SPMB 2026 di Depan Mata, Aries Agung Paewai Warning Para Kacabdin: Komunikasi Melempem, Siap-Siap Dievaluasi?
pendidikan surabaya
Surabaya, MCE – Musim "hajatan" tahunan dunia pendidikan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, resmi memasuki fase krusial. Namun, bagi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, sekadar "siap" saja tidak cukup. Belum kering keringat pasca beradu argumen di rapat kerja bersama legislatif, Aries langsung tancap gas mengumpulkan seluruh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) se-Jawa Timur dalam rapat internal yang kabarnya berlangsung cukup "panas", Senin (13/4).
Aries seolah tak memberi ruang bagi bawahannya untuk sekadar duduk manis di zona nyaman. Pesannya jelas dan menyengat: Kacabdin adalah ujung tombak, bukan sekadar pajangan birokrasi.
"Jangan sampai masyarakat bingung, lalu satuan pendidikan gagap. Kalau komunikasinya melempem, ya jangan salahkan kalau publik protes!"
Dalam arahannya yang intensif, Aries menegaskan bahwa keberhasilan SPMB 2026 bukan diukur dari tumpukan berkas laporan, melainkan sejauh mana informasi tersampaikan ke akar rumput. Ia menuntut para Kacabdin untuk keluar dari "menara gading" dan meningkatkan intensitas komunikasi. Tidak ada lagi alasan "kurang sosialisasi" atau "salah paham teknis" di lapangan.
Sentilan untuk Para Kacabdin:
Aries mengingatkan bahwa wajah pendidikan Jawa Timur dipertaruhkan dalam momen ini. Jika komunikasi ke satuan pendidikan dan masyarakat luas masih tersumbat, maka predikat "ujung tombak" yang disematkan bisa berubah menjadi "beban" bagi sistem.
Akankah instruksi tegas ini mampu membuat SPMB 2026 berjalan mulus tanpa drama klasik tahunan? Ataukah ini hanya akan menjadi gertakan di atas meja rapat? Yang jelas, publik kini ikut mengawasi gerak-gerik para Kacabdin di daerah masing-masing.
Bagaimana menurut Anda? Apakah langkah 'gas pol' di awal ini efektif untuk meminimalisir kekacauan PPDB/SPMB yang biasanya penuh drama? (bp).






