Pemkab Tuban guna memastikan metode dan mekanisme pengumpulan data berjalan sesuai standar serta menghasilkan data yang berkualitas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan berbasis data yang terintegrasi.

“Verval ini menjadi fondasi penting untuk memastikan data yang dimiliki pemerintah daerah benar-benar akurat. Dengan data yang valid, tidak hanya program pembangunan yang lebih tepat sasaran, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas, terutama dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tuban baik PNS maupun PPPK, termasuk pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guru, hingga tenaga kesehatan. Para ASN diterjunkan langsung ke lapangan dengan metode door to door, menyasar seluruh rumah tangga sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Meski melibatkan seluruh ASN, pelaksanaan kegiatan ini dipastikan tidak mengganggu tugas utama maupun pelayanan publik. Kegiatan verval ini merupakan tugas tambahan yang telah diatur dengan skema pembagian waktu dan penjadwalan yang proporsional, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 26 Maret hingga 20 April 2026.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh ASN dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif ASN bukan hanya sebagai tugas administratif, tetapi juga bentuk kebersamaan dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Keikutsertaan ASN, baik tenaga teknis, guru, maupun tenaga kesehatan, diharapkan mampu membangun rasa kebersamaan sekaligus menghasilkan data yang akurat agar program-program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” pesannya.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, verifikasi dan validasi data dilakukan melalui aplikasi selaras.tubankab.go.id yang terintegrasi dalam program Tuban Satu Data. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kemudahan dalam pengolahan dan pemutakhiran data.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Tuban optimistis kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Kependudukan Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan basis data yang kuat sebagai pijakan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tuban. (bp). 

Rabu, 25 Maret 2026

Polisi Intensifkan Patroli di Water Park Wonorejo, Jaga Keamanan Wisatawan Saat Libur Lebaran




Lumajang, MCE – Memasuki masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polsek Kedungjajang meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah objek wisata guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. 


Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah Pemandian Water Park Lumajang (Kawasan Wonorejo Terpadu), Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (25/3/2026).


Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Kedungjajang melakukan pemantauan langsung terhadap situasi di area wisata yang dipadati pengunjung dari berbagai daerah. 


Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.


Petugas juga memberikan sejumlah imbauan kepada pihak pengelola dan pengunjung. 


Kepada petugas parkir, polisi menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga kendaraan milik wisatawan agar terhindar dari aksi pencurian.


“Kami mengimbau kepada petugas parkir untuk lebih fokus dan bertanggung jawab terhadap keamanan kendaraan pengunjung, sehingga masyarakat bisa berwisata dengan tenang,” ujar salah satu anggota di lokasi.


Selain itu, imbauan juga diberikan kepada petugas penjaga kolam atau lifeguard agar selalu siaga dan aktif mengawasi aktivitas pengunjung, khususnya yang berenang di kolam.


“Petugas penjaga kolam harus selalu memperhatikan pengunjung, terutama anak-anak, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan di air,” tambahnya.


Tidak hanya itu, pengunjung juga diingatkan untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing. Polisi meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan, terutama di tempat ramai.


Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat selama momentum libur Lebaran.


“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, khususnya di lokasi wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas AKP Rudi Isyanto.


Ia menambahkan, sinergi antara petugas keamanan, pengelola wisata, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan suasana liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.


"Dengan adanya patroli rutin dan imbauan kamtibmas tersebut, diharapkan seluruh aktivitas wisata di wilayah Kedungjajang dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti selama libur Lebaran," pungkasnya. Kontributor: budi. 

​Prank Massal? Habis Diangkat Lalu Dipecat, Nasib PPPK Kini Di Ujung Tanduk Efisiensi




JAKARTA, MCE - "Habis Manis, Anggaran Dibuang." Mungkin itu peribahasa paling pas buat menggambarkan nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saat ini. Setelah sempat sujud syukur karena lolos seleksi, kini mereka harus mulai siap-siap mengurut dada. Isu pemecatan massal mulai berhembus kencang di berbagai daerah, dan alasannya klasik: Uangnya Nggak Ada. Kamis (26/3/2026). 


​Sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) mendadak curhat soal kondisi fiskal yang lagi "kembang kempis". Alih-alih mencari solusi kreatif buat nambah PAD, jalan pintas yang mulai dilirik justru "menggunting" jumlah tenaga kerja. Logikanya sederhana tapi menyakitkan: beban belanja pegawai kegedean, solusi paling gampang ya... dikurangi pegawainya.


​Bagi para PPPK, terutama yang baru seumur jagung mencicipi seragam kebanggaan, kabar ini tentu seperti petir di siang bolong. Bayangkan saja, cicilan motor belum lunas, status sudah terancam "alumni" instansi. Di sisi lain, kalau pengurangan ini benar-benar dieksekusi, jangan kaget kalau nanti layanan publik makin lelet—alias loading lama—karena kurang personel.



Plot twist-nya? Pemerintah Pusat sebenarnya adem-ayem saja dan nggak punya niat buat memecat siapapun secara resmi. Tapi ya itu, kebijakan pusat seringkali nggak sinkron sama isi dompet daerah. Jadi, ini murni drama internal daerah yang lagi pusing mengatur skala prioritas antara bayar gaji atau proyek lainnya.



​Akankah nasib PPPK berakhir jadi "pemberi harapan palsu"? Ataukah daerah bakal menemukan "keajaiban" anggaran demi menyelamatkan nasib para pejuang pelayanan publik ini? Kita lihat saja sampai mana drama efisiensi ini bergulir. (bp).

42 Truk Operasional Diserahkan, KDKMP Tuban Didorong Tertib Kelola Usaha dan Aset




Tuban, MCE - Pemerintah Kabupaten Tuban menyerahkan 42 unit kendaraan truk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Halaman Kodim 0811 Tuban, Rabu (25/3). Penyerahan ini menjadi langkah awal penguatan koperasi desa dalam menggerakkan ekonomi lokal berbasis usaha riil.

Dalam kesempatan tersebut, penyerahan dilakukan bersama oleh Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, Komandan Kodim 0811/Tuban Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, Ketua DPRD Tuban Sugiantoro, serta perwakilan Forkopimda dari Polres Tuban dan Kejaksaan Negeri Tuban.

Sebelumnya, truk jenis Mitsubishi Canter FE 74 HDS N berwarna putih itu telah tiba di Tuban pada Jumat (20/3). Dalam prosesi serah terima, kepala desa sebagai penerima hadir didampingi Danramil dan Babinsa di wilayah masing-masing. Skema ini sekaligus memastikan pengawasan langsung hingga tingkat desa.

Selanjutnya, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menekankan pentingnya kesiapan manajemen sebelum operasional berjalan penuh. Menurut dia, koperasi tidak cukup hanya memiliki aset, tetapi harus ditopang tata kelola yang tertib. “Seluruh kegiatan koperasi harus didasari administrasi dan pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta pengurus KDKMP segera menyusun perencanaan bisnis yang jelas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa. “Perencanaan bisnis harus segera disiapkan agar operasional koperasi berjalan terarah,” kata dia.

Sementara itu, aspek akuntabilitas juga menjadi perhatian. Ia menegaskan pencatatan aset harus dilakukan secara tertib, terutama aset yang dimiliki bersama antara koperasi dan pemerintah desa. Hal ini diperlukan untuk menjaga transparansi sekaligus meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Dari sisi capaian, 42 unit kendaraan yang diserahkan merupakan bagian dari total 328 unit yang direncanakan. Menurut dia, koperasi penerima saat ini merupakan KDKMP yang telah siap operasional. “Artinya, sudah siap dijalankan di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Tuban akan tetap mengawal melalui fungsi pembinaan koperasi. Pendampingan dilakukan mulai dari administrasi hingga pelaksanaan usaha agar core business KDKMP berjalan sesuai rencana.

Namun demikian, di lapangan tantangan tetap ada. Beberapa desa masih menghadapi keterbatasan lahan. Namun, solusi teknis telah disiapkan, salah satunya melalui opsi pembangunan fasilitas bertingkat menyesuaikan kondisi wilayah.

Sementara itu, Kepala Desa Simo, Kecamatan Soko, M. Sukur, menyampaikan optimisme terhadap program tersebut. Ia mengaku program ini memberi harapan baru bagi desa dalam menggerakkan ekonomi. “Kami optimistis program ini dapat berjalan sesuai harapan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, program KDKMP selaras dengan program Pemkab Tuban, Bangun Deso Noto Kutho. Menurut dia, jika ekonomi desa tumbuh, dampaknya akan terasa hingga tingkat daerah dan nasional.

“Artinya, jika ekonomi dapat tumbuh dan berkembang mulai dari desa, kami yakin hal tersebut akan memperkuat kemajuan daerah hingga nasional,” imbuhnya

Dengan demikian, kehadiran truk operasional ini menjadi alat kerja yang menuntut kesiapan sumber daya, mulai dari operator, bahan bakar, hingga pemeliharaan. Pemkab berharap seluruh KDKMP segera mengoptimalkan aset tersebut untuk menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan. (bp). 

Usai Zoom Bersama Kapolri, Kapolres Lumajang Tinjau Wisata Naik Vespa




Lumajang, MCE – Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.H., S.I.K., M.H turun langsung meninjau sejumlah objek wisata pantai di wilayah hukumnya, Selasa (24/3/2026).


Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026, yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga pengamanan destinasi wisata yang dipadati pengunjung.


Didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno serta Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang, Kapolres memulai kegiatan dengan mengikuti zoom analisa dan evaluasi (anev) situasi kamtibmas bersama Kapolri dari lokasi wisata Tumpakselo, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko.


Usai kegiatan tersebut, Kapolres bersama rombongan melanjutkan patroli dengan mengendarai sepeda motor vespa menuju sejumlah titik wisata, salah satunya Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang 


Di lokasi, AKBP Alex Sandy Siregar tampak menyapa langsung para wisatawan yang tengah menikmati libur bersama keluarga. 


Dengan pendekatan humanis, ia juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area pantai.


“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman. Namun kami minta pengunjung tetap waspada, perhatikan batas aman berenang, dan jangan sampai lepas pengawasan terhadap putra-putrinya,” ujar AKBP Alex di sela kunjungan.


Ia menegaskan, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengamanan libur Lebaran tahun ini. Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan, terutama di bibir pantai, guna mengantisipasi kecelakaan laut.


“Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung. Personel kami siagakan di titik-titik rawan, khususnya di area pantai, untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air akibat tingginya aktivitas masyarakat di laut,” tegasnya.


Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan tim penyelamat pantai dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.


Ia pun mengimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu mematuhi aturan keselamatan serta memperhatikan arahan petugas di lapangan.


“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri maupun keluarga saat berwisata. Jangan berenang terlalu ke tengah dan selalu patuhi peringatan petugas,” pesannya.


Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Pantai Watu Pecak dipadati ribuan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga. Kontributor: budi. 

Selasa, 24 Maret 2026

​Wacana Sekolah Daring Gegara Konflik Global Resmi Kandas: Pendidikan Bukan Tumbal Krisis Energi



JAKARTA, MCE – Pemerintah akhirnya mengakhiri spekulasi publik terkait wacana pengalihan sistem pendidikan ke jalur daring. Meski ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sempat memicu kekhawatiran akan krisis energi global, pemerintah dengan tegas memilih untuk tidak menjadikan ruang kelas sebagai tumbal kebijakan efisiensi. Selasa (24/3/2026). 


​Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di seluruh Indonesia harus tetap berjalan normal secara tatap muka (luring). Langkah ini diambil setelah koordinasi ketat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.


​"Sektor pendidikan adalah prioritas yang tidak boleh dikompromi. Kita harus menjaga kualitas pembelajaran agar tidak lagi terjadi learning loss yang menghantui masa depan generasi bangsa," tegas Pratikno dalam keterangan resminya.


Sebelumnya, sempat muncul opsi penerapan sistem hybrid—kombinasi sekolah daring dan luring—sebagai langkah mitigasi jika dampak krisis energi menghantam ekonomi nasional. Namun, hasil kajian lintas kementerian menyimpulkan bahwa memulangkan siswa ke rumah belum menjadi kebutuhan mendesak.


​Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal kuat dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di bawah kepemimpinan Prabowo, fokus terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) tidak bisa ditawar. Program-program ambisius seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda kini tengah dipacu untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.


Pratikno menambahkan, percepatan peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh tanpa hambatan teknis seperti sinyal atau kendala daring lainnya. Baik sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen, Kemenag, maupun institusi di bawah Kemendiktisainstek, semuanya diinstruksikan untuk tetap fokus pada penguatan kompetensi di lapangan.


​Dengan pembatalan wacana daring ini, pemerintah berharap para siswa dan orang tua dapat bernapas lega dan tetap fokus pada proses belajar mengajar yang optimal tanpa bayang-bayang ketidakpastian global. (bp). 

Berita Terbaru