Tudingan "Ingkar Janji" LSM JAMAL Ditepis, Ketua DPRD Lamongan: Jangan Bikin Narasi Lucu
kabupaten lamongan
Lamongan, MCE - Tudingan "ingkar janji" yang dilemparkan LSM JAMAL kepada Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi, akhirnya memicu reaksi keras. Tak tinggal diam atas narasi miring tersebut, Freddy menepis mentah-mentah tuduhan itu dan menilainya tidak berdasar, sembrono, serta sangat tidak etis dalam beretika politik.
Polemik ini bermula saat LSM JAMAL bersama tokohnya, Jamal dan Kalis, menggebu-gebu meminta audiensi terkait pemanfaatan kawasan hutan untuk tanaman jagung. Bukannya diabaikan, pimpinan dewan sejatinya telah mengakomodasi tuntutan tersebut secara penuh.
Mekanisme Dewan Dikangkangi?
Freddy menegaskan bahwa audiensi yang dimohonkan LSM JAMAL telah resmi digelar pada Senin (3/8/2026). Sesuai tatib dan tata kelola kelembagaan, pertemuan tersebut didelegasikan kepada Komisi B DPRD Lamongan yang memang mengusung domain fungsi dan teknis terkait.
"Sudah terlaksana pada hari Senin kemarin. Sehingga tidak benar jika kami dikatakan ingkar janji. Sangat mengada-ada," tegas Freddy, Selasa (4/8/2026).
Politisi PKB ini menyindir pihak-pihak yang seolah alpa paham bahwa pimpinan DPRD bukanlah pemeran tunggal yang bekerja tanpa aturan. Ada pembagian kerja komisi yang sah dan wajib dihormati, bukan asal teriak di media.
"Saya telah mendelegasikan Komisi B untuk menerima audiensi petani hutan yang didampingi LSM tersebut. Apa yang kami lakukan presisi sesuai prosedur. Ini bukan melempar tanggung jawab, melainkan menghormati tata kelola pembagian tugas dewan. Jangan diplintir!" cetusnya.
Kritik Dibuka, Gimik "Ingkar Janji" Disentil
Meski mengklaim selalu terbuka terhadap masukan masyarakat, wartawan, maupun elemen LSM, Freddy menyayangkan murahnya diksi "ingkar janji" yang diobral LSM JAMAL demi membangun framing negatif.
"Prinsipnya kami terbuka pada kritik membangun. Tapi kalau tiba-tiba dicap ingkar janji hanya karena tidak tampil sendiri secara personal, itu tidak etis dan terkesan memaksakan stigma," sindir Freddy. Ia menegaskan bahwa institusinya tak pernah menganaktirikan aspirasi mana pun.
Sentilan Menohok: "Belajarlah Dewasa Berpolitik!"
Menutup pernyataannya, Freddy menyentil agar para pegiat LSM dan aktor politik lokal tidak memelihara sikap drama dalam memperjuangkan aspirasi publik.
"Saya tidak menghalangi siapa pun. Tapi kalau harus memaksakan bertemu pimpinan secara langsung detik itu juga, ya harus paham etika dan bersabar antre jadwal kegiatan. Semua ada koridorya," pungkas Freddy. Ia mengimbau agar LSM JAMAL bersikap lebih dewasa dan arif, bukannya sibuk memproduksi kegaduhan yang tidak produktif bagi nasib petani hutan Lamongan. (s.genk).






