TUBAN, corruptionexpose.com - Di penghujung bulan September 2021 untuk menanggulangi dampak buruk penggunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK)Tuban mengadakan workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media untuk Mendukung Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan), bertempat di Resto Kayu Manis Jl. Basuki Rachmat No. 215-217 Tuban. Kamis (30/9/2021).
Agenda workshop BNNK Tuban ini dihadiri sebanyak 20 perwakilan dari PWI dan Ronggolawe Pers Solidariti (RPS), mediapantura dan media MCE/corruptionexpose.com.
Dengan empat sesi penampilan dari Narasumber yang berbeda diantaranya Kepala BNNK Tuban, Kabid informasi dan komunikasi Kab. Tuban, Ketua PWI Tuban dan terakhir Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Tuban.
AKBP I Made Arjana, SH., M.H. dalam sesi pertamanya mengatakan bahwa BNNK Tuban baru tiga tahun berdiri oleh karena itu butuh dukungan media untuk menyampaikan ke publik, " Jangan pernah takut untuk tolak narkoba, laporkan jika ada peredaran dan BNNK Tuban siap rehabilitasi, kita juga siap bantu rekan rekan wartawan untuk tes urine."
Berikutnya sesi kedua Ibu Tutik Musyarofah sebagai Kabid Diskominfo Tuban tema tentang peran pers dalam menyampaikan informasi kepada publik secara jujur dan berimbang. Disampaikan juga tentang perubahan perundangan menyangkut Kominfo juga perbedaan pers Sekarang dengan pers di masa lalu atau masa perjuangan, "Pers tidak berorientasi pada lahan perjuangan tetapi berorientasi pada profit oriented." tegasnya.
"Prinsip Akurat, Jujur dan Berimbang menjadi tantangan di era industrialisasi pers. Saat industrialisasi pers menjadi panglima keberlangsungan pers maka prinsip Akurat, Jujur dan Berimbang menjadi komitmen insan pers berangsur mengalami degradasi." Jelas Tutik.
Berikutnya sesi ketiga yang dibawakan oleh Arif Handoyo Kepala Dinas Kominfo Tuban dengan tema Sinergitas mewujudkan Tuban bebas narkoba. Kemudian dilanjutkan yang terakhir oleh Pipit Wibawanto, S.pd,. M.Hum. ketua PWI Tuban dengan tema peran media dalam pencegahan narkoba di kabupaten tuban.
Terakhir acara ditutup dengan pemberian sertifikat secara simbolis kepada peserta diwakili oleh kukuh dari RRI Tuban dan Sugeng Basuki dari Media Corruption Expose/ MCE.
(S.geng)