Selasa, 12 Mei 2026

​"Jawa Timur Bukan Tempat Main-Main!" Kajati Abdul Qohar 'Semprot' Para Kajari: Jaga Marwah atau Angkat Kaki?





​SURABAYA, MCE – Suasana di Aula Sasana Adhyaksa, Selasa (12/5/2026), mendadak "panas". Bukan karena pendingin ruangan yang mati, melainkan karena rentetan peringatan keras yang dilontarkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar AF. Dalam pertemuan perdana yang mengumpulkan seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan pejabat eselon IV se-Jawa Timur ini, pesan yang dikirimkan sangat jelas: Berhenti main-main dengan hukum atau siap-siap kena sanksi.


​Jawa Timur bukan sekadar titik di peta; provinsi ini adalah barometer penegakan hukum nasional. Namun, di balik nama besarnya, tantangan integritas kerap menjadi kerikil tajam. Kajati Abdul Qohar nampaknya sadar betul bahwa ekspektasi masyarakat sudah di titik nadir, dan ia tidak ingin ada anak buahnya yang menjadi "oknum" pembuat masalah.


​"Jaga Jawa Timur!" Kalimat singkat namun sarat beban itu ia kutip langsung dari pesan Jaksa Agung saat melantiknya. Pesan ini seolah menjadi "tamparan" halus bagi para jajaran yang mungkin masih berpikir bisa bekerja santai tanpa pengawasan.


​Wakajati Jatim, Luhur Istighfar, juga tidak kalah "pedas". Ia menegaskan bahwa posisi strategis Jawa Timur menuntut kinerja yang bukan sekadar formalitas. Disiplin bukan lagi pilihan, tapi kewajiban mutlak. Sindiran ini seolah menyasar gaya kerja birokratis yang kerap dikeluhkan publik: lambat, berbelit, dan kurang transparan.


​Dalam arahannya yang tajam, Kajati menyoroti beberapa poin krusial yang sering menjadi "borok" di instansi penegak hukum:


​Integritas Harga Mati: Jangan ada lagi Jaksa yang berani menggadaikan kehormatan institusi demi kepentingan pribadi. Pengawasan melekat akan diperketat—tidak ada ruang bagi mereka yang hobi "bermain mata" dengan perkara.


​Administrasi Bukan Sampah: Kajati menuntut ketelitian dan percepatan. Publik tidak butuh alasan dokumen menumpuk; mereka butuh kepastian hukum yang cepat dan terukur.


​Intelijen Harus 'Bangun': Fungsi intelijen diminta bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sebagai deteksi dini. Jangan sampai masalah besar meledak baru sibuk mencari pemadam kebakaran.


​"Setiap langkah penanganan perkara di Jawa Timur akan selalu menjadi sorotan kamera dan perhatian publik," tegas Abdul Qohar. Ungkapan ini menjadi pengingat bagi para Kajari bahwa di era digital, tidak ada lagi ruang untuk bersembunyi di balik tembok kantor yang dingin.


​Pertemuan ini bukan sekadar konsolidasi biasa, melainkan "sidang disiplin" terbuka bagi para pimpinan satuan kerja di daerah. Kajati Jatim seolah ingin memastikan bahwa seluruh jajarannya memiliki satu detak jantung yang sama: Setia, Loyal, dan Berintegritas.


​Kini bolanya ada di tangan para Kajari se-Jawa Timur. Apakah mereka mampu menerjemahkan perintah "pedas" ini dalam aksi nyata, atau hanya akan menjadi angin lalu yang menguap di parkiran kantor? Satu yang pasti, masyarakat Jawa Timur sedang menonton, dan Kajati sudah menyiapkan catatan evaluasinya. (bp). 

Senin, 11 Mei 2026

​Tiga Srikandi & Kesatria Ekonomi SMAN 1 Kalitidu Sabet Juara di Level Kabupaten, Bukti Prestasi Tak Kenal Lelah



​BOJONEGORO, MCE – Slogan "Selalu Berkarya, Cetak Jawara" bukan sekadar hiasan dinding di SMA Negeri 1 Kalitidu. Hal ini dibuktikan dengan torehan prestasi gemilang yang baru saja diraih oleh tiga siswa berbakat dalam ajang Olimpiade Ekonomi Tingkat SMA/SMK/MA Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.


​Dalam kompetisi yang menguras energi dan adu ketajaman logika ekonomi tersebut, tim kebanggaan SMAN 1 Kalitidu berhasil mengamankan posisi Juara 3. Mereka adalah:

​1. Charlyta Dewi Novembriyani (Kelas X-8)

​2. Abil Dwi Prayogo (Kelas X-5)

​3. Dzaky Ahmad Naufal (Kelas X-7)


​Keberhasilan ini menjadi oase prestasi yang menyejukkan bagi sekolah. Dengan mengenakan almamater merah kebanggaan, ketiga siswa tersebut tampak gagah memegang trofi dan medali yang menjadi saksi bisu dedikasi mereka selama masa persiapan.


​Kepala SMAN 1 Kalitidu Bojonegoro, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Dalam pesan penuh motivasi, beliau menekankan bahwa prestasi ini merupakan batu loncatan untuk kesuksesan yang lebih besar di masa depan.


"Selamat atas prestasi luar biasa ini! Prestasi ini adalah bukti dedikasi dan kerja keras yang tidak sia-sia. Semoga pencapaian ini menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan dan dapat menginspirasi lingkungan sekolah," ungkap Ninis Aris Wibawati.


​Kemenangan ini membawa pesan kuat bagi seluruh siswa di Bojonegoro: bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Meski harus bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di tingkat kabupaten, Charlyta, Abil, dan Dzaky membuktikan bahwa mentalitas juara tumbuh dari ketekunan, bukan sekadar bakat.


​Bagi mereka, kemenangan sejati bukanlah sekadar menjadi yang terbaik di antara orang lain, melainkan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri dibanding hari kemarin. Prestasi ini diharapkan mampu memicu semangat "virus positif" bagi siswa-siswi lain untuk terus berani berkompetisi di bidang akademik maupun non-akademik.


​Selamat kepada para pemenang! Teruslah berkarya, teruslah menginspirasi, karena jalan menuju puncak baru saja dimulai. SMAN 1 Kalitidu: Selalu Berkarya, Cetak Jawara. (bp). 


​#SMAN1Kalitidu #Bojonegoro #PrestasiSiswa #OlimpiadeEkonomi2026 #CetakJawara #BojonegoroProduktif

Jejak Pelarian Berakhir, Polres Lumajang Ringkus Spesialis Curanmor hingga ke Jombang



Lumajang, MCE – Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang terus menunjukkan taringnya dalam memberantas tindak kriminalitas. Kali ini, polisi berhasil meringkus seorang buron kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial  JW (31), warga Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Lumajang.


Pelaku yang sempat melarikan diri ini ditangkap di persembunyiannya, yakni di rumah istrinya yang berlokasi di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.


Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengungkapkan bahwa penangkapan JW merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan intensif. 


Berdasarkan hasil pemeriksaan, JW merupakan bagian dari komplotan yang berjumlah tiga orang.


"Pelaku JW ditangkap di Tembelang, Kabupaten Jombang, tepatnya di rumah istrinya," ujar Ipda Suprapto saat memberikan keterangan resmi.


Sebelum JW tertangkap, polisi telah lebih dulu mengamankan dua rekan pelaku lainnya di lokasi yang berbeda.  yakni AF (31), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, yang ditangkap di rumah kos wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, 


Sementara NM alias Bolu (36), warga Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, yang berhasil diamankan di wilayah Badung, Bali.


Modus Operandi dan Hasil Curian


Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini tergolong nekat. Mereka biasanya berboncengan tiga saat mencari sasaran. Ipda Suprapto menjelaskan bahwa salah satu aksi mereka bahkan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial.


"Aksi yang terekam CCTV itu terjadi di wilayah Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan," imbuhnya.


Dari hasil interogasi sementara, tersangka JW mengakui telah menggasak motor di dua lokasi berbeda, yaitu Honda Vario  di area warung makan Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan, Honda Vario di Jalan Tukum Kidul,  Desa Tukum Kecamatan Tekung.


Ironisnya, motor hasil curian tersebut dijual dengan harga yang sangat jauh di bawah pasar. Para pelaku mengaku mendapatkan bagian berkisar antara  Rp1 juta hingga Rp2 juta  dari setiap unit motor yang terjual.


Saat ini, tersangka JW beserta barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario milik korban telah diamankan di Mapolres Lumajang.


"Tersangka JW sudah berada di Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Ipda Suprapto. Kontributor: budi. 

Sabtu, 09 Mei 2026

​Lumajang 'Gawat' Begal? Bunda Indah Kurung Camat di Wilayah: Gak Boleh Keluar Kota, Titik!




​LUMAJANG, MCE – Jangan harap bisa melihat Camat se-Lumajang pelesir atau healing keluar kota dalam beberapa pekan ke depan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), resmi "mengandangkan" seluruh komandan wilayahnya menyusul rentetan aksi kriminalitas yang makin meresahkan warga.


​Mulai dari begal yang makin nekat, curanmor yang menghantui parkiran, hingga aksi pelemparan batu ke kendaraan yang bikin nyali pengemudi ciut, menjadi alasan kuat di balik rapat mendadak di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (8/5/2026) malam.


​Meski Bunda Indah berkelit bahwa kondisi Lumajang "baik-baik saja" dan bukan status darurat, rapat yang digelar mendadak hingga malam hari ini jelas mengirimkan pesan berbeda. Bunda Indah seolah sedang melakukan stress test kepada para Camat.


"Sengaja saya kumpulkan mendadak untuk tes apakah ada camat yang tidak siap, ternyata semua hadir," cetus Bunda Indah.


​Instruksinya pun pedas dan tanpa kompromi: Camat dilarang meninggalkan wilayah tugas. Mereka dipaksa untuk "melek" 24 jam bersama Kapolsek dan Danramil guna memastikan rakyatnya tidak lagi dihantui begal saat melintas di jalanan sepi.


​Bosan dengan janji-janji keamanan yang hanya di atas kertas? Bunda Indah langsung main gas pol. Pekan depan, ia memerintahkan pencairan dana dusun dipercepat untuk satu misi: Pemasangan CCTV Serentak!


​Tidak ada lagi alasan birokrasi berbelit. Jika ada kendala teknis atau jaringan WiFi, Pemkab sudah pasang badan untuk mendampingi. Pesannya jelas: Jika dusun masih gelap tanpa pengawasan, maka ada yang tidak beres dengan eksekusi di lapangan.


​Tak hanya urusan kamera, Bunda Indah juga menyentil persoalan lampu jalan (PJU) yang sering mati—bahkan yang berstatus jalan provinsi sekalipun. Seolah lelah menunggu birokrasi tingkat atas, ia menegaskan Pemkab akan mengambil alih perbaikan demi keselamatan warga.


​Untuk memperkuat barisan di garda depan, nasib Linmas pun ikut disentuh. Honor yang selama ini "mungkin terlupakan" bakal segera dikucurkan. Meski nominalnya disebut tidak banyak, ini adalah "tamparan" bagi mereka yang selama ini menuntut keamanan tapi lupa menyejahterakan para penjaga lingkungan.


Kini, publik Lumajang tinggal menunggu: Apakah "kurungan" bagi para Camat dan pemasangan CCTV serentak ini akan benar-benar memberangus begal, ataukah ini hanya sekadar gertakan sambal di tengah tahun politik yang mulai memanas?


​Satu hal yang pasti: Pekan depan, jika jalanan masih gelap dan CCTV belum terpasang, warga punya alasan kuat untuk menagih janji yang diucapkan di Pendopo malam itu. (bp). 


​#LumajangDaruratBegal #BundaIndah #CamatDilarangPiknik #CCTVDusun #KriminalitasLumajang 

Jumat, 08 Mei 2026

​Miangas Bukan Lagi Punggung, Tapi Wajah Republik: Prabowo Pijakkan Kaki di Titik Nol Utara Nusantara



MIANGAS, SULAWESI UTARA, MCE – Sabtu pagi, 9 Mei 2026, tepat pukul 10.30 WITA, sebuah sejarah baru tertoreh di garis terdepan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto resmi mendarat di Pulau Miangas, sepetak tanah karang seluas 3,5 kilometer persegi yang menjadi benteng terakhir kedaulatan di utara Nusantara.


​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Miangas, yang secara geografis lebih akrab dengan aroma Filipina ketimbang daratan Manado—mengingat jarak tempuhnya yang mencapai 24 jam pelayaran—selama ini sering merasa terlupakan di balik cakrawala. Namun hari ini, Presiden menegaskan bahwa Miangas bukan lagi "punggung" yang membelakangi pusat, melainkan "beranda terdepan" yang harus bersolek.


​Tak datang dengan tangan hampa, Presiden memboyong enam Menteri Kabinet langsung dari Jakarta. Langkah ini mengirimkan pesan politik yang tajam: pembangunan tidak boleh berhenti di Jawa atau Sulawesi daratan saja.


​Fokus utama Presiden dalam kunjungan ini menyentuh aspek paling fundamental kehidupan warga:

​Kedaulatan Kesehatan: Pengecekan fasilitas Puskesmas agar warga tak perlu bertaruh nyawa di laut saat sakit.

​Akses Hidup: Peninjauan instalasi air bersih dan infrastruktur dasar.

​Masa Depan Generasi: Menemui 143 anak sekolah yang menjadi tumpuan harapan di perbatasan.

​Konektivitas Digital: Memastikan jaringan komunikasi tidak lagi "setengah hati" di wilayah terluar.


​Di pulau yang dihuni oleh 823 jiwa (232 Kepala Keluarga) ini, Presiden disambut dengan kehangatan khas masyarakat Miangas. Meskipun hidup dalam keterbatasan logistik dan jarak, warga Miangas adalah manifestasi nyata dari cinta tanah air. Di sini, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari.


​"Kita tidak ingin ada warga negara yang merasa menjadi 'anak tiri' hanya karena jarak. Miangas adalah Indonesia, dan Indonesia hadir di sini hari ini," tegas Presiden dalam salah satu sesi bincang bersama warga.


​Kehadiran jajaran pejabat tinggi di titik paling utara ini seakan menyengat kesadaran publik bahwa kedaulatan bukan hanya soal alutsista, melainkan soal kesejahteraan rakyat di perbatasan. Dengan luas wilayah yang mungil namun memiliki nilai strategis yang masif, Miangas kini bersiap menyongsong era baru pembangunan yang lebih inklusif.


​Bagi 143 anak sekolah di Miangas, kehadiran Presiden dan enam menterinya adalah janji bahwa mimpi mereka setara dengan anak-anak di Jakarta. Hari ini, dari titik 126 derajat Bujur Timur, Indonesia menunjukkan taringnya—bukan dengan agresi, tapi dengan pembangunan yang merata.


#PrabowoSubianto #PulauMiangas #PerbatasanIndonesia #KedaulatanNKRI #IndonesiaUtara

​Sembunyi di Wonogiri, 'Kiai' Tersangka Cabul Pati Akhirnya Diciduk: Ilmu Menghilang Tak Mempan Lawan Polisi




​PATI, MCE – Drama pelarian Ashari, pimpinan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo yang lebih memilih jadi "buronan" ketimbang mempertanggungjawabkan perbuatannya, resmi tamat. Setelah berkali-kali mangkir dari panggilan penyidik dengan jurus seribu bayangan, sang "oknum" kiai ini akhirnya berhasil diringkus Tim Satreskrim Polresta Pati di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) pagi.


​Publik sempat dibuat geram oleh tingkah tersangka yang seolah menantang hukum. Pasalnya, alih-alih menjadi teladan dan kooperatif, Ashari justru memilih jalan ninja: menghilang. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh ke pelukan borgol polisi juga.


​Pasrah Saat 'Dijemput' Paksa


​Berdasarkan video amatir yang viral di jagat maya, momen penangkapan ini jauh dari kesan "berwibawa" yang biasa ia tampilkan di depan santriwati. Mengenakan pakaian gelap, pria yang tega merusak masa depan anak asuhnya sendiri ini tampak lunglai dan pasrah saat digelandang petugas menuju mobil operasional. Tidak ada lagi sisa-sisa "power" saat ia harus berhadapan dengan kenyataan pahit di tangan Kasatreskrim Polresta Pati yang turun tangan langsung.


​Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya, mengonfirmasi bahwa pelarian sang tersangka berakhir di Wonogiri.


​“Iya, sudah kami amankan di Wonogiri. Saat ini masih dalam perjalanan menuju Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mohon bersabar,” ujar Kompol Dika via telepon.


​Mencoreng Wajah Pesantren

​Kasus ini menjadi noda hitam bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Pati. Ashari yang seharusnya menjadi pelindung dan orang tua bagi para santriwati di Desa Tlogosari, justru menyalahgunakan mandat sucinya demi nafsu bejat.


​Sikap tidak kooperatifnya selama ini—mulai dari mangkir panggilan hingga kabur dari pondok—menjadi bukti kuat bahwa tidak ada niat baik dari tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan asusilanya. Polisi kini tengah mendalami apakah ada korban-korban lain yang selama ini bungkam karena intimidasi atau relasi kuasa yang timpang di lingkungan pesantren tersebut.


​Menuju Meja Hijau

​Setibanya di Pati, Ashari tidak akan lagi bisa tidur nyenyak di kasur empuk pesantrennya. Ia dijadwalkan langsung masuk ruang pemeriksaan intensif Mapolresta Pati. Netizen kini menanti vonis maksimal bagi pelaku yang berlindung di balik jubah agama untuk memuaskan hasrat rendahnya.


​Kini, warga hanya bisa mengelus dada sambil berharap hukum bekerja seadil-adilnya. Pelajaran berharga bagi para orang tua: Jubah dan gelar mentereng tak selamanya menjamin akhlak yang mulia. (bp). 


​#KeadilanUntukSantriwati #PatiHariIni #OknumKiaiCabul #HukumAdil

RSUD Koesma Tambah Dua Dokter Jantung, Poli Kini Buka Enam Hari dalam Sepekan




Tuban, MCE - Pelayanan poli jantung di RSUD dr. R. Koesma Tuban dipastikan mulai berjalan lebih optimal per 11 Mei 2026. Rumah sakit milik Pemkab Tuban itu menambah dua dokter spesialis jantung baru untuk memperkuat layanan kepada masyarakat setelah sebelumnya pelayanan hanya berjalan terbatas.


Dua dokter spesialis jantung yang bergabung tersebut yakni dr. Ryan Enast Intan, Sp.JP yang mulai bertugas sejak 27 April 2026 dan dr. Fahrun Nisa’i Fatimah, Sp.JP yang mulai aktif per 11 Mei 2026. Keduanya berstatus dokter kontrak BLUD.


Sementara itu, satu dokter spesialis jantung yang telah lebih dahulu bertugas di RSUD dr. R. Koesma Tuban yakni dr. Hariman Kristian, Sp.JP berstatus ASN. Dengan total tiga dokter spesialis jantung, layanan poli jantung kini dapat dibuka mulai Senin hingga Sabtu.


Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, memastikan seluruh proses administrasi kedua dokter baru tersebut telah rampung. Mulai dari penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR), proses kredensial, hingga clinical appointment atau Surat Penugasan Klinis (SPK).


Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan pasien jantung berjalan lebih stabil dan tidak lagi bergantung pada satu dokter spesialis.


“Seluruh tahapan administrasi sudah selesai. Dokter sudah melewati proses kredensial dan penugasan klinis. Mulai 11 Mei ini pelayanan poli jantung dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya, Jumat (8/5).


Dengan penambahan dokter tersebut, RSUD dr. R. Koesma Tuban menargetkan antrean pasien rujukan jantung dapat lebih terlayani. Sebab, sebelumnya pelayanan poli jantung hanya berlangsung beberapa hari dalam sepekan karena keterbatasan tenaga dokter spesialis.


Heni menambahkan, penguatan layanan spesialis menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan daerah. Pihaknya berharap masyarakat semakin mudah memperoleh layanan jantung tanpa harus dirujuk ke luar daerah.


“Harapan kami, masyarakat Tuban bisa mendapatkan layanan jantung yang cepat, nyaman, dan berkesinambungan di RSUD Koesma,” katanya. (bp).

Berita Terbaru