Jumat, 16 Januari 2026

​Sumbangan Komite Sekolah: "Tak Ada Paksaan, Tapi Angka Pasti Disebut!" Komnas Pendidikan Tegaskan Beda dengan "Kotak Amal"




​Jawa Timur, MCE – Polemik seputar sumbangan komite sekolah kembali mencuat. Pengurus Komisi Nasional Pendidikan (Komnas Pendidikan) Jawa Timur, Bangun Purnomo, akhirnya angkat bicara, meluruskan bahwa kebijakan sumbangan tersebut tidak bersifat memaksa dan mengikat, serta harus berlandaskan pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Jumat (16/1/2026). 



​Dalam pers rilisnya, Bangun menegaskan poin krusial: Orang tua yang kurang mampu memiliki hak untuk tidak berkontribusi terhadap sumbangan komite.



​Lalu, mengapa dalam rapat komite selalu disebutkan angka nominal?


​Menurut Bangun, penyebutan nominal adalah hasil dari rapat bersama yang berfungsi sebagai penjabaran. Rapat pleno Komite Sekolah, yang melibatkan wali murid, adalah forum untuk menjelaskan secara transparan mengenai program-program peningkatan mutu pendidikan (disertai opsi a, b, c) dan kebutuhan dana yang akan diterima sekolah. Dengan dana yang akan diterima sekolah maka opsi mana kira-kira yang sesuai dana, bila wali murid menghendaki opsi pilihannya tentu akan ada selisih anggaran maka itulah yang dibahas bersama, dan dana bantuan pemerintah tidak semua bisa dipakai untuk itu karena ada aturannya. Semua program ini didasarkan pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang telah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim melalui Cabang Dinas setempat.


​"Karena program yang digagas bersama wali murid membahas masalah anggaran dana pendidikan, ya pasti disebutkan nominal," jelas Bangun. Ia juga mempertegas bahwa sumbangan pendidikan ini berbeda jauh dengan sekadar "sumbangan mengisi kotak di masjid." Tujuannya murni untuk memajukan kualitas pendidikan siswa.



​Namun, Bangun tidak menampik adanya masalah di lapangan. Kadang kala, ada wali murid yang merasa malu atau bahkan "jor-joran" (berlebihan) di antara sesama orang tua.


Menyikapi hal ini, Bangun yang juga menjabat Ketua Komnas Pendidikan Tuban dan Plh Ketua Komnas Pendidikan Bojonegoro, memberikan solusi. Ia mengimbau agar wali murid tidak ragu. "Bila wali murid, saat rapat, menyatakan sanggup membantu, tetapi seiring waktu kondisi ekonomi kurang beruntung, datanglah ke sekolah untuk berkoordinasi dan menyampaikan permasalahannya."



​Bahkan, untuk meringankan beban, ia menyebutkan bahwa sumbangan dapat diangsur secara bulanan.



​Dengan ketegasan ini, Bangun Purnomo berharap semua pihak memahami bahwa rapat pleno komite sekolah adalah ikhtiar kolektif demi peningkatan mutu pendidikan anak, dan semangat gotong royong harus tetap diutamakan tanpa adanya unsur paksaan bagi yang tidak mampu. (bp: Koordinator IT & Media Komnas Pendidikan Jatim).

Kamis, 15 Januari 2026

​Menjaga Marwah Negeri, Ketika Ribuan Mata Rakyat Menjadi 'Penyidik' Bayangan KPK




​JAKARTA, MCE – Di balik gedung-gedung tinggi dan tumpukan berkas birokrasi, ada sebuah kekuatan yang diam-diam sedang bekerja menjaga integritas bangsa. Kekuatan itu bukan hanya berasal dari lencana penyidik, melainkan dari keberanian jari-jemari masyarakat yang mengetik laporan dugaan korupsi melalui layar ponsel mereka. Kamis (15/1/2026). 


​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja merilis capaian kinerja tahun 2025, dan angka yang muncul memberikan pesan kuat: Partisipasi publik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama pemberantasan korupsi di Indonesia.


​Sepanjang tahun 2025 (data hingga 5 Desember), KPK mencatat telah menerima sebanyak 4.741 laporan dugaan korupsi dari masyarakat. Dari total tersebut, mayoritas laporan memiliki kualitas yang sangat baik untuk ditelaah lebih lanjut.
​- 4.156 Laporan: Berhasil diverifikasi untuk ditindaklanjuti ke tahap berikutnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin cerdas dalam menyusun bukti dan kronologi.
​- 585 Laporan: Masih tertahan atau belum dapat ditindaklanjuti karena kendala kelengkapan data.


​Angka 4.156 laporan yang ditindaklanjuti ini bukan sekadar statistik. Ini adalah representasi dari ribuan harapan warga yang ingin melihat Indonesia bersih dari praktik lancung—mulai dari masalah pengadaan lahan hingga penyalahgunaan dana anggaran.


​Salah satu hambatan terbesar dalam memberantas korupsi adalah rasa takut. Ketakutan akan intimidasi atau serangan balik seringkali membungkam para saksi kunci. Menjawab kekhawatiran ini, KPK menegaskan komitmen 100% jaminan kerahasiaan identitas.


​Melalui platform KPK Whistleblower System (KWS), setiap pelapor diberikan perlindungan maksimal. Namun, ada satu syarat mutlak agar perlindungan ini tetap utuh: Pelapor tidak boleh mengungkapkan laporannya sendiri kepada publik. Integritas pelaporan dijaga dalam ruang sunyi demi efektivitas penyelidikan.


​"Partisipasi publik adalah kunci keberhasilan. Kami menjamin kerahasiaan identitas #KawanAksi selama laporan tersebut tidak dipublikasikan sendiri oleh pelapor ke ranah umum," tulis pernyataan resmi KPK.


​KPK terus mendorong masyarakat untuk tidak ragu menjadi "mata dan telinga" negara. Untuk mempermudah proses ini, telah disediakan kanal resmi yang aman dan terintegrasi:
​1. Situs Web: kws.kpk.go.id
​2. Call Center: 198


​Kehadiran platform digital ini memudahkan siapa saja, dari mana saja, untuk melaporkan indikasi penyelewengan secara objektif dan terukur.


​Perjalanan memberantas korupsi memang masih panjang, namun keterlibatan 4.741 pelapor di tahun 2025 membuktikan bahwa api optimisme belum padam. Ketika masyarakat berani bersuara dan institusi menjamin keamanan mereka, maka korupsi tidak akan lagi memiliki ruang untuk bersembunyi.


​Mari terus kawal uang negara. Karena setiap rupiah yang diselamatkan melalui laporan Anda, adalah hak rakyat yang dikembalikan pada tempatnya. (bp). 


​#CapaianKinerjaKPK #DumasKPK #KawanAksi #LawanKorupsi

Bupati Tuban Raih Penghargaan Pembina K3 Kategori Gold, Puluhan Perusahaan Terima Penghargaan K3




Tuban, MCE - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Lapangan PT Petrokimia Gresik, Rabu (14/1). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan Penghargaan K3 kepada 717 perusahaan serta kepala daerah yang dinilai berkomitmen tinggi dalam pembinaan dan penerapan K3. Salah satunya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky meraih Penghargaan Pembina K3 Terbaik Kategori Gold.


Penghargaan ini menegaskan posisi Kabupaten Tuban sebagai daerah yang konsisten mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan tenaga kerja.


Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai luhur yang menjamin hak setiap pekerja untuk pulang dengan selamat. Menurutnya, pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif merupakan fondasi penting pembangunan nasional dan daerah yang berkelanjutan.


“Tidak ada satu pihak pun yang mampu mengelola K3 sendirian. Kolaborasi menjadi kunci agar sistem K3 berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegas Khofifah.


Ia juga menyampaikan bahwa berkat sinergi lintas sektor, Pemprov Jawa Timur kembali meraih penghargaan Pembina K3 Terbaik Nasional selama enam kali berturut-turut, sekaligus menjadi provinsi dengan kinerja pengawasan ketenagakerjaan terbaik pada tahun 2025.


Mewakili Bupati Tuban, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, hadir menerima penghargaan tersebut.


Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky secara terpisah menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan di Kabupaten Tuban yang telah berkontribusi aktif dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif. Menurutnya, penghargaan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama pembangunan daerah.


“Pencapaian ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan tenaga kerja. Budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan dan kesehatan menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha,” ujar Bupati Tuban.


Pada tahun 2026 ini, perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tuban juga mencatatkan capaian membanggakan dalam ajang Penghargaan K3 Provinsi Jawa Timur. Tercatat sebanyak 31 perusahaan menerima penghargaan Zero Accident Award (ZAA), 9 perusahaan menerima penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2 HIV/AIDS), serta 6 perusahaan menerima penghargaan Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2 TB).


Dalam prosesi penyerahan penghargaan secara simbolis, lima perusahaan asal Kabupaten Tuban turut menerima piagam penghargaan sebagai representasi atas komitmen dunia usaha di Tuban dalam penerapan K3 secara konsisten dan berkelanjutan. kelima perusahaan tersebut adalah TPPI, IKSG, PLN Nusantara Power, Purbaya Bagelen Mandiri dan Gasuma Federal Indonesia.


Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban Rohman Ubaid menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendorong penerapan sistem manajemen K3 secara menyeluruh di seluruh perusahaan di Tuban. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi secara rutin bekerja sama dengan pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur.


“Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga pendampingan langsung ke perusahaan-perusahaan di Tuban. Bersama pengawas ketenagakerjaan dari Disnakertrans Jawa Timur, kami memastikan pelaksanaan K3 berjalan sesuai standar dan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif,” jelas Ubaid.


Ia menambahkan, budaya kerja berbasis K3 memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan tenaga kerja, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan perusahaan, sekaligus memperkuat daya saing industri di Kabupaten Tuban.


Momentum Bulan K3 Nasional ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya keselamatan kerja yang mandiri, berkelanjutan, dan berorientasi pada perlindungan manusia sebagai subjek utama pembangunan. (bp).

Rabu, 14 Januari 2026

​Gema Sholawat, Spirit Isra Mi'raj 2026 Mengetuk Pintu Langit MTsN 1 Bojonegoro




​BOJONEGORO, MCE – Suara rebana yang ritmis berpadu dengan lantunan selawat yang syahdu memecah keheningan pagi di lingkungan MTsN 1 Bojonegoro pada Kamis, 15 Januari 2026. Ratusan siswa, guru, dan staf berkumpul dengan khidmat dalam balutan busana muslim, menyatukan hati dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.


​Acara yang mengusung tema penguatan karakter religius di era digital ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum bagi seluruh civitas akademika untuk melakukan "refleksi spiritual" atas perjalanan agung Rasulullah.


​Hadir memimpin jalannya acara, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, H. M. Saifuddin Yulianto, S. Ag., M. Pd. I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj—terutama kedisiplinan dalam ibadah salat—adalah fondasi utama dalam mencetak generasi madrasah yang unggul dan berakhlakul karimah.


​"Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang keteguhan dan ketaatan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks di tahun 2026 ini, kami ingin siswa-siswi MTsN 1 Bojonegoro tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kompas moral yang kuat melalui kecintaan kepada Baginda Nabi," ujar H. M. Saifuddin dengan penuh semangat.


​Kehadiran tamu undangan menambah bobot acara kali ini. Tampak hadir perwakilan dari Bakesbangpol Bojonegoro, yang diwakili oleh Bapak Dedi Kurniadi. Kehadiran pihak Bakesbangpol menggarisbawahi pentingnya peran madrasah dalam menjaga moderasi beragama dan semangat nasionalisme di kalangan remaja.


​Puncak acara ditandai dengan pembacaan selawat bersama yang dipandu oleh tim hadrah sekolah. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti lapangan saat ribuan suara menyatu memuji keagungan Sang Khalik dan kemuliaan Rasul-Nya.


​Bapak Dedi, dalam pesan singkatnya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif madrasah dalam menyelenggarakan kegiatan yang positif ini. Menurutnya, sinergi antara nilai agama dan wawasan kebangsaan adalah kunci untuk menjaga kondusivitas serta kemajuan daerah, khususnya di Bumi Angling Dharma.


​Peringatan Isra Mi’raj 2026 di MTsN 1 Bojonegoro ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberhasilan para siswa dalam menempuh pendidikan. Melalui gema selawat ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat membawa semangat perubahan ke arah yang lebih baik, sebagaimana filosofi "perjalanan ke atas" (Mi’raj) yang penuh makna. (bp). 

SMKN Dander Raih Podium Juara 2 di Volyball Vocational Challenge 2026, Vicky Adi Sabet Gelar Best Smasher




​BOJONEGORO, MCE – Gelanggang olahraga Bojonegoro kembali menjadi saksi bisu lahirnya talenta-talenta muda berbakat di dunia voli. Dalam ajang bergengsi Volyball Vocational Challenge 2026 tingkat Kabupaten, tim voli putra SMKN Dander berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara 2, sebuah pencapaian yang menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan besar di tingkat sekolah menengah kejuruan. Rabu (14/1/2026). 


​Perjalanan tim SMKN Dander menuju podium tidaklah mudah. Sejak babak penyisihan, tim ini telah menunjukkan determinasi tinggi dan kerja sama tim yang solid. Puncaknya, pada laga final yang berlangsung penuh tensi, para atlet muda ini berhasil menunjukkan mental petarung di hadapan ratusan pasang mata yang memadati tribun.


​Kemenangan ini terasa kian istimewa berkat apresiasi individu yang diraih oleh salah satu punggawa andalan mereka. Vicky Adi Nugroho, pemain yang dikenal dengan lompatan eksplosif dan akurasi serangan yang tajam, secara resmi dinobatkan sebagai pemain Best Smasher dalam turnamen tersebut.


​Gelar "Best Smasher" bukanlah predikat sembarangan. Sepanjang turnamen, Vicky konsisten menjadi momok bagi pertahanan lawan. Smash keras yang ia lancarkan kerap kali tak mampu dibendung, memberikan poin demi poin krusial bagi SMKN Dander. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan latihan keras yang telah ia jalani selama ini.


​Keberhasilan ini disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh keluarga besar SMKN Dander. Prestasi ini bukan sekadar tentang piala dan medali, melainkan representasi dari semangat pantang menyerah yang ditanamkan sekolah kepada para siswanya.


​"Selamat dan sukses atas perjuangan tim voli putra. Ini adalah bukti bahwa dengan disiplin dan kerja keras, kita mampu bersaing di level tertinggi," ungkap Bapak Molyono, M.M.Pd., Kepala SMKN Dander dalam suasana haru usai penyerahan piala.


​Kemenangan di Volyball Vocational Challenge 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi siswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kini, nama SMKN Dander dan Vicky Adi Nugroho telah tercatat dalam sejarah prestasi olahraga Bojonegoro tahun 2026, membawa pulang kebanggaan bagi sekolah dan inspirasi bagi generasi muda lainnya.


​Sekali lagi, selamat untuk tim voli putra SMKN Dander. (bp). 

​Mimpi Tanpa Batas di Kota Ledre: Saat Anggaran Pendidikan Bukan Lagi Sekadar Angka, Tapi Harapan




​BOJONEGORO, MCE – Di balik deru pembangunan infrastruktur yang masif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sedang menanam "investasi" jangka panjang yang jauh lebih berharga: masa depan generasi mudanya. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Bojonegoro yang terpaksa menggantungkan cita-citanya hanya karena kendala biaya. Rabu (14/1/2025). 


​Langkah ini bukan sekadar janji di atas kertas. Komitmen tersebut tercermin nyata dalam lonjakan drastis alokasi anggaran beasiswa yang menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


​Jika menilik ke belakang, pada tahun 2022, alokasi dana beasiswa berada di angka Rp12 miliar. Namun, memasuki tahun 2026, angka tersebut melesat tajam hingga menyentuh Rp43 miliar. Kenaikan hampir empat kali lipat ini menunjukkan keberpihakan penuh pemerintah terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).


Bagi Pemkab Bojonegoro, pendidikan adalah instrumen paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural. Dengan anggaran Rp43 miliar, akses pendidikan kini terbuka lebar, khususnya bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya seringkali merasa bangku sekolah atau perkuliahan adalah kemewahan yang tak terjangkau.


​“Pendidikan adalah hak setiap anak, bukan hak istimewa bagi mereka yang mampu secara finansial. Kami ingin memastikan setiap anak di Bojonegoro memiliki alat yang sama untuk bertarung di masa depan,” ungkap perwakilan Pemkab dalam sebuah kesempatan.


Fokus besar pada pendidikan ini diharapkan mampu mendongkrak skor IPM Bojonegoro secara signifikan. Dengan sumber daya manusia yang terdidik dan terampil, Bojonegoro tidak hanya akan dikenal sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga sebagai lumbung talenta berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.


​Kini, dengan dukungan anggaran yang semakin tebal, bola ada di tangan para pelajar. Dukungan nyata dari pemerintah daerah ini adalah pesan kuat bagi seluruh orang tua: tugas kalian adalah memastikan anak-anak terus belajar, biar urusan biaya menjadi bagian dari tanggung jawab negara. (bp). 

Kegigihan Tim Floorball SMAN 1 Kalitidu Sabet Juara 2 Kejurnas 2026



BOJONEGORO, MCE – Gemuruh sorak sorai dan denting medali menjadi saksi bisu keberhasilan membanggakan yang diraih oleh putra-putra terbaik Bojonegoro. Dalam ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) SLC Cup 2026 bertajuk "Road to Japan", tim Floorball SMA Putra Bojonegoro berhasil mengukir prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara 2. Rabu (14/1/2025). 


​Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas papan skor, melainkan simbol kebangkitan olahraga floorball di tingkat daerah menuju kancah internasional.


​Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin para pendidik dan dukungan penuh pemangku kebijakan. Bapak Hidayat Rahman, S.Pd., MM. (Kepala Cabdindik Bojonegoro) bersama Ibu Ninis Aris Wibawati, M.Pd. (Kepala SMA Negeri 1 Kalitidu), menjadi sosok sentral yang terus memotivasi para atlet muda ini untuk melampaui batas kemampuan mereka.


​"Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras yang dibalut disiplin dan semangat pantang menyerah akan selalu membuahkan hasil manis," ungkap pihak sekolah dalam rilis resminya.


​SMA Negeri 1 Kalitidu mengirimkan enam perwakilan terbaiknya yang menjadi tulang punggung kekuatan tim dalam turnamen ini. Mereka adalah:
​- Bima Satriyo (XI-6)
​- Wahyu Arya Daniswara (XI-2)
​- Leona Indra Bayu Purnama (XI-1)
​- Agus Indra Cahyono (XI-9)
​- Muchammad Dwi Setia (X-9)
​- Bagus Budi Prayoga (XII-1)


​Mulai dari kelas X hingga XII, kolaborasi antar-generasi ini menunjukkan bahwa bakat dan kekompakan adalah kunci utama dalam menghadapi tekanan di lapangan hijau.


​Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Latihan keras yang menguras keringat dan komitmen waktu di tengah kesibukan akademik menjadi makanan sehari-hari. Namun, semangat mereka terangkum dalam sebuah kutipan inspiratif yang menjadi ruh perjuangan tim:


"Kemenangan bukanlah tentang tidak pernah jatuh, tapi tentang bangkit setiap kali kita terjatuh."


​Dengan raihan posisi runner-up di SLC Cup 2026 ini, tiket dan harapan untuk menapakkan kaki di Jepang kini semakin nyata. Prestasi ini diharapkan menjadi pematik api semangat bagi siswa-siswi lain di Bojonegoro untuk terus berprestasi di bidang apapun.


​Selamat kepada para atlet! Harumkan nama sekolah, banggakan Bojonegoro, dan teruslah berlari menuju impian di Negeri Sakura. (bp). 

Berita Terbaru